Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Pria asing


__ADS_3

“Waktunya bersenang-senang..” Guamam Qira. Ia mendekat kepada kepala mayat yang tergeletak di tanah dengan matanya sudah tertancap pisau. Tak lupa mengambil sarung pedang dan meletakkan dipinggangnya. Ia bahkan mengambil dua pedang sekaligus.


Qira berjalan dengan sangat mengerikan. Tangan kanannya menjambak rambut kepala yang sudah terpisah oleh lehernya. Dengan pisau yang tertancap dimata dan darah yang sudah membanjiri baik wajah maupun rambutnya.


Qira menaiki Black dengan aura yang sangat menyeramkan. Ia menarik kekang kudanya dan melajukan kudanya kembali kesuatu temapat. Tepatnya gubuk yang ia lihat tadi.


Tak membutuhkan waktu lama, ia kembali kegubuk itu.


Bug,,,


Tanpa takut Qira melompat dari kudanya. Matanya datar nan tajam. Ia melangkahkan kakinya masuk kedalam .


Brak...


Qira menendang pintu itu hingga terlepas dari engselnya. Matanya yang coklat berubah menjadi biru pekat. Ya. Dengan tangan yang masih menenteng kepala yang begitu mengerihkan.


Semua orang didalam sana menatap Qira kaget. Ada lebih dari 6orang didalam sana, diantaranya perdana mentri Hiyuang.


Bugh..


Qira membuang kepala itu kepada perdana mentri Hiyuang. Sontak saja perdana mentri Huyang menangkap dan membuangnya dengan mimik wajah yang terkejut sekaligus takut.


Mata orang didalam sana metapa kepada yang sangat mengerikan itu. Mereka sudah tak bisa menatap wajahnya, karena darah beku sudah mengering disana. Bahkan rambu panjangnya sudah menjadi gimbal karena darah yang mengental dan mengering.


“Hohoho. Sepertinya mangsa kita terperangkap...” Ujar salah satu pria disana. Tepatnya dibelakang Qira.


Qira mendengus dingin. Kaki mungilnya memilih masuk dan menatap orang-orang yang menatapnya penuh kebencian. “Hm sepertinya begitu... Tapi alangkah baiknya jika jebakan kalian, kalian berikan kepada kucing hutan...” Jawab Qira dingin.


“Siapa kau sebenarnya?” Tanya pria yang dibelakang Qira.


Pria itu memiliki umur tak lebih dari 30tahun. Kulit hitam, rahang kokoh, bibir tipis, mata tajam dan tubuh yang kekar. Ini bukan menunjukan wajah tampan, tapi wajah yang menyeramkan bagi kaum hawa.


Mata Qira meneliti disetiap ruangan. Tak lupa menatap wajah orang-orang didalam sana. Bisa ia tebak jika perdana mentri Hiyuang adalah ketuanya disini. Yang lain adalah orang-orang suruhannya.


“Siapa kau sebenarnya...!” Bentak pria itu lagi saat tak mendapatkan jawaban dari Qira.


“Dewa kematian kalian..!” Jawab Qira lantang..


“Hahaha..” Suara gelak tawa pecah didalam gubbuk itu. Mereka menatap Qira penuh cemooan. “Dasar Ming Zu bodoh.... pantas saja kau dirumorkan bodoh. ternyata kau juga suda gila sekarang..” Sahut perdana mentri Hiyuang.

__ADS_1


Mata Qira menjadi sabit jahat. Bibit tipisnya melengkung keats memamerkan senyun neraka. “Kau tau. Aku bukan Ming Zu bodoh..” Ucap Qira bash.... ia melangkah mendekat menuju tempat duduk yang terbuat dari bambu. Tak lupa ia duduk dengan melipatkan kaki kanannya diatas kaki kiri. “Kalian salah sasaran ternyata..” Ucap Qira lagi.


Semua menatap Qira penuh tanda tanya. Bagaimana bisa gadis bodoh ini lebih menakutkan dari yang mereka ketahui. Tapi ada sepasang mata menatap Qira penuh minat. Ia menjilat bibir keringnya dan berucap. “Sepertinya kau cukup cantik untuk kami bunuh.” Ucapnya. Suara itu, errr, entah, susah untuk mendeskripsikannya, yang apsti itu sangat menjijikan ditelinga Qira.


Prua itu mengambil posisi tak jauh dari Qira. Ia Duduk diatas meja yang berisi botol arak dan antek anteknya.


Cling...


Ia membuang semua botol arak itu kebawah lantai. Pecahan kacau sudah berserakan. Ditambah minuman anggur dan arak sudah bergelndangan. Bau mennyengat itu masuk keindra penciuman Qira.


Semua mata menatapnya penuh tanda Tanya. Termasuk Qira. Siapa pria ini? mengapa ia begutu berani kepada perdana mentri Hiyuang? Apakah ia adalah salah satu ketua disini? Bukankah ketua itu hhanya satu? Tapi Qira masih menatap datar mereka dengan mancari tau apa yang ingin ia tahu.


“Bawah dia disini. Aku penasaran untuk bermain dengannya.” Ucapnya memerintah.


Sudut bibir Qira tertarilk keatas. “ Bahkan tangan kotormu tak akan bisa menyentuku.” Sahut Qira tajam. “Apa yang kalian mau dariku?” Ucap Qira.


Seperti tuli akan pertanyaan Qira. Mereka berempat menyisakan perdana mentri Hiyuang dan pria maniak **** itu menyerang Qira dengan pedang dari pinggang mereka.


Tentu saja Qira siap siaga. Qira berdiri dari duduknya. Ia menaiki kursi yang cukup besar, dan mengeluarkan pedangnya.


Calng,.


Dengan gerak partikel dan melayang. Ia merunduk dari serangan salah satu mereka dan menendang pria disamping yang sangat dekat dengannya. Ia juga berbelok kekanan untuk menghindar pedang yang hampir mencium leher mulusnya.


Tangan Qira menjulur dan menancapkan pedang itu dan menebas kepala salah satu dari mereka. Tak hanya itu. Ia juga melayangkan sekaligus dua pedangnya untuk menangkis serangan dari arah lainnya, . tak butuh lama baginya ia sudah menancapkan mata pedangnya tepat pada mata salah satu pria disana.


Arh..


Suara rintihan menyakitkan itu memekakkan telinga. Qira tak peduli. Ia kembali pokus dan mulai menangkis serangan. Saat lawan lengah, mudah baginya untuk memotong satu tangan salah satu dari mereka lagi. Tepatnya tangan kanannya.


Arh..


Clap..


Saat tangan itu putus, Qira kembali mencolok matanya. Sudah tiga yang tumbang dan tinggal satu. “Kau mau mati atau hidup tanpa mata?” Tanya Qira kejam.


Tentu saja lawan Qira menciut. Siapa yang mau mati secara menggenaskan? Dan siapa yang mau hidup dengan keadaan cacat. Sungguh ia menyesal melawan Qira. Ini bukan dewa kematian. Tapi Iblis..!


Perdana Mentri Hiyuang dan pria asing itu menatap Qira terkejut. Bagaimana bisa membunuh dengan cara yang sangat menyakitkan seperti itu? Ini perempuan. Perempuan itu lemah, dan sekarang mereka mematahkan kalimat bahwa Ming Zu gadis bodoh.

__ADS_1


Senyum Qira terukir saat melihat lawan menegang. Sesaat setelahnya lawan Qira melawan seperti tak takut. Malas mengambil waktu lama,


Clap..


Kepala pria itu menggelinding. Bukan Qira yang menebasnya. Melainkan perdana mentri Hiyuang. Dengan darah dipedang yang menetes, ia menatap Qira tajam. “Sialan kau..” Teriaknya.


Amarahnya sampai diubun-ubun saat ini. tapi Qira masih memberi wajah dingin. Tak membutuh waktu untuk istirahat, Qira diserang oleh perdana mentri Hiyuang.


Cling..


Clang..


Memang benar Qira menghajar orang-orang licik. Untunglah Qira tak lengah terhadap sekitar, jika tidak pastilah tangannya putus saat ini juga.


Pria asing itu juga ikut menyerang Qira secara tiba-tiba. Ia mengarahkan pedangnya ditangan kanan Qira. Qira berputar dan pedang perdana Mentri Hiyuang mampu merobek kulit lengan kanan atas Qira.


Senyum Qira semakin jahat. Ia menggenggam kuat pedangnya. Gerak gemulai tangannya menyerang kembali perdana mentri Hiyuang dan pria asing itu, ia sama sekali tak merasakan sakit. Tapi ia sangat benci orang licik. Ingat ia sangat benci..!


Bugh,,


Ada puluhan orang berbaju hitam memasuki gubuk itu. Mata Qira semakin memberikan tatapan tajam. Ia memilih melompat keluar dari jendela disampingnya. Ia tidak bisa bertarung diruangan yang sangat kecil dan rapu seperti ini. “Pengecut kalian semua..” Bentak Qira saat keluar.


Ia baru sadar jika gubuk itu dikepung puluhan orang berbaju hitam, lebih tepatnya hampir ratusan.


.


.


.


**Hallo semua...


masih sehatkan?


semoga kita selalu dalam lindungan yang kuasa Amiin.


Klik Like dan komen ya..... jangan lupa Vote untuk Qira. terimakasih karena masih setia menunggu ending Qira.


bisakah kalian tebak endingnya**?

__ADS_1


__ADS_2