
Karena kaisar Zauhan tau jika ‘Cinta bukan tentang memiliki, tapi tentang bagaimana memperlakukan cinta itu dengan cara yang baik supaya menghasilkan hal yang baik pula.’ Emang kaisar Zauhan egois dalam hal ucapan, tapi sebenarnya ialah pria yang paling menunggu sosok dimana ia harus menungu dan berusaha untuk membuat kekasihnya tersenyum. Yaa. Kaisar Zauhan itu sudah menunggu dimana seorang mampu menaklukkan hatinya dan Qira orangnya...!
Sedangkan Qira mulai membaca surat itu... surat itu dari kerajaan Awan. Kabar itu masih berisi tentang Qira yang mau atau tidak menikahinya membuat Qira tertegun.
Teruntuntuk Putri Zhu Qira Han.
Apa kabar? Semoga kau baik\-baik saja disana... Aku mempunyai syair untuk mu. Hehe aku tau, kau pasti mengejekkukan? Iyaa.. aku belajar syair uuntukmu, maafkan aku jika syair ini sangat buruk.
Kau yang jauh disana*
Kau tau? Senja adalah sosok dirimu diujung sana. Sosok yang datang memberi warna yang ditunggu-tunggu banyak insan disyurga duniawi. tapi aku tak menyukai senja.
Senja mengajarkan sosok kebahagiaan yang semu dan juga kebahagiaan sesaat namun menunggu berkepanjangan. Yaa.. Aku disuruh menungu hanya untuk melihat kecantikanya yang tak sampai setengah jam lalu hilang.
Kepergian senja meninggalkan kegelapan yang berkepanjangan lalu memberi matahari untuk menggantikan gelap. Disaat matahari itu muncul itu diibaratkan jika kita diberikan harapan supaya bisa menemui senja kembali. Tapi nyatanya matahari mengajarkan kita kembali menunggu dan juga mengajarkan kita akan kelelahan dan kehausan berkepanjangan.
Haha.. lucu memang jika aku mengisyaratkan semua itu. Tapi nyatanya saat kau datang kau dikagumi dan dinikmati banyak orang. Aku hanya salah satu dari banyaknya lautan manusia yang menunggu, menunggu dan terus menantimu.
Aku tak meminta menjadi matahari supaya mampu menerangi sejagat raya, aku hanya mau menjadi lilin. Iyaa, meskipun kecil tapi mampu menyinari semua ruang disekitarnya. Aku mudah rapu dan mati karena hembusan angin, karena aku menjadikanmu untuk menjadikanku kuat dengan cara melindungi hatiku.
Kau yang jauh disana, jangan menjadi angin yang mampu kuraskaan namun tak dapat ku gengam, kau yang kucinta, tolong jangan memberi embun sucimu dipagi hari, sebab embunmu akan berkurang untuk menghangatkan hatiku.
Jaga dirimu. Aku tak pernah meminta balasan bagaikan dentingan pedang yang meminta lawan hanya saja aku meminta sarung pedang untuk menyimpan ku dan hatiku, supaya aku tak melukai orang lain dan jatuh kepada pemilik yang mampu memberiku lawan dentingan yang mengajarkanku tarian dan melodi cinta.
Kau yang aku cintai. Aku harap kau masih tersenyum meksipun harimu sedang terluka. Jangan ingin kalah dengan pohon, sebesar apapun angin menerpanya, ia akan terus bertahan. Salam sayang dariku.”
Qira terkekeh. Surat yang Kenzi sangatlah memikat hati, tapi ia tak terikat karena telah menganggap Kenzi hanya sebagai kakaknya.
Qira kembali membuka surat berikutnya yang berisi tentang perang.
*Keadaan makin memanas Qiqi.. Kaisar kerajaan Dewa tak mau berdamai dan kerajaan kita tak dapat mengelaknya lagi. Kuharap kau sesegera mungkin memberi keputusan dan juga kembali. Aku tak memaksamu, aku berharap kau memilih apa yang membuatmu bahagia, jangan pikirkan peperangan yang akan datang. Ku harap kau selalu bahagia. jaga diri baik-baik, aku yakin peperangan ini akan membawaku menjadi lebih kuat. Salam rindu da sayangku.*
Qira memijit pelipisnya yang terasa berdenyut membaca masalah peperangan itu, bagaimana bisa ia menikah dengan Kenzi sedangkan ia sudah memberikan kehormatannya pada pria lain? Lelaki mana yang mau? Qira juga tak mencintai Kenzi, tapi andai saja ia masih Gadis, ia siap menikahi Kenzi, apa yang ia takutkan dari Kenzi? Meskiupun ia tak mencintai Kenzi, tapi ia tetap tak keberatan untuk bersamanya, ia cukup nyaman dengan Kenzi. Toh mereka sudah sangat lama kenal.
Tangan Qira meremas surat itu hingga mengeuarkan api. Lalu ia melepaskan surat yang terbakar dan memjadi abu..
“Hahh..” Mata para pelayan membelalak melihat itu. Ia melihat tangan mereka sendiri, bagaimana bisa api keluar dari tanganya Qira?
Tapi Qira tak peduli. Ia harus cari cara untuk kembali kekerajaan Dewa untuk membantu peperangan. Apa ia memberi tahu saja pada kaisar Zauhan untuk membantu kerajaan Awan? Tapi ia malu, dan tak tau bagaimana caranya mengatakan hal itu. Karena kaisar Zauhan tak tahu ia hidup bagaimana dan berasal dari mana.
Ahh jika memikirkan hal itu membuat Qira memikirkan kaisar Zauhan, bagaimana pula seorang kaisar menerima dirinya yang asal muasalnya saja tak tau.
“Ehmmm. Kau tak tidur?” Suara bariton dari balik punggung Qira membuat Qira membuka matanya. Ia tak perlu membalikkan tubuh untuk tau suara siapa itu..
Qira diam tak menjawab membuat kaisar Zauhan mengernyit. Ia melepaskan jubah kebesrannya lalu memakaikannya pada tubuh Qira membuat sang empu menoleh.” Udara sangat dingin..” Ucapnya pelan.
__ADS_1
“Terimakasih..” Cicit Qira pada kaisar Zauhan.
“Kau sedang ada masalah? Surat siapa itu? Apa dari keluargamu?” Tanya kaisar Zauhan bergantian.
Qira hanya menjawab. “Iya..” Untuk mewakili semua pertanyaan kaisar Zauhan.
“Kau tak butuh bantuanku? Aku siap membantu apapun itu.” Tawar kaisar Zauhan.
Qira diam sesaat.” Nantiku pikirkan ya...” Ia memijitkan pelipisnya, tapi sesaat berikutnya tubuhnya melayang membuat ia terkejut.
“Hari sudah malam, ayo tidur..” Kaisar Zauhan menggendong Qira ala Bridal Style membuat sang empu mengalungkan tanganya dileher kaisar Zauhan. ia tak memberontak karena ia butuh istirahat.
Tapi nyatanya perbutan kaisar Zauhan mampu mebuat para pelayang merasakan jika dunia sebentar lagi akan kiamat. Mereka melihat senyum kaisar Zauhan saat Qira tak memberontak. Bahkan ada yang pingsan karena hal itu. Apakah sebesar itu pesona kaisar Zauhan?
Kaisar Zauhan meletakkan tubuh Qira diatas kasur dengan lembut, lalu mengelus kepalanya sebenar.” Kau istirahat ya..” Ucapnya lalu melangkah pergi meninggalkan Qira. ia memilih untuk tidur diruang sebelah, ruang perpustakaan yang ada kasurnya. Ia tak mau membuat Qira tak nyaman, meskipun nanti malam ia akan kekamar untuk memeluk Qira. yaapp. Ia hanya menungu hingga Qira tak sadar.
Tapi karena malam itu Qira mendapatkan surat itu membuat ia tak bisa tidur padahal tubuhnya sangat pegal dan sangat lelah. Ia selalu mencari posisi ternyaman untuk membuang pemikiran buruknya itu. Berkali-kali pula ia menghembus nafas kasar. “Ayoo tidur mata...!” Ucapnnya mengusap wajah kasar. Ia ingin tidur tapi tak bisa.
Mungkin sudah dua jam dia uring-uringan dan kaisar Zauhan bergelut dengan pekerjaannya. Awalnya kaisar Zauhan mau tidur, tapi ia sedikit penasaran apa saja laporan selama ia perhi dn ternyata mejanya sudah tertumpuk.
“Sepertinya sangat salah aku menyarankan pangeran Wex menggantikanku..” Gumamnya mengerjab.
Kaisar Zauhan memijit pelipisnya yang keram karena sedari tadi mengerut akibat berpikir. “Lebih baik aku tidur dan memeluk Qira....” Gumamnya tersenyum lalu pergi meningalkan ruangan itu. Istirahatnya tak dilanjutkan
hmmm.
Yapi saat ia sampai kekamar, ia melihat Qira yang gelisa dengan membolak-balikkan tubuhnya membuat ia mengernyit. Apa ada masalah?
Qira yang awalnya memunggungi kaisar Zauhan kini berbalik dan menatap kaisar Zauhan yang meletakkan kedua tanganya dipunggung denan wajah bingungnya. Qira menggeserkan tubuhnya supaya memberi kaisar Zauhan ruang untuk tidur, yaa... dia kan menumpang, ia sadar diri. “Aku belum bisa tidur. kau sendiri kenapa belum tidur?” Tanyanya balik.
Kaisar Zauhan tersenyum melihat Qira bergeser membuat ia mendekat llu duduk disisi ranjang. “Aku melihat laporan sebentar...” Jawabnya sekenanya.
Qira mengangguk.” Kenapa kau tak bisa tidur?” Tanya kaisar Zauhan pada Qira yang mengerjab.
Qira mengangkat bahu acuh dan mencoba untuk memejamkan matanya. Ia tak tau harus menjelaskan apa pada kaisar Zauhan. kaisar Zauhan yang melihat Qira yang masih bungkam akan masalah pribadinya hanya menghela nafas. Itu tandanya Qira belum menerimanya bukan? Ia harus ekstra menyabarkan hatinya.
Kaisar Zauhan mendekati Qira lalu mngusap kepalanya syaang. Mata Qira langsung terbuka karena merasakan usapan itu.” Tidurlah. Biar aku mengusapmu.... Aku tau kau susah tidur..” Ucapnya.
“Kau curi-curi kesempatan ehhh..” Tuduh Qira pada kaisar Zauhan.
Kaisar Zauhan melipatkan dahinya. “Tidur..” Ia mengusap mata Qira membuat sang empu reflek memejamkan matanya.
Ahhkk. Usapan kaisar Zauhan sangat nyaman, Qira yang awalnya masih memikirkan hal lain membuat ia mengantuk dan melupakannya. Ia menguap sekali lalu memejamkan matanya. Hanya lima belas menit Qira tertidur pulas.
Qira bahkan reflek memeluk kaisar Zauhan lalu meletakkan kepalanya didada kaisar Zauhan dan sedikit menyerusup.
“Qira... Kau menggodaku...” Gumam kaisar Zauhan merasakan gesekan pada dadanya. Qira juga mengapit kaki kaisar Zauhan erat. Kaisar Zauhan bagaikan guling saja saat ini membuat ia harus ektra sabar.
“Sepertinya aku yang tak tidur malam ini..” Gumamnya sesak, apa lagi ia teringat dimalam itu membuat ia gusar sendiri. Sialll,, niat untuk membuat Qira nyaman dan tertidur menjadi bumerang bagi dirinya sendiri, dan sekarang yang tak nyaman dan tak bisa tidur adalah dirinya sendiri, kaisar Zauhan menggapai pipi Qira lalu menciumnya gemes. “Kau nakal hm..”
__ADS_1
Tanpa Qira sadari jika Qira sedikit tersenyum samar. Dan nyatanya Qira belum tidur. ia makin merapatkan tubuhnya membuat kaisar Zauhan makin gelabakan.
Tak apa-apakan mengerjai suami sendiri?
....
Qira bangun sedikit kesiangan hari ini karena tak bisa tidur, berbeda dengan kaisar Zauhan yang memang tidak tidur sama sekali. Ia bahkan masih mendengkur disamping Qira dengan terlentang. Qira geleng-geleng, iyaa kaisar Zauhan ngorok.
Tapi ingat ya..
Kaisar Zauhankan manusia, wajar saja ia ngorok. Qira terkekeh karena kaisar zauhan baru Bisa tidur hanya 20menit dan sekarang mungkin sudah jam 8pagi.
Seringaian jahil dibibir Qira tercipta melihat kaisar Zauhan. tanganya terulur untuk mengapit hidung mancung kaisar Zauhan, benar saja, kaisar Zauhan menepis tangan Qira karena tak bisa bernafas. Qira kembali berbuat jahil. Tapi apa?
Qira mencari barang apa yang bisa ia jahil, dan matanya menangkap lipstik diatas meja rias, Aha.... lampu keluar dari otak piciknya.
Ia merangkak lalu melangkahi kaisar Zauhan yang menghalanginya, ia sangat hati-hati jangan sampai kasur ini berdecit. Ia bahkan tak sadar menehan giginya lalu terkikik membayangkan kaisar Zauhan nantinya.
Qira mengambil lipstik itu, alias jika dizaman ini dinamakan pewarna bibir. Ia mendekati kaisar Zauhan lalu memperhatikan wajahnya. “Aiiis.. Kau tidur ngorok saja masih tampan..” Gumam Qira tak terima. Coba saja orang lain, pastilah Qira sudah ilfil tujuh turunan.
Qira mulai mencolek pewarna bibir itu lalu megolekannya dibibir kaisar Zauhan. ia membawa dua pewarna bibir, satu merah menyala dan satunya lagi berwarna ping. Tapi ia memakaikan berwarna merah merona dibibir kaisar Zauhan. ia tak lupa meleatakkan diatas kelopak mata kaisar Zauhan. qira tak tau apa namanya jika diletakkan disana, dan ia meletakkan dipipi kaisar Zauhan juga yang warna ping. Ia sedikit menggusukkkannya membuat pewarna bibir itu menjadi bluse on.
Qira terkekeh puas lalu berdiri.” Aku jadi tak sabar bagaimana reaksimu saat bangun nanti dan ditertawakan oleh perajurit dan pelayanmu..” Gumam Qira memiringkan kepalanya lalu berdecak pinggang.
Ia terkekeh sendiri saat membayangkan bagaimana kaisar yang disegani ini menjadi tontonan gratis, sepertinya akan jatuh harga diri kaisar hari ini. “Hu..” Qira menghembuskan nafasnya lalu melangkah menuju kamar mandi.
Qira memilih memakai kolam pemadian hangat, yaa. Disini ada dua kolam, ada yang hangat dan ada yang dingin, luasnya bagaikan kolam saja, sangat luas karena milik kaisar Zauhan. qira melihat alat pemadiannya lalu memeluknya.” Aku merindukan busaku..” Gumamnya.
Karena didesa membuat ia tak bisa berendam dan mandi dengan bagus. Ia memilih meletakkan pewangi lavendernya. Ia membuka semua lapisan bajunya, tapi ia memilih memastikan dulu jika kamar mandi ini terkunci, saat sudah pasti ia memilih menjatuhkan kakinya dikolam hangat. Ahh.. ia mau berendam sebentar untuk menghilangkan penatnya. Asap yang melayang diudara membuat rasa hangat menerpa wajahnya. Qira tak lupa menggunakan shampo dan lainnya.
Qira hanya menghabiskan tiga puluh menit untuk mandi cantiknya. Ahkk untunglah disini sudah tersedia jubah dan kamar untuk menggantikan pakaian terpisah dari kamar, ia melangkahkan kaki putihnya mengambil jubah mandinya lalu menggusuk tubuhnya yang sudah bersih. Ia melangkahkan kakinya keruangan baju, disana ada banyak baju Qira. tapi entahlah, Qira hari ini menginginkan memakai baju hanfu Orange keemasan yang memang untuk permaissuri. Iyaa, dia mau menggunakan baju itu. Hanfunya sangat cantik sekali membuat ia tertarik,
.Qira juga menyisir lalu menggeraikan saja rambutnya yang berwarna biru itu. Ia mengambil mahkota kecil untuk diletakkan dikepalanya lalu meletakkan kalung dikeningnya. Ahh, Qira tak tau namanya, tapi itu mirip Liontin kening yang berisi giok oranye kecil membuat senada dengan bajunya. Qira sangat anggun hari ini. sungguh ia sangat berbeda.
Ia melangkah melihat kaisar Zauhan yang masih tidur lalu menggeleng. “Waktunya melepas rindu..” Gumam Qira lalu melenggang menuju kediaman Wolf dan Leon.
Sat Qira keluar dari kediaman itu membuat prajurit didepannya membungkuk hormat, Qira heran kenapa ia tak dibangunkan pagi ini. apakah mereka tau jika Qira dan kaisar lelah?
Tak apa, Qira tak peduli membuat ia melangkah menuju kediaman Wolf dan leon. Sepanjang jalan Qira ditatap dipuja oleh kaum hawa maupun kaum adam, andai saja Qira menggunakan mata birunya, sepertinya ia akan lebih cantik. Qira memilih mengangkat hanfunya sedikit karena terseret dilantai. Ia tak rela hanfu cantiknya kotor dan itupun sebenarnya bukan Qira..
“Wolf... Leon.. dordordor...” Qira memukul pintu kediaman Leon dn Wolf keras. Ahh, ia hanya anggun dalam penampilan tidak dengan sikap.
.
.
.
.
__ADS_1
**like vote and komen yaa.
Makasih yang masih setia nunggu And**