Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
kerajaan serigala


__ADS_3

Ayah Wolf tersenyum tipis. Ia menepuk pundak Wolf. “Ajaklah mereka kekamar. Dan temuilah ibumu. Ia sangat mengkhawatirkanmu.” Ucapnya.


“Terimakasih ayah. Aku akan segera menemui ibu setelah mengantar mereka.” Jawab Wolf.


Wolf tau jika Ayahnya menyuruh ia menemui ibunya karena mau menanyakan tentang Qira dan lainnya. Jadi ia memilih mengantar Qira dan Wolf sesegera mungkin.


Wajah ayah Wolf sangat muda. bahkan hampir sama dengan Wolf . karena itu Qira sangat bingung akan hal itu. Apa mereka tidak akan menua?


Qira berjalan mengikuti langkah Wolf. “Maafkan aku. Aku harus bersikap Wibawa jika disini.” Bisik Wolf dengan Qira. Ia tau jika Qira dan Leon heran melihat sifatnya yang berubah seketika.


“Pencitraan....” Jawab Leon sinis.


“Aku harus disegani oleh rakyatku...!” Ucap Wolf sinis.


“Bisakah kalian diam..!” Bentak Qira saat Leon masih ingin menyahut. Mereka hanya melirik satu sama lain. Sedangkan Qira masih tak percaya akan dunia kerajaan binatang itu benar-benar ada.


Saat mereka tiba disatu kediaman yang menarik perhatian Qira. Ia berhenti menatap ruangan itu. Ruanagan itu sangat terang. Seperti Puluhan lilin dihidupkan didalam sana. Atau api unggun didalam ruangan. Ruangan apa itu?.


“Ada apa Qiqi?” Tanya Wolf saat melihat Qira tertinggal jauh darinya. Leon juga ikut menatap Qira.


“Ruangan apa itu?” Tanya Qira


Wolf menatap ruangan yang dimaksud Qira. Ia mendekat kepada Qira. Wajahnya berubah menjadi sendu.


“Mengapa ruangan itu lebih terang dari yang lain?” Tanya Leon heran.


“Itu ruangan kakakku. “ Jawab Wolf sedih.


Qira mengernyitkan keningnya. ‘mengapa wajah Wolf tiba-tiba menjadi murung’ Batinnya. Ia mencoba membaca pikiran Wolf.


“Kau punya kakak?” Tanya Leon.


“Iya. Aku mempunyai satu kakak dan dua adik. Kakakku laki-laki. Dan adikku yang nomor tiga juga laki-laki, sedangkan adikku yang terakhir perempuan. Tapi...” Suara Wolf tercekat.


“Tapi apa?” Tanya Leon semakin peasaran. Mereka memang belum tau masalah Wolf ataupun silsilah keluarganya,.


“Tapi dahulu ada kejadian yang mengenaskan menimpah adik perempuan dan kakak laki-lakiku. Sehingga menyebabkan adik perempuanku meninggal dan kakakku menjadi sakit” Ucapnya sedih.


“Kejadian seperti apa?” Tanya Leon.


Flashback..

__ADS_1


“ Hujam es, hujan es....!” Teriak perajurit. Ini terjadi beberapa tahun yang lalu. Tepatnya saat Wolf berusia 10tahun. Kakaknya berumur 15 tahun, adik laki-lakinya berumur 7tahun sedangkan adik perempuannya berumur 5tahun.


Hujan es sebelumnya tidak pernah terjadi. Tapi tiba-tiba hujan es menghancurkan apapun yang ada. Membuat semua orang panik akan hal itu. Hingga Kaisar serigala keluar dari istana dan memilih pergi ketengan lapangan iastana. Telinganya sakit mendengan semua orang berteriak takut.


“Corrlous. Keluarlah..!. jangan bunuh yang tak pantas kau bunuh..!” Teriaknya.


Suara tertawa menggemah dilangit gelap. Cahaya gelap bagaikan asap hitam berubah wujud menjadi sosok yang sangat mengerikan. Ia berdiri tepat didepan raja Serigala. Ia tersenyum jahat.


“Kau sangat jenius Georgue.” Ucapnya kepada kaisar Serigala.


Kaisar serigala atau lebih tepatnya kaisar Gourgue menatap Corrlus sinis. Wajahnya penuh amarah. Mereka dikeliligi oleh es yang membekukan mahluk apapun itu.


“Apa kah kau masih dendam kepadaku?. Aku tak pernah sengaja membunuh anakmu!” Ucapnya tegas.


“Tapi aku tak akan mempercayainya. Kembalikan putriku..!” Teriak corrlous.


“Bagaimana aku mengembalikannya. Sedangkan anakmu sudah mati..!” Teriak goergue lantang.


“Kau membunuh anakku saat berusia 5tahun!. Dan putrimu sudah berusia 5tahun. Berikan anakmu sebagai gantinya!” Ucapnya lantang.


“Sampai matipun aku tak akan memberinya...!” Ucapnya tanpa gentar. Ia sangat menyeyangi putri satu-satunya. Mana mungkin ia memberi kepada orang lain.


“Aku tak membutuhkan persetujuanmu untuk mengambilnya” Ucap Corlous menyeringai. Seketika tubuhnya hilang dan dalam hitungan detik tubuhnya sudah kembali menggendong putri Gourgue.


“Ayah. Putri Shofia hilang...!” Teriak remaja pria sambil berlari. Ia berhenti dibelakang Corrlous.. “Kau menculik adikku...!” Teriaknya.


“Dia adalah tumbal dari putriku yang dibunuh ayahmu..!” Ucap Corlous datar.


Kaisar Gourgue berlari dengan menyeret pedang menuju Corlous. Menciptakan gemercikan api, ia tak akan membiarkan siapapun putrinya. Lebih baik mati dari pada kehilangan orang yang ia sayangi.


Corrlous menyeringau. Pedang kaisar Gourgue melayang kearah Corlous. Tapi sayangnya ia melawan penyihir. Ia bisa pergi tanpa berlari.


“Carlousss” Teriak Georgue marah. Wajahnya memerah. Matanya semerah darah. Suara dadanya bergemuruh marah.


Suara Courlus tertawa menggema. Ia masih memegang putri Shofia yang tertidur. “Aku tak butuh kematianmu. Itu terlalu indah untukmu. Aku hanya ingin kau merasakan kehilangan putri satu-satunya kau seumur hidup. Aku ingin kau juga merasakan apa yang kau perbuat kepadaku!...” Ucapnya Ringan. Lalu ia terbang membawa Putri Shofia.


“Tidak. Jangan ambil adikkuu...!” Sahut remaja pria itu berlari kearah Corlous. Ia menarik jubah hitam Corlous karena membawa adiknya. Ia sangat menyayangi adiknya.


Corlous menatap remaja yang menahannya. Ia melihat kaisar Georgue yang sudah melayangkan pedang kearahnya untuk menyerang. Lalu tanpa pikir panjang ia mengubah tubuh pria remaja itu menjadi es..


“Tidak...! ******** kau Corllous..!” Teriak Georgue menggema dengan tangisan pilu.

__ADS_1


Ia terduduk lemah tengah lapangan melihat kepergian anaknya. Ia menatap putranya yang membeku. “Putraku.” Gumamnya. Ia memegang putranya yang membeku, dapat ia rasakan jika anaknya masih hidup meskipun tak bisa bergerak .


“Ayah..” Suaranya lemah. Bibirnya pucat. Tubuhnya sama sekali tak bisa digerakkan. Tanpa fikir panjang Georgue membawa putranya untuk diobati. Cukup ia kehilangan putrinya, ia tak akan sanggup jika putranya akan pergi juga.


Segala cara ia lakukan untuk mengobati putranya. Tapi putranya sama sekali tak sembuh. Tubuhnya selalu dingin. Satu-satunya cara adalah selalu menghangatkan tubuh anaknya supaya bisa bertahan.


“Of plashback...


Qira mengerjabkan matanya mendengar cerita Wolf. Ia tak menyangkah jika Wolf memiliki masalalu yang memilukan.


“Tenanglah Wolf.” Ia mengelus pundak Wolf lembut.


“Karena itu. Semenjak aku bertemu denganmu. Aku bisa merasakan dekat dengan adikku. Dan ketika aku bersama Leon. Aku bisa merasakan aku dekat dengan kakakku seperti dulu yang selalu memperebutkan adik kami.” Ucapnya Lemah. Ia menangis dibahu Leon.


“Kau menganggapku kakakmu?” Tanya Leon.


“Siapa bilang? Jangan terlalu percaya diri.” Celetuk Wolf sambil menghapus air matanya.


“Tadi kau yang mengatakannya.” ucap Leon tak kalah Ketus.


“Bisakah kalian satu hari tanpa ribut, kepalaku sakit.” Teriak Qira pusing. Ia melihat lagi ruangan kakak Wolf saat mereka sudah diam.


“Bisakah aku bertemu dengannya Wolf?” Tanya Qira.


“Bisa. Tapi kita harus berhati-hati, nanti ayahku akan marah besar.” Jawab Wolf berbisik.


“Apa ayahmu pemarah? Lalu mengapa kau kalah tampan dari ayahmu?” Tanya Leon mengejek.


Wolf sudah bersiiap untuk menyanggah. Tapi sudah dipotong oleh Qira. “Jka kalian masih ingin Ribut. Akanku patahkan lidah kalian.” happ... mulut Wolf langsung Tertutup otomatis.


Qira memijik batang hidungnya. Ianberjalan mendahului Wolf dan Leon menuju kediaman itu. Ada beberapa pengawal disana. “Bagai mana caranya?” Tanya Qira.


“Tunggu...” jawab Wolf. Ia mengambil kerikil dua buah. Ia melakukan aba-aba membuang kerikil itu, diarah berlawanan.


“Siapa disana?” Suara Perajurit itu. Mereka saling pandang dan pergi kearah dimana kerikil itu dilempar.


“Ayoo.” Ucap Wolf berbisik. Ia menarik tangan Qira sedangkan Leon mengikuti dari belakang. Mereka masuk dengan menggunakan ilmu peringan tubuh, supaya tidak kedahuluan dari para prajurit saat kembali.


“Tidak ada siapa-siapa.” Gumam salah satu prajurit mengepak-ngepak bunga.


“Mungkin hanya tikus. Ayo kembali berjaga.” Jawab temannya. Ia mengangguk dan kembali berjaga.

__ADS_1


Bisa Qira rasakan ruangan itu sangat panas. Ada sosok pria pucat diatas batu, ia tertidur dengan seluruh tubuhnya ditutupi kain tebal. Wajahnya sangat putih. Ia bagaikan mayat hidup yang sempurna. Ada rasa iba sekaligus sakit dihati Qira...


__ADS_2