Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
157


__ADS_3

Kaisar Zauhan melirik Qira sekilas. Ia mengikuti Qira tanpa mendengarkan kata-kata atau pertanyaan orang lain dengannya. Ia terlalu terobsesi untuk memiliki Qira. ahh, bukan obsesi, tapi cinta.


Saat sudah didapur kaisar Zauhan menahan tangan Qira untuk berhenti tepat saat Qira meletakkan kendi itu diatas meja. Ia mencengkram tangan Qira erat namun lembut. “Qiraa..."


Qira memejamkan matanya. Jantungnya itu membuatnya lemah. Otaknya yang cerdas menjadi gagap. Tak bisa berfikir membuat ia tak bisa mengendalikan akal sehatnya. Ia tak menjawab, masih diam saja.


Kaisar Zauhan membalikkan tubuhya Qira dengan menarik bahu Qira, sekarang manik mata Qira bertemu dengan manik mata miliknya. Ia sedikit menunduk untuk mensejajarkan tubuh mereka.” Apakah kau marah padaku?” Tanyanya pelan.


“Kau terlalu lancang. Aku tak suka.” Ucap Qira dengan degup jantung yang tak karuan namun masih engan sikap angkuhnya,


Kaisar Zauhan menahan tubuh Qira. ia menumpuhkan kedua tangannya dipinggir meja, mengurung pergerakan Qira. mau tidak mau Qira harus mundur dengan sedikit memundurkan wajahnya. “Aku tidak bodong. Aku hanya mengucapkan kenyataan dan harapanku.”


Hembusan nafas kaisar Zauhan menerpa wajah Qira membuat Qira bis merasakan hangatnya bercampur harum yang menyergap wajahnya. Ia hanya diam dan menikmati pemandangan yang sangat indah. Yaitu wajah kaisar Zauhan yang sanat dekat dengannya. Qira wanita normal. Yang masih menyukai pria tampan..!


“Bukannya jodoh itu sudah diutus sebelum kita lahir? Jadi kita memang sudah bersama sedari kita belum lahir. sedangkan anak kembar 3 itu adalah impianku. Aku ingin memiliki banyak anak padamu dan hidup bahagia dengan keluarga kecil..” Lanjutnya saat tak mendapatkan jawaban dari Qira.


“Kau sangat keras kepala Zau..” Gumam Qira pelan.


Kaisar Zauhan mendekatkan wajhnya dengan wajah Qira membuat jarak semakin menipis, hidungnya dengan hidung Qira hanya berjarak satu kilan saja.” Aku menang keras kepala. Karena aku hanya ingin kebahagiaan. Apakah aku salah?”


Qira memejamkan matanya merasakan nafas kaisar Zauhan. Ia bahkan bisa mendengar detak jantung aisar Zauhan.” Tak ada yang salah Zau. Tapi terlalu berharap akan mendatangkan kekecewaan.”


“Kekecewaan itu hanya untuk orang yang gagal. Dan aku akan menjaminkan aku tak akan gagal.” Jelas sekali jawaban itu terdengar tegas. Ia memiringkan wajahnya. Matanya tertruju dibibir Qira. ia memeluk pingang Qira lalu menempelkan bibirnya pada bibir Qira. ia memejamkan matanya hingga deru nafasnya menerpa pipi Qira.


Mata Qira membulat, ia mau melawan namun sialnya kaisar Zauhan mengunci tubuhnya dengan ilmu. Ia tak bisa bergerak barang sedikitpun, bahkan bicara saja ia kelu. Tapi lambat laun ia memejamkan matanya.


Bukan.. bukann..


Bukan karena Qira murahan yang menerima sosoran begitu mudah.

__ADS_1


Tapi karena ia merasa jika ciuman kaisar Zauhan sangat kembut, mengisyaratkan jika perasaannya tulus. Ia mengecap bibir Qira dengan kelembutan mengisyaratkan meminta kebahagiaan. Qira tak membalas, ia bahkan tak bisa menggerakkan bibirnya. Kaisar Zauhan menahan tengkuk Qira. ia memejamkan matanya menikmati kenikmatan yang ia tahan selama ini. ia pernah mengecap rasa manis ini sekali dan membuat ia candu setengah mati. ingin rasanya ia serakah dan meminta rasa manis ini setiap hari, tapi sayangnya sang pemiliknya tak mengizinkannya.


Perasaan yang dalam membuat kaisar Zauhan semakin mencium Qira dengan penuh perasaan. Seakan tersihir akan kelembutan dan ketulusan kaisar Zauhan membuat ia lupa jika ini tidak benar. Ini salah, sudah dikatakan jika ia tak mencintai kaisar Zauhan.


Tapi jantungnya berrdebar dengan kencangnya, dadanya menghangat dengan perlakuan manis ini. ia lemah. Otaknya lumpuh.ia mengerjab. Ia takut kaisar Zauhan berbuat lebih.


Kaisar Zauhan sama sekali tak melakukan hal lebih meski hasratnya saat ini bangkit. Ia melepaskan pangutannya dan menatap Qira dalam. Ia mengelus pipi Qira dan Qira sudah bisa bergerak kembali. Ia memeluk Qira. erat. sangat erat. Seakan tak ada hari esok lagi. Ia mengirup aroma Qira yang biasanya bau lavender sakarang tak teralu harum, mungkin karena Qira sudah berkeringat karena sedari tadi tak beristirahat. Tapi tak bauh. “Jangan pergi. Tetap disisiku, cukup mereka memisahkanku dengannya. Tolong jangan biarkan aku kehilangan setengah hatiku untuk kedua kalinya..” Gumamnya.


Bahu Qira basah..


Kaisar Zauhan angkuh menangis??????


Qira bahkan tak percaya akan hal ini. “Peluk aku Qira...” Suara kaisar Zauhan terdengar serak.


Qira membalas pelukan kaisar Zauhan. Ia tau jika kaisar Zauhan itu punya masalah, tapi tak tau masalah apa. Ia tau jika dimata kaisar Zauhan itu ada kekecewaan yang mendalam, tapi ia tak tau itu apa.


“Kau menangis? Cihh dasar kaisar cengeng..” Hibur Qira dengan ejekan.


Astaga Qira tak bisa bernafas. Tolong lepaskan Qira dari beruang ini..!


“Bukankah kaisar juga manusia?” Tanyanya serak..


“Iya., tapi malu dengan umur.” Celetuk Qira sinis.


“Kenapa malu? Bukankah air mata itu memang ditugaskan untuk mengungkapkan rasa hati. Jika kau menyalahkan aku seorang kaisar menangis, berarti kau menyalahkan Dewa. Kau tau bukan jika air mata itu diciptakan oleh dewa.” Ceetuk kaisar tak terima.


Astaga..


Dengan keadaan seperti ini saja kaisar Zauhan mkasih bis amenjawab Qira.”Kau sangat menyebalkan..” Gumam Qira.

__ADS_1


Kaisar Zauhan menegakkan tubuhnya. Ia menarik hanfu Qira lalu mengusap hidung dan air matanya membuat Qira memukul tangannya.


“KAU....!” Mata Qira menajam membuat kaisar Zauhan gelagapan.


“Aku tak sengaja. Maafkan aku...” Ucap kaisar Zauhan lemah. Hidungnya memerah membuat ia terkesan imut.


Apa sii kekurangan kaisar Zauhan? Tahta? Tampan? Setia? Romantis? Dingin? Dan manis?


Qira menggelengkan kepala untuk mengusir pertanyan bodoh diorakknya.” Dasar jorok..”


Kaisar Zauhan menggusuk hidungnya.” Besok aku akan mengajakmu ksuatu tempat. Apakah kau mau?” Tanyanya pelan.


Qira mengangkat satu alisnya.” Kemana?”


Kaisar Zauhan tersenyum tipis.”Besok kau akan tau.. cup..”


“Zauhann... matiku..!” Teriak Qira saat kaisar Zauhan mencium bibirnya lalu pergi dengan berlari.


Sedangkan kaisar Zauhan menahan senyumnya mendengar makian Qira dengan iringan suara dentuman keras menimpa pintu. Ia tau jika Qira pasti mengamuk dengan membanting sesuatu.


...


“Qira... Hey bangun..” Kaisar Zauhan menepuk pipi Qira. dia sekarang tidur dikamar. Yaa, mereka satu kamar karena warga tau jika mereka suami istri. Jelas mereka diberi satu kamar saja. Hanya saja kaisar Zauhan tidur dikasur lipat sedangkan Qira diatas ranjang. Hebat bukan? Kaisar Zauhan tidur diatas lo demi Qira. ia tak mau tidur Qira terganggu.


Saat ini masih sangat subuh. Mungkin baru jam 5subuh membuat Qira masih mengantuk. Qira mengerang lalu mengeliat “Ada apa menggangguku sepagi ini?” Tanya Qira serak.


“Aku kan sudah berjanji mengajakmu pergi kesuatu tempat. Ayyoo kita pergi sebelum waktunya hilang..” Ucap kaisar Zauhan pelan.


“Mau kemana?” Tanya Qira sembari bamgkit dari tidurnya. Ia bukan tipekal gadis yang suah bangun.

__ADS_1


“Kesuatu tempat. Ayo bersiaplah...”


“Aku masih mengantuk Zau...” Qira menguap sekali dengan sangat lebar lalu kembali


__ADS_2