
maaf ya. Bukannya mutee muter dalam ceritam Tapi memang alurnya gini😁 klo cepet tamat tapi enggak.masuk alunyakan nggak enak hehe... Selamat membaca pembaca Qira....
.
.
.
.
.
............
Penyelamatnya itu membelalak, “Hey aku bukan penjahat, kenapa kau pingsan?” Tanyanya terkejut. Ia mengguncang bahu Leon keras. Tapi saat itu ia baru sadar jika sebenarnya Leon itu pingsan karena kekurangan darah. Ia sudah banyak mengeluarlam tenaga.
Pria itu mendengus kesal melihat singa berbentuk manusia ini pingsan. “Haiss.... kau merepotkanku saja.. Sudah dibantu malah pingsan. Bilang saja jika mau minta gendong..” Gerutunya. “Apa aku semenyerampan itu sampai ia pingsan?” Ia menghela nafas berat saat ini.
Matanya melihat tubuh Leon. Sangat banyak bekas luka, ternyata lukanya cukup parah saat ia memeriksanya tadi. “Baiklah. Karena aku baik, jadi aku akan membawahmu ketempatku saja.” Ujarnya.. ia mengambil bajunya lalu menyobeknya, ia mengikat diluka-luka Leon yang memgeluarkan darah begitu banyak, ia harus menekan luka iku supaya Singa didepannya ini tak kehabisan darah.
Dengan langkah besar ia memopong tubuh Leon yang sangat berat itu menuju kekediamannya, yang ia tak habis pikir itu, bagaimana bisa ia berburu makanan tapi mendapatkan manusia?
....
“Hari sudah mulai gelap ayah. Apakah kita kembali memulai perjalanan dan perperangan ?” Tanya Xian Li diperjalanan itu. Ia mendekati kuda ayahnya Kaisar Alexon.
Kaisar Alexon menatap sekitar, semuanya sudah sangat gelap. Ia bahkan sudah tak mampu menatap pasukannya secara jelas.
, ini akan merugikan dirinya sendiri nanti jika ia egois. “Aku tak bisa egois. Kita harus istirahat untuk memulihkan tenaga dan mengisih energi..” Ujarnya membuat yang lain menarik nafas legak.
Pasalnya mereka belum makan sebiji jagung semejak memasuki kerajaan Barat, sebab sedari tadi mereka menyerang dan terus menyerang, tentunya mereka selalu mengurangi pasukan mereka. Setiap pertarungan pasti ada yang gugur. “Kita istirahat sejenak...!” Ujar Jendral Zing yang ditugaskan untuk membuat pengumuman.
“Terimakasih yang mulia. Yang mulia kiasar murah hati, semoga panjang umur seribuh tahun...” Ujar para perajurit lalu menunduk.
Semua orang berehat sejenak untuk memulihkan tubuh mereka, mereka membagi tugas, ada yang memasak, ada yang mandi, sebab mereka didekat sungai. “Perketat kewaspadaan. Sebab kita tidak tau apa yang sedang menunggu kita didepan...!” Ujar kaisr Alexon membuat mereka membagi pauskan. Mereka dibagi menjadi dua, yaitu ada yang berjaga ada yang beristirahat, yang berjaga dibagi lagi, ada yang memasak dan ada yang menjaga kaisar Alexon. supaya tak ada kelengahan.
Kaisar Alexon menghela nafas. Mereka akan sampai besok siang dipadang perang. Ia memilih untuk mandi dan mengisi perut terlebih dahulu. Bisa dipastikan mereka tidak akan tidur cukup malam ini.
...
Lain tempat lain juga situasinya. Seperti disisi ini, disini ada sosok yang juga berehat sejenak karena sudah gelap. Ia menatap langit yang bertabur bintang, selalu ia gumamkan.” Maafkan aku Qira...” Itu terus yang ia ucapkan berulang ulang. Ia menampilkan wajah sendu dibalik baju besinya. Satu hal yang ia tak mau, setelah ia membunuh Qira, lalu sekarang ia mau membunuh keluarganya? Sungguh, ia merasa manusia yang paling kejam dimuka bumi ini, bahkan ia rela istrinya mati ditanganya sendiri. Orang yang ia cintai dan orang yang ia sayang..!
.....
“Lepaskan kami...!” Teriak Wolf memasuki ruangan yang sangat gelap. Disana kakek Liu, dan juga Via diseret bagaikan hewan. Bukannya dibopong atau diiring, tapi kakinya diikat, tanganya diikat dan barulah tanganya diseret bagaikan hewan saja.
Bukan hanya dirinya, tapi kakek Liu dan Via bernasip sama, Via bahkan hampir diperkosa tadinya, untunglah Mereka tak jadi memperkosa Via karena Xavier melarangnya. Ternyata masih ada sisi otaknya ya? Ehh bukan karena ia punya otak tapi karena ia mendengar jika kaum Blue Rose tak mampu menangkap Leon membuat mereka murka. Bagaimana bisa menangkap satu ekor singa saja tidak becus?
Tubuh Wolf dan lainnya sudah dilumburi luka dan darah akibat diseret kasar. Tangan mereka dirantai membuat tangan mereka memerah, jika mereka memberontak, maka tangan mereka akan putus membuat mereka tak bisa bergerak dan melawan.
Mereka dimasuki kedalam ruangan yang sangat gelap membat mereka takut. “Kalian sampah disini saja... Jangan mencoba kabur, sebab itu mustahill...!” Xavier tertawa terbahak-bahak karena ucapan itu.
“Lepaskan kami Xavier...!” Teriak kakek Liu pada Xavier. Ia berteriak secara kerasnya karena Xavier yang keterlaluan.
Xavir yang sebagai ketua kaum bluerose itu tergelak kencang.” Wahh... kau sudah berani memanggil namaku tanpa ada sebutan tuannya ternyata.” Ia mengangup paham lalu tersenyum menyejek.
Kakek Liu menahan nafasnya yang terasa naik turun. Sedangkam Xavier menatap sekitarnya. Ini adalah penjara bawah tanah diisana kaum bluerose dan ini sangat gelap melebihi gelapnya Goa. Via bahkan menahan mati-matian ketakutannya dan keseramn disana.
__ADS_1
“Nikmati hari-hari kematian kalian... Selamat bertemu dengan Qira kembali..!” Ia menyeringai lalu meningalkan mereka yang sudah dikat dan dirantai.
“Lepaskan kami Setan...! Lepaskan kami, aku akan membunhmu nanti jika kau berani.. ingatlah jika aku akan membunuhmu..!!” Teriak Wolf. Nafasnya naik turun, urat leher dan matanya bahkan menonjol saat ini, pertanda bahwa Wolf sangt marah.
“Arahh...” Teriak Wolf kesal. Ia mengehentakkan tangannya supaya tanganya bisa terlepas dari ikatan ini Bukan nyalepas tapi ia menjadi semakin terluka dan semakin lemah. Tanganya bahkn sampia nerdarah darah
Namun dengan santainya kakek Liu bicara.” Jangan menyakitimu Wolf. Beristirahatlah dan pulihkan tenaga mu. Aku yakin jika Leon akan membantu kita dengan pasukan iblis Zoulan.”
Via mengangguk menyetujui. Ia sangat lemah saat ini, tubuh bagian bawahnya sangat sakit akibat diseret, kadang kaki dan punggungnya tertabrakn kerikil, batu dan ranting, tapi mereka pura pura tak peduli.” Tapi apakah Leon tau dimana kerajaan Iblis?” Tanyanya.
Krik.. krik...
“Aku saja tak tau dimana kerajaan Iblis.” Kakek Liu mengerjab polos. Ia menghela nafas akan kebdohan mereka saat ini
“Arghh.. sialan... Bagaimana bisa kita keluar dari sini. Bahkan Leon tak tau jika kita disekap disini kek...! Ia tidak akan tau dimana istana kerajaan manusia biadabb itu..!” Erang Wolf frustasi. Ia menatap kakek Liu tajam saat ini.
Kakek Liu menghela nafas lalu menatap Wolf dalam. “ Kita lihat nanti... Kita berdoa saja supaya Dewa membantu kita disini..!” Ujarnya lembut pada Wolf. Ia juga tak tau harus apa, ia juga panik dan ta tau arah dan jalan keluar dari permasalahan ini, ia hanya menunggu mukzizat saja lagi.. "Lagi pula usahamu juga hanya.menyakiti dirimu sendirikan? Tanyanya.
Mereka sedang bagaimana posisinya? Mereka dilantai dengan tangan diikat, slaing berhadapan. Sekelilingnya semuanya batu.
...
Sosok pria berwajah putih, bibirnya tipis namun pucat pasih, sudah beberapa jam ia pingsan namun belum juga siuman, seluruh lukanya sudah diobati namun masih membuat ia bangun . Sesaat setelahnya tanganya bergerak sedikit sedikit, lalu ia mengerjab ringan. Berusaha untuk bangun karena matanya sangat berat, bagaikan ditikam oleh batu besar. “Ashhhh.. Ia meringis memegang tanganya sendiri. Sakit, perih dan tanganya mati rasa akibat sebatan dan lukanya.
Memang beginilah. Jika luka disaat marah tak akan terasa, jika sudah seperti inilah, baru merasa jika kita luka. Leon membuka matanya berat lalu bernafas sedikit naik turun.” Kau sudah bangun rupanya..!” ia meletakan mangkok berisi cairan pekat disamping tempat tidur Leon.
“Dingin... hiiii..” Leon menggigil keidinginan saat ini, ia merasa tingal dikutup es. Bahkan giginya dan bibirnya brergemuru menjadi seperti ingin beku. Apakah leon sudah sadar? Sepertinya belum?
“Masih dingin?” Kakek itu terkejut. “ Kita sudah berada diapi ungun dan kau masih kedinginan? Ditambah menggunakan selimut tebal kau masih dingin?” Tanyanya lagi terkejut.
Tak mendapatkan respon dari orang yang ia tolong membuat ia mendengus. Ia mendekat lalu memeriksa tubuh Leon. Ia meletakan punggung tanganya didahi dan “Uhh.. oanas..” Gumamnya pelan. Ia kembali memegang lehernya dan lengannya. Sangat panas.
“Ku kira singa tak bisa demam.” Gumamnya mencebik, ia menganguk paham, namun setelahnya ia mendengar suara yang memangilnya.
“Kakek Suke sedang apa?” Tanya suara yang sudah hampir satu minggu ini, orang yang membuat ia tak merasa kesepian dan mendapatkan teman.
Kakek Suke berbalik lalu tersenyum. “Eh Kim.. kau tak menemani Qira?” Tanyanya.
Kakak Kim mengerutkan keningnya. Ia bertanya tapi dibalikkan pertanyaan, “Tidak kek... Kakek bersama siapa itu?” Tanyanya heran. Ia dapat melihat kaki seseorang dari arahnya, namun sepengingatnya tak ada orang digoa ini selain dirinya dan sang kakek. Kecuali Qira yang memang hanya tidur saja.
Kakek Suke menghela nafas. Ia bergerak kemeja disampingnya lalu menatap kakak Kim. “ Tadi saat aku berburu, aku tak sengaja bertemu dengan pemuda ini, dia sedang diserang kaum bluerose, sepertinya perperangan segera terlaksana.” Ujarnya, ia memberikan obat ditangan Leon dengan lembut.
Kakak Kim membulatkan matanya lebar.” Maksudnya perang? Kenapa bisa perang?” Tanya kakak Kim. Ia belum tau siapa yang kakek Suke obati. Namun saat ia mendekat betapa terkejutnya ia saat melihat siapa yang ditolong oleh kakek Suke. “Leon..” Gumamnya pelan.
“Kau mengenalnya?” Tanya kakek Suke. Kesimpulannya memang kakek Suke suka sekali membalikkan pertanyaan orang lain ya... Ia menatap wajah kakak Kim serius.
Kakak Kim menganguk.” Dia temannya kekasihku Qira. bahkan ia sangat dekat, sedekat daging dan tulang, tak dapat dipisahkan.” Jawabnya lembut.” Lalu kenapa ia diserang? Dan kenapa ada perperangan?” Tanya kakak Kim pelan. Pelan namun petanyaanya beruntun. Matanya lekat menatap mata Leon yang nampa sedikit terbuka namun selalu bergumam nama ‘Qiqi.. Qiqi... aku merindukanmu.. Qiqi jangan tingalkan kami. ‘ Rasanya sakit sekali mendengar rintihan itu, ternyata Leon sangat terluka kehilangan Qira. sama dengan dirinya.
Kakek Kim mengangkat bahu acuh.” Kan sudah ku peringatkan padamu terlebih dahulu. Kau harus mempersiapkan peperangan yang sebentar lagi tiba dan kau baru bertanaya itu?” Tanyanya dengan aliis satu terangkat.
Kakak Kim mendesa pelan.” Bisakah kakek menjawab pertanyaanku? Kakek selalu membalikan pertanyaan yang aku berikan. Kenapa Leon seperti ini dan kenapa perang terjadi?” Kakak Kim mulai kesal menatap kakek Suke yang bicaranya kemana-mana.
Kakek Suke menghela nafas. “ Jawabannya Cuma satu, yaitu karena Qira... Karena Qira kalian pergi... kerajaan Langit dan awan tak menerimanya. Ada kerajaan Iblis yang memang awalnya mau membantu perperangan antara kerajaan Awan , tapi nyatanya mereka pindah haluan menjadi menyerang kerajaan Barat. Belum lagi klan Bluerose mengaduh dombah antara dua kerajaan ini. ia mengirim jasat palsu Qira pada kerajaan Langit membuat mereka murka..” Jelasnya secara singkat saja. Ia juga menjelaskan bagaimana kaum bluerose mengadu domba kaisar Zauhan dengan kerajaan Langit membuat perperangan semakin terjadi.
Kakak Kim tentu saja terkejut mendengar hal itu. Ia menggeleng kepala tak percaya.” Kakek tau dari mana? Bukankah selama i lni kakek selalu bersama ku? Lalu apa hubunganya Lepon dengan mereka? Dimana Wolf—“ Banyak lainnya yang mau ia tanyakan tapi dipotong langsung oleh kakek Suke.
“Aku bukan kau yang duduk disini tapi hanya mampu melihat hal yang disini saja. Mudah sekali bagiku mencari berita diluar sana.” Ia menghela nafas.” Intinya semua yang kau tanya itu berkaitan dengan klan Bluerose. sepertinya Leon ikut campur dalam masalah klan mereka, tapi aku belum tau apa itu..” Jawabnya pelan.
__ADS_1
Saat kakak Kim mau bertanya lagi suara Leon meminta minum membuat semua mengalihkan pandanganya pada Leon iba “Aiir...”
Leon sangat lemah. Ia merasakan tengorokannya kering, seluruh tubuhnya sakit, ia sedari tadi mendengar ucapan Kakak Kim, sebagaimana ia tidur ayam, hanya setengah sadar setengah tidak. Ia meminta air untuk membantunya bicara.
Dengan cepat kakek Suke memberikan air yang ia taruh disamping kasurnya itu.” Minumlah..” Ujarnya. Ia membantu Leon untuk mengangkat kepalanya supaya mempermudah ia minum.
Dengan rakus Leon minum minuman itu. Ia bahkan bagaikan orang kerasukan membuat kakak Kim iba, ia mendekat lalu memegang kaki Leon. “Sudah...” Gumam Leon serak. Kakek Suke pun memindahkan gelas itu.
Leon menatap kakak Kim dengan mata yang sendu.” Kakak Kim..” Gumamnya pelan, ia ingat jika jasad Qira sebenarnya ada dikakak Kim, ia tau itu dari kakek Liu. “ Dimana Qira kak? Dia belum meningalkan kitakan?” Tanyanya. Dalam keadaan seperti ini saja ia tak menanyakan kabarnya, tapi ia malah menanya keadaan Qira.
Kakak Kim mendengar itu pun juga ikut sedih.” Kau mau melihatnya?” Tanyanya pelan. Sebenarnya kakak Kim terkejut, kenapa Leon tidak bertanya dimana ini? atau siapa yang menolongku? Otakanya hanya terikat dengan Qira..!
Leon menjadi berbinar. Ia mengangguk lemah.” Tapi kau harus sembuh dulu. Kenapa kau bisa seperti ini Leon? Siapa yang sudah mencelakaimu?” Tanya kakak Kim lembut. kakak Kim memang selalu lembut dan penuh kasih.
Leon menatap kakak Kim penuh harap. “ Tapi Qira masih hidupkan?” Tanyanya. Kakak Kim menurunkan bahunya lalu menggeleng.” Mafa.” Ucapnya lirih.
Leon merasakan dadanya sesak.” Kak. Bantulah Wolf dan kakek Liu. Mereka membutuhkanmu, tolong lepaskan mereka dari kaum bluerose.” Ujarnya. Ia harus memikirkan orang lain saat ini, ia harus...!
Kakak Kim menatap Leon terkejut.” Ada apa dengan adikku?” Meskipun ia tak pernah akur ataupun pernah ribur, kakak tetaplah kakak. Jika mendengar ucapan atau tentang kabar adiknya pastilah ia khawatir, darah masih tetap darah bukan?
Leon menganguk.” Ini semua gara-gara klan manusia bermata biru kak. Kami hanya ingin menggagalkan rencana mereka, tapi sepertinya kami ketahuan dan membuat mereka marah. Aku ditugaskan untuk menjemput pasukan iblis dan raja ibis, namun saat dijalan aku dihadang oleh tiga klannya. untunglah kakek ini yang menolongku.” Ia melirik kakek Ske yang juga bermata biru.” Apakah kau juga klan mereka?” Tanyanya.
Kakek Suke menggeleng.” Jika aku dari mereka ? tidak mungkin aku menolongmu... Jangan bodoh..!” Ia mendengus kesal karena disangkahmusuh.
Leon menatap kakek Suke dengan raut merasa bersalah.” Maaf.”
“Lalu bagaimana dengan Wolf Leon?” Tanya kakak Kim pada Leon. Ia khawatir.
“Katanya ia sedang tertangkap dan dicincang habis oleh klan itu. Tapi aku tak yakin karena belum melihat mayatnya.” Ujar Leon lemah.
Mendadak kakak Kim menatap nyalang. Mata hijaunya menyilau karena marah. “ Jangan bercanda Leon..!”
Leon menggeleng.” Karenanya. Kau harus mencari mereka kak. Aku yakin jika mereka akan baik-baik saja. Kaulah harapanku satu satunya kak.” Ujarnya lemah.
“Tapi aku tak tau dimana tempat mereka Leon. Bagaimana ini?” Tanya kakak Kim mengerang.
“Aku tau..” Sahut kakek Suke.” Ayo aku antarkan dan bantu. Aku juga jakin jika adikmu belum mati..” Ujarnya sembari menepuk pundaknya kakak Kim. Ia juga berniat menggagalkan peperangan itu..
Kakak Kim menatap Leon.” Lalu bagaimana dengan Leon?” Tanyanya perhatian.
“Ak aku tidak apa-apa kak pergilah bantu Wolf dan lainnya. Jika aku tak mampu menyelamatkan perang, maka cukuplah kalian mampu selamat dan bersama... aku tak ingin kehilangan orang yang kusayangi lagi.” Ujarnya. Secara tak langsung ia mengungkapkan jika ia menyayangi Wolf sebagimana ia menyayangi Qira. percayakah? Percaya, karena memang Wolf selalu disampingnya.
Kakak Kim mengangguk.” Disamping adalah ruangan Qira. jika kau mau menemuinya.” Ujarnya pada Leon.” Aku harus segera pergi Leon...” Ujarnya pelan dan dianggukkan oleh kakek Suke.
“Hati-hati ya kak..” Ujar Leon pelan. Ia merasakan tubuhnya sangat sakit dan lemah. Apakah ia akan menyusul Qira?
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Selamat idul adha bagi yang merayakan..... Yey... maaf lahir batin ya...
Jangan lupa komen and like yaa... Vote nya juga oke...