Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
perjalanan


__ADS_3

“Lalu. Jika semua manusia hancur, siapa yang menulis buku itu Qiqi?” Tanya Wolf serius.


Qira menggarukkan tengkuk yang tak gatal. Ia sama sekali tak memikirkan hal itu . “ Hehe. Kau benar. Aku tak tahu Wolf.” Ucapnya tersenyum malu.


Tawa Leon dan Wolf pecah saat melihat tingkah konyol Qira. “ Hey. Jangan menertawakanku...” ucap Qira kesal.


“Lalu rencanamu kesana mencari tahu apakah ibumu dari klan Bloe atau bukan?” Tanya Leon sehabis tertawa.


“Lebih tepatnya aku penasaran apakah klan itu benar-benar ada atau tidak. Dan jika memang benar-benar ada bisa dipastikan jika ibuku bukanlah anak kakek dan nenekku.” Ucap Qira.


Leon dan Wolf menganggukan kepala dan menuruti apapun yang diinginkan Qira.


“Kapan kita akan berangkat?” Tanya Wolf.


“Istirahatlah. Nanti sebelum ayam terbangun kita sudah meninggalkan tempat ini.” Jawab Qira.


“Baiklah. Kita akan beristirahat lebih awal kalo begitu.” Ucap Wolf.


Leon hanya menganggukan kepala. Perjalanan mereka akan jauh. Dipastikan menghabiskan tenaga.


“Aku akan keluar sebentar. Beristirahatlah.” Qira beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan mereka.


Saat ia membuka pintu. Betapa terkejutnya ia jika ada seseorang yang berdiri tepat didepannya. “ Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Qira datar. Rasa terkejut dan takut Qira menghilang saat ia tahu jika pria ini sama sekali tak mendengarkan pembicaraannya dengan Wolf dan Leon.


“Bisakah kita bicara sebentar?” ucap pria itu. Wajahnya tak ada cadar atau topeng untuk menutupi ketampanannya.


Qira sangat mengetahui bahwa Pria ini sangat tampan melebihi lelaki manapun, tapi semua itu tidaklah mengubah apapun darinya. Ia hanya menganggukan kepalanya dan pergi mendahului pria itu.


Mereka telah sampai dibawah pohon ceri yang berbunga lebat. Tak jauh dari kediaman Qira. Disana sangat sejuk dannyaman. “ Apa yang perlu kau bicarakan?” Tanya Qira. Ia tak ingin membuang waktunya.


“Mengapa kau menolakku?” Tanyanya. Ia menatap Qira dengan raut wajah tanpa ekspresi.


Qira melipatkan tangannya diperut. Ia melangkah kedepan dan berucap. “Apa aku harus menjelaskannya?”


“iya”


Qira berbalik dan menatap Pria didepannya. “Karena aku tak ingin menikah tanpa cinta. Aku tahu jika kau tak mencintaiku, kau menikahiku supaya menguatkan tahtahmu dikerajaan Dewa bukan?.” Tanya Qira.

__ADS_1


Qira mendekatkan wajahnya kepada pria didepannya. Ia mengelusnya dengan jari mungilnya. Pria itu menegang karena keberanian Qira. “ Aku tak pernah mencintai kesempurnaan yang selalu kau banggakan saat ini. aku lebih mencintai kesederhanaan. Aku akan mencintai lelaki yang kuat untuk bisa melindungiku. Aku tak ingin berbagi suami seperti yang kau pikirkan. Kau mau menikahiku dan menikahi putri Bulan dari kerajaan iblis juga bukan?” Ucap Qira terang terangan. Ada senyum licik diwajah Qira.


Pria itu tak lain tak lain adalah putra mahkota Xiolenyei. Xiolenyei menatap Qira terkejut. Tubuhnya menegang, buru-buru ia mengubah ekspresinya untuk menjadi seperti biasa. ‘dari mana Qira tahu’ Batinnya.


Xiolenyei memengang tangan Qira yang ada dipipinya. Ia menggenggamnya dan menciumnya. Tapi sebelum itu terjadi Qira sudah menghempas kasar tangan Xiolenyei. “Siapa yang menghasutmu?. Aku hanya mencintaimu. ” Ucapnya.


Qira memandangnya sinis dan melipat tangannya diatas perut. “Untuk calon seorang raja. Kau sungguh menjijikan. Akui saja kebusukanmu ”


“Hmmm,” Xiolenyei tersenyum sinis. “ Aku tak menyangkah kau sejenius itu Qira.”


Qira menggelengkan kepalanya menatap pria didepannya. “Bukankah pembicaraan kita sudah selesai. Aku harus pergi sebelum kebusukanmu tertular kepadaku.” Ucap Qira dan berjalan menjauh.


“Aku pastikan kau tak akan mendapatkan pria sesempurnahku. Dan akanku pastikan kau akan menjadi milikku!” Teriak Xiolenyei saat Qira sudah beranjak pergi.


Qira berhenti ditempatnya tampa membalikan tubuhnya ia menjawab “ Jangan terlalu sering mengucapkan omong kosong.”Lalu berjalan semakin menjauh.


Tangan Xiolenyei mengepal. Matanya memerah, bahkan urat-uratnya melolong untung keluar. “Sial. Akanku pastikan kau bertekuk lutut dikakiku...” Gumamnya. Ia melangkah pergi dari taman itu dengan aura yang mematikann...


.....


“Apa kau sudah siap Leon, Wolf?” Tanya Qira saat melihat mereka sudah memakai baju yang sudah diganti.


Diluar kediaman itu ada beberapa prajurit yang berjaga yang tertidur lelap. Qira sengaja memberikan mereka obat tidur sebelum mereka pergi untuk mempermudah semua halangan.


Jika hari ini dikatakan masih pagi. Maka Malam akan iri. Sebab langit masih menunjukan pesona malam yang gemerlap dengan bintang-bintangnya. Wolf dan Leon mengubah wujud menjadi serigala dan singa. Sedangkan Qira menaiki punggung Leon. Mereka membelah perkotaan yang sepi karena penduduk yang masih terlelap dalam mimpi mereka.


Beberapa jam mereka menjelajahi jalanan. Mereka menembus hutan kematian, dimana hutan yang memilliki sejarah untuk Qira. Yaitu hari dimana ia diberi kesempetan untuk hidup kembali, meskipun ia dihidupkan ditubuh orang lain.


Hari telah menunjukan tengah hari. Qira dan Wolf berhenti digoa, tepatmya kediaman kakek Liu. “ Apa ini kediaman kakek Liu Qiqi?” Tanya Wolf, ia merubah diri menjadi manusia, begitu juga dengan Leon.


“Benar. Tapi, mengapa kediaman ini begitu usang dan tak terawat?” Tanya Qira. Dulu ketika ia tinggal disini, sama sekali tak ada rumput liar, semuanya bersi terawat meskipun Kakek Liu sudah rentah.


“Kau benar Qiqi. Ayo coba kita periksa didalam.” jawab Leon. Qira hanya menganggukan kepalanya.


Kaki mereka melangkah ringan memasuki goa tersebut. Saat baru menginjaki dimulut goa tersebut mereka disambut dengan banyaknya sarang laba-laba. Qira semakin curiga sekaligus khawatir terhadap kakek Liu. Qira melangkahkan kakinya lebih cepat dan berperang melawan jaring laba-laba tersebut.


Didalam goa tersebut sudah berdebu nan kusang. Qira berteriak memanggilkan kakek Liu. Tapi sama sekali tak ada jawaban.

__ADS_1


“Leon. Dimana Kakek?” Tanya Qira khawatir.


“Tenanglah Qiqi. Coba kita cari sesuatu. Mungkin kakek meninggalkan surat.” Jawab Leon sekaliguys mengelus pundak Qira untuk menenangkan.


“Benar. Ayo coba kita cari.” Sahut Wolf..


Pikiran Qira dipenuhi dengan rasa takut. Ia segera mencari sesuatu didalam goa tersebut yang dibantu oleh Wolf dan Leon. Sudah beberapa lama mereka mencari tapi mereka sama sekali tak menemukan apapun.


Tapi mata Leon tertuju kepada batu besar yang tak jauh disampingnya. “Qiqi. Coba kau lihat batu itu. Bukankah dulu disini sama sekali tak ada batu?” tanya Leon.


Tatapan Qira teralih kepada Leon dan arahan Leon. Matanya menyipit melihat batu itu, ia mencoba mengingat semua letak dan prabot didalam goa itu. “ Kau benar Leon. Atau mungkin disana suratnya.” Jawab Qira cepat.


“Mungkin. Aku akan mengangkatnya, tunggu sebentar.” Ucap Leon cepat. Ia mengangkat batu itu yang dibantu oleh Wolf. Batu itu cukup besar. Bahkan besarnya setinggi pinggang. Tepat saat mereka berhasil memindahkan batu itu mereka menemukan secarik surat yang terukir diatas bambu tulis, Bambu itu sudah bercambur dengan banyak cacing yang membuat kesan bahwa surat itu sudah cukup lama.


“Lihat ada surat.” Ucap Qira semangat. Ia membungkukkan tangannya untuk menggapai surat tersebut. Ia membuka surat itu mencoba untuk membacanya. Matanya menyipit untuk menajamkan matanya membaca surat itu.


“Apa isinya Qiqi?” tanya Leon mendekat.


Qira menghembuskan nafasnya. “ Dia mengatakan . * ‘ malam sudah berlalu, yang ada sekarang adalah matahari. Jangan lupakan malam yang telah berlalu. Dan jangan lupakan jika tak ada malam bumi akan mencair, begitupun sebaliknya, jika tak ada matahari maka bumi akan membeku. Kau harus ingat pesanku yang selaluku ajarkan padamu cucuku. Tugasku telah selesai. Aku harus kembali. Jika kau merindukanku, maka ingatlah jika darah kita sudah menjadi satu. “ *


“Hm. Kau baik-baik saja Qiqi?” Tanya Leon. Ia dapat melihat Jika Qira sangat merasakan sedih. “Maafkan aku. Andai dulu aku bisa membawa Kakek kekota. Mungkin ia masih disampingmu.” Lanjutnya sedih.


Qira menatap Leon. Ia memberikan senyum tipis. “ Tak apa. Adanya kau dan Wof disampingku itu adalah hal terindah yang ku miliki. Kau dengar bukan jika Kakek mengatakan jika ia ada didarahku.”


“Terimakasih Qiqi.” Ucap Leon. Baik Leon maupun Wolf sangat terharu mendengar jawaban Qira


.


.


.


.


**hay ini kak Autor kasih 2eps. tapi ini eps panjang.


Nih ya. kayaknya udaj banyak yang udh bosen sama novel Qira. Udah banyak yang nggak Like. komen dan Vote soalnya... hiks hiks...

__ADS_1


ayoo dong dukunhin Qira dengan Like. Komen dan Vote buat Qira.


terimakasih yang sudah setia dengan Novel Qiram salam sayang dari autor**.


__ADS_2