Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
kisa lama2


__ADS_3

Mereka mendengar penuturan peramal itu. Kaisar memang membenci Qira. Tapi benci itu memuncak saat peramal itu mengucapkan hal itu.


Semua orang yang menyayangi ibu Qira pun juga begitu. Mereka membenci Qira sampai relung hati mereka.


"Apakah yang kau ucap itu benar? Kau tau apa yang akan kau dapatkan jika kau berbohong bukan? " Tegas Kaisar.


"Be benar yang mulia. Hamba tidak berani" Ujarnya sambil berlutut.


"Pergi kalian semua...! " Teriak kaisar. Saat ini ia hanya butuh sendiri. Ia harus menenangkan fikirannya. Qira yang saat itu berumur 3tahun terkena sakit. Ia tak tahu apa-apa.


Semua orang pergi seusai memberi hormat.


"Akan ku bunuh kau....! " Teriak kaisar menggema. Tak terasa air matanya mengalir deras saat mengingat bagaiman ibu Qira memperjuangkan untuk melahirkan Qira. Dan saat ini ia menelan pil pahit bahwa Qira adalah penyebab ibunya meninggal.


***


"Apa kau sudah melakukan hal yang aku perintahkan? " Tanya seseorang.


"Su sudah ya yang mulia" Jawab seorang peramal tadi.


"bagus...! Kalau begitu kau boleh pulang, ini upahmum" Kata seseorang itu sambil melemparkan satu kantong besar yang berisi koin emas.


"Ta tapi an anda tidak akan membunuh Anakku bukan? " Tanyanya gugup.


Ya dia dipaksa untuk berbohong, jika ia tak ingin menuruti perintah Selir Mei. Maka anaknya yang jadi taruhannya.

__ADS_1


"Tidak, jika kau tak akan membocorkannya. Pergilah" Jawab selir Mei. Yaaa seseorang itu adalah selir Mei.


Sepergian peramal itu Selir Mei bagaikan menemukan harta karun, wajahnya bertambah cerah, ia sangat bahagia.


"Laung Yee...! " Panggilnya.


"Hambaaa yang mulia selir Mei." Jawab Salah satu pelayan bernama Laungye.


"Bagaimana anak itu? Apa dia masih sekarat? " Tanyanya.


"Menjawab selir Mei. Putri Qira masih dalam keadaan yang mengerikan. Bahkan seluruh tubuhnya berbau busuk." Jawabnya lagi.


"Bagus..! Sesuai dengan rencana, bunuh semua bukti..! Bunuh seluru keluarga pramal itu dan bunuh seluruh keluarga tabib Xenli. Musnakan semua. Jangan sampai ada yang tersisa...! " Perintah Selir Mei.


Seluruh bukti termusnahkan oleh Selir Mei. tapi tidak dengan masa lalu. Sejak saat itu Kaisar yang awalnya membenci Qira hanya sebatas benci dan semenjak saat itu kaisar menganggap Qira adalah musuh...! Bukan lagi anak!.


Qira tahu semua itu, karena itulah dia masih disini, mengungkapkan kebenaran. Meskipun sudah terlambat. Karena Qira yang sebenarnya sudah tiada. Tapi Qira harus melakukan hal itu demi dirinya juga, jika Tidak hidupnya juga tidak akan tenang.


Ia mengetahui itu dari pertama bertemu Selir Mei. Qira menggunakan kemampuannya untuk melihat pikiran Selir Mei. Dan beruntungnya selir Mei sedang mengenang masa lalu itu.


"Prajurit seret selir Mei kepenjara bawah tanah...! Hukum gantung akan dilaksanakan esok pagim" Teriak Kaisar menggema.


"Jangan yang mulia, jangan.! Tidak aku tidak bersalah! tolong jangan hukum saya. Saya difitnah..! " Teriak Selir Mei dengan Air mata yang bercucuran. Badannya gemetar saat ini, ia tak tau harus berbuat apa lagi.


"Tunggu apa lagi! Cepat " Teriak kaisar dengan mata yang memerah.

__ADS_1


Beberapa prajurit menyeret Selir Mei untuk keluar dari Kediaman Qira.


"Jangan sentuh aku. Dasar rendahan..." Teriak selir Mei. Ia memberontak. Tapi tidak bisa bergerak. "Yang mulia hamba tidak bersalah...." Teeriaknya sambil memberontak. Tapi tak ditanggapi oleh kaisar.


Saat ini kaisar menatap Qira dengan sendu. Hatinya saat ini seakan mau runtu. Ia tak tau harus berbuat apa? Dosanya terhadap Qira terlalu banyak, bahkan bersujud pun ia tak pantas mendapatkan maaf dari Qira.


Ia berjalan menuju Qira berada. ia ingin sekali memeluk Qira saat ini, tapi tubuhnya terlalu kotor akan hal itu.


Qira bisa melihat akan hal itu didalam mata Kaisar, sebisa mungkin ia tak membaca pikiran kaisar, supaya dia tidak luluh akan hal itu. Ia memasang wajah datar saat kaisar mendekatinya.


"Qira... " Suara serak kaisar memanggil putrinya dengan lembut. Air matanya tak bisa Ia bendung lagi, seakan akan air sungai yang sudah tak tahan untuk menampung air mata yang begitu deras...


Ia mematung. Ingin rasanya ia mengulang masa dimana Qira masih kecil. Ia ingin menggendongnya, Menciumnya, memeluknya.


Ia ingat betapa menyedihkan Qira yang rela bersembunyi disemak-semak depan ruang makan untuk melihat wajahnya. Qira sering bersembunyi dibalik dinding untuk menatap ia berjalan. Seakan akan ia mengemis kasih sayang. Tapi apa yang ia berikan? Ia selalu menuduhnya hal yang buruk, bahkan karena sebuah roti ia mencambuk Qira ratusan kali.


Kaisar mengangkat tangannya, ia menatap tangan itu, air matanya jatuh ditangan itu "Tangan ini yang menyakitimu! Jika dengan memotongnya kau bisa memaafkan Ayah potonglah nak. ayah tak masalah, asalkan kau mau memaafkan ayah " Ujar kaisar.


"Mata ini selalu melihatmu menderita tapi mata ini menganggap itu semua hiburan yang mengagumkan untuk ku tonton. Jika dengan mencongkel mata ini kau mampu memaafkanku maka lakukan lah nak. Lakukanlah... " Ujarnya sambil menutup matanya. Suaranya gemetar bersahut-sahut.


*


*


*

__ADS_1


diharapkan Meninggalkan jejak guys


__ADS_2