
“Mau pesan apa tuan? Nona?” Tanya dari pelayan perempuan yang mendekati Qira dan Zauhan. Zauhan dan Qira pun memesan beberapa makanan disana, karena memang mereka cukup lapar. Seperti yang sudah Zauhan katakan tadi, mereka berada ditempat VIP, Dimana tempat yang disewa dan tertutup dari keramaian, membuat Qira leluasa membuka cadarnya.
“ Kami pesan makanan terbaik disini.” Ujar Zauhan membuat sang pelayanpun menganguk lalu pergi, sebelum pergi ia memberi sapaan santun terlebih dahulu lalu pergi. Zauhan dan Qira mulailah menunggu dengan menyesap teh yang sudah disiapkan untuk menunggu. Qira suka disini, ketika dia bisa melihat banyak orang diluar dari sini tapi orang luar tak bisa melihat mereka, karena tertutup beberapa helai tirai dan juga bunga. Tempatnya bagus dan berkelas, bisa Qira pastikan jika harga makanan disini pasti lumayan besar.
“ Aku buka saja ya.. panas soalnya..” Ujar Qira pada sang suami... dan Zauhan mengangguk saja lalu mengelus kepala Qira karena sayang. Qira membuka cadarnya karena panas dan gerah. Ia lelah akan hal semacam ini, hanya aja ia yakin lambat laun ia pasti akan terbiasa.
Setelahnya pelayan membawa makanan kedalam rangan it. Ia nampak terkejut dikalah melihat wajah Qira. karena tadi ia pikir jika sebenarnya Qira memiliki wajah yang jelek. Manganya ia tutup. Tapi nyatanya, wajah Qira sangat cantik dan lembut. Ia bahkan sebagai seorang perempuan suka dan iri pada Qira. Sedangkan Qira acuh karena pelayannya seorang perempuan. karena memang ia tak peduli.
Mata perempuan itu tak lepas memandang wajah Qira membuat Zauhan risih” Kenapa kau melihat wajah istri saya sperti itu?” Tanya Zauhan sedikit sinis karena melihat tatapan yang berbeda seperti itu. Qira mendongak melihat sosok peayan perempuan yang melihatnya itu. Mata yang menatapnya penuh minat dan nafsu. Membuat ia terkejut, apakah pelayan ini homo?
Pelayan itu masih menatap Qira namun bergumam.” Maaf.” Gumaannya tak terdengar lalu menaruh makanan iru diatas meja. Namun Zauhan kesal membuat ia ingin bertanya lagi. Tapi Qira menahannya dan mengatakan hal yang bisa menahan Zauhan. Qira tak mau Zauhan berat masalah saat ini. jadilah mereka hanya diam saja.
Setelah peristiwa pelayan itu. Qira dan Zauhan menikmati makanan masing-masing secara nikmat. Sesekali pula Zauhan modus dengan cara meminta makanan milik Qira. supaya disuapi, dan Qira mencomot makan Zauhan, mereka saling berbagi dan tertawa. Menitipkan rasa naman dan rasa sayang untuk masing-masing hati setiap insannya.
Setelah semuanya selsai. Qira dan Zauhan memilih keluar dari kedai dengan tenang. Qira sudah menggunakan cadarnya dan Zauhan sudah membayar makanan mereka. Jadilah mereka jalan beriringan saat ini. namun mereka cukup terkejut dikalah Qira dihadang beberapa orang. Lebih tepatnya pada pria dan satu pelayan tadi. dan itu cukup membuat Qira terkejut. Hanya saja wajahnya masih saja datar dan tak berekspresi.
“Apa mau kalian? kenapa menghalagi jalan istriku?” Tanya Zahan keras dan tegas dikalah melihat banyaknya pria yang mengarahkan pedang kehadapan Qira. mereka nampak sangat menanakutkan, sedangkan satu pelayan tadi menatap Qira dengan tatapan kagum. Qira yakin jika ini pasti ulahnya pelayan itu.
“Buka kain penutup wajahmu supaya kami melepaskanmu sekarang...!!” Ujar dari salah satu pria yang menahan Qira.
Qira mendengar itu menaikkan satu alinsya.” Apa Ada yang salah dengan cadar saya? Kenapa kalian ingin melihat wajah saya?” Tanya Qira masih dengan mode tenangnya karea tak mau ketahuan sedang terkejut ataupun takut. Takut? Jangan harap Qira punya rasa takut. Qira bahkan lupa ia punya rasa takut. menurutnya mati itu takdir,,, jika ktia menolak sekeras apapun juga jika takdir sudah berakata lain, maka kita bisa apa?
Para pria disana saling tatap.” Kata pelatan ini wajahmu adalah kutukan karena kecantikanmu membuat siapapun akan membelok.. tunjukan wajahmu jika kau memiliki wajah yang tak membuat masalah kedepannya.” ujar dari salah satu mereka dengan keras. Dia pemudah yang cukup manis.
Qira dan Zauhan saling tatap. Saat Zahan ingin menghajar mereka Qira sudah menahannya dengan angkat tangan, pertanda berhenti ditempat. “ Apa kalian yakin mau melihat wajahku? Sedangkan kalian tau jika wajahku adalah kutukan? Apa kalian tak takut jika kalian akan terkena kutkan atau kesialan? Lebih parahnya kalian akan keluar dari jalur baik?” Tanya Qira ckup tenang dan tegas.
Mereka saling tatap lalu terkekeh.” Karena itu. Buka cadarmu supaya kami tau wajahmu nona.. kami penasaran dengan wajah yang diagung agungkan oleh pelayan ini.”Ujarnya dengan sinis menatap pelayan itu.
Qira bisa membaca pikiran mereka, sebenarnya mereka sudah diracuni pikirannya dengan pelayan itu. sebenarnya bukan diracuni. Hanya saja pelayan itu bicara dibesar besarkan suatu hal membuat mereka sangat ingin melihat wajah Qira. seberapa cantik dan seberapa menarik. “ Di dia. Wanita yang tercantik yang pernah aku lihat dia bahkan lebih cantik dari permaisuri Maoxi yang sudah diagung-agungkan sebagai wanita tercantik...” Itulah yang diucapkan oleh pelayan itu kepada mereka.
__ADS_1
Siapa yang tak kenal permaisuri Maoxi? Adik dar kaisar Xiolenyei, keturunan dari kerajaan Dewa sekaligus keturunan Dewanya? Memiliki paras sangat cantik dibanding perempuan lainnya? Memiliki kulit semulus telur, mata yang jernih, pipi tirus dan juga memiliki sipat yang anggun. Ia memang memiliki wajah yang sangat menawan.
Qira menghela nafas dikalah ini.” Wajahaku itu sakit.. memiliki sakit yang menular. nanti jika aku buka kalian akan terkena. Apa kalian mau tertular penyakitku?” Tanya Qira dengan tatapan memelas kepada mereka. Sebenarnya ia tak mau bohong. Tapi bohong demi kebaikan tak apa kan?
“Tidak.. dia bohong..!” Ujar pelayan itu kekeh.” Dia sangat cantik.. aku tak berbohong. suruh saja dia buka wajahnya. Kalian akan melihatnya nanti. Aku berani bersumpah dan bertaruh.” Ujarnya lagi dengan keras. Ia kekeh mengataan jika Qira cantik.
“Lalu jika istriku cantik melebihi permaisuri Maoxi kalian mau apa?” Tanya zauhan dingin.” Itu bukan urusan kalian bukan? Mau dia cantik, mau dia jelek bahkan mau dia penyakitan sekalipun itu, itu bukan urusan kalian. kalian tak berhak menghakimi orang lain..!!” Katanya dengan dingin dia dari tadi hanya melihat tanpa ikut campur. bukan karena tak menyayangi Qira. hanya saja ia tau kapan ia harus angkat bicara dan kapan ia harus diam saja.
...
Qira menghel nafas.” Baiklah aku akan membuka wajahku. Tapi jika kalian tertular penyakitku atau kalian memuntahkan isi perut kalian aku tak akan bertangung jawab ya.. karena aku hanya orang miskin yang tak memiliki koin untuk menggantikan kerugian kalian.” Ujarnya dingin dan lembut. ia mengangkat tali cadarnya.
Mereka menggeleng serentak lalu menatap satu sama lain. bisa barabe jika memang Qira memiliki penyakit menular.” Tunggu. Kalian bisa pergi.. ka kami tak percaya dengan pelayan ini.” Ujar salah satu mereka menahan Qira. lalu yang lainnya memasuki pedang itu kedalam sarungnya.
Qira menganguk lalu pergi dari sana berjalan keimanan jalan yang sudah disediakan oleh mereka disana. Namun Qira terhenti dikalah pelayan itu dengan nekatnya menarik cadarnya membat Qra mengelak dan menangkap tangan pelayan itu. Zauhan bergera cepat sampai pada menerjang pelayan itu membuat pelayan itu terpental jauh.
Qira berajalan dengan dagdigdugu7 terangkat dan mata yang tajam. Zuahan mendekap pinggang Qira lalu berjalan dsisinya. Itu mamou membuat atmosfer disana berubah. Mereka bahgkan bertanya bagaimana bisa mereka bisa membuat sapapun tndk hanya dengan kata-kata? lalu siapakah sosok bercadar dan pria dismapingnya itu? Mereka mengira jika merka adaah psuteri yang seang jalan-jalan.
Sanpai pada sat suara memuat Zauhan teregun.” Kasihan sekali ya pria tampan itu. Dia memiliki istrib yang cacat dan juga penyakit menular.” Tangan Zahan terkepal dengan eratnya karena amarah yang meledak. Tapi Qira menaha tanganya mengundus sopan hal upaya tak berbuat lebih dan kembali berjalan meninggalkan tempat itu. Zauhan mencoba menurut saja supaya Qira nyaman dengannya.
Saat sudah didalam kereta barulah Zahan bisa berkoar dan meledakkan amarahnya. “Kenapa kau menahanku Qira? Biarkan aku untuk menebas kepala mereka.. ingin sekali rasanya aku membela kepala mereka supaya mebersihkan otak kotor mereka itu..” Ujarnya sinis.
Qira terkekeh melihat Zauhan.” Seolah olah mereka makhluk suci sedunia dan mengatakan orang lain si buruk rupa. Mereka pikir mereka sudah sesempurnah sampai-sampai mau menghina orang lain seenak perut mereka?” Ujarnya lagi tak uas.
Qira kembali terkekeh.” Sudah.. jangan marah-marah. Nanti jau tambah tua jika marah marah terus..” Ujar Qira mengelus rahang suaminya itu. Ia menenangkan Zahan membuat Zauhan menatap Qira sinis. “Iya elus terus supaya amarahku hilang.. hm..”Ujar Zuahan dengan lembut menahan tangan Qira membuat Qira terkekeh. akh Zuahan mudah dipuju hanya arena disentuh saja.
...
Disisi lain dimana kaisar Alexon dan anak-anaknya yang sudah mempersiapkan pernikahan Guang Lii yang akan dilaksanakan tiga haru lagi sudah sedikit arah karena Zauhan dan pada cucu beum juga doang. Bagaimana bisa mereka belum datang sampai sekarang? Mereka ingin digepur oleh banyak orang atau bagaimana ini?
__ADS_1
Sampai pada kaisar Alexon memanatp Xian Lii yang sudah menjadi kaisar itu yang diam saja menatap dan kamu disana. Tatapanya nampak kosong menandakan jika pikrannya melayang kemana yang hanya dirinyalah yang tau.
Xian Lii mengingat saat dimana Qira dicebrkan dulu disata ia maish kecil, tapi ia hanya tetawa menatap adiknya yang hampir mati. untung Gulang Lii membantunya dan membawahnya keatas daratan lagi. Dan kejadian itu terulang lagi dikalah ia sdah besar. Dimana ia lebih memilih menolong Liang Lii sebagai adik tirinya dan bodohnya ia tak menanyakan kabar adiknya karena gengsi. Dan saat itu juga ia sadar dan ia meghela nafas lagi karena lag dan lagi Guang Lii dan Juang Li yanag membantu Qira dialah itu. Sngguh, ia merasa gagal menadi serang kakak saat ini.
“Sedang apa kau Xian ii?” tanya kaisar Alexon yang sekarang sudah berada disamping anaknya itu. Ia menatap kedepan dimana hamparan air yang sudah berwarn ahijau. Dizamn ini memang benin kolamnya. Tak secanggih aman modern ya.. disana dipenuhi bunga tertata yang berwarnah Putih dan Pink memuatnya sangat nyaman untuk dipandang,
Pikiran Xian Lii byar dikalah medengar suara ayahnya, ia menghela nafas karena jantungnya berdegup kencang akibat terkejut,
“ Aku hanya melihat danau ini saja ayah.. karena sangat indah.” Alibihnya kepada ayahnya.” Ayah sedang apa kemari? Apakah Zauhan dan lainnya sudah sampai?” Tanyanya lagi kepada sang ayah,
Kaisar Alexon tersenyum sayu. “Sepertinya mereka tak datang Xian Lii. Sampai sekarang mereka bahkan belum sampai dan belum memberikan pesan. Padahal aku sudah menghubunginya sedari kemarin.” Jujurnya menatap Xian Lii. “Padahal aku sangat merindukan cucu-cucucku.. sudah sangat lama aku tak bertemu dengan mereka.” Ujarnya sendu lagi karena harapannya hilang ditelan alam.
Xian Lii terkekeh mendengarnya. Sikapnya sudah menjadi lebih dingin dan pendiam disaat Qira sudah menghilang. “ Aku juga merindukan mereka ayah..” Ujarnya dengan senduh karena ia juga merindukan Heqi sebagaimana a yang sangat mirip dengan Qira sang adik. “Lalu kita harus apa? Apa kita aku harus menjemputnya ayah?” Tanyanya lagi kepada ayahnya iu.
Kaisar Alexon mengeleng. “ Tak perlu.. aku tak mau mereka kesini karena terpaksa. Biarkan saja, biar nanti kita memarahi mereka jika mereka tak datang.” Ujar kaisar Alexon. Meksipun ia ingin Zauhan da cucu-cucunya datang. Tapi jika mereka tak mau bagaimana? Apalagi Zauhan yang sudah tau Qira yang suka disiksa diistana ini membuat ia sedikit dingin kepadanya dibanding kepada kaisar Long Wey yang sebagaimana ayah angkatnya Qira.
Xan LI mengangguk.” Tapi aku yakin jika mereka akan datang ayah tenang saja ya..” Ujarya menenangkan ayahnya. Ia tersenyum dan yakin jika mereka akan datang keacarah pernikahan Guang Lii.” Jika mereka tak datang aku akan menculik mereka supaya mereka tingal diistana kita” Ujarnya terkekeh tentang apa yang sudah ia katakan sendiri.
Kaisar Alexon menganggik.” Jadi. Kapan kau akan menikah?” Tanya kaisar Alexon kepada anaknya. “ hanya kau yang belum menikah dan juga Lian Lii. Lian Lii bahkan sudah ku jodohkan dan bertunanga. Hanya kau saja yang belum memiliki pasangan. Apa kau membutuhkan ayah?” Tanyanya dengan lembut.
Xian Lii menatap ayahnya dengan datar. “Usiaku bahkan baru dua puluh tujuh tahun ayah tapi ayah malah memintahku menikah sekarang..” Gumamnya tak setujuh. “ Lagipula aku belum menemukan jodoh yang pas untukku.” Ujarnya jujur kepada sang ayah. Karena memang sampai detik ini ia tak pernah jatuh hati pada seseorang. Tapi baru saja, dulu ia sempat tertarik dengan Maoxi namun jujur dalam dalam harapanya itu. Karena tau jika Maoxi sangat mencintai Kenzi dan tak akan ingin berpisah dengan Kenzi.
Kaisar Aexon tak terima dan tak setuju dengan alasan yang diberikan oleh Kenzi. Terlalu menurutnya. Terlalu banyak alasan.” Justru karena umurmu masih muda kau harus menikah. Jika menunggu sampai kau tua nanti. Kau tak kasihan dengan anakmu? Saat ia meminta digendong olehmu kau malah sudah tak kuat.. kau malah sakit kan..” Ia tergelak dengan ucapanya sendiri.
Xaian Lii tak marah.” Ya.. bukan begitu ayah.. aku akan menikah, tapi bukan sekarang.” Ujarnya jujur karena baginya menikah bisa kapan saja dan dengan siapa saja. Tapi cinta? Cinta tak ada yang bisa menebak atau menolak. Tak bisa diajak kompromi memang.
Kaisra Alexon berdecap tak suka akan pemikirannya Xian Lii. “ Lalu siapa yang akan menerus tahtamu?” Tanyanya dengan sinis.” Menunggu sampai kapan? Kau harus melahirkan keturunan untuk meneruskan tahta Xian Lii. Dan kau harus ingat hal tu..” Ujar Zahan serius.
Xian Lii terekeh.” Kan ada Qeqe atau Heqi. Mereka bisa bahkan anaknya Guang Lii atau lian Lii. Semuanya bisa karena kita satu darah.” Ujarnya dengan berbagai alasan saat ini membuat kaisar Alexon mendengus sebal mendengarnya. Xian Lii memang banyak sekali alasnya membuat ia ta bisa berkata-kata. Semua anaknya nggak da gila harta.
__ADS_1