
"Acara penunjukan bakat." Ucap kasim
Acara ini adalah acara setiap orang supaya bisa menunjukan bakatnya. Baik dari hal apapun itu...
Semua orang mempersiapkan diri. Ini akan dilaksanakan oleh para pangeran dan putri kerajaan. Atau para putra putri bangsawan yang ingin memikat hati para petinggih.
Putri Maoxi adalah putri yang memiliki gelar paling cantik. Ia mulai mempersiapkan diri untuk menunjukan bakatnya. Ia menari dengan gemulai. Tapi matanya tak henti henti mantap Kenzi dan Qira. Hatinya memanas. Ia terbakar cemburu.
Semua orang Terpanah melihat kemolekannya. Riuh tepuk tangan bergemuru diruangan itu.
Saat sesudah itu para pangeran dan putri mulai menunjukan bakatnya. Termasuk Xian Lii, Guang Lii, Juang Lii. Zian. Zain.
Sesaat semua kakak kakak dari Qira tampil. Saatnya putri Liang yang tampil. Putri Liang Lii mulai menari berlenggok kesana kemari.
Putri Qira seakan tuli akan kehebohan disekitarnya. Ia masih tertidur pulas didada bidang Kenzi. Sesekali Kenzi menepuk nepuk pelan pundaknya menambakan kepulasan tidurnya. Hari sudah semakin larut. Tapi pesta belum juga berakhir.
Saat tarian putri Liang berakhir. Ia menatap Qira yang tertidir. Ada kilatan jahat dimatanya. Ia membungkuk hormat kepada kaisar Alex " Hormat kepada Ayahanda. Terimakasih karena sudah berkenan melihat putri ini menari. Tarian tadi khusus putri ini buat untuk ayahanda." Ucapnya anggun.
"Berdirilah putri Liang. Terimakasih. " Ucap Kaisar Alex Lembut.
Putri Liang mulai berdiri dengan senyuman manis diwajahnya " Ayah. Mengapa Qi'er tidak menari untuk ayah? Bukankah dia belum tampil?" Tanyanya.
Kaisar Alex menatap Qira yang tertidur pulas didada bidang Kenzi. "Ahhh mungkin Qi'er sedikit lelah. Biarkan saja.. " Ucap kaisar Alex.
"Ah tidak ayah. Ini sudah bagian dari kerajaan kita. Bukankah sudah menjadi hukum yang berlaku. Ia bisa terkena hukuman jika tidak menunjukan bakatnya " Ucapnya
Kaisar Alex diam. Ia menatap Qira dengan lembut. Ia tak ingin lagi menyakiti anaknya.
"Biarkan Zhen bangunkan." Ucap kaisar Wey dingin.
"Qiqi. Bangunlah..." Ucapnya. Ia menepuk nepuk pipi Qira lembut.
"Hn apa sudah selesai ayah?" Suaranya serak khas orang yang baru bangun. Ia mengangkat kepalanya. Ia mengoyangkan kepalanya kekanan dan kekiri. Begitu pula tubuhnya.
Semua orang menatap Qira cemooh. Bagaimana bisa seorang putri bersikap seperti itu.
Qira menatap semua orang yang menatapnya. Ia beralih menatap kaisar Wey dan Kenzi " Ada apa ini? " Tanyanya.
"Begini. Kaisar memintamu untuk menunjukan bakat. Karena memang sudah menjadi kebiasaan turun temurun." Kaisar Wey berucap lembut sambil merapikan rambut Qira yang kusut.
"Lebih tepatnya menari." Sahut Kenzi.
Qira menaikan satu alisnya.
Menari?. Ia tak pernah belajar menari semenjak ia kecil? Bagaimana bisa ia menari?.
"Menari? Aku tak bisa menari." Ucap Qira polos.
"Bagaimana bisa seorang perempuan tak bisa menari? Kau tau wanita itu harus bisa menari. Karena menari menunjukan bahwa kau perempuan sejati." Ucap Nenek Zhu. Dia neneknya Qira.
"Aku tak butuh menunjukan aku perempuan sejati.." Ucap Qira dingin.
"Kau harus menunjukan bakatmu..."Uucap Kenzi.
"Apa kau sudah menunjukan bakat? " Tanya Qira menatap Kenzi.
"Bagaimana bisa aku menunjukan bakat sedangkan tubuhku menjadi kasurmu...!" Ucap Kenzi kesal.
"Hn tadi kau yang meminta." Ucap Qira ia mengerucutkan bibirnya. Kenzi melihat itu tak tahan untuk tersenyum. Ia mengusap kepala Qira lembut.
__ADS_1
"Kau memang tak bisa menari tapi bukankah kau bisa bermain pedang..." Ucap kaisar Wey lembut.
"Hm aku tidak ingin tampil...." Ucap Qira dingin.
"Lakukanlah untukku." Ucap kaisar Wey. Ia tak ingin Qira dipandang sebelah mata dan ingin menunjukan bahwa Qira adalah gadis yang hebat.
"Baiklah. Ayo Kenzi kau temani aku." Ucap Qira. Ia menarik tangan Kenzi. Kenzi hanya pasrah akan hal itu.
Mereka sudah berada ditengah acara. Qira menatap kaisar Wey dan tersenyum lembut. Kaisar Alex merasakan hatinya dicubit. Bahkan anaknya tak mau menatapnya dan tersenyum lembut kepada orang lain!.
Qira mulai bermain pedang dengan Kenzi..
Cring...
Cring....
Suara pedang mulai bergesekan. Kenzi dan Qira saling bersahut sahutan
Qira dengan lihainya bermain pedang. Sesekali mereka menggunakan gerak gemulai. Semua orang terpaku akan hal itu.
Permainan itu seperti tarian pendekar pedang. Bahkan itu seperti sepasang kekasih yang lagi memberi pertunjukan yang sangat indah.
Berputar. Menyerang. Kanan. Kiri. Bahkan Qira juga menggunakan ilmu Angin untuk membuat ia bisa melompat dengan indah. Gaun indahnya mengikuti gerak Qira. Kenzi tak kalah mengagumkan. Mereka menggunakan permainan pedang kebanggan mereka..
Saat permainan pedang mereka usai, Qira dan Kenzi berdiri dan membungkuk. Tapi Qira membungkuk kepada kaisar Wey! Bukan kaisar Alex seoerti Kenzi.
Ada manik mata hitam yang memandang Qira intens. Bahkan saat ia tertidur tak membuat ia berpaling 'menarik ' Sudut bibirnya terangkat.
Kaisar Alex yang melihat tindakan Qira sangat merasakan siksaan. 'Apa ini hukuman untukku Qira? Apa kau sangat membenci Ayah Qira? " Batin kaisar Alex.
Para kakak Qira? Jangan ditanya! Bahkan saat ini mereka tak tahu jika Qira sepandai itu bermain pedang. Mereka menatap Qira sendu.
Qira mengangkat pedang yang ia pegang menuju dada kaisar Yuan.
Qira berlari menuju Kaisar Alex dengan pedang yang ia gunakan untuk Permainan pedang. Itu membuat orang orang terkejut. mereka takut Qira membunuh Ayahnya!
Slapp....
Ting.....
Clap clap...
Pedang Qira menghadang panah yang datang dari sudut gelap diaula itu.
Clap clap..
Qira mengeluarkan pisau dari bilik bajunya dan melempar arah sudut ruangan.
Bugh..
Bugh...
Dua orang terjatuh dengan didada kiri masing masing tertancap pisau yang Qira lempar.
Kaisar Alex terkejut menatap hal itu. Dia seperti teringat kejadian satu tahun lalu. Seorang gadis yang menabraknya dan menggunakan jurus itu.
'Apa gadis itu benar benar Qira? ' Batinnya**.
Sling....
__ADS_1
Qira mengarahkan ujung pedangnya kearah salah satu mentri dan mentri itu adalah mentri keuangan.
Clap....
Akh...
Ia menebas kepala mentri itu dengan satu kali tebasan. Darah mulai berserakan dan bercucuran.
Kepala mentri itu menggelinding. Mata bulatnya menatap Qira dan nafas yang tersenggal senggal seperti orang yang sekarat.
Semua orang terkejut menatap Qira. Bahkan ada yang gemetar saat itu.
Qira menatap kaisar Alex yang menatapnya. " Ini hadia dariku untuk ulang tahunmu!. " Ucap Qira
"Makaudmu apa? Apa yang kau lakukan kepada suamiku!. Apa kesalahannya! " Teriak seorang paru baya pecah melihat suaminya bernasib tragis.
"Dia ingin membunuh Ayahku!. Dia ingin membunuh kakakku!. Dia penghianat kerajaan ini!. Dan ini balasan dariku!. Bersyukurlah karena aku tidak menghabiskan seluruh keluargamu! " Ucap Qira tegas.
Ia pergi meninggalkan orang orang yang menatap kejadian itu.
Dug..
Dug...
Kaisar Alex kehabisan kata kata. Anaknya tak membencinya!.
Anaknya melindunginya dan menghukum orang yang ingin menyakitinya.
Air matanya lolos dari sang pemilik "Qira..." Suaranya serak. Ia menatap punggung Qira yang menjauh.
Putra mahkota menatap adiknya sendu.
*Aku kira kau membenciku'
Ternyata kau melindungiku*'
Ternyata Qira mengetahui siapan dibalik yang berencana membunuh Xian dan Ayahnya.
"Penjaga! Tahan putri Qira! " Teriak kaisar iblis. Ia sama sekali tak tau maksud dari yang dilakukan Qira. Ia memandang marah.
Dengan takut prajurit menghadang jalan Qira. Ada 10prajurit kerajaan iblis.
Dengan sekali kibas mereka mundur dan membentur tanah.
Qira berjalan meninggalkan aula dengan aura membunuh yang pekat. ia menyelusuri jalan menuju kediamannya.
"Apa ini? " Seekor burung berlumburan darah turun dari atas membawah satu gulungan kertas. Qira mengambil dan membacanya dengam serius.
"Leon...! " Teriaknya.
.
.
hay hay para pengagum Qira. Nii Kak Autor kasih 2eps langsung biar nggak langsung abis bacanya heheh...
terimakasih atas Like, Komentar, dan Votenya.
Tetap semangat buat Like. komen dan Vote ya. Biar Akak juga semangat buat Up untuk kalian semua.
__ADS_1
Qira: Ayooo jangan lupa Vote ya. biar Qiranya dibikin eps banyak terus. 😇😇😇😇