Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Pulang


__ADS_3

Hari ini Qira sudah siap untuk pulang keistana, ia memancarkan kebahagiaan diwajahnya yang cantik, sedari bangun tidur sampai detik inipun ia masih tersenyum, padahal saat ini ia sedang mengeringkan rambutnya.


Tapi tiba-tiba tanganya terhenti karena Kiasar Zauhan berada diepannya. wajah kaisar Zauhan yang datar ia menatap Qira heran, tapi tanganya terulur untuk memegang handuk Qira. “Biar aku saja...” Ucapnya lalu menggusuk secara lembut.


Dug.. dugg., dug..


Jantung Qira kembang kembis. Sialll,, Qira merasakan jantungnya demo, tapi ia hanya diammerasakan usapan dari tangan kaisar Zauhan yang lembut. ia bahkan merasakan kantuk yang menyerang saat ini.


“Kau duduk disini saja..” Ucap kaisar Zauhan melirik kursi didepan cermin perungu disebelahnya, disana juga ada mejanya tempat untuk meletakkan perhiasan atau apapun itu. Qira menurut dan duduk manis disana, sedangkan kaisar Zauhan berdiri dibelakang punggung mungil Qira...


“Sepertinya kau senang sekali untuk pulang keistana? “ Tanya Kaisar Zauhan heran. Suara itu terdengar datar namun lembut,


Qira mengangguk.” Ho’o... “


“Kenapa? Apa ada yang menarik disana? Bukanya kau suka diluar istana?” Tanya kaisar Zauhan. ia mengambil sisir setelah merasakan jika rambut Qira sudah sedikit kering.


“Aku merindukan teman-temanku.. Ahhkkk, Rasanya sudah lama sekali aku tak bermain bersama Leon dan Wolf...” Jawab Qira senyum. Iyaa, dia sangat merindukan dua sahabatnya itu.


Tangan kaisar Zauhan yang memegang sisir itu mengambang diudara. Ada rasa tak suka dihatinya.” Sesayang itukah kau dengan mereka?” Tanyanya. Meskipun sakit, ia mau tau jawabanya.


Qira mengangguk.” Dulu saat aku diasingkan dihutan kematian, hanya Leon yang menemani aku berlati, aku pulang kerumah paling hanya satu hari, sedangkan diluar menghabiskan satu minggu lebih, setelahnya aku bertemu Wolf, dan Wolf juga bertingkah seperti Leon yang menemaniku kemanapun aku pergi...” Jelas Qira.


“Diasingkan? Memangnya kau melakukan apa? Seperti keluarga kerajaan saja...” Jawab kaisar Zauhan masih dengan menyisir rambut Qira.


Qira membuka mulutnya lebar untuk mengatakan jika ia memang seorang putri, tapi terkatup lagi saat ingat jika kerajaan Barat itu sangat bermusuhan dengan kerajaan Langit. Ia mengigit bibir bawahnya, ia memikirkan, bagaimana jika kaisar Zauhan tau jika diia dari keluarga kerajaan Langit?


“Kenapa kau diam? apakah kau tersinggung? Sebenarnya kau ini dari mana? Jika hutan kematian, berarti kau dari kerajaan Langit?” Tanya kaisar Zauhan berturut turut.


Qira mendadak bungkam.” Jika iya memang kenapa?”


Kaisar Zauhan tersenyum tipis.” Tida apa-apa, asalkan kau bukan putri dari kaisar Alexon...”


Dugh...


Qira merasakan jantungnya berserakan dilantai. Ia tak bisa berkata-kata lagi. Sedangkan kaisar Zauhan mulai menyisir kembali rambut Qira. “Memangnya apa masalahmu dengan kaisar Alexon?” Tanyanya takut..


Kaisar Zauhan mengangkat rambut Qira.” Bagaimana kau membuat rambutmu menjadi biru seperti ini?” Tanyanya. Ia tak menjawab pertanyaan Qora malah mengalihkan pertanyaan Qira.


“Jangan mengalihakn pertanyaanku..” Ucap Qira.


Kaisar Zauhan masih sibuk dengan rambut Qira..” Aku suka rambut birumu. Karena tak semua orang bisa. Apa ini dari lahir?” Masih gencar dengan pertanyaannya membuat Qira memutar bola mata.


“Itu hanya diwarnai saja. “ Jawab Qira malas. Pertanyaanya tak dijawab.


Kaisar Zauhan mengangguk.” Tetapi mengapa tak luntur?”

__ADS_1


“Itu memang dari tumbuhan abadi, jadi warnanyapun juga abadi, bahkan ia tak akan hilang sampai nanti...” Ucap Qira lagi membuat kaisar Zauhan menganguk.


“Ini sangat cocok dengan bola matamu..” Gumamnya saat mengingat bola mata Qira yang berwarna biru tapi diubah menjadi warna coklat.


Kaisar Zauhan membagi rambut Qira, membagi atas dan bawah, disisi atasnya ia sedikit menjepitnya lalu memberi anyaman, lalu ia gulung kesamping, begitu juga disebelahnya, ia anyam lalu gulung selaras dengan sebelahnya, ia menarik serulai Qira kesamping, sedangkan rambut bawah Qira ia biar kan saja. Jangan lupakan jika ia meletakkan asesoris cincin yang berbentuk dedaunan berwarna emas dan meletakkannya dipingiran ayaman yang digulungnya membuat Qira sanat cantik. Ia juga memberikan disebelahnya, namun perbedaanya yang disebelah kanan ada gantungan yang berbentuk embun beberapa helai.


“Selesai..” Ucap kaisar Zauhan tersenyum.


Qira tersenyum melihat pantulan dirinya dicermin.” Tunggu dulu. Ada yang kurang..” Ucap kaisar Zauhan.


Qira diam saja, ia membiarkan kaisar Zauhan mencari sesuatu dimejanya. Kaisar Zauhan memegang bahu Qira.” Menghadap didepanku..” Ucapnya,


Qira menurut. Ia membalikkan tubuhnya lalu menghadap kaisar Zauhan. kaisar Zauhan tersenyum lalu merunduk mensejajakan wajahnya pada Qira.


Dugdug.,....


Qira merasakan sapuan diwajahnya, nafas kaisar Zauhan berbauh mins itu sangat menyejukkan. Kaisar Zauhan mencolek pewarna yang berbentuk bundar ditanganya. Yaa, dizaman ini lipstik itu dicole yaa.


Ia mentap ujung jarinya lalu memoleskannya lembut dibibir tipis Qira.


Qira menahan nafas saat merasakan bibirnya disapu oleh jari telunjuk kaisar Zauhan. sangat lembut membuat ia menelan ludah. Dengan posisi seperti ini ia biisa melihat dengan jelas betapa tampannya kaisar Zauhan, betapa gagahnya.


“Kau sangat cantik... “ Ucap kaisar Zauhan kecut.


Kaisar Zauhan menganguk.” Tapi sayangnya kau sangat cantik, aku baru tau mengapa kau tak suka berdandan, berarti jika kau berdandan akan membuat siapapun akan terhipnotis..” Ucap kaisar Zauhan.


Qira tersipu. Ahhh, Qira baper.” Kau belajar dari mana bisa merias seperti ini?” Tanya Qira mengalihkan pembicaraan. Jangan sampai ia ketahuan jika sedang baper.


“Aku menungu hari dimana aku menemukan seorang yang bisa mengisih hatiku. Karenanya, aku memang menanti hari seperti ini. memanjakan orang yang aku sayangi...” Ia mengapit hidung Qira dengan senyum manisnya..


Qira deabetes...


“Apala lagi dengan peliharaanku ini.. Kau tidak lupa bukan jika kau menjadi peliharaanku? Masa aku sebagai tuannya memiliki peliharaan jorok..” Lanjutnya membuat senyum Qira hilang..


Kampretttt....


“Jadi peliharaan.. Ikuti perintahku..” Ia menepuk-nepuk kepala Qira lembut tak mau riasanya rusak.


Qira memaang wajah lempeng.” Apa?”


“Menggonggong...” Ucap kaisar Zauhan membuat Qira menggongong...


“Gugg gug....


“Putar”

__ADS_1


Putar...


“Cium..”


“Hey kau masih mau cari kesempatan..!” Teriak Qira jika mengongong ia tak keberatan. Ini apa? Cium?


“Kau peliharanku. Jangan lupakan itu, lagipula kau yang membuatmu menjadi peliharaan..!” Kaisar Zauhan benar bukan?


“Tidak mau...” Elak Qira.


Kaisar Zauhan meatap Qira datar.” Kau pendekar sejartikan?”


“Tentu saja...!” Balas Qira cepat.


“Apakah ada pendekar sejati yang ingkar janji dan tak bisa dipegang kata katanya? Kau ingat dulu saat kitabertaruh memanah ikan dan catur kau kalah, perjanjiannya kau menjadi pelayanku lalu sekarang kau tak mau menepati perjanjian lagi? Pendekar macam apa kau ini? “ Tanya kaisar Zaihan membuat Qira diam.


Qira tak tau harus apa? Masa iya dia mencium kaisar Zauhan, tapi kata-kata kaisar Zauhan menyayat hatinya dan merendahkan harga dirinya. Tak ada pilhan lain, ia melambai kecil dengan wajah seperti anak kecil..” Menunduk sini...”


Kaisar Zauhan menaikan satu alisnya, sedangkan dalam hatinya sedang mengadakan pesta dadakan.


Ahay, mudah sekali mempermain kan Qira. tantang saja maka Qira akan mengalah. Ia menyembunyikan senyumnya yang samar-samar lalu menunduk mendekati wajah Qira. “Kenapa?” Tanyanya pura-pura bodoh.


Qira mendekati wajhnya lalu mencium ujung hidung kaisar Zauhan manis dan


Bugh...


“Jangan lupakann jika peliharaanmu adalah peliharaan liar haha...” Ucap Qira tertawa sesudah menedang kaisar Zauhan membuat kaisar Zauhan mundur dua langkah..


Sunggu dahsyat tendangan Qira diperutnya.


“Kau ini... Jika aku mati kau akan menjadi janda.... apa kau mau?” Tanya kaisar Zauhan mengelus perutnya. Mau membalas tapi tak mau menyakiti Qira membuat ia menahan amarah seorang diri saja.


“Tinggal menikah lagi. Sudahkan? Mudah bagiku untuk mendapatkan seorang suami..” Jawab Qira enteng. Tapi sejujurnya mudah baginya mendapatkan suami tak tak mudah baginya untuk menyukai orang lain. Contohnya saja kepada kaisar Zauhan. ahh, susah memang jika berurusan dengan hati.


Kaisar Zauhan mendengus. Ia mendekati Qra lalu mengapit hidungnya gemes.” Itu hukuman karena kau mau mencari suami baru...”


“Awww... Hidungku jangan dicabut...” Ucap Qira mengerang.


Kaisar Zauhan menjauhkan tanganya dari hidung Qira lalu beralih menggelitik perut Qira gemes.” Ini hukumanmu karena berani memikirkan meniikah dengan orang lain...” Ucapnya gemes.


Qira merontah. Meski ia kebal, tapi ia tak kebal jika berkaitan dengan gelitikan..”Am hahah.. Am.. Ampun. Jangan jangan ggelitik aku hahaha...” Ia menjerit sekaligus tertawa. Geli sangat geli.


“Tidakk.. Tidak akan sebelum kau mengatakan jika kau mencintaiku..” Ucap kaisar Zauhan masih gencar dengan aksinya.


“Ti ti tidak hahah. Jangan siksa aku, nanti aku bisa pipis disini.” Ucap Qira memukul-mukul tangan kaisar Zauhan diperutnya.

__ADS_1


__ADS_2