Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Pengungkapan lagi


__ADS_3

“Dahulu desa Hjan memiliki menghianati perjanjian kami. perjanjian yang nenek moyang kami. dahulu desa Hujan itu sangat bersahabat dngan desa ini. sampai pada suatu hari ada gadis yang dijuluki kembang desa didesa Hujan. Rambutnya perak, bibir tipis dan tubuh yang mulus. Ia bagaikan dewi yabg diturunkan dibumi. Sifatnya anggun dan juga lembut. Ia memiliki hati seperti Dewi. Ia sosok sempurnah.


Membuat para pria mengejar gadis itu. Begitu juga pria didesa kami. mereka berbondong-bondong untuk meminang gadis tersebut. Gadis tersebut mencintai salah satu pria didesa kami membuat para pria didesa Hujan marah besar. Mereka merasa tak dihargai oleh gadis itu. Bagaimana bisa gadis itu mencintai orang yang didesa lain dan tak menerima salah satu dari mereka saja.


Lalu mereka bersekongkol untuk membunuhh gadis itu. Dan suatu hari gadis itu dibunuh didepan mata kekasih yang gadis itu pilih, setelahnya pria itu juga dibunuh supaya semuanya impas dan tak ada yang kalah satu sama lain, itu membuat para pria desa kami marah. Karena pria yang mereka bunuh adalah anak kepala desa, pria itu sangat baik dan ramah. Pria itu sering membantu satu sama lain. Dan karena itulah gadis cantik itu memilih pria itu menjadi pendampingnya.


Setelahnya Mereka murka saat pria yang mereka kaguni ataa kebaioannya itu dibunuh.hingga pada akhirkanya mereka membunuh satu sama lain untuk membalaakan dendam pada desa Cemara ini. Hingga pada akhirnya mereka memutuskan dendam sampai kapanpun. Sampai sekarang ternyata itu Mash membekas dikami.” Jelasnya secara garis besar. Ia menerawang jauh bagaikan melihat hal itu didepan matanya.


" Berarti karena suatu kebencian dan iri?" Itulah yang Qira simpulkan. Sifat iri dan benci itu memang memiliki pengaruh yang sangat buruk memang.


"Benar." Taotao mengangguk.


Qira mangut-mangut. “Lalu bagaimana mereka bisa keluar dari desa itu jika tak melewati desa kalian?” Secara desa Hujan itu desa paling hujung dekat dengan gunung. Tidak mungkin mereka mendaki gunung terebih dahulu.


“Mereka melewati sungai cindawa perbatasan desa kami dengan desa Jinghi. Tapi desa Jinghi tak membolehkan lagi mereka lewat dari Sana entah karena apa, apa karena takut tertular wabah atau takut sesuatu kami pun tak tau dengan jelasnya” Jelas Taotao.


Qira mulai memahasi situasi.”Apakah para pembawa obat yang diutus kaisar Zauhan pernah lewat sini atau dari desa seberang?” Tanya Qira.


Taotao mengangguk mengiyakan.” Lewat sini. Tembok yang kami buat itu dibuat cela untuk diewati, sehingga mereka selalu melewati jalan sini setiap minggunya. Tapi yang kami dengan desa itu sekarang bahkan bagaikan kota mati. tak ada perkembangan.”


Qira memilih menumpu kedua tangannya dimeja lalu melopat dan mendaratkan pantatnya diatas meja. Ia duduk sembari menatap Taotao yang menyimpan sisa bahan obat. “Jenis penyakit itu seperti apa?”


“Mereka mengalami sesak nafas yang berlebihan. Tubuh mereka Lama-kelamaan melepuh tanpa tau penyebabnya. Setelahnya mereka mati dengan mengenaskan. Ahh, aku juga bingung menjelaskannya. Lagi pula tumbuhanpun tak mau subur lagi.” Ia terkekeh setelahnyam "Tak ada yang berani memasuki desa tersebut. Katanya disana ditutup kabut kebal membuat sesak nafas. Kami saja belum pernah kesana." Lanjutnya.


“Apakah itu Corona?” Tanya Qira konyol.


“Corona? Apa itu Corona?” Tanya Taotao bingung.

__ADS_1


Qira terkekeh geli. Mana ada Corona dizaman kuno. Masa iya penyakit itu ikut masuk didalam novel. Ia mengibaskan tanganya. “Lupakan saja.”


Taotao terpaku saat melihat Qira terkekeh sembari tersenyum. Kecantikan Qira bertambah berkali-kali lipat. Ia bahkan berhenti bernafas hingga suara bariton membuat ia mau mati saja.


“Sedang apa kau disini?” Tanya kaisar zauhan membuat Qira mengalihkan pandangannya kekanan.


“Bercerita dan mencari tau sesuatu.” Ia menaik turubkan alisnya beberapa kali.


Kaisar Zauhan mendekati Qira dan menggendongnya ala Bridal Style. “Kita istirahat saja. Besok kita akan melakukan perjaan kembali, aku tak ingin kau sakit.” Ucapnya sembari menatap Taotao tajam. Bagaikan memperingatinya ‘Jangan tatap milikku’


Qira sontak saja mengalungkan tangannya dileher kaisar Zauhan. Matanya melebar menatap kaisar Zauhan dari bawah.” Aku bisa sendiri heyy.. Turunkan aku..” Ucapnya.


Kaisar Zauhan seakan menulikan telinganya sembari menggendong Qira disuatu kamar yang entah kamar siapa. Sedangkan Qira memukul dada bidang kaisar Zauhan supaya melepaskannya.


Kaisar Zauhan mendaratkan kaisar Zauhan dikasur yang tak terlalu empuk.” Tudur.” Ucapnya pelan.


Qira bergerak gelisa. Ia menarik lengan kekar kaisar Zauhan supaya dilepas.” Lepaskan aku. “Gumamnya.


Kaisar Zauhan masih saja memeluknya dengan erat.” Tidur” Ia mengeratkan pelukannya sembari meletakkan kepalanya dicengkuk lleher Qira.


Glegh..


Qira meneguk ludah kasar. Ahh, nafas kaisar Zauhan menerpa leher mlusnya membuat rasa aneh ditubuhnya. Jantungnya kembali berdetak hebat. Ia mematung sembari menenangkan jantungnya. Ia memulih tidur saja, tak bisa memikirkan suatu hal lainnya. Lagian juga bukannya selama ini kaisar Zauhan selalu tidur satu ranjang dengannya?


"Jangan melirik pria lain Qira. Aku mau kau hanya milikku. Cukup sekali aku kehilangan sesuatu yang berharga. Aku sudah lama tak memiliki apapun yang membuat hidupku hidup. Sudah lama aku tak bisa merasakan nafasku itu adalah nikmat. aku bahkan tak memiliki tujuan hidup."


"22tahun hidupku tanpa warna. Tanpa tujuan dan kasih sayang. Saat bertemu denganmu aku bisa tau bagaimana rasa selain marah. Kesal, tertawa marah dan lainnya. Bahkan aku baru tau jika bahagia itu arti dari tertawa tulus yang lepas. Kau membuat aku tau. bahwa kau tujuan hidupku."Lanjutnya tulus.

__ADS_1


cup...


ia mencium pipi Qira lembut. "Tidurlah. Aku harap kau selalu berada disampingku selamanya. " Ia mengeratkan pelukannya dan memejamkan matanya setelah mencurahkan isi hatinya.


Qira mematung. Ia harus jawab apa? mengapa rasanya jika kaisar Zauhan itu sedang curhat hidupnya yang tak berwarna. Apa yang membuat kaisar Xauhan yang dingin ini rapuh. Ahh, Qira rasanya sangat peduli dengan kaisar Zauhan.


Ia mendongak menatap kaisar Zauhan. Tangannya terukur dan mengelus rahang kokok kaisar Zauhan "Bahagia itu kau yang buat. Saat kau menikmati dan menerima apa yang kau miliki. Maka kau bisa dengan mudah menggapai suatu kebahagiaan. Ku harap kau selalu bahagia Zauhan. Aku tak tau seberapa berat hidupmu. Tapi aku tau seberapa kuat kau menjalani apa yang ada di hadapanmu."


Cup...


"Selamat malam Zauhan.".


.


.


.


.


.


**Alhamdulillah. 5eps sekaligus ya...


Maaf karena nggak bisa up setiap hari seperti yabg kalian main Tapi percayalah jika author itu nggak mau bikin kalian baca dengan gantung. Kalo sekaligus banyak gitu kan enak. Seenggaknya kalian bacanya nggak Cepet habis.


Yang masih setia stay sama Qira jangan lupa Like komen dan Vote ya. Maaf Kyun banyak typo**....

__ADS_1


__ADS_2