
Kaisar Zauhan menggeram marah, Qira sangat keras kepala. Ia menarik lagi Qira kepelukannya tapi dengan mudah Qira mengelak.
Qira tersenyum meledek. Ia menjulurkan lidahnya.” UuuWeeee... ayook Kakak kita main.” Tngan mungilnya menarik tangan Yuan untuk menjahui kaisar Zauhan yang diam.
kaisar Zauhan bukanya tak mau mengejar, tapi karena ia sadar jika Qira tak berbohong dan memberi waktu untuk Qira dan Yuan sebagai kakaknya bercerita satu sama lain. Mekipun ia cemburu setengah mati. tapi ia tak boleh cinta buta, buta tempat, buta hati dan juga buta kebahagiaan orang yang ia cintai..
Eaaaaa
.
.
Tolong jangan baperin Zauhan.
...
Qira dan Yuan tertawa bersama karena certa mereka yang tak ada habisnya masalah kecil. Qira sangat menerima Yuan, entah mengapa ia merasa jika Yuan memang kakaknya dan Yuan tak berbohong. ia menerima Yuan dengan senang hati. Bahkan ia bahagia bisa bercerita begitu lepas pada Yuan. meskipin Yuan bukan kakak kandungnya, Mungkin. Tapi ia menerima Yuan sebagai kakaknya.
“Lalu bagaimana tangapan ibumu saat kau diculik nenek-nenek karena kau kecil begitu tampan?” Tanya Qira. Yuan bercerita jika dulu ia kecil sering diculik tetangga karena ia sangat tampan sedari kecil, hinga suatu hari ia diculik nenek-nenek karena sangat menykai Yuan.
Yuan tertawa mereda.” Kata ibuk ‘kan ibu sudah bilang, jangan jadi pria tampan jika tak mau dipuja sana sini. Salah siapa jadi tampan’ “ Yuan memperagakan bagaimana ibunya berkata dengan gaya seperti ibu ibu yang mengomeli anaknya yang memegang sebila kayu.” Padahalkan aku tak meminta dilahirkan tampan, ibuku memang tak menyukaiku jadi tampan” Lanjutnya menggelengkan kepala.
Qira kembali tertawa.,” Lalu bagaimana kau bisa lepas dari nenek-nenek itu?” Tanya Qira menahan perutnya yang sakit karena kebanyakan tertawa.
“Ya aku menangis. Disana aku dikasih banyak makanan tapi tak boleh keluar rumah, yaa aku kabur. Sampai-samapai aku harus menungu neneknya tertidur baru bisa kabur. Setelah kejadian itu aku jera keluar rumah tanpa ibu.” Jelasnya.
Qira mengusap air dimatanya. Ia kebanyakan tertawa ternyata.” Mangkanya jangan jadi tampan. Kan susah sendiri.”
“Kau sama saja dengan ibuku. Melarangku menjadi tampan.” Cibir Yuan membuat Qira kembali tertawa lepas.
Yuan menatap Qira yang tertawa membuat ia tersenyum, meski sebenarnya sedari awal ia tertarik pada Qira. yaa, Yuan menyukai Qira sedari awal bertemu, hingga hari ini ia tahu jika Qira adalah adiknya membuat ia sedikit kecewa, tapi sayangnya hatinya merasa sangat bahagia dan senang. Kekecewaanya berubah menjadi rasa sangat menyayangi dan mencintai Qira sebagai adiknya, tanpa peduli jika ia pernah menyukai Qira
Srupp..
Qira menarik Yuan hinga membuat Qira dan Yuan memutar lalu berpindah posisi kesamping kanan sedikit jauh.
__ADS_1
Qira tau jika sedari tadi ada yang mengincar nyawanya, ia sudah siaga satu lalu menyelamatkan Yuan, jangan salahkan Qira jika ia terlalu peka untuk keadaan sekitar.
Yuan tentu saja terkejut. Ia melebarkan mata saat Qira tiba-tiba menariknya dari duduk lalu langsung berpuatar. Ia baru saja sadar jika ada satu pisau yang baru saja melesat dan hampir menusuk jantungnya.
Hahaha..
Suara tawa mengema dengan serangan panah yang bertubi-tubi membuat Qira harus menghentakkan kakinya lalu anak panah itu berhenti diudara lalu jatuh ketanah membuat Yuan terkejut setengah mati.ia baru tau jika Qira sangat kuat, ternyata hanya tubuh yang kecil, tapi kemampuan tak bisa diremehkan.
Qira tersenyum sinis, lagi-lagi anak panah itu kembali menyerangnya, tapi dengan cepat Qira memutar tanganya lalu membentuk melinglar ia mengarahkan nya keudarah membuat sekitar Qira mengeluarkan angin yang kuat bagaikan ****** beliung, sedangkan Qira dan Yuan berada didalamnya. Yuan linglung, ia mellihat sekitar dengan terkejut.
Senyum sinis Qira mengembang serentak dengan ia menghempaskan tanganya, panah yang awalnya meluncur tertahan lalu mengarah pada tempat pemanah.
Clap..
Clap..
Arhh...
Ada puluhan orang mati dengan jatuh tergeletak ditanah, mereka semua mengunakan baju hitam yang bersembunyi dipohon besar, ada juga disemak-semak. Syaang sekali mereka melawan orang yang slaah.
Qira kembali menatap kedepan dengan senyumsinis.” Pengecut..! Ternyata masih ada pria pengecut, cihh..” Ia meludah sembarang arah lalu menjilat bibir bawahnya seakan lapar untuk menyerang mangsa.
Seseorang keluar dari balik pohong menggunakan topeng. Rambut perak yang berterbangan serta baju sutra berwarna putih khas dirinya sendiri. Dia datang dengan tersenyum manis pada Qira. ia turun dari pohon membuat Yuan memasang kuda-kuda.
“Aku bukanya pengecut. Aku hanya mau menguji kekuatanmu sayang, aku hanya ingin tau, apakah kau masih kuat atau sudah menjadi lemah.” Ketusnya dengan senyum dibuat buat.
Qira terkekeh dengan maju beberapa langkah, sedangkan kedua tanganya ia letakkan kebelakang dengan dagu yag diangkat tinggi.” Sepertinya kau takut melawanku “ Qira terkekeh.” Kau masih saja lemah yaa..” Ia menganguk tanda meremehkan..
Dia adalah putra mahkota Xiolenyei. Ia mengepalkan tangan karena emosi, tapi dengan sekuat tenaga untuk menahan amarah.” Jika aku bisa mengalahkanmu, apakah kau mau mengikutiku? Kau tak lupakan jika aku tunanganmu.”
Qira mengelengkan kepalnya. “Kalahkan aku, maka aku akan jadi milikmu.” Ketus Qira dengan menjilat bibir bawahnya, bukanya ia mengoda, hanya saja ia mau mengendalikan putra mahkota Lenyei supaya tidak fokus.
“Dengan senang hati. Aku akan mengalahkanmu. Aku sudah menjadi lebih kuat asal kau tau, jadi jangan menyesal dengan ucapanmu.” Tntang Lenyei.
Qira tersenyum.” Siapa takut.”
__ADS_1
Xiolenyei mengepalkan tanganya. Ia maju dengan mengeluarkan pedangnya. Qira tau jika Xionyei itu sangat pandai dengan permainan pedang. Ia maju dengan mengarahkan pedang itu menuju leher Qira.
Qira sama sekali tak mengeluarkan pedang ataupun pisaunya. Ia hanya mengelak kebelakang masih dengan tanganya yang disembunyikan dipungung. Wajahnya sangat tenang dan dingin.
“Jangan serang adikku..!” Teriak Yuan. Ia tak mau Qira yang sebagai adiknya terluka, baru juga bertemu, masa iya dia harus kehilangan adiknya.
“Tenanglah kak. Kau hanya duduk disana lalu lihat seberapa hebat adikmu.” Tenang Qira pada kakaknya. Ia tersenyum.menenangkan.
“Wahwahh. Apakah dia kekasihmu?” Ia menatap Yuan dari bawah sampai atas berulang kali "Karendiakah kau menolakku?" Tanyanya meremehkan. Ia memandang Yuan dari atas hingga bawah, menilai penampilannya.
“Sepertinya kau membuang waktuku. “ Qira tak berniat menjawab, toh jika ia mengatakan jika Yuan kakaknya tak mungkin Lenyei menyia-nyiakan hal itu, ia pasti kan mencelakai Yuan. Tapi jika ia mengatakan Yuan sebagai pacar. Maka ia yakin Xiolenyei akan menghina Yuan dengan tak berperi kemiskinan.. Iyya kemiskinan
Xiolenyei mengarahkan pedangnya kembali pada lengan Qira dengan cepat Qira mengelak kesamping.”Dia tak sebanding denganku, “ Ucap Linyei sembari menyerang Qira.
Qira mengeluarkan pisau kecilnya dari balik baju. Ia melayangkan pisau untuk menghindar pedang yang jauh lebih besar dari pisau itu, tapi Qira tak merasakan kesulitan hingsa seseorang membantu Qira tanpa Qira minta.
Slap..
Strngg....
Pisau dari arah samping Qira melayang pada Lenyei mengenai lengan Lenyei hingga mengoyak lenganya, darah mencicir membuat Qira menatap arah pisau.
Sepertinya seseorang itu belum puas sama seperti Lenyei yang mengepalkan tanganya.
.
.
.
.
.
Like komen and vote. jalan ke END oke
__ADS_1