
Qira terkekeh geli. “Kau tau Zau? Perasaan Mencintai itu ada tiga macam.” Qira menunjukan tiga jari kanannya dan meneylip jempol dan jari kelingking kebawah. Ia mengangkatnya diatas dada.” satu rasa suka. Dua rasa obsesi, dan yang ketiga rasa cinta.” Ucanya.
Qira mengelus pipi kaisar Zauhan yang tampan, ia perempuan. Tak bisa ia pungkiri atau bohongi akan ketampanan kaisar Zauhan. “Rasa suka yang pertama itu hanya sebatas suka. Yaa, biasanya suka itu hanya bertahan sebatas empat bulan dan akan merasa bosan dibulan berikutnya. Saat sudah mendapatkannya ia akan bosan dan membuangnya kekotak sampah dan mencari mainan baru. Ataupun akan meninggalkan hal yang ia sukai jika mendapatkan hal yang lebih menarik darinya” Ucap Qira.
Kaisar Zauhan menatap Qira diam. ia mendenar perkataan Qira secara rinci. Ia pun tak mengerti tentang perasaan. Apakah ia mencintai Qira? tapi yang pasti ini adalah rasa yang baru ia jumpai sesudah 23tahun dahulu.
Saat ia takut kehilangan dan sekarang ia merasakannya. Dimana rasa khawati yang melebihi apapun. Arau senang hanya karena tawanya mereka. Rasa bangga saat merasakan jika tawa itu karena dirinya. Obsesi nya yang ingin jika gadis didepannya ini selalu tersenyum karena dirinya. Ingin gadis ini selalu ada didekatnya meskipun ia memaksa dan menentang kehendak Dewa sekalipun.
“Dan yang kedua adalah rasa obsesi. Rasa ini adalah rasa ingin memiliki sesuatu dengan menggebu-gebu. Rasa yang harus memiliki sesuatu yang menarik dimatanya. Ia akan melakukan apapun untuk mendapatkannya. Baik cara yang kotor atau cara baik-baik.” Qira mengerjab sembari mengangguk-ngangguk. Manik matanya bertemu dengan manik mata kaisar Zauhan yang menatapnya intens.
Kaisar Zauhan memegang pinggang Qira lembut. ia berkali-kali meneguk saliva kasar. Wajahnya sangat dekat dengan Qira saat ini. babagikan sepasang kekasi yang lagi berbagi kemesraan satu sama lainnya. Namun nyatanya perkataan Qira membuat dirinya berpirik tentang perasaannya sendiri.
Qira menghela nafas terlebih dahulu. Namun nafas itu menerpa wajah tampan kaisar Zauhan.” Dan yang ketiga adalah rasa Cinta. Rasa suka tiada batas waktu. Rasa yang memenuhi rongga dadanya. Rasa yang susah dijelaskan. Rasa percampuran antara sedih, kesal, cemburu, marah, bahagia. semuanya menjadi satu. Namun ini bukan obsesi untuk memiliki ataupun rasa suka biasa yang mudah merasa bosan. Namun sulit didefinisikan oleh mahluk manusia seperti kita. Rasa dimana kita ingin hidup berdua selamanya dengaj kalbu kebahagiaan.”
“Jadi apakah kau merasakan jika perasaan yang kau miliki untukku itu cinta?” Tanya Qira.
Kaisar Zauhan terdiam. Apakah dalam empat bulan kedepan ia tak akan merasa bosan? Bukannya ia menyukai Qira hanya karena ia berbeda dari gadis lain? Lalu apakah dibulan berikutnya ia masih menyukai Qira?. lalu opsesi? Ia sangat terobsesi dengan Qira. ia akan menghalalkan seala cara untuk mendapatan Qira. baik memaksa maupun secara lembut. apakah ia terobsesi belaka? Atau ia memang mencintai Qira? ia merasakan khawatir, cemburu bahagia dan lainnya. Tapi apakah perasaan ini akan bertahan lama dan akan menghilang saat merasakan dan mendapatkan hal yang ia inginkan? Apakah ia tak akan menyukai hal yang ia inginkan lagi nanti?
Kaisar Zahan buntu. Ia tak tau menjawab. Benar kata Qira. dirinya masih tak tau perasaannya. Ia hanya mengklaim sesuatu dengan mudah.
__ADS_1
Qira terkekeh melihat kediaman kaisar Zauhan. Bukannya ia tak suka kaisar Zauhan baik kepadanya. Tapi ia tak mau memberi hati pada orang yang salah. Lebih baik ia menyadarinya dari sekarang bukan? Sebenarnya Qira bukanlah ahli dalam cinta, namun ia cukup tau tentang perasaan. Karena apa? Karena ia Korban perasaan. Perasan orang tuanya yang menyakitinya. “Apakah kau tak bisa menjawab Zauhan?” Tanyanya lembut.
Kaisar Zauhan tak bergeming namun mendengar pertanyaan Qira. matanya masih mencari sesuatu dimata coklat Qira.
Qira menepuk dada bidang kaisar Zauhan beberapa kali secara lembut.” Tanya pada hatimu. Jangan sampai kau tersakiti untuk kesekian kalinya.” Ucap Qira lau pergi meninggakkan kaisar Zauhan yang masih diam. ia memilih tidur diatas pohon tak jauh dari sana.
Kaisar Zauhan memegang dadanya. Tempat yang Qira tepuk tadiui. Jantung ini terpacuh sangat cepat jika Qira berada didekatnya. Matanya mengerjab. Tapi merasa jika Qira tak berada didepannya membuat ia menoleh dan mendapatkan Qira todur diranting rendah dekat pohon besar disampingnya. Lalu pergi begitu saja.
Mata Qira terbuka sebela untuk mengintip kaisar Zauhan. Ternyata dia sudah tak ada lagi ditepat. Ia tersenyum tipis. Ia tak suka dengan raja, ia tak mau memiliki madu ataupun selir. Katakanlah ia egois. Tapi ia membenci yang namanya menduakan. Lelaki benci diduakan namun suka menduakan. Ia benci. Sangat benci.lalu matanya tertutup lagi untuk tertidur.
Kaisr Zauhan kembali setelah beberapa menit. Ia membawa seekor kelinci dan satu ayam hutan yang sudah dibersikan. Ia juga membawa bumbu dari dapur. ia mencari kayu bakar didekat pohon/ ia mulai mengumpulkannya dan menghidup api dengan batu.
Qira mencium aroma sedap yang melintasi hidungnya. Membuat dirinya bangun. Karena ia mengendus-ngens dan lupa jika ia tdur diatas ranting.
Matanya tertutup dan mengikuti arah aroma harum ini dan.
Bugh.
Argh..
__ADS_1
Qira terjatuh dari ranting pohon.
“Brfuuhh.” Kaisar Zauhan menahan tawanya saat melihat Qra mengernyit serta mengelus pantatnya. Ia teratuh tepat disampaing kaisar Zauhan. Hanya berjarak satu meter saja.”diam Kau..!” Ucap Qira mendengus kesal. Bukannya membantu, malah tertawa cih, katanya cinta..!
“ini. aku memasakkan mu ayam bakar. Kau menyukai ayam bakar bukan? Lagi pula tadi kau tak jadi makan.” Ia menepuk sisi disamping kananya.
Senyum Qira melebar. Ia meringsut mendekati kaisar Zauhan” Dari mana kau tau aku menyukai ayam bakar?”
Kaisar Zauhan menaikan satu alisnya.” Aku sering melihatmu makan. Pasti kau selalu memakan ayam bakar dengan lahap, jadi aku menyimpulkan kau suka makan ayam bakar.”
“Kau bisa masak?” Tanya Qira terkejut.
“Tentu.” Kaisar Zauhan tersenyukm tipis. Saat merasakan dagingnya masak. Kaisar Zauhan meletakkannya diatsa daun yang sudah ia siapkan.” Makanlah.” Ia meletakkannya dihadapan Qira.
Senyum Qira semakin lebar.ia berteuk tangan bagaikan anak kecil.” Terimakasi.” Ucapnya. Ia memeluk Lututnya sembari mencuil daging ayam bakar. Ayam hutan ini sedikit lebih keras dari ayam lainnya. Jika tak bisa memasaknya, maka kita akan merasakan makan permen karet tanpa rasa. Hanya membuat sakit gigi. Tapi ini? nikmat, sangat enak.
Qira mengecap jari telunjuk dan jempolnya dengan mata yang membola.” Enak..” Ia bertepuk tangan. Rasanya sedikit empuk meskipun tak terlalu empuk.
Kaisar Zauhan tentu saja senang. Ia masih menyetabilkan wajahnya. Tak mungkinkan ia tersentum gila. Setenga mati ia tak menunjukan dirinya melompat bahagia.” Tentu.” Jawabnya singkat. Ia menggigit pipi dalamya erat.
__ADS_1