
Heqi dan Qeqe yang baru saja selesai dalam kelasnya sekarag menyekah keringat karena panasnya dan gerah. “Capek.. Gumamnya Heqi kepada teman-temannya membuat yang lain mengangguk setuju, sedangkan Kenzu dan Kenzo hanya mengipas-ngipaskan wajahnya dengan lengan berharap angin mencium wajah mereka membuat mereka sedikit adem.
Guru yang tak lain adalah jendral dari kerajaan Barat itu menatap Heqi dan Qeqe dengan tatapan sendu. Ia tau siapa Heqi dan ia tau siapa mereka. Mereka adaa4h cucu kesayangan dari kekaisaran terdahulu dan ponakan dari Zoulan, dia juga anak dari Zauha dari raja sebelumnya mebuat ia menghela nafas.” Yausudah. Kalian boleh keluar dan kembali kerumah masing-masing..” Ujarnya dengan tegas karena ia juga menyayangi dua bocah itu. Ia kasihan melihat mereka kelelahan, dan satu hal yang membuat ia menghela nafas, ia takut Zoulan akan memarahinya jika tau ponakannya kecapean karena dirinya.
Heqi dan lainnya menatap guru mereka dengan tatapan penuh binar.” Yang benar Guru? Bukannya tadi guru berkata jika kita ada tambahan belajar selama dua jam hari ini untuk melatih fisik kita?” Tanya dari salah satu murid dengan rasa tak percaya.
“Saya banyak kerjaan hari ini. jadi tidak jadi... dan itu artinya kalian bisa pulang sesegera mungin..” Ujarnya membuat anak-anak bersorak riang membuat ia tersenyum tipis. :” jika begitu sampai jumpah lagi dilain waktu ya...” Ujarnya dengan santay lalu meninggalkan mereka yang masih riang dan membersihkan semua perlengkapan mereka.
“Ayolah kita pulang. Nanti Linging lama menunggu kita...!!” Ujar dari Heqi cepat karena takut adiknya kenapa-napa. Ia merasa ada yang ganjal membuat ia khawatir akan adiknya yang satu itu. Sedangkan Qeqe hanya mengangguk setuju karena ia juga merasakan hal yang sama khawatirnya pada sosok Lingling.
Saat dijalan mereka dihadang oleh Kenzu dan Kenzo dengan tatapan polos mereka.” Kita pulang kerumah kalian ya...” Ujar Kenzu memelas.” Kita merindukan ibu-kakak dan masakannya.. kita merinduan elusan sayangnya.. dan kita juga merindukan main dengan kalian.” Jujurnya lagi membuat Heqi dan qeqe menggeleng keras.
“Kita mau pergi kekerajaan langit untuk menghadiri acara pernikahannya paman Guang Lii Kenzu. Apa kalian tidak pergi kesana?” Tanyanya Heqi kepada kenzu membuat Kenzu menatap sang kakak yaitu Kenzo.
Kenzo mendadak diam. ia mengingat lagi apa yang telah ia lupakan hari ini atau hari sebelumnya. Lalu matanya membulat dikalah ia ingat. “ Astaga.. aku melupaan hal ini kita akan pergi juga Zuzu. kita akan pergi besok pagi bersama ayah dan juga kakek..” Ujarnya dengan nada terkejutnya.
Qeqe mengangguk.” Jika begitu kita ketemu saja disana besok bagaimana?” Tanyanya “Lagipula kalian juga mau pergikan?”Lanjutnya membuat Kenzu dan Kenzo mengangguk saja.
“Iya sudah. Jika begitu kami pulang ya.. sampai jumpa besok disana.. jangan lupa salamku dengan Lingling ya...” Ujar Kenzu membuat heqi dan Qeqe menaikkan jempol mereka karena malas menjawab. Sedangkan Kenzo yang sikapnya hampir sama dengan Qeqe sedikit dingin itupun hanya tersenyum tipis lalu memainkan tanganya mengarahkan jalan pertanda mengatakan’Duluan' untung Heqi dan Qeqe sdah biasa akan caranya Kenzo yang unik itu.
Langkah kaki Heqi menuju gerbang yang sekarang masih sedikit sepih karena memang anak-anak masih banyak didalam itu membuat mereka berjajan leluasa. Dibelakangnya ada Qeqe yang menatap Heqi dengan gelengan kepala. Heqi orangnya memang pecicilan dan tak bisa diam. buktinya saja sekarang, Heqi malah menghantuk-hantukkan tasnya kelutut dan berjalan cepat.
Namun ia terhenti dikalah mendengar suara Heqi membuat ia menatap kedepan.” Itu Linglingkan? Lalu siapa mereka? Kenapa Lingling dibopong seperti karung beras itu?” tanyanya mengarahkan telunjuknya pada Lingling yang sedang dibopong bak karung berasnya itu, sedangkan Lingling meronta-ronta untuk dilepas, kakinya menerjang nerjang lawan dan angin secara absrak. Sedangkan putra mahkota Shen sudah dibekap dengan kain membuat ia pingsan.
Qeqe melihat itupun mendadak panik, ia berlari meningalkan Heqi yang masih bengong saja disana karena belum konek.”Lepaskan adik saya...!!” Teriaknya keras kepada dua pria berpakaian hitam itu keras. Ia menerjang salah satu yang memegang kendalinya Lingling keras membuat sang empu cukup kesakitan mesipun Qeqe masih berumur enam tahun.
Pria yang memegang Lingling mengerang marah karena tulang keringnya diterang membuat ia menampar kepala Qeqe keras membuat Qeqe limbung dan terjatuh.” Bocah sialan.. menyingkir dari sini...!! jika tidak akan kubunuh kau...!!” Teriaknya keras membuat Qeqe memegang kepalanya karena merasakan sakit luar biasa, ditambah sudut bibir yang berdarah karena tamparan cukup keras itu.
Heqi melihat suadaranya dibuat seperti itu tak bisa diam saja. Ia berlari mendekati mereka sekencang mungkin lalu melempar para pria itu dengan apa yang ia pegang, dan tu adalah ranselnya dan tepat mengenai salah satunya. “Lepasin Lingling kami..!!” Teriaknya keras karena tak terima dikalah ia sudah berada didekatnya Qeqe saudaranya.
Qeqe bangkit berdiri disampingnya Heqi. Sedangkan mereka melihat itupun ingin pergi tapi tangannya ditahan oleh Qeqe dan Heqi. terjadilah pertengkaran dan juga perkelahian. Heqi dan Qeqe bukanlah Kian Santang yang bermur 5tahun tapi sudah bisa berubah menjadi dewasa, ataupun Sifa pemain film kartun yang bisa amengalahkan orang yang bertubuh jauh berkali lipat besarnya dari pada dirinya dia hanya manusia biasa. Apalagi jumlah mereka sekarang bertambah mejadi tujuh orang membuat mereka kualahan.
“Hey.. siapa kalian?!!” Teriak dari sebrang membuat para pria itu berhenti dan menatap asal suara. Disana ternyata adalah gurunya Heqi dan Qeqi tadi, seorang jendral ternama dikota ini membuat mereka gelagapan.
“Sial.. kita harus pergi sekarang juga..!!” Teriaknya salah stau orang disana. Dan diangguki oleh yang lain lalu bergerak cepat. Heqi dan Qeqe tak tinggal diam. mereka memeluk erat kaki salah satu dari pria itu “Kembalikan Lingling kami..!!”Teriaknya Heqi keras disana karena tak terima kembarannya diculik.
__ADS_1
Mereka saling tatap.” Bawah aja sekalian..!” Teriak yang lain membuat mereka membawa Heqi dan Qeqe sekalian dengan cara menyeret mereka. Sedangkan dua orang tinggal untuk menghalangi jendral itu membuat jendra itu keilangna jejak anak-anak itu. Lingling? Dia sudah pingsan karena dipukul oleh mereka, sedangkan Putra mahkota Shen sii biang kerok pun sudah pingsan, bahkan sudah lebih dulu ia pingsan tadi membuat yang lain lelusa menculik dan membunuhnya,
Of Flashback,,,
Begitulah ceritanya dimana Heqi, Qeqe dan Lingling diculik. Sebnarnya mereka ini hanya korban saja kog karena keserakahan oleh kerajaan sebelah dan kalian taulah masalah apa. Yaitu masalah tahta nya putra mahkota Shen yang menurut mereka tak pantas, yang paling pantas adalah anak mereka.
Qira tak menangis layaknya ibu-ibu biasa. Ia panik? Tentu saja, tapi ia memilih diam sebentar lalu merenung, ia harus berfikir positif dan juga jerni saat ini. mau menangis juga tidak ada gunanya.
“Kau tidak apa-apa Sayang?” Tanya Zauhan lembut pada Qira yang duduk jongkuk didepannya ini. ia tak tau kenapa Qira jongkok, tapi yang pasti ia tau Qira sedang tidak baik-baik saja. pastilah.. ibu mana yang akan baik-baik saja jika tiga anaknya diculik?
Ada.. tapi itu adalah ibu-ibu gila..!!
Qira menggeleng.” Aku sedang tidak baik-baik saja Zau.. aku sedang tidak baik-baik saja..!!” Ujarnya dua kali dengan penekanan yang sangat kental. Pertanyaan yang sangat konyol namun sering digunakan disituasi yang tak tepat. Namun pertanyaan yang menunjukan perhatian seseorang bukan?
Zauhan menghela nafasnya menatap Qira. “Kita akan menemukannya. Ayo kita bergerak. Kita harus mencarinya dimanapun mereka.. aku yakin mereka baik-baik saja. Anak kita anak-anak yang hebat kog. Kamu tenang saja..!” Ujarnya dengan tenang. Bukanya ia tak panik atau khawatir, hanya saja ia harus bisa Menjadi sosok yang menenangkan, bukan sosok yang menambah kekhawatiran, dan ia sadar akan hal itu.
Qira menganguk.” Kita pisah disini saja.. kau mencari arah timur dan aku mencari arah barat...” Ujarnya Qira naun Zauhan ingin mengelak namun Qira sudah memotongnya.” Kita tidak bisa disini dan mencari berdua terus Zau.. anak-anak kita bisa mati sebelum kita datang menyelamatkan mereka nanti..! aku tak mau mereka kenapa-napa nanti, jika mereka kenapa-napa kau yang akan tanggung jawab,,!!!” Teriaknya keraa didepan Zauhan.
Zauhan mengangguk.” Aku pasti tanggung jawab., kan kita bisa bikin lagi..” Ia menaik turunkan alisnya menggoda Qira membuat Qira memukul perutnya.” Tidak lucu sialan..!” Ujarnya sinis membuat Zahan mengelus perutnya yang berdenyut sakit. pukulan Qira tak main-main layaknya peremuan lain.
"Sayang hati hati..." Teriak Zauhan keras membuat Qira mengangguk...
Qira menyusuri jalanan hutan yang berliku sampai ia ketemu dengan sosok pria yang berkali dengan sepuluh orang sekaligus nampak dibajunya itu adalah bajunya seorang jendral. Karena ada lambang jendral Kerajaan Barat dijubahnya membuat Qira mendekat. Ia mendekat namun ia terhenti dikalah mengingat anaknya diculik. Apa ia harus membantu orang atau harus mencari anaknya? Tapi ia yakin, dikalah membantu orang lain, maka Tuhan akan membantu kita juga bukan? Ya.. ia yakin akan hal itu membuat ia mau dan membantunya.
Tanpa banyak bicara Qira memainkan hanfunya membuat hanfu memanjang dan mementalkan semua lawan dari jendral itu. Jendral tu terkejut akan kedatangan Qira yang membantunya. Dan yang lebih parahnya dibalik hanfu itu ada banyak pisau membuat pisau itu menancap ditubuh para penculik itu dan meningalkan satu orang yang hidup. Memang dibiarkan oleh Qira. Qira mendapatkan teknik ini dari kerajaan langit. Iya.. Qira sekarang sudah semakin hebat asal kalian tau..!! dia bisa mengalahkan lawan dengan cepat.
Namun jenral itu nampak sedikit tak meperdulikan Qira karena tujuannya sekarang adalah menemukan muridnya membuat ia mendekati yang masih hidup disana.” Dimana kalian menyembunyikan muridku? Dan siapa yang menyuruh kalian ha?” Tanyanya dengan keras dihadapan pria itu keras karena marah yang meledak.
Qira diam menatapnya. Namun dikalah mendengar kata murid membuat ia membelalak. Apa yang dimaksudnya adalah anak-anaknya? Namun ia tetap tak bergeming dan menguping saja. nampak sang pria berbaju hitam itu kekeh tak mau bicara membuat jendra itu marah.” Aku tak akan mengatakannya padamu..!!” Ujar dari pria itu sinis.
Bug.. Bug..!!
” Katakan kepadaku dimana muridku atau kau akan mati sekarang jga ditanganku..!” Teriak dari jendra itu keras dihadapannya penjahat itu. Membut penjahat itu terkekeh sinis.” Sampai aku matipun aku akan tetap bungkam.!!” Ujar darinya kekeh membuat jendral itu semakin ganas dan brutal.
Qira melihat itu menghela nafas. Ia mendekat lalu menahan baju jendral itu membuatnya mendongak menatap Qira. “ Biarkan aku yang bicara..!” Ujar Qira dengan tenang membuat Jendral itu cukup tertegun.
__ADS_1
Qira mendekat lalu mengeluarkan satu kantong perhisan disakunya. “ Aku akan memberikanmu koin sebanyak satu rodi dan juga perhisan satu rumah jika kau memberi tahu apa yang ditanyakan padamu tadi..!!” Ujar Qira datar. Lalu memicing an matanya.” Tapi jika kau tak memberi tahu kami siapa yang menyuruh kalian dan tak memberi tahu dimana murid dia, aku akan menghabisi seluruh keluargamu. Bahkan aku tak akan membiarkanmu mati dan meremas jantungmu untuk makanan anjingku dirumah. kau tinggal pilih ingin yang mana hm..” Ucapnya dengan tegas tak terbantahkan.
Jendral itu tertegun mendengarnya. Sedangkan penjahat itu tergiur juga... ia menatap Qira dengan ngeri-ngeri sedap. Qira lebh menyeramkan dari pada jendral yang berada didepannya ini. “Aku hitung sampai tiga. Jika kau tetap tak menjawabnya.. maka bersiaplah merasakan penyiksaan dariku... Satu.. Dua... Ti—“
“Aku akan memberitahumu sekarang. Tapi tolong tepati janjimu.” Ujarnya kepada Qira membuat Qira mengantuk yakin. Dan itu membat jenderal itu cukup kagum akan Qira. ia menatap Qira yang mendengar saksama dimana anak-anaknya disekap dan siapa yang menyuruhnya. Dan disana ia baru sadar jika anak-anaknya hanya korban saja, dan targetnya adalah putra mahkoa Shen.
Yang menculik mereka itu adalah dari Sakte teratai yang emang tempat untuk menyewa pembunuh bayaran. Lalu siapa yang mengutus mereka? Ia adalah selir agungnya kerajaan Dewa, karena ia tak setuju akan Putra Mahkota Shen, ia mau anaknya yang menjadi putra mahkota. Karena anaknya yang lebih tua dari ada anaknya permaisuri.
Tapi bukan itu cara mainya. Putra mahkota diambil dari anak sang permaisuri, bukan dari selir agung atau selir lannya. Apalagi gundik. Karena itu menandakan derajat dan juga khastanya. Apalagi selir agung itu hanyalah anak dari perdana mentri sedangkan permaisurinya adalah seorang putri raja membuat khasta mereka memang sudah jauh berbeda, tapi selir agung tetap saja tak terima karena keserakahanya sudah meraja lelah dan mendarah daging ditubuhnya saat ini. jadilah ia ingin membunuh putra mahkota Shen. Jika ia tak bisa menjadikan anaknya raja. Maka tak akan ada yang pantas menjadi raja dimasa depan. hal semacam ini biasa saja sii dikalangan kerajaan. Karena emang sifat manusia memnag begini. Serakah.
QIra mendatarkan wajahnya karena tak menyangkah. Hanya karena tahta anaknya sekarang menjadi korban dan diculik? Inilah alasannya kenapa ia tak mau suami seorang raja. Untungkah Zauhan sudah tak lagi menjadi raja. Jika tidak ia lebih memilih hidup diluar sana sana. Hidup tenang tanpa harta selagi bisa makan dan bahagia itu sudah cukup bagi Qira.
Qira melemparkan koin itu dihadapan pria itu dan membuat pria tu menangkapnya cepat dan bahagia.” Itu salah satu bayaranmu.. sisanya kau ambil saja dirumahku. Aku akan menyiapinya." Ujar Qira dengan datar lalu pergi dari sana. Namun setelahnya ia berbalik dan juga melemparkan satu pisau menuju jantungnya.
Clap.. dan itu membuat sang pria terkejut. Sedangkan sang jenderal tak kalah menatap Qira terkejut,
“Kau inkar janji...” Ujar dari sang penjahat keras karena tak terima akan Qira lakukan padanya.
Qira menaikan satu alisnya karena membenci suara itu. “ Aku tak berjanji untuk tak membunuhmu tuan. Dan aku akan menepati janjiku padamu. Datanglah kepadaku. Aku akan memberikan apa yang aku janjikan. Bahkan aku akan berikan seratus hektar tanahku padamu..! tapi jika kau masih bisa lolos dari tanganku..!!” Ujarnya dingin lalu pergi dari sana.
Jendral itu mengejar Qira.” tunggu..!!” Teriaknya meninggalkan sosok tadi mati dengan cara tragis disana. Qira berhenti dan menatapnya.” Siapa kau?”..
.
.
.
.
.
Hmm satu capt lagi tamat ya...
Tinggalkan jejak yaa... makasih
__ADS_1