Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
perhatian kaisar Zauhan


__ADS_3

Qira berjalan dengan manis nya menuju kediaman tempat ia tingai saat ini dengan menenteng dua kendi yang katanya obat untuk pengidap penyakit wabah. Aahh. Ia sampai disaat sudah hampir gelap membuat kaisar Zauhan sedari tadi khawatir kepadanya.


Saat ia memasuki pagar rumah itu, ia bisa melihat kaisar Zauhan yang setengah berlari mendekatinya dengan raut wajah khawatir. Ia memegang kedua bahu Qira dengan tatapan memeriksa seluruh tubuh Qira.” Kau tidak apa-apa? Apakah kau terluka? Mengapa baru pulang sekarang?” Tanyanya bertureut-turit. Tak lupa membolak-balikkan tubuh Qira. ia bahkan memutar tubuh Qira dengan raut Yang sulit diartikan.


Qira menggelengkan kepalanya yang terasa pusing karena diputar-putar. Tapi entah, rasanya hatinya menghangat ketika tahu jika kaisar Zauhan sangat mengkhawatirkannya. Menurutnya ia bisa melihat jika mata kaisar Zauhan sangat khawatir. “Jangan putar-putar. Kepalaku sakit.” Qira memegang kepanya sok-sok sakit. Tolong catat, ia hanya pura-pura sakit, rasanya sangat nenyenangkan membuat kaisar Zauhan khawatir dan bisa ia perbudaki. Ahh, kapan lagi ada gadis yang bisa membuat kaisar menuruti kata-katanya.


Kaisar Zauhan membularkan sedikit matanya. Ia memegang pelipis tempat Qira pijiti.” Maaf. Aku ta sengaja, aku sangat mengkhawatirkanmu.” Ia membawa Qira duduk dikursi yang berada disebelahnya. Ia meletakkan Qira duduk diatas meja, sedangkan ia duduk diatas kursi, alasannya supaya ia bisa melihat wajah Qira secara jelas.


Qira meletakkan kedua kendinya disampingnya. “Mengapa kau mengkhawatirkanku?” Tanya Qira polos.


Kaisar Zauhan memijit pelipis Qira pelan membuat Qira nyaman dengan pijitan kaisar Zauhan.” Entah, mungkin karena kau sudah menjadi orang yang penting daam hidupku.” Jujur jawaban kaisar Zauhan. Jika tidak penting untuk apa ia khawatirkan bukan?


Qira tersenyum samar. “Aku sudah menemukan obatnya.” Ia mengalihkan pembicaran. Rasanya jantungnya seperti ingin meloncat saja jika kaisar Zauhan berprilaku manis seperti ini..


aah Qira tak ingin wajahnya memanas.


Kaisar menaikan satu alisnya sembari menghentikan tangannya.” Segampang itu? Dimana kau menemukannya?” Tanyanya heran.


Qira menegakkan tubuhnya sembari memukul dadanya bangga.” Kau harus tau. Namaku Zhu Qira Han. Jadi jangan menyepelekanku, karena aku bukan gadis biasa.” Dengan sombongnya ia menaik turunkan alisnya dua kali.


Kaisar Zauhan menipiskan bibirnya. Menahan senyum. Qira sangat manis dimatanya.” Sombongnya.” Ia menggelengkan kepalanya.


“Kau tak mau memujiku atau berterimakasih padaku?” Qira berdelik kesal melihat reaksi kaisar Zauhan.


“Jika kita memuji orang sombong, maka ia akan menjadi tambah sombong, jadi aku tak mau memujimu.” Kaisar Zauhan bisa melihat Qira mencebik dengan kaki yang diayunkan karena meja ini cukup tinggi.


“Apkah kau sudah tak pusing lagi?” Tanya kaisar Zauhan.

__ADS_1


Qira menggeleng.” Sudah tidak. Tapi aku lapar.” Qira mengedipkan matanya.


“Yasudah kita kedapur saja jika begitu.” Kaisar Zauhan berdiri dari duduknya yang diikuti oleh lompatan Qira dari meja membuat mereka sangat dekat, bahkan deru nafas kaisar Zauhan menerpa ubun-ubun Qira. qira bisa mendengarkan detak jantung kaisar Zauhan yang terpompa sangat cepat membuat Qira juga berdetak tak karuan.


“Jantungmu mau loncat.” Qira terkikik lalu melangkah mendahului kaisar Zauhan.


Kaisar Zauhan memegang dadanya yang terasa tak terkontrol. Sudut bibirnya terangkat.” Sepertinya penyakit ini semakin parah.” Gumamnya lalu melangkah mengikuti langkah kaki Qira. ia tak lupa membawa kedua kendi yang Qira tingalkan.


Lamgkah kaki Qira ringan menuju dapur sesekali ia bertemu dengan penghuni rumah ini, ia hanya mengangguk kecil atau membaas tersenyum. Saat ia sudah berada didapur, ia melihat tabib Taotao masih disana merebus sesuatu, sepertinya itu obat.” Apakah kau sedang memasak?” Tanya Qira datang.


Tabib Taotao yang tadinya meniup api kini mendongak menatap Qira yang tak jauh darnya.”Iya, aku merebus obat. karena obat sudah habis.”


Qira mengangguk.” Tidak perlu. Kau cukup beri setiap orang setengah gelas minuman ini. setelahnya kita hanya menungu selama tiga hari saja.” Ucap Qira sembari melirik kaisar Zauhgan yang berada dibelekangnya yang membawa dua kendi.


Tabib Taotao reflek berdiri dengan membukuk hormat.” Wahh. Apakah ini penawarnya yang mulia?” tanyanya penuh binar harapan.


“Dari mana kau tau dan mendapatkan penawar ini?”


“Jangan menanyakan suatu hal diluar batas. Cukup nikmati saja.” Ucap Qira membuat tudung makanan yang tak berisi apapun membuat ia mengeus perutnya.


“Ma maafkan aku. Ak aku hanya mau tau saja. Kau sangat pandai yang mulia, wajar saja kaisar menjadikan mu sebagai ratu kami.” Ia tak berani melirik kaisar Zauhan sama sekali.


Menyeramkan.


Qira melewati mereka lalu mengambil pisang yang berada dibawah lalu membukanya.” Aku tak butuh menjadi ratu seorang kaisar ataupun rakyat. Aku hanya mau menjadi ratu dihati pasanganku.” Ia memakan pisang itu penuh khidmat. Ia bahkan memejamkan matanya merasakan rasa manis dan asam itu menyatuh dalam mulutnya. Sebenarnya ia tak suka pisang, namun disini hanya ada pisang. Jadi mau tak mau ia hanya memakan ini saja.


Tabib Taotao terkekeh. Ia melirik kaisar Zauhan yang diam dengan membuka lemari sayuran.” Kau benar. Untuk apa menjadi ratu pajangan ditempat umum namun nayatanya tidak menjadi ratu didalam hati.”

__ADS_1


Kaisar Zauhan menghentikan kegiatannya. Ia melihat Qira yang berinteraksi dengan Taotao. Sebearnya ia tak suka, tapi ia harus mengkondisikan diinya. Ia tak boleh cemburu buta. Malu dengan jabatannya. Matanya menatap disana hanya ada sayur saja membuat ia menoleh pada Qira, ia tahu jika Qira sangat lapar saat ini. karena Qira tidak makan sedari pagi.” apakah kau mau makan sayur?” Tanyanya.


Qira mengeleng sembari membuka pisang kedua.” Aku ta suka sayur.” Ia tak suka sayur, sama sekali tak suka. Pahit katanya, ia bahkan merasa menjadi kambing jika memakan sayur, kecuali kangkung tumis pedas.


“Apakah kau mau makan Qira?” Tanya Taotao yang menyimak pembicaraan itu.


“Ayo ikut aku....” Ia menarik tangan Qira setelah menyela perkataan Taotao. Ia membawa Qira menuju belakang rumah dengan langkah tegasnya.


Sedangkan Qira masih saja memakan pisang dengan menunduk, karena tangannya dicekal oleh kaisar Zauhan membuat ia harus mengapai tangnnya.” Mua kemana?” Gumamnya dengan mengembungkan pipinya. Bukan menggembungan, tapi karena pisnag.


Kaisar tak menjawab. Ia membawa Qira kesungai yang tak jauh dari sana.” Kau duduk disini. Biar aku cari ikan.” Kaisar Zauhan mendudukan Qira diatas batu.


“Tapi ini malam, tidak usah, aku bisa makan pisang banyak banyak supaya kenyang.” Ujar Qira merasa tak enak hati.


Kaisar Zauhan mengeluarkan pisau kecil dari balik baju Qira membuat Qira kaget sepertinya kaisar Zauhan sudah sangat hafal akan Qira.” Kau bisa sakit jika tak makan.” Ia mendekatkan rimbunan bambu lalu memotongnya.


Qira menyembunyikan wajah salah tingkahnya. Ia meletakan kakinya diair lalu mengayunkannya. Segar rasanya. Ia mau mandi, tapi jika ia mandi nanti ikannya kabur lagi.


Kaisar Zauhan mulai mencari ikan dengan cepat. Ia menombak kesana kemari.ia menatap


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2