Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
permintaan maaf


__ADS_3

Pemenangnya sudah pasti Qira. Ia bahkan mengalahkan juara bertahan yaitu putra mahkota Dewa.


Para peserta perlombaan menahan malu akan hal itu. ‘*Ba*hkan para pria bisa kalah dengan seorang perempuan kecil sepertinya’ Batin mereka.


‘*K*au lebih pandai dari anak anak yangku didik Qira’ Batin kaisar Alex.


“Qira kau sangat hebat....” Juang Lii menemui Qira dengan senyum lebar. Ia menghanpiri Qira diluar lapangan.


“Pasti. Kau bahkan kalah dariku.” Jawab Qira sombong. Jung Lii hanya tersenyum malu dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Kau sangat sombong." Jawab Juang Lii


“Kau sungguh hebat kaisar Yuan. Bahkan putrimu bisa mengalahkan para putra kami dan kakak-kakaknya sendiri.” Ucap kaisar Xing.


Kaisar Alex hanya tersenyum getir mendengar hal itu. Ia melirilk kaisar Wey yang wajahnya masih tersenyum bangga menatap Qira dan Juang Lii yang ada diluar lapangan. “ Kau benar. Aku sangat beruntung memiliki putri seperti dia.” Jawabnya.


“Penyerahan hadia dari yang mulia kaisar kerajaan langit” Ucap kasim lantang.


Semua orang menatap Qira yang berjalan menuju mimbar tinggi tempat pengambilan hadia. Wajahnya datar, tatapannya tajam dengan tangan kanan yang masih menggenggam busur panah. Ia berdiri disana tanpa memberi penghormatan kepada seluru kaisar yang ada disana. Ia hanya membungkuk kepalanya 'Sedikit' tanda sopan.


Hal itu dipandang orang lain sinis.


‘Bahkan ia terlihat sombong’. Ulas pangeran kerajaan lain


“Wah wah kau membunyai anak yang sangat sombong kaisar Yuan.” Ucap kaisar Feng dengan menggelengkan kepalanya.


Kaisar Alex memberi tatapan tak terbaca menatap Qira lalu berucap” Sesuai dengan peraturan. Karena kau memenangkan lombah, maka kau boleh meminta satu permintaan yang akan Zhen kabulkan. Kecuali hal yang tak sanggup Zhen berikan.” Suaranya Lembut namun tegas.


Qira tersenyum tipis menatap kaisar Alex. “Baiklah. Aku akan memintanya nanti, karena saat ini aku sedang tak membutuhkan sesuatu.” Ucapnya tegas.


“Wah wah. Apa kau ingin menikah dengan salah satu putraku putri?” Kaisar Feng menggoda Qira dengan senyum smirk. Itu mengundang semua orang terkejut.


” Bahkan ia diberi putra raja!. Siapa yang tak menginginkan hal itu.


“Tak perlu. Aku masih punya cukup waktu untuk mendapatkan pria yang nanti akan ku cintai.” ucap Qira datar. ia bahkan menguap malas dan mengusap matanya yang berair.


“Hahah. Oh ayolah Yuan. Kau bahkan mengajarkan anakmu layaknya seorang pria sejati yang tak takut apapun.” Ucapnya. Semua kaisar tertawa keras mendengar hal itu.


“ Kau tau Ayahmu memang sangat pandai dalam berpanah dan berpedang. Apakah Yuan sendiri yang mengajarkanmu?” Kaisar Xing menatap Qira intens. Qira menatap kaisar Alex yang dengan wajah terkejut.

__ADS_1


'Apa yang akan dijawab Qira?. jangankan mengajar, tersenyum saja ia tak pernah dulu' Batinnya. ia hanya pasra apa yang Qira ucap


Qira terdiam sesaat dan berucap “ Tentu. Ayahku memang hebat bukan?. Bahkan kakak-kakakku selalu mengajarkanku. Mereka selalu mendukungku.” Ucap Qira dengan lantang. Ia menatap semua orang yang ada disinggahsananya masing masing dan melanjutkan kata katanya “ Ini semua berkat ayahanda Alex Dan Kisar Wey” Ucapnya tegas. ‘ Dan ini adalah salam perpisahanku untuk kalian’ Batin Qira.


‘Ayah’ betapa bahagianya kaisar Alex mendengar Qira memangilnya Ayah. Betapa ingin rasanya ia berlari dan memeluk Qira segera mungkin. Tapi itu tak boleh ia lakukan. Karena ia berada didepan keramaian dan didepan rakyatnya.


Qira meninggalkan mimbar tanpa hormat dan pergi dari tatapan kagum orang orang terhadapnya.


Sampai ada suara berat yang memanggil namanya “ Mei-mei.” Ucapnya serak.


Qira menghentikan langkanya. Ada senyum tipis diwajahnya. “Mei-mei bisakah kita bicara sebentar?” Tanyanya.


Qira membalikkan tubuhnya menghadap asal suara. Ia bisa melihat mata yang berkaca kaca, bibir yang dikulum karena sidit takut dan wajah yang penuh harap. “ Hm...’ Qira hanya berdehem tanda mengiyakan.


“ Aayo kita pergi dari sini. Kita bicara ditempat lain.” Ucapnya. Ia Menggeggam tangan Qira dan menariknya kesuatu tempat. Qira hanya mengikuti tanpa membantah. sesat setelahnya mereka Sampai disuatu taman yang sepi.


Qira menatap seseorang itu. Mata mereka bertemu, sesaat orang itu mengambil nafas kasar “Maafkan aku...” Gumamnya lirih.


Qira masih tak bergeming, wajahnya masih tak terbaca. Ia bisa melihat seseorang itu memejamkan matanya dengan perasaan yang getir. “ Maafkan aku, aku sangat menyayangimu sejak kecil, aku bahkan selalu bertanya pada nenek, apa kau tumbuh dengan sehat?, hidup layak? Apakah kau makan dengan kenyang dang apakah kau lebih baik dariku?” tanyanya. Ia menahan tangis yang sudah dipelupuk mata. Ia memaksakan matanya untuk menatap mata biru Qira. "Aku tak pernah membencimu,nenek selalu mengatakan jika kau penyebab ibu meninggal, dan ia juga mengatakan bahkan Ayah lebih Memilihmu dari pada aku, aku harus hidup dengan nenek karena ayah lebih menyayangimu. Aku percaya akan hal itu. Sampai-sampai aku sangat membencimu melebihi apapun. dulu aku berjanji kepada dewa. Jika aku bertemu denganmu maka aku akan membunuhmu, ” Ia tersenyum getir. Pertahanan air matanya jatuh. Ia memegang bahu Qira lembut. Ia menatap Qira yang masih diam.” Aku tak tahu jika hidupmu jauh lebih buruk dariku. Aku menjadi kakak tak berguna. Seharusnya aku menjagamu. Maafkan aku. “ Tangisnya pecah, ia memeluk Qira. Qira tak membalas dan tak menolak. Ia hanya memejamkan matanya.


“Aku berjanji akan menjagamu dengan nyawaku. Maafkan aku, maafkan aku.” Ia berucap dengan serak. Ia meletakkan kepalanya dibahu Qira.


Ia juga mendekat dan memeluk Qira dari belakang “ Kau tau mei-mei. Aku bahkan tak pernah tidur nyenyak karenamu. Maafkan kami.” Suaranya getir.


‘Bagaimana aku bisa memaafkan kalian sedangkan aku bukan Qira. Adik kalian sudah mati’ Batin Qira. Ia sama sekali tak menangis akan hal itu.


Mereka menangis dengan sepuasnya ditubuh Qira. Setelahnya mereka melepaskan pelukannya dan tertunduk disisi Qira.


Qira memeluk mereka erat dan berucap” Jangan lepaskan pelukan kalian. Kalian tahu Qira dulu sangat berharap pelukan hangat dari kalian.” Ucapnya. Ia mengatakan isi hatinya. Ia bahkan tak sadar ucapan dan pelukan itu dari dirinya.


Mereka adalah Xian Lii dan Juang Lii. Mereka memeluk Qira dengan erat. Dan menangis sesegukan. “ Apa kalian masih membenciku karena aku memenangi lomba ha? Sampai kalian ingin membunuhku lewat pelukan” Ucap Qira cempreng. Ia sama sekali tak di beri kesempatan untuk bernafas.


Mereka melepaskan pelukannya dan tersunyum “ Gege Xian yang memelukmu begitu erat.” Ucap Liang Lii dengan menyeka Air mata yang masih membanjiri wajah tampannya.


“Kau juga.” Ucap Xian Lii tak mau kalah.


“Diakan adikku, jadi wajar.” Jawab Lian Lii ketus.


“Jangan lupa dia juga adikku.” Xian Lii tak kalah ketus.

__ADS_1


“Kau bahkan mau membunuhnya dulu.” Jawab Lian Lii dengan mencibir.


“ Kau juga membencinya. Kita sama sama salah.” Jawab Xian Lii terbata bata.


“Itu karena aku tak tahu.” Lian Lii mencari alasan yang ada.


“Ka—“ Belum ia lanjutkan tapi Qira memotong dengan menepuk pundak mereka berdua. “ Bisakah kalian diam. kalian sungguh membuat suasana menjadi buruk.” Qira berdecak sebal.


“Dia yang memulai” Xian Lii dan Lian Lii menunjuk lawan dengan kompak.


Qira berdecak sebal. melihat perdebatan mereka yang tak selesai-lesai.


bugh....


Qira dikejutkan pelukan yang datang menghantam tubuh nya. " Apa kalian bersekongkol membunuhku?" Ucap Qira. tapi pelukan itu tak terlepas. bahkan tambah erat. Bahu Qira bertambah basa.


'Apa dia menangis' batin Qira.


Tubuh kokohnya bergetar. bahkan tubuh Qira hilang ditelan pelukannya "Maafkan ayah..." Suaranya serak, Pelan. tapi masih bisa didengar Qira. ia melepaskan pelukannya dari Qira dn tersenyum lembut.


.


.


.


.


-Kalian tahu apa yang membuat hidup tak tenang? salah satunya adalah dendam!. Jangan biarkan hatimu menjadi kotor karena hal yang rendah. Hidupmu lebih berarti dari pada berencana dan menyusun rencana membalas dendam yang memberi kebahagian semu tapi kesengsaraan hati yang berkepanjangan


_Zhu Qira Han.


.


.


.


**vote. like dan komen adalah semangat buat autor. terimakasih meninggalkan jejak di tulisan Qira.

__ADS_1


kalian bisa kasih keritik buat penulis. Autor terima apapun itu. karena keritikan kalian membangunkan Autor menjadi lebih baik. 😇😇😇**


__ADS_2