
Setela apa yang aku lakukan tapi Qira masih tetap melindungiku' Batin Xian Lii
Seharusnya Aku yang melindunginya. Bukan dia..!
Semua hal yang ia lakukan terhadap Qira berputar difikiran putra mahkota. Ia sibuk pada apa yang terjadi terhadap dirinya dan Qira. Ia sampai lupa jika ingin dibunuh. baru ingin dibunuh!
Kaisar Wey dan Alex menjadi perang dingin. Semua orang yang berada dalam ruang aula menjadi gemetar ketakutan. Bernafas pun menjadi sulit. Seakan akan aula itu bisa runtuh kapan saja.
******
Qira diam, Wajahnya datar. Ia sudah tak ada lagi yang harus dipertahankan diistana. Sudah tak ada lagi yang ia tunggu.
"Aku akan membuat salam perpisahan buat kalian." Ucap Qira dengan santai.
Ia tidur didahan pohon samping kediamannya. Sedangkan orang orang sudah sibuk berlalu lalang mencarinya dibawah pohon itu. Cxcxcx.
Qira melepaskan ikatan rambutnya. Ia pandang rambutnya " Aku akan menjadi Qirana bukan Qira. Tubuh ini sudah menjadi milikku bukan? Jadi aku akan menjadi diriku sendiri. Selamat jalan Qira." Gumamnya.
Ia berdiri dan meloncat dari ranting pohon menuju tembok pembatas, ia pergi kehutan. Berjam jam ia sampai ditanaman blue. Tanaman ini bisa membuat suatu hal menjadi biru Abadi.
Qira mengambil tanaman itu cukup banyak, ia tumbuk menjadi halus. Saat sudah terasa halus. Ia letakkan dan lumburi dirambut hitamnya. Hanya sebagian, Ia membuat ombre hitam biru dirambutnya. Sebagian rambut Atasnya ia biarkan menjadi Hitam.
Setela terasa selesai ia diamkan sesaat. Sambil menunggu kering ia duduk dibatu sambil memakan apel yang ia ambil saat perjalanan kesini.
Langit sudah berwarnah emas. Dan sebentar lagi berubah gelap "Sepertinya sudah mengering." Gumamnya. Ia mulai membersikan rambutnya disungai...
Pummmm...
Ia mulai melompat dari atas batu menuju kedasar air. Ia mulai membersikan rambutnya dengan telaten.
"Cukup menarik " Gumamnya. Rambutnya menjadi biru laut. Hampir mirip dengan bola matanya. Ia mulai meninggalkan sungai itu dan pergi menuju kediamannya menggunakan baju basa tersebut.
Hap
Hap.
Ia mulai menggunakan ilmu peringan tubuhnya menuju istana. Jika ia menggunakan energi biasa. Bisa bisa ia sampai besok pagi.
"Putri. Putri dari mana? Semua orang mencari anda." Shu Jin terkejut melihat Qira datang dengan baju basah dan rambut yang berbeda. ia sangat khawatir kepada Qira. Ia takut Qira bunuh diri.
"Aku hanya pergi kehutan. Siapkan baju hanfu biru bercampur putihku. Serta mahkota dari kaisar Wey." Dia berucap dingin dan pergi meninggalkan Shu Jin yang masih bertanya banyak hal.
"Sepertinya hati putri sedang buruk." Batin Shu Jin. Ia mulai melakukan yang diperintahkan oleh Qira.
Qira melangkahkan kakinya menuju pemandian. Ia mulai membersikan lagi tubuhnya dengan cepat.
Ia menggunakan baju yang telah ia perintahkan kepada Shu Jin. Baju Biru bercampur putih, baju itu sangat halus dan indah. Ia selama ini tak pernah menggeraikan rambutnya. Tapi malam ini ia menggeraikan rambutnya. Ia hanya mengambil sebagian dan menjepitnya.
__ADS_1
Diletaknya mahkota bermata Biru dengan hiasan naga. Itu adalah mahkota lambang dari kerajaan Awan. Shu Jin mulai menghias tipis wajahnya.
"Putri. Kau sangat cantik." Shu Jin yang menghias Qira menjadi terkagum kagum. Karena baru saat ini Qira berhias ditambah rambut birunya mengubah ia mirip dengan Dewi bulan.
"Hn..." Qira hanya bergumam. Ia bangkit dari tempat dudunya " Antarkan aku menuju pesta." Ucap Qira dingin.
Qira mulai menelusuri jalan menuju Istana. Semua pelayan menunduk hormat. Mereka sama sekali tak tahu jika itu Qira.
"Putri Zhu Qira Han memasuki aula istana."
Bugh....
Kaisar Wey bangkit dari tempat duduknya begitu juga dengan kaisar Alex. Putra mahkota, Guang Lii, Juang Lii. Kenzi, Zian dan Zain hanya menatap gerbang.
Kaisar Alex ingin pergi Menuju Qira, tapi ia kalah cepat dari kaisar Wey. Kaisar Wey langsung berlari menuju Qira.
Qira terkejut saat baru ingin masuk seseorang memeluknya begitu erat. " Apa kau baik baik saja?, tenanglah. Ada ayah disini, kau gadis kecil ayah. Kau harus ingat itu!" Ucapnya khawatir. Ia tak tahu jika hidup Qira seberat itu selama ini.
Qira memberi senyum tipis " Ayah aku baik baik saja. Tenanglah, mari kita duduk." Ucap Qira lembut.
"Rambutmu?. Kau sungguh cantik Qiqi gadisku. Mahkota? " Kaisar Wey terkejut. Qira memakai mahkotanya? ia sangat bahagia akan hal itu.
Semua pertanyaannya sama sekali tak Qira hiraukan.
Ia mulai menggandeng tangan kaisar Wey untuk masuk kedalam aula.
Semua orang terkejut akan penampilan Qira. Orang orang bahkan tak mengenalinya.
'*Apa itu putri Qira?
'mengapa rambutnya?
'Dia memang cantik tapi sekarang bisa menghancurkan sebuah negara.
' Ah kaisar Wey sangat menyayanginya.
'aisar wey sungguh baik.
'Aku ingin jadi anaknya juga.
'Mahkota?
'mengapa putri Qira menggunakan mahkota kerajaan Awan.
Semua bisik bisik terdengar saat masuk dalam aula.
Kaisar Alex membelalakkan matanya saat melihat Qira. Ia sangat berbeda. Telebih lagi ia fokus pada mahkota Qira. Apa maksudnya?
__ADS_1
"Qira. Mengapa kau memakai mahkota kerajaan awan. Apa kau ingin mempermalukan Ayah? " Ucap putri Liang. Ia tersenyum tipis.
Banyak pria bahkan banyak gadis yang yang terpanah pada Qira. Tapi hampir semua hati menjadi iri dan dengki.
"Lalu aku harus menggunakan apa? Aku hanya punya mahkota dari kerajaan awan." Ucap Qira sedikit menunjukan wajah bersedih.
Putri Liang melihat itu tersenyum remeh " Ah kau benar. Ayah tak memberikanmu mahkota " Ia ingin menunjukan bahwa Qira bukan anak yang diharapkan. Tapi hal itu membuat kaisar Alex memerah. Ia mengepalkan tangannya.
"Putri Liang!. Kembali ketempatmu." Ucapnya dingin. Qira tak bergeming. Ia duduk disisi kaisar Wey " Qira. Tempat dudukmu disini." Ucap putra mahkota Xian.
"Aku lebih suka duduk bersama Ayah Wey." Ucap Qira dingin.
Xian menatap adiknya sendu. ' Apa aku akan kehilangan adikku!. Ia bahkan belum memaafkan kesalahanku? ' Batinnya.
Lian Lii menap Qira bersalah. Ia sudah mengetahui semua hal. Ia selama ini sangat membeci Qira karena hasutan kakek Neneknya.
Meskipun ia sangat penasaran kepada paras Qira tapi neneknya sama sekali tak menyurunya untuk mencintai Qira. Rasa benci itu dipupuk sejak ia kecil. Dan hal itu membuatnya menjadi dingin terhadap Qira.
"Acara dimulai. " Ucap kasim tegas
Acara mulai dilakukan. Mulai dari penyambutan dari kaisar Alex. Menari bernyanyanyi dan banyak hal. Qira sungguh merasa bosan. Beberapa kali ia menguap.
"Apa kau merasa bosan Qiqi? " Tanya Kenzi.
"Sangat. " Jawab Qira.
"Apa kau mengantuk? "
"Sepertinya iya." Jawab Qira. Ia mulai menguap lagi dan lagi.
"Jika kau mengantuk. Bersandarlah disini."Kenzi menepuk bahu kirinya dan tersenyum lembut " Baiklah," Ucap Qira. Ia meletakkan kepalanya dibahu Kenzi. Kaisar Wey melihat itu menjadi tersenyum lembut. ia mulai mengusap kepala Qira dengan lembut dan menepuk nepuknya pelan...
Qira yang merasakan usapan itu menjadi tertidur. Tak sengaja kepalanya jatuh didada bidang Kenzi. " Dasar kucing kecil." Gumamnya.
"Bukankah itu lucu." Ucap kaisar Wey sambil tersenyum.
"Kau benar Ayah." ucap Kenzi. Tawa mereka pecah.
" Kau tau yang mulia. Putriku sudah merubahmu menjadi lebih sering tersenyum dan tertawa." Ucap Selir Xia yang berada disebelah permaisuri Fang.
Kaisar mengusap matanya yang berair karena tertawa " Kau benar Selir Xia. Putrimu sudah mengubah warna hitam hidupku menjadi berwarna warni." Ucap Kaisar manja. Dan hal itu membuat mereka semua tertawa.
" Iya. Putri kita memang sangat manis." Ucap permaisuri lembut.
Pemandangan itu ditatap semua orang. Betapa bahagianya keluarga kaisar wey.
Kaisar Alex dan kakak kakak Qira memandang hal itu murkah. Bagaimana bisa Qira lebih memilih tidur dengan orang lain. Bukan dipelukan kakak kakaknya. Kaisar Alex merasa malu untuk dirinya sendiri. Bagaimana bisa keluarga orang lain menyayangi putrinya melebihi apapun!
__ADS_1