Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Lilly


__ADS_3

...


“Mengapa kau menunggangi Black sangat lamban?” Tanya Qira heran pada kaisar Zauhan yang melambankan kudanya.


Sedangkan Ren memilih mengambil jarak yang sedikit jauh dari kaisar Zauhan sesuai keinginan kaisar Zauhan, katanya ia tak mau diganggu akan kebersamaanya.


Kaisar Zauhan mengerutkan keningnya namun masih fokus dijalan.” Kau suka bunga lilikan?” Tanyanya pada Qira.


Qira mengernyit. Dari mana kaisar Zauhan tau akan ha itu? Ia rasa tak pernah menunjukan hal itu. “Aku akan mengajakmu dimana tempat bunga lili yang tak akan bisa kau tolak seumur hidup..” Uca kaisar Zauhan tau akan kebingungan Qira.


Qira mengangguk saja, ia menurut karena ia tau jika kaisar Zauhan pasti akan mebawahnya ketempat alam bebas yang menawan.


Tak menungu lama kaisar Zauhan membelokkan kudanya kekanan, jika kekiri maka ia akan menuju kota, tapi tempat ini lebih kehutan yang Qira tak tau hutan apa. Ia hanya ikut, tak ada rasa takut jika bersama kaisar Zauhan, saat rasa kantuk menyerang membuat ia menyandarkan kepalanya didada bidang kaisar Zauhan..


Kaisar yang merasakan kepala Qira didadanya membuat ia merunduk, senyum tipis tercipta lalu mencium kepala Qira sayang. Ia tak berkata lagi tapi memelankan kuda supaya tak menggangu Qira.


Kaisar Zauhan menghentikan kudanya saat dibawah pohon besar., itu adalah pohon manga tua, mata Qira yang terpejam sakarang terbuka. Matanya membulat saat melihat didepannya. Hamparan luas yang berisi bunga Lili, lili putih dan merah merjajar rapi sekaa itu memang disiapkan oleh kaisar Zauhan.


Kaisar Zauhan turun dari kudanya lalu meraih tangan Qira.” Apa kau tak mau turun?” Tanyanya lembut.


Qira cepat-cepat turun dengan menyambut uluran tangan kaisar Zauhan. posisinya saat ini adalah ditebing bisa menatap hamparan itu dengan leluasa, “Ini? bagaimana bisa?” Tanya Qira kagum.


Kaisar Zauhan tersenyum lalu membungkuk.” Naiklah kepunggungku, biar kita kebawah bersama-sama.” Tawarnya


“Tidak.. Aku bisa berjalan saja..” Tolak Qira padahal ia mau.


Kaisar Zauhan tersenyum lalu mengelus kepala Qira sayang.” Ayo.... Nanti kau lelah, disana bunganya akan lebih menarik jika kua lihat dari atas, kau kan sedikit emmh sedikit pendek..” Ucap Kaisar Zauhan suara dikecilkan saat ucapan’rada pendek’


Qira mengerucutkan bibirnya.” Yasudah.. ayoo..” Ia menaiki pungung kaisar Zauhan dengan angkuh dan diterima kasisar Zauhan dengan senang hati.


Kaisar Zauhan mulai melangkah kan kakinya untuk turun kebawah, lama-kelamaan kaisar Zauhan sudah masuk kedalam kebun bunga itu, kaki mungil Qira kadang-kadang bergesekan dengan bunganya membuat Qira tertawa.” Kau bisa lari?” Tanya Qira pada kaisar Zauhan.


Kaisar Zauhan mengangkat satu alisnya.” Kenapa?”


“Aku mau lari.. sepertinya jika kau lari akan mengasyikan dihamparan bunga. Aku bisa menjadi terbang..” Ucap Qira semangat dengan mengalungi tanganya dileher kaisar Zauhan.


Kaisar Zauhan yang mendengar itu baru tau jika Qira yang nampak seperti dewasa memiliki sisi manja dan anak kecilnya. Ia mulai berlari menyusuru jalan setapak yang memang untuk para pejalan kaki.


“Uwookkkhhh.... Lagi lagi.. haha” Teriak Qira girang saat angin menerpa wajahnya, disana angin sangat kencang dengan aeoma bunga lili yang menyerbak membuat Qira memejamkan mata.


Kaisar Zauhan yang mendengarkan kebahagiaan Qira membuat ia tertawa, capek? Tentu saja, dia juga manusia, tapi capek dan lelahnya terbayar saat merasakan kegirangan Qira, kaki Qira dicul oleh bunga-bunga.


Namun setelahnya.

__ADS_1


Bugh..


Kaisar Zauhan tersandung batu membuat ia terjembam keladang bunga lili. Tapi ia masih saja melindungi Qira dengan mengeratkan gengamannya, wajahnya mencium tanah sedangkan Qira yang tak dapat aba-abapun terjatuh diatas punggung. Ia bahkan mencium punggung kaisar Zauhan masam.


Kaisar Zauhan gelabakan ia membalikan tubuhnya dan membuat posisi Qira dibawahnya.” Kau tak apa Qira? ada yang sakit? Katakan padaku, katakan dimana yang sakit..” Ia mengusap lembut pipi Qira lalu melirik tubuh Qira. ia sangat khawatir saat ini.


Qira bukannya meringiis tapi tertawa terpingkal-pingkal. “Hahhha. kamu haha,,..” Ia tertawa terbahak bahak membuat kaisar Zauhan menghentikan aksi khawatirnya lalu menyentu wjahnya.


Kaisar Zauhan terkejut akan tawa Qira. bagaimana bisa orang yang terjatuh tapi tertawa.”Memangnya kenapa wajahku? Tampankan?”


Qira mencibir. Tanganya terulur lalu mengusp pipi dan bibi kaisar Zauhan yang terkena tanah, bahkan dibibir kaisar Zauhan ada darah menandakan jika ia terbentur sangat kuat.” Kau sangat lucu dengan tanah seperti ini...”


Kaisar Zauhan menahan tangan Qira diwajahnya dengan mata yang menatap Qira penuh tanya.” Apakah hidungmu tak sakit? Tadi kau terbentur sangat kuat dipunggungku, pungungku saja sakit, apakah kau tak sakit?” Ia mengusap ujung hodung Qira yang memerah.


Qira menggeleng.” Aku Zhu Qira Han.. Tak akan semudah itu sakit..” Ucapnya sombong.


Kaisar Zauhan menganguk.” Jika tak sakit... Berarti aku tau kelemahanmu..” Ucapnya yakin.


Qira menatap dengan satu alis terangkat.” Apa?”


Kaisar Zuhan menyeringai. Ia mulai memainkan jari lentiknya lalu dengan sigap ia menerkam perut Qira dan ketiaknya membuat Qira tetawa melengking ditengah bunga itu.


Qira memohon ampunan beberapa kali.. yaa, Qira lemah akan gelitikan, membuat kaisar Zauhan senang tanpa melihat situasi, bunga diarea dekat mereka rusak. “Ampun... Nanti aku pipis.. Hahah, geli..” Ucap Qira tak tahan. Ia bahkan tak bis amelawan karena kakinya diapit oleh kaisar Zauhan.


Dugh..


Sudah berapa kali kaisar Zauhan mengucapkan kata itu, baik dengan kasar maupun dengan lembut. tapi saat ini Qira bisa merasakan jika ungkapan itu sangat dalam menyahut dihatinya dan membuat ia terbuai akan pelukan dan kehangatan itu.


Tanpa Qira sadari bahwa sebenarnya mereka bukan hanya jatuh ditengah taman bunga, tapi ditengah pusaran perasaan, dan kini Qira baru sadri jika kaisar Zauhan sangat mencintainya, sangat dan sangat, karena cinta tak akan mampu menyakiti seorang cintanya...


Ada dada yang harus dielus saat melihat mereka, yaitu mengeleng dengan wajah masam, dari awal pergi sampai pulang ia harus melihat adegan yang membuat ia mau menikah sesegera mungkin. Ahhh, malangnya nasibmu Ren..


Bunga lili itu adalah bunga yang kaisar Zauhan rawat karena memang ia siapkan untuk pujaan hatinya, ada tiga tempat yang teristimewa baginya, satu disini, dua tempat dimana ada pondk kecil yang ia dan Qira menginap saat dulu dan yang ketiga rahasia, nanti ia akan mengajak Qira kesana. Dan yang paling penting, ia tau jika Qira sangat menyai bunga Lili membuat ia sangat senang.


sebenarnya kaisar Zauhan takut Qira menykai bunga Lavender karena aromah tubuhnya bunga Lavender, atau ia menyukai bunga mawar seperti hadis lainya, tapi ia tetap percaya diri dan tetap membawa Qira... Ahhh, tanpa kaisar Zauhan sadari, ia sudah terlalu jatuh kedalam jurang cinta Qira.


....


Sesudah adegan dikebun bunga membuat kaisar Zauhan dan Qira kembali pergi menuju istana dengan tawa yang masih belum mereda. Sedangkan Qira membawa beberapa bunga lili untuk ia mainkan saat diperjalanan.


“Apakah kau sangat menykai bunga Lili Qira? kau membawanya samapi detik ini..” Ucap kaisar Zauhan diperjalanan karena Qira yang mengutips beberapa helai lalu menebarkanya dijalanan.


“Iya. Hanya menyukai saja.” Jawab Qira pada kaisar Zauhan.

__ADS_1


“Kau tau Zau. Lihatlah bunga ini.” Ia melihatkan bunga yang sudah hampir rusak itu.” Banyak sekali yang mengatakan menyukai bunga, pada nyatanya mereka bukan menykainya hingga memetiknya dan merusaknya.”


“Karena mereka menykainya lah mereka memetiknya. Mereka ingin memilikinya seutuhnya Qira..” Balas kaisar Zauhan.


Qira menggeleng taik setuju. “ Jika mereka memang menyukainya mereka akan merawatnya bukan memetiknya dan merusaknya. Apanya yang dibilang suka jika kita memperpendek umur bunganya? Petik, layu lalu buang, cari yang bagus lalu petik lagi dan buang, begtu seterusnyakah? Mereka hanya mengagumi bukan menyukai Zau, seperti aku. Hanya mengagumi keindahan, saat sudah ada ditangan akan disayang sesaat, saat sudah layu dirusak dan saat itu rusak dibuang. Begitukan.”


Kaisar Zauhan diam mendengar kicauan Qira " Kau tau tentang bunga.” Begitulah sistemnya.


"Karenanya, jika seserang memang menyukai dan menyyangi bunga, maka bunga adalah hidupnya, ia akan menyiram dan memupuknya, tak akan membiarkan bunganya layu dan mati, akan marah ketika bunganya disentu atau dirusaki orang lain, dan akan membunuh hama yang mau menghancurkan dan merusak kecantikannya.” Ia menaik turunkan alisnya.


“Tapi ada yang lebih besar sayangnya seseorang dari pada dengan bunga.” Sahut kaisar Zauhan membuat Qira mendongak.


“Apa?” Tanya Qira pada kaisar Zauhan yang masih ppokus pada jalan meskipun mereka sangat pelan.


“Aku dan kamu...” Jawab kaisarZauhan membuat Qira mencebik. Ia kira kaisar Zauhan akan gobmbal, tapi entah apa yang lucu kaisar Zauhan tertawa bahagia.


Sesaat setelahnya Ren yang jauh dibelakang mereka menyusl lallu mensejajarkan kudnya pada kud kaisar Zauhan.” Yang mulia. Sepertinya lebih baik kita istirahat terlebih dahulu, karena mungkin sebentar lagi akan hujan.” Ucapnya.


Kisar Zauhan menghentikan kudanya lalu mendongak melihat langit, begitu juga Qira. Qira menatap langit yang memang sudah sangat gelap.” Benar. Sekarang sudah gelap, tapi kenapa aku tak sadar.” Gumam kaisar Zauhan.


Dasar manusia jatuh cinta. Tak tau lagi bagaimana keadaan dunai, jangan jangan kalo kiamat juga nggak sadar..” Batin Ren.


“Cari penginapan terdekat atau persinggahan terdekat sebelum hujan.” Perintahnya pada Ren.


Ren menganguk “ Baik yang mulia. Setahu saya, disini tak ada penginapan, tapi ada satu gubuk yang tak terpakai didepan sana, tak jauh dari sini. Jika mau cari penginapan sepertinya tak sempat, karena sekarang sudah gerimis.” Ia menadakan tangan dengan air kecil-kecil yang sudah berhamburan.


“Yasudah.. Cepat pergi kegubug itu sekarang..” Perintah kaisar Zauhan tegas membuat Ren mengangguk.


“Kenapa kita tidak lanjut saja? Lagipula hanya hujan, tangung...” Ucap Qira. ia ingin cepat-cepat sampai dan bertemu dengan Wolf dan Leon, kaisar tak bisa mengerti perasaanya apa?.


Kaisar Zauhan memutar bola malas.” Kau ingat? Berapa kali kau terkena hujan? Dan berapa kali pula kau sakit hm? kayu itu tidak bisa terkena hujan Qira...” Ucapnya menjelaskan...


Qira diam, ia mengingat barpa kali ia terkena hujan dan benar adanya. Ia selalu sakit ketika terkena hujan, bkan hanya hujan, tapi jika terlalu lama berendam diair saja ia mudah sakit, contohnya saat ia tengelam yang ditolong oleh Guang Lii dan Juang Lii kakak-kakaknya itu. Ahh, ia jadi merindukan dua orang itu. Apakah kabar mereka?


Qira menganguk. Ia bahkan tak sadar akan kekuranganya sendiri dan kaisar Zaugan dengan mudahnya tau akan hal itu. “Terserah padamu saja...” Ucap Qira pasrah karena memang kaisar Zauhan benar.


.


.


.


Like vote nd komen ya guys

__ADS_1


__ADS_2