
sosok gadis yang dulunya ceria dan baik sekarang menatap kosong kedepan. Entah apa yang sedang ia pikirkan. Tangannya mengelus perutnya yang datar merasakan dunianya hancur "Mati saja lebih baik dari pada aku membunuh darah dagingku.... " Gumamnya, sejahat apapun dia, dia tak akan tega membunuh nyawa anaknya sendiri.
matanya menatap kesembarang arah untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Lalu menatap kesegala arah lagi untuk memastikan adakah orang yang sedang melihat nya saat ini? Ternyata tidak...
Ia. Mengambil pas bunga yang ada disana karena sudah tidak ada lagi pedang atau semacamnya. Ia sudah tiga kali gagal bunuh diri kembuat orabg lain siap siaga dalam melindunginya.
pot bunga itu ia ambil lalu memecahkannya. Setelah ia pecahkan ia mengambil pecahannya yang paling tajam. "Leon sudah tak akan mau dengan perempuan kotor sepertiku.... Lebih baik aku mati.. " Sudah tak ada lagi tangisan atau raungan, yang ada hanya tatapan kosong. Ia sudah merasa jika air matanya sudah kering.
"Vhia.... Suara apa itu?!! " Suara itu adalah suara dari putri Thea yang mendengar suara pecahan keramik membuat ia yang sedang dikamar manjadi terkejut.
Vhia tersenyum manis dengan tangan yang berlumbur darah. "Aku mau menghajar ajah anak ini disyurga. Mau ikut? " Tanyanya cekikikan lalu mengerang. Rasa sakit sudah membuat ia melemas.
"Astaga Vhia... Apa yang kau lakukan...! Vhia jangan gila...! " Teriak putri Thea mendekati Vhia. "Tolong.... tolong... tolong aku...! " Teriaknya keras membuat penjaga didepan kediaman itu terkejut.
"Ada apa yang mulia putri? " Tanya pengawal terkejut. Mereka membungkuk karena menghormati.
"Bantu aku...! Putri Thea bunuh diri lagi... hik hiks " Ia menangis memeluk putri Vhia yang sudah tak sadarkan diri.
"Baik yang mulia... Rando panggil tabib cepat...! " Ujar satu prajurit itu kepada temannya membuat temannya mengangguk mengerti lalu pergi dari sana.
Sedagkan satunya lagi membantu putri Thea menidurkan putri Vhia fiatas ranjang.
Tangisan Vhia menjadi dikalah Vhia mengigau nama Leon empat kali lalu tertidur pulas. Ia takut, sebab Vhia adalah satu satunya teman yang ia miliki dikerajaan ini. Tak ada yang mau kecuali dia, tapi takdir begitu bercandanya yeman satu satunya meninggallannya.
Ia. Memiliki kakak tapi berasa tak punya kakak saja. Semuanya laki laki dan semuanya sibuk.
Setelahnya Tabib datang dengan pengawal yang Vhia utus tadi.
"Untunglah segera ditangani, jika tidak, mungkin akan berakibat sangat fatal... Sebab dia sudah mengalami gangguan mental nya. Ada baiknya putri membrrikan apa yang ia inginkan supaya ia memiliki keinginan untuk hidup lagi... " dan itulah yang tabib katakan membuat Vhia memberanikan diri menemui Leon.
Ia harus menyebrang banyak rintangan berdua dengan pageran Wex. Pastinya ia mengancam dan juga marah. Pangeran Wex dengan malas menurutinya. Tapi ia juga tertarik kekediaman Zauhan untuk melihat perkembangan ponakannya. Hubungannya dengan Zauhan memang layaknya adik dan kakak mesti tak sering berjumpa. Tapi yang namanyaka kakak tetap kakak bukan?
.....
Langkah tegas sosok yang memasuki kediamannya Vhia membuat banyak mata terbius. Sosok pria yang tampan sekaligus cantik itu Membuat siapun iri.
matanya bak elang yang tajam menatap sekitar. "Leon.. Apakah kau datang untuk Vhia? " Tanya putri Thea yang menatap seseorang yang datang itu. Ia tersenyum cerah melihatnya.
Leon hanya mengangguk tanda mengiyakan. Ia terlalu malas banyak bicara. Ia sudah emikirkn matang matang pilihannya, ia bukanlah laki laki yang jahat, tak bisa berterimakasih dan juga tegaan. Karenanya ia mau bertanggung jawab tentang anak yang didalam perut outri Vhia.
Meskipun ia bukan ia bapaknya, tapi setidaknya katena dia Vhia menjadi seperti ini bukan?
"Ayo ikut aku... " Putri Thea menarik tangan Leon namun Leon lebih dulu mengangkat tangannya tinggi membuat putri Thea hanya bisa memegabg angin saja. Putri Thea cenberut lau menarik lengan bajunya Leon.
"Hey apa yang kau lakukan.??! " Bentak Leon tak terima diperlakukan seperti ini. Ia bukan kucing yang ditatik sesuka hati seperti ini. Ia manusia. Yang boleh melakukan seperti ini hanya Qira dan Wolf, bukan orang lain...!
__ADS_1
Namun putri Thea seakan tuli. Ia. Masih tetap menarik paksa membuat Lron menelisnya kasar. Ia mendengus tak suka akan hal yang dilakukan putri Thea. Putri Thea hanya mrmandangnya polos.
"Kau masuklah...! " Ujar putri Thea mnrunjukan pintu berukir bunga itu. Pintu utu diawasi dua pria prajurit.
"Kau tak masuk? " Tanya Leon pada putri Thea.
"Tidak... Kau saja, dia membutuhkanmu. Berjanjilah Leon, jika kau tak akan mengecewakan ku... " Ujar putri Thea penuh harap.
Leo terkekeh "Memangnya kau sepenting itu.? Memangnya kau siapa?" tanyanya sinis. Pertanyaan putri Thea itu seakan akan dia dan putri Thea adalah orang yang sangat dekat satu sama lain. Tak akan mengecewakan satu sama lain.
"Jika kau tak mau melakulan itu demi aku. Maka lakukanlah demi Qira... Sebab karena Qira lah putri Thea itu.." Ujarnya sinis lagi menatap Leon sengit.
"Jaga bicara mu..! Jangan pernah menyalahkan Qira. Jika aku mendengar kau mrnghina Qiqi lagi. Maka jangan harap bisa bicara dihari kedepannya..! " Teriak Leon lantang membuat putri Thea memejamkan mata. Nyalinya menciut dikalah itu.
"Leon. Apakah itu kau? Leon. Aku merindukanmu hiks hiks.." Suara dari dalam membuat Leon mendesis.
"Masuklah Leon. Vhia menunggu.." Ujar putri Thea gugup. Alibi saja supaya Leon pergi. Terlalu takut membalas ucapan Leon. wajah Leon yang sudah dingin tambah dingin saat ini.
Brak....
"Vhia....! "Teriak orang dari luar karena mendengr suara yang cukup keras.
Leon dan Vhia memasuki kamar Vhia dengan langkah lebar. Melupakan perdebatan mereka. Saat pintu terbuka mereka melihat Vhia sedang menggekantung diatas kursi yang sudah dijatuhkan. Mulutnya sudah terbuka dengan tubuh yang kejang kejang.
Slap....!
Ia Mengeluarlan pedangnya lalu menrbas kanin putih yang mengikat lehernya Vhia. kakinya yang mengambang Leon tahan. sedabgkan putri Thea hanya menangis dan berteriak melihat itu...
Kebiasaan peempuan ya gitu. Kalo terkejut ya diem kayak patung, nggk tau cara gerak lagi. Otak bahkan berhenti bekerja
Leon drngan cepat menangkap tubuh Vhia yang terjatuh karena kain itu telah terpotong. jadilah sekarang Vhia dipelukan Leon dengan nafas naik turun.
"Apa yang kau lakukan ha.?!!" Bentak Leon panik lalu menarik kepala Vhia kedalam pelukannya. Lehernya Vhia sudah memerah karena ikatan kain tersebut.
"Hiks hiks... Vhia.. Kau bodoh sekali hiks hiks... " Putri Thea mendekat dengan gemetar. Tangisannya tersekat sekat karena ingus yang naik turun.
"Leon... hiks hiks.. " Vhia memeluk Leon erat seakan hari esok tiada lagi. Ia menangis karena merasa pelukan ini adalah pelukan terakhir.
Leon mengelus punggung Vhia. " Jangan lakukan hal itu lagi... Kau tak sendirian, ada aku yang akan menjadi ayah anakmu.. Jangan bodoh lagi.. " Ujarnya lembut. Ada rasa sakit Dihatinya saat melihat Vhia seperti ini...
"Aku hamil anak klan jahat itu Leon... . Semua orang memandangku jijik, menatap ku dengan cemooan, dan lebih parahnya kau tak akan bisa menerimaku yang kotor ini... " Ujarnya menangis mengumgkapkan isi hatinya..
leon memejamkan matanya karena ada rasa luka didadanya. "Sudah ku bilang, aku akan bersamamu. Jangan bicarakan orang lain... "
"Apa aku tak salah dengar? Atau sebenarnya aku sudah mati? Tapi rasanya ini sangat nyata. Dipeluk oleh Leon dan ia berjanji akan menikahi ku. kuharap aku taak akan bangun selamanya... " Gumam Vhia memejam erat matanya.
__ADS_1
"Cekk bicara apa kau? Aku disini dan ini juara, heyy kau belum Mati jadi bangunlah lihat aku... "
Vhia terkejut lalu membuka matanya membuat matanya bertemu dengan tatapan tajam Leon. ia berhenti menangis karena merasakan nafasnya tercekat. ia terkejut dan bahagia.
"Kau kenapa? Apakah masih sakit? " Tanya Leon karena taknada respon.
"Apa kau benar benar ingin menikahiku? Benar benar ingin menjadi ayah dari anakku.?" Tahtanya diselah selah tangisan.
Leon mengangguk lembut. "Iya.. Maaf karena aku kau harus mengalami semua ini, karena aku kau jadi kehipangan masa depanmu, semuanya terjadi karena aku. Karena itu aku akan bertanggung jawab.
Vhia menatap Leon dengan binar. " Jadi aku akan menikah denganmu? kita selalu bersama, berdua dan memiliki banyak anak. Main bola dan berburu bersama. Membuat bahtera rumah tangga yang indah? Jadi itu benar? " Tanyanya dengan semangat.
Leon mengangguk kaku. Kenapa wajah Vhia mendadak jadi anak kecil yang dikasih permen? Sangat beda dengan tadi. "I iya... " Jawabnya kaku.
"Kyakk.... Baiklah.. Oh bayi terimakasih, karenamu aku menikah dengan Leon... " Vhia meloncat lalu tertawa bagaikan orang gila.
"Cupp.. Kita menikah yuhuu... " Teriaknya girang lalu menrik putri Thea kedalam pelukannya. "Tea aku akan menikah dengan Leon. Kau jangan iri ya... " Ujarnya. Lalu tertawa temeh
Putri Thea bagaikan orang bodoh menatap putri Vhia. Ia meneguk saliva kering lalu menatap Leon yang tak kalah memamang wajah. Mereka sama sama shok...
"Hiyakkk aku akan menikah dengan Leon... "
"Hey jangan berlari. Kau hamil, nanti anakmu keguguran kau gagal nikah mau? " Teriak putri Thea kencang saat melihat putri Vhia yang berlari dan sesekali melompat
"Kau sedang tidak menpuku kan putri Thea? " Tanya Leon galak dengan mata tajamnya. Ia terasa dibohongi saat ini. Tadi dengan ektingnya Vhia meronta ronta dengan mukut yang mangap mangap karena pasokan udarahnya habis. Bagaikan mau matibsaja dan sekarang?
Sekarang dia berlari dan meloncat. Oh dewa.. Apakah Leon sedang ditipu.
Vhia menggeleng cepat. " Sumpah, aku tidak menipumu Leon. " Ujarjya memegang telinganya. Ia menggerakkan kepala tansa ia memang jujur. Ia. Memamg tak tau jika reaksi Vhia akan sekebay itu jika Leon akan menikahinya.
"Ingin ku berkata kasar... " Gumam Leon tak jelas saat inu. Ia mengumpat marah.
"Awas saja kau membatalkan janjimu. Akan aku pastikan jika Vhia bunuh diri kembali. Kau tak inginkan itu terjadi? " Seringai an licik dibibir sang Vhia.
Leon mendengus. Ia melangkah pergi dari sana lalu kaluar, diluar ia dapat melihat Vhia yang mengumumkan ia akan menikah dengan Leon.
Akah Leon malu dan trrganggubakan hal itu. Tapi ia sadar jika sudut bibirnya terangkat.
Laptopku eror.. jadi naklum ya. nobelku pada lama up. capek kalo lewat Hp sumpah.
Paling beberapa novelku ada yang blm jalan bulan ini..
tapi yg putri Zhu Qira Han akan tetap jalan tenang. soalnya bulan ini tamat ya.. rencana mau bikin Qira idup lagi dan heppy ending.
bocoran ya diatas. tapi aku blm tau gimana caranya Qira idup lagi. enggak aneh menarik dan masuk akal hitu hahha. gimana ya?. ada yang bisa kasih saran kak?
__ADS_1