Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Hadia kedua untuk kakak Kim


__ADS_3

Qira tersenyum manis pada kakak Kim . “Ayo kita duduk disana kak.” Ia mengarahkan dagunya pada batu besar tak jauh dari sana yang tingginya setiggi satu meter. Kakak Kim mengangguk.


Kakak Kim melompat erlebih dahulu. “Berikan padaku kuenya.” Ia berjongkok dan menadakan tanganya untuk menyambut kue itu.


Dengan senang hati Qira memberinya dulu, setelah kuenya aman barulah ia melompat, tepat ia berhenti didepan kakak Kim. “Mari duduk.” Ucap Qira sembari mengibas-ngibaskan hanfunya. Ia memilih duduk terlebih dahulu dengan mengamalkan barang yang ia bawah. Ada gitar dan juga lampion yang belum dihidupkan, ada kertas dan juga ada kuas beserta tintanya.


Kakak Kim mengikuti Qira untuk duduk, “Ini kue apa namanya Qira?” Tanyanya pada kue yang Qra bawah, ini pertama kali ia melihatnya, ditambah dengan ukiran nama dan juga berbarna warni membuat ia penasaran dan juga seddikit ngler.


“Itu namanya Cake. Ayooo kakak makan, ayo coba, biar sekalian aku beri satu lagi hadianya.” Ucap Qira semangat.


“Ada hadia lagi?” Tanya kakak Kim antusias dengan mata yang sedikit membesar.


Qira terkekeh kecil lalu menganguk, ia mengambil gitar yang berada dipunggungnya itu. “Apa itu Qiqi?” Tanya kakak Kim melihat Qira yang memegang bendah aneh yang dibaluti kain hitam itu.


Qira membuka kainnya itu menampilkan gitar yang sudah ia buat tadi.” Ini namanya gitar, ini alat musik yang bisa mengeluarkan melody yang indah. Yaa tergantung pemainnya sii. Kalo yang mainnya nggak bisa ya bakal jelek melodynya.” Jelas Qira pada kakak Kim.


“Apa itu seperti Guzzel?” Tanyanya pada Qira. karena gitar itu dimatanya mirip alat musik guzzel yang ada tali senarnya. Hanya saja boddynya yang beda.


Qirra mengangguk.” Mungkin sejenis.” Ia menyetel senarnya lalu menjentiknya.” Aku sudah lama sekali tak memainkan alat musik ini, dan malam ini aku mau kasih kakak hadia untuk kakak Kim sebuah lagi. “ Ucapnya dengan lembut.


“Emangnya kau bisa bernyanyi Qiqi?” Tanyanya menatap Qira. ia belum menyentu kue itu, sebenarnya ingin, tapi melihat Qira sepertinya lebih menarik.


Qira mengerucutkan bibirnya.” Apa kakak sedang menghinaku hmm?” Ia menaikan satu alisnya membuat kakak Kim tertawa terbahak-bahak.


“Ayoo coba kue yang ku buat kak. Sini aku potong. “ Ia mengambil pisau yang ada dinampan itu lalu mengambil ali kuenya. Ia memotongnya seperti biasa lalu memberinya pada kakak Kim. “Ayo dimakan.”


Kakak Kim tersenyum lalu mengambil kue itu ditangan Qira, tanganya menyentu Qira membuat ia sedikit merasa panas dingin. Ia memakan kuenya dengan lembut. “Emmm...” Ia mengunya cake itu dengan mata yang berbinar.” Enak.. sangat enak, aku belum pernah memakan kue seenak ini... “ Ia mengacuhkan Jempol kananya yang masih ada kue itu dengan binar bahagia.


Qira tentu saja tersenyum banga. Ia menepuk dadanya beberapa kali.” Siapa dulu dong yang masak.” Katanya. sebenarnya itu hanya cake buah naga. sebenarnya ia bisa bukan coklat atau kue brownis. Karena dizaman ini kurangnya bahan dan juga pengolahan bahan, apa lagi Qira membut kuenya mendadak membuat ia menggunakan barang-barang seadanya seperti ini. andai ia diberi waktu untuk membuat coklat dulu atau keju. Ia pasti membuat kue yang lebih enak dari ini, tapi tak apa, karena yang terpenting sekarang kakak Kim sangat menyukainya.


“Oh,, ku kira kau membual jika kau yang membuatnya tadi.” Kakak Kim terlau jujur dengan mengatakannya. Ia sedikit menampilkan deretan gigi putihnya, ada lubang semut dibawah garis senyumnya membuat ia sngat manis.


Qira mencebik.”Sudahlah. aku itu punya banyak usaha makanan dikerajaanku. Mungkin jika aku masih disana sekarang akan membuat kerajaan Langit itu kalah kaya dariku.,” Ia mengibas-ngibaskan tanganya dengan sombong. Tapi benar adanya itu, Qira yang tak ada saja membuat kekayaannya sudah berlipat ganda, bagaimana jika ia ada disana? Bisa dibayangkan bagaimana kayanya Qira.


Jreng.... Qira menjentikkn senarnya ditengah kakak Kim yang melahap kuenya, ia bahkan memotong kue itu sendiri. “Lagu ini ku sembahkan untuk kakak Kim, selamat ulang tahun kak. Semoga diusaiamu yang semakin dewasa ini kau menjadi orang yang lebih baik lagi dan menjadi jiwa yang berguna, baik didirimu sendiri maupun diorang yang berada dissektarmu. Aku menyayangimu.” Ucap Qira lembut.


Kakak Kim tertegun dengan mulut yag membengkak karena kue. Ada rasa hangat dan bahagia dirongga dadanya saat mendengar doa Qira. dimana doa yang tak pernah ia dengar, biasanya seseorang selalu memberinya kado seperti pedang ataupun lainnya. tapi malam ini Qira memberinya kue yang begitu cantik dan juga doa yang membuat ia menjadi semangat. ia tak bisa menyembunyikan senyumnya karena bahagia.


.. Qira memilih menyanyikan lagu Pesan Dari Hati..... (Lagu Indonesia yang author Suka.)


Tatapan mata itu Terasa begitu dalam


Seakan akan menyentuh jantung hatiku....


Apakah ini suatu isyarat


Sebuah pesan dari hatimu


Ungkapan rasa cinta engkau pendam...


Biarkan hati bicara


Katakan semua rasa kita


Hentikanlah kebisuan membohongi kita


Biar hati yang berjanji


Dia tak mungkin bisa berdusta


Tentang rasa cinta kita


Tulus dari hati


Senyuman di bibirmu


Selalu tersimpan di hati


Seakan akan menyentuh mesra jiwaku


Apakah ini suatu isyarat


Sebuah pesan dari hatimu


Ungkapan rasa cinta engkau pendam


Biarkan hati bicara


Katakan semua rasa kita


Hentikanlah kebisuan membohongi kita


Biar hati yang berjanji


Dia tak mungkin bisa berdusta


Tentang rasa cinta kita


Tulus dari hati


Biarkan hati bicara


Katakan semua rasa kita

__ADS_1


Hentikanlah kebisuan membohongi kita


Biar hati yang berjanji


Dia tak mungkin bisa berdusta


Tentang rasa cinta kita


Tulus dari hati


Cinta kita selalu jadi milik kita berdua


Untuk selamanya


Biarkan hati bicara


Katakan semua rasa kita


Hentikanlah kebisuan membohongi kita


Biar hati yang berjanji


Dia tak mungkin bisa berdusta


Tentang rasa cinta kita


Tulus dari hati


.


.


.


Lagu itu dinyayikan penuh penghayatan bagaikan isi hatiya pada kakak Kim yang ia pendam, ia sadar jika cintanya salah, tapi bagaimana lagi? Apakh cintanya harus disalahkan dan dihilangkan darinya? sedangkan rasa ini hadir sebelum kaisar Zauhan sebagai suaminya datang dan tak bisa ia tolak, karena yang mempertemukan mereka bukan cinta, tapi tadir.


Pertemuan singkat karena kecerobohan dan juga kebodohan Qira membuat ia terjerat diduania kaisar Zauhan. tapi entah mengapa rasanya ia sudah menyerima kaisar Zauhan dalam hidupnya meskipun ada setitik rasa yang lebih mendominasi, yaitu cintanya pada kakak Kim. Ia tak tau apakah kakak Kim mencintainya sebagai adik, atau mencintainya sebagai sahabat. Karena pada kenyataannya kakak Kim mencintainya. Ia yakin akan hal itu.


Dimulai dari pertemuan pertamanya, mata indah yang hijau itu mampu membisunya yang tak pernah merasakan desiran aneh, desiran yang tak pernah ia rasakan, sifatnya yang malu-malu entah dari mana datangnya, sifatnya yang sedikit merona dan juga salah tingkah menyerayanginya. Ahh jika diingat membuat ia malu sendiri pada dirinya. Apakah ia pantas untuk kakak Kim yang begitu sempurna? dari klan serigala yang terkenal akan kesetiaannya, terkenal aan ketampanan dan kebaikannya. Jujur saja, apa yang ada pada kakak Kim itu adalah keriteria yang Qira sukai dan Qira cintai. Iyaa.. dia mencintai kakak Kim sampai detik ini.


Kakak Kim berhenti mengunya melihat Qira bernyanyi, berkali-kali ia berhenti karena ia bisa merasakan jika nyanyian Qira begitu tulus dan juga dari hati, Qira menyanyikan lagi yang asing namun sangat indah diliriknya, ia bahkan bisa melihat jika Qira mnitikhkan air mata serasa sensasi yang menjalar dhatinya. Ditambah suara Qira yang menyanyi itu sangat lembut dan merdu, tanpa Qira sadari jika suaraya mampu membisu alam sekitarnya.


Qira terseyum lembut.” Ahkk. Aku terlalu menghayati ternyata.” Ia menghapuskan satu titik air mata disudt matanya. Ia tersenyum kepada kakak Kim yang pipinya masih gembung.


Kakak Kim mengunya lagi makanannya karena tak bisa menjawab.” Suaramu sangat bagus Qiqi...” Ucanya tulus.


Qira membusungkan dada. Qira ya Qira, tetap saja perempuan sombong yang megangkat dagunya tinggi.” Pasti, jika jelek aku tak mungkin memberi kakak hadiah ini bukan?” Tanyanya dengan menaik turunkan alisnya beberapa kali.


Kakak Kim mendengus lalu meletakkan kuenya disamping. Ia mencoel pipi Qira.” Sombong mu tak pudar ya..” Ucapmya terkekeh.


Kakak Kim menganguk.” Kau benar, tapi lebih benar lagi jika kau rendah hati.” Ucapnya memberi arahan.


“Manusia itu memiliki beberapa golongan, nah aku bukan otang yang renda hati seperti kakak, aku ini hanya secunguk manusia yang berlumburan dosa, lagi pula aku sombong tak pernah merugikan orang lain. jangan salah, jika aku terlihat sombong dimata kalian, bukankah aku bisa membangkitkan tekat kalian supaya bisa mengalahkanku. Aku tak marah jika ada yang lebih hebat dariku, tapi aku masih akan tetap sombong diporsi ku.” Ia tersenyum bangga.


Apa yang dibbaggakan dari sifat sombong coba? Kakak Kim bahkan hanya geleng-geleng melihat Qira. ia mengelap tanganya disapu tanganya lalu mengelus rambut Qira lembut.” Terserah kau saja. Yang penting kau bahagia.” Ucapnya pasrah. Sepertinya memang sifat ini sudah menjadi darah daging bagi Qira.


Qira terkekeh lalu menyentikkan lagi senar gitarnya. “Aku nyanyikan satu lagu lagi untuk kakak. Dengarkan yaa...” Ia mulai mengarahkan matanya pada gitar, mulai menjentikannya, jari lentiknya kembali menari seakan mencari pelepasan dan juga pasangan. Melodi indah terdengar mengalun, angin mendadak menjadi sendu yang berirama dengan hati yang bergetar. Ada rasa yang menusuk, ada curahan hati yang terlontar, kadang ada mimpi yang tak dapat dikejar tadi nanpak dipelupuk bulu mata, ada syair dan juga rindu, tapi tak semua mampu memahami isi dari yang disampaikan.


--lagu--- Menanti Nikita.....


Meski dirimu bukan milikku


Namun hatiku tetap untukmu


Berjuta pilihan di sisiku


Takkan bisa menggantikanmu


Walau badai menerpa


Cintaku takkan ku lepas


Berikan kesempatan


Untuk membuktikan


Ku mampu jadi yang terbaik


Dan masih jadi yang terbaik


Ku akan menanti


Meski harus penantian panjang


Ku akan tetap setia menunggumu


Ku tahu kau hanya untukku


Biarlah waktuku


Habis oleh penantian ini


Hingga kau percaya betapa besar

__ADS_1


Cintaku padamu


Ku tetap menanti


Walau badai menerpa


Cintaku takkan ku lepas


Berikan kesempatan


Untuk membuktikan


Ku mampu jadi yang terbaik


Dan masih jadi yang terbaik


Ku akan menanti


Meski harus penantian panjang


Ku akan tetap setia menunggumu


Ku tahu kau hanya untukku


Biarlah waktuku


Habis oleh penantian ini


Hingga kau percaya betapa besar


Cintaku padamu


Ku tetap menanti


Huwoooo


Penantian panjang


Ooohhh


Ku akan menanti


Meski harus penantian panjang


Ku akan tetap setia menunggumu


Ku tahu kau hanya, hanya untukku


Biarlah waktuku


Habis oleh penantian ini


Hingga kau percaya betapa besar


Cintaku padamu


Ku tetap menanti


Cintaku padamu


Hooooo


Ku tetap menanti


Hoooo


Meski dirimu bukan milikku


Namun hatiku tetap untukmu


Qira menghempaskan satu senar menandakan bahwa lagu dan melodi telah usah bersama, dan sekarang ada mata kakak Kim yang menatap Qira dengan intens, tak mau berpaling untuk menikmati wajah cantinya Qira. “Selesai. Sekarang tinggal hadia yang ketiga.” Ucap Qira membuyarkan lamunan kakak Kim.


Kakak Kim mengeleng lalu bertanya.” hadiah lagi? Wooow banyak sekali.” Jawabnya terkejut. Sekarang apa lagi kejutan dari Qira? apakah lebih menarik.


Qira mengambil lampion dari kain hitam tadi, disana ada lampion yang kecil, sekecil batok kelapa yang berbentuk biasa, disana belum ada apinya. Ia menunjukan itu pada kakak Kim.” Lampion? Untuk apa lampion ini?” Tanya kakak Kim menatap lampion yang sekarang didepan matanya.


Qira menyerahkan alat tulis disana, hanya secarik kertas yang tak lebih dari lebarnya daun jambu. Ia meletakkan itu ditangan kakak Kim yang menada, ia juga mengambil kuas dan tinta kecil yang ia letakkan dicup kecil. “Kakak tulis harapan kakak Disini, nanti kita terbangkan keangkasa.” Ucapnya.


“Untuk apa?” Tanya kakak Kim yang menurutnya ini aneh, untuk apa juga diterbangkan? Ini tak ada dizaman kuno sepertinya ini.


Qira menghembuskan nafasnya kasar. “Ini akan kita terbangkan bersama harapan kakak, aku mau kakak bisa mendapatkan apa yang kakak mau nanti, siapa tau suratnya bisa sampai pada Dewa..” Uca Qiira tercengir.


Kakak Kim terkekeh. “Bisa ya seperti itu?”


Qira menganguk.” Setidaknya kita bisa menghabiskan satu malam ini dengan kenangan yang termanis.” Ucap Qira ngaur.


Kakak Kim menganguk.” Baiklah.” Ia mengambil kertas itu dengan lihai ia menulis kalimat perkalimat yang ia harapkan, nampak jika ia sedikit berhenti sedikit lanjut, begitu seterusnya membuat Qira terkekeh.


Tap... “Wahhh keren..” Ucap kakak Kim tercengang.


Qira baru saja menjentikan jarinya pada lampion itu membuat api membakar bahan bakarnya. Qira menganguk.” Tentu... Qira gitu..” Ucapnya sombong lagi. Ia mengatahkan lampion itu kedepan untuk bersiap-siap supaya.


Kakak Kim menggeleng melihat tingkah Qira yang tak ada manis-manisnya tapi manis. Ia melanjutkan tulisannya. Yang berisi. *Semoga kau selalu bahagia. *Qira** itulah yang ia hendaki dan ia inginkan.

__ADS_1


Qira? ia tak mau membacanya dan tau mau tau juga, karena itu menurutnya privasi dan setiap manusia memiliki privasi. “Ini..” Kakak Kim sudah menggulung kertas kecil itu.


Qira menaruh kertas itu dibagian yang memang ia siapi didekat tali disana, “Ini. kau pegang lalu kau lepaskan. Tapi sebelumnya kau pejamkan matamu dan berdoa.” Ucap Qira memberikan lampion yang sudah siap.” Ayo berdiri.” Ucapnya lagi lalu bangkit dari duduknya.


__ADS_2