Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Nego


__ADS_3

Kaisar menatap Qira tambah tajam. Mereka bahkan belum mengenal satu sama lain. Bukannya menjawab, ia malah berucap. “Seduhkan aku teh.” Ia berdiri dari duduknya dan duduk di dekat danau samping ruang kerja. Disana memang sudah disediakan tempat duduk meminum teh .


Qira mengembahkan hidungnya. Ia berjalan Mengikuti kaisar Zauhan. “ Jawab dulu negoku.” Ucap Qira. Ia memilih duduk didepan kaisar Zauhan,


“Buatkan aku teh. Baru aku beri jawaban dari ajakanmu.” Jawabnya datar.


“Cih...” Gerutu Qira. Ia mentap seluruh peralatan teh yang dibawah oleh beberapa dayang. Mereka meletakkannya didepan kaisar. Kaisar Zauhan mengibas tangannya menyuruh mereka pergi. “Aku tak bisa membuat teh.” Lanjut Qira saat para dayang pergi.


Kaisar menatap Qira tambah tajam untuk mencrai kebohongan. tapi bola mata Qqira tidak berbohong. “Jika kau tak mau. Maka aku tak akan mau mendengarkan tawaranmu.” Ucapnya mengancam.


Qira menghela nafas kasar. Ia membalas tatapan tajam kaisar Zauhan. Lalu melirik teh didepannya. Ia tau jika para putri atau pangeran kerajaan selalu minum teh dan bersantai. Seperti kakak-kakaknya sering lakukan, tapi ia bukan putri yang tinggal diistana. Tapi dihutan, mana tau ia caranya.


Tapi ia mencoba mengingat bagaimana kakak Guang Liinya saat menyeduh teh terakhir saat pertandingan. “Aku tak pernah menyeduh teh. Aku hanya pernah melihat pelayang kakakku membuatnya.” Ucap Qira jujur. ia takut jika yang ia bikin bukan teh jadinya. Tapi racun...!


‘Pelayan?’ Batin kaisar Zauhan. Pelayan itu hanya ada dikediaman para kekaisaran atau orang kaya dan bangsawan.


“Kau punya peayan?” beo kaisar Zauhan.


Qira mengangguk polos, sambil mengerutkan keningnya. Ia menginat apa yang ia harus masukkan terlebih dahulu diracikan teh ini. “ Punya, dulu aku hidup dengan pelayan, karena ibuku tidak ada. Aku juga sudah menganggapnya ibuku.” Jawabnya diselah selah berfikir..


Kaisar Zauhan menatap Qira diam. Ia tak tau apa ucapannya menyakitkan atau apa. Tapi wajah Qira yang masih acuh membuat nya bingung. tak adakah kesedihan saat mengingat ia tak punya ibu seperti gadis lain yang meminta belas kasih atau hatinya akan teriris isris?’ Batinnya. Tapi lamunannya buyar saat suara cempreng Qira keluar.

__ADS_1


Cih kaisar bahkan tak tau bahwa hidup Qira jauh lebih sadis dari pada kehilangan ibu. Andai kau tau kaisar, sudah pasti kau yang Akan ibah dan kasihan pada Qira. Hidup Qira jauh lebih sakit dari pada kehilangan ibu...!


“Setelah ini apa?” Tanya Qira. Ia meletakkan dauh herbal yang ia tak tau namanya, ia mengingat jika herbal itu yang digunakan Guang Lii, tapi ia mencampur tumbuhan lain dalam tekoh.


Kaisar segera sadar. Ia menatap tumbuhan yang Qira letakkan. “Itu herbal randata. Jika kau campur madu akan menjadi racun, bagaimana bisa kau menjadi sangat bodoh. apa kau mau membunuhku..!” Jawabnya sedikit marah.


Qira mendorong teko didepannya. Ia menatap kaisar Zauhan kesal. “Kan sudahku bilang. Aku tak bisa meracik teh. Kau saja yang masih tetap bodoh menyuruhku.” Jawabnya.


'Apa aku beri racun darahku saja biar dia mati dan aku bisa bebas. Atau aku bunuh cara lain...!' Batin Qira


“Kau itu seorang istri. Kau harus bisa meracik teh suamimu untuk menyenangkannya.” Sahut kaisar Zauhan lagi.


Kaisar Zauhan mengangkat satu tangan Qira. Tangan kanan, disana ia melirik cincin giok yang melingkar dijari manis Qira. “Kau tak lihat cincin penikan kita. Dan sudah menjadi tugas seorang wanita melayani pria. Wanita itu Hidupnya hanya dibawah pria, memasak, menari dan bernyanyi untuk menyenangkan suaminya. Bukan sepertimu yang bermain pedang dan sibuk dengan urusan laki laki.” Ucapnya.


Qira menatap cincin itu Membola. “Aku tak pernah menikah denganmu. Ini cincin siapa? Kapan aku menikah denganmu?” Tannyanya marah.


Kaisar Zauhan menghempas tangan Qira. “2hari yang lalu.” Jawabnya acuh.


Qira mengernyit heran. Ia memegang cincin dijari manis tangan kanannya, mencoba melepaskannya. Tapi tak kunjung lepas. “ Aku bahkan tak ingat.” Ucapnya. “Ini bagaimana melepaskannya hey... “ Lanjutnya kesal saat tau jika cincin itu tak bisa lepas.


“Itu cincin pernikan kita. Cincin pusaka, ia tak akan lepas sebelum aku yang melepaskanmu.” Jawabnya acuh.

__ADS_1


Qira meringis menyesali kebodohannya lagi. Ia ingin sekali menangis darah. “Apa maumu. Cepat lepaskan aku..!” Teriaknya marah.


“Tidak akan, sebelum kau mengakuhi kau mata-mata dan menjelaskan rencana sekutu.” Jawab kaisar Zauhan tegas.


“Aku bukan mata-mata...!” Teriak Qira frustasi. Bagaimana cara ia menjelaskannya.


“Dan jangan harap lepas dariku..! “


Qira menggosoh pelipisnya yang sangat gatal saat ini. “Bagaimana jika kita menjalankan tawaranku saja?” Tan nya kehabisan akan. Ia sama sekali tak percaya ia menikahi pria ini, ia tak akan percaya semudah itu. Ia akan menjalankan apa yang ia susun diotak cantiknya ini.


"Apa yang mau kau tawarkan kepadaku?" Tanya kaisar Zauhan.


.


.


.


**hay para pembaca. jangan lupa komentar. like dan vote untuk selalu mendukung ini novel. Minta u banyak tapi nggak mau vote kan sedih wkwk.


selamat berpuasa**....

__ADS_1


__ADS_2