Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Perdana mentri Peetahanan


__ADS_3

Saat diperjalanan, baik Qira maupun kaisar Zauhan hanya diam tanpa berucap. Mereka sibuk dengan pikiran masing masing.


Qira masih mengerutkan kening dan memikirkan ucapan orang tua kaisar Zauhan. Ia tau jika keluarga ini ‘Tidak baik-baik saja.’ Dari kaisar Zauhan baik ibunya kaisar Zauhan menyimpan misteri yang tersembunyi. Kaisar Zauhan bahkan sangat dingin kepada orang tuanya, bahkan lebih dingin dibanding bersama dirinya.


Lagi pula ia sama sekali tak paham akan jalan hidupnya saat ini. mengapa ia mendadak sudah menikah setelah bangun dari pingsan, mengapa semua ini? Kepalanya bahkan mendadak sakit ketika memikirkan suaru hal begitu banyak saat ini.


Sedangkan kaisar Zauhan memikirkan Qira. Ia berfikir bagaimana ia bisa mendapatkan informasi dan pengakuan dari Qira. Sebenarnya mengapa ia ingin mendapat informasi dan pengakuan Qira karena ia ingin membuat kerajaan yang mengirim mata-mata itu tau jika kerajaan ini tidak dapat dipermainkan, ia juga berniat jika Qira mengakuhi jika ia mata-mata, maka ia akan mengirim Qira kekerajaan itu dalam keadaan mati untuk bukti jika ‘Mata-mata kalian sangat buruk.’ Begitulah kira-kiranya. Tapi mengapa hatinya saat ini ragu jika Qira mata-mata.


Meskipun Qira menggunakan baju pria dan bersikap tak layak putri, tapi aurah kebangsawanan dan pemimpin sangat pekat dari dirinya. Kaisar Zauhan bahkan melirik cara Qira berjalan. Jalan Qira bahkan bak raja yang memimpin pasukan perang. Wajah tegas dan dingin meskipun banyak pikiran. Ia juga menatap orang tanpa takut dan tak akan tunduk kepada siapapun. Baju yang ia gunakan bahkan sangat cantik dikulitnya,ditambah wajah bak dewi. Kerajaan mana yang mau mengirim mata-mata seperti dirinya? Apa karena penampilan dan skilnya yang membuat Qira dikirim dikerajaannya?’ Semua perkiraan dari kaisar Zauhan mengelilingi pikirannya.


Keheningan antara mereka hancur ketika suara seorang pria paru baya yang dari arah berlawanan menyapa mereka.


“Salam kepada yang mulia kaisar. Semoga hidup seribu tahun.” Ucapnya. Ada seorang gadis cantik yang cukup pamiliar dimata Qira dibelakang paru baya itu.


Kaisar menatap pria itu tajam, seakan-akan tau akan kesalahannya, ia kembali membungkuk dan berucap. “Salam kepada yang mulia permaisuri, semoga hidup seribu tahu,” Ucapnya gugup, ada rasa tak sudi diucapan itu.


Qira menatap mereka tajam, ‘Cih, aku tak butuh akan penghormatan. Tapi aku juga tak sudih jika dihina.’ Batinnya. Ia melipatkan tangannya didada dan menatap gadis didepannya yang menatapnya sinis.


“Ada apa perdana mentri Hiyuang.” Ucap kaisar Zauhan penuh karisma.

__ADS_1


Perdana mentri Hiyuang adalah perdana mentri pertahanan yang menghina Qira saat di sayembara saat lalu. Sedangkan gadis dibelakangnya adalah putrinya, ia adalah putri yang tercebur dikolam saat memperebutkan perahu.


“Begini yang mulia. Bisakah kita bicara hanya berdua.” Ucap perdana mentri Hiyuang sambil menatap Qira, seakan-akan Qira hanya hama pengganggu.


“Ada apa? Biacaralah disini.” Jawab kaisar Zauhan dingin yang berarti. ‘Apa terlalu penting hingga meminta tempat lain.’


Perdana mentri Hiyuang meneguk silva kering. “Begini yang mulia. Ini culkup pribadi. Mohon untuk dipertimbangkan.” Ucapnya smabil membungkuk.


Kaisar Zauhan tanpa berucap melangkah menjauh dari Qira. Sontak saja Qira ingin mendekat dan mengikuti, tapi berhenti ketika kaisar Zauhan berucap. “Tunggulah disini.” Ucapnya.


Kaisar berjalan tak memakan langkah lebih dari 9langkah. Ia berhenti tak begitu jauh seakan mengerti akan kekhawatiran Qira.


Perdana menteri Hiyuang menatap Qira sinis dan melewati Qira tanpa hormat. Sedangkan Qira acuh akan hal itu. Ia tersenyum tipis saat tau sesuatu hal yang bisa ia gunakan. Matanya beralih menatap gadis didepannya yang menatp Qira penuh kebencian.


Qira mendongakkan dagunya. “Dan tak kusangkah, jika putri licik tak mendapatkan hal yang sudah ia rancang.” Jawab Qira tak kalah angkuh.


Gadis itu menatap Qira tajam. “Apa maksudmu?” Tannyanya. Sedangkan Qira mengangkat bahu acuh dan memilih diam. tapi sahutan dari gadis itu kembali membuatnya menatap gadis itu tajam.


“Ingat. Aku akan membunuhmu dan mendapatkan gelar permaisuri. Jika kau tak mau ku bunuh, maka kau harus pergi dari sini.” Ucapmya berbisik tapi mengancam.

__ADS_1


Qira terkekeh geli menatap gadis yang beda dua tahun dari dirinya. “Apa kau sehebat itu untuk aku takuti? Apa kau dewa penentu mautku yang harus aku patuhi? Bahkan kukuku saja kau tak akan mampu menyentuhnya.” Ucap Qira sinis.


Gadis itu mengepalkan tangnnya, ingin rasanya ia menjambak rambut Qira ganas. Ia menatap baju yang Qira gunakan, ia tau jika baju itu baju permiasuri yang artinya jika Qira sudah disahkan oleh permaisuri terdahulu. Jika saja kaisar Zauhan tak ada disini. Sudah ia pastikan untuk menyobek-nyobek baju Qira beserta wajahnya. Ahh dia tak tau seberapa kuatnya Qira...


“Kita lihat saja nanti.” Jawabnya sinis. Ia begitu yakin jika dirinya jauh lebih pantas dari Qira. ‘buah jatuh memang tak jauh dari pohonnya.’Batin Qira sinis.


Qira menatap gadis didepannya dan mencari tau gadis itu, senyum tipisnya terbit akan mendapatkan informasi ini.


Disisi lain kaisar Zauhan menatap perdana mentri Hiyuang meminta penjelasan. Saat perdana mentri Hiyuang tau akan kode itu, ia berucap. “mohon ampun yang mulia, hamba bukannya lancang. Tapi mengapa yang mulia menika secara diam-diam dan hanya menikah dikuil kecil yang tertutup.” Ucapnya.


“Apakah itu ada urusannya denganmu?” Tanya kaisar Zauhan..


“Ampuni hamba yang mulia jika hamba lancang. Tapi permaisuri yang akan mendampingi yang mulia harus lah dikenal oleh rakyat dan memang pantas untuk yang mulia. Tapi putri Ming Zu tidak pantas untuk yang mulia. Bagaimana bisa ia mendampingi yang mulia dengan kebodohannya.” Jelasnya keringat dingin.


Kisar Zauhan menatap tajam perdana mentri Hiyuang. Entah mengapa, ia merasa tak terima istrinya dihina. “Lalu menurutmu siapa yang pantas mendampingiku?” Tanyanya menjebak.


Perdana mentri Hiyuang tersenyum saat mendengat respon kaisar Zauhan. “Ada banyak gadis yang juah lebih pantas yang mulia, salah satunya putri hamba, putri Fing Wun. Dia sangat cantik dan cerdas, ia juga tak akan mengecewakan yang mulia. Para perdana mentri dan lainnya juga sangat setuju jika yang mulia memilihnya,” Ucapnya percaya diri.


Mata kaisar Zauhan semakin tajam . “Kau yakin putrimu lebih baik dari istriku?” Tanya kasiar Zauhan sinis.

__ADS_1


“Hamba yakin yang mulia. Tapi jika yang mulia masih ingin mempertahankan putri Ming Zu, yang mulia bisa menjadikannya selir saja. Karena memang putri Ming Zu Tak pantas mendapatkan gelar karena kebodohannya. Kita harus mencari permaisuri yang cocok untuk mendampingi yang mulia. Gadis yang cerdas dan pantas.” Jawbnya makin percaya diri.


Aurah membunuh kaisar Zauhan yang awalnya hanya 40% sekarang meningkat menjadi 70%. Tanpa pikir panjang. Ia mencekik perdana mentri Hiyuang. “Berani kau menghina ku dan istriku. Akan kupatahkan lehermu. “ Ucapnya kejam.


__ADS_2