
Zauhan menganguk lalu membantu perempuan itu bangkit. Namun itu hanya mimpi. Nyatanya Zauhan melewatkan perempuan itu saa tanpa menoleh atau melirik sedikitpun, da itu membuat mereka menganga tak percaya. “ Sialan..” Gumam yang terjatuh tadi malu. sebab ia tak ditolong tadi malah dapat malu.
Temannya Gadis itupun tak kalah mendengus kesal karena diabaikan oeh Zahan, ia tak pernah diabaikan biasanya. Tapi ini? apakah ini yang namanya sudah jatuh diabaikan pulak? Mana jatuhnya pura-pura lagi membuat ia mendengus sebal, “ Pokoknya aku mau menghabiskan malam dengan pria tampan itu ..” Gumamnya dengan temannya itu. ia masih kekeh ingin memiliki Zauhan.
Temannyapun mengangguk dengan cepat karena setujuh.” Ayo kita ikuti dia.. sok jual mahal dengan kita..” Ujarnya lalu mengajak temannya itu mengikuti Zuahan kemana ia pergi tadi. mereka berjalan dengan cepat meninggalkan orang-orang yang menatapnya dengan tatapan bingung. tadi bukannya ia jatuh? Kog sekarang sudah berdiri dan berlari saja.
Disisi lain Zauhan yang mencari Qira sekarang dikejutkan oleh seseorang yang menepuk bahunya. “ Bagaimana dengan baju ini untuk Heqi dan Qeqe menurutmu? sepertinya sangat bagus dan cocok untuk. mereka bukan? ” Tanya dari seseorang itu. Namun Zauhan tak tau tadi membuatnya membanting sosok itu dengan keras kelantai.
Sosok itu tak kalah terkejut. Ia menghindar dan melompat, ia mengunakan salto disana membuat Zauhan terkejut. Itu sosok berhanfu prh bersih.” Qira sayang..” Gumam Zauhan dengan terkejut. Ia bahkan tak tau jika itu Qira. ia mengira jika itu adalah gads yang menganggunya tadi. Ia. membantu Qira untuk berdiri secara baik dan mendekat karena masih shok.
Qira yang diperlakukan seperti itupun menatap Zauhan dengan tatapan terkejut dan bingung. untung ia cepat bertindak dan bergerak, jika tidak mungkin tulang punggungnya akan retak saat ini.” Kau kenapa Zau? Aku hanya bertanya saja kenpaa harus marah-marah?” tanyanya sinis karena marah.
Zauhan gelabakan, “ Maaf Qira... tadi aku pikir kau orang lain, sebab tadi ada yang mengagguku..” Jawab Zauhan dengan jujur membuat Qira mengernyitkan dahinya “ Siapa yang mengaggumu?” Tanya Qira demgan tatapan mengintimidasi Zahan.
Zahan menghela nafas. “ Itu.. sudahlah.. ayo kita beli baju lagi..” Alih Zauhan, ia tak mau Qira marah." Tapi kau tak apa apa bukan?. Maafkan aku ya... " Ujarnya memelas karena merasa bersalah.
Qira mendengus " Aku tak apa.. Aku kan kuat dan pandai... " Ujarnya sombong.
” Ini baju untuk mereka? Uhk sangat bagus, pasti mereka sangat menyukainya sayang..” Ujar Zauhan sayang dengan Qira saat melihat dua baju mungil untuk sosok ria ditangan Qra itu, satunya lagi jatuh membuat ia berjongkok mengambilnya.
Qira mengangguk. Ia mengambil baju yang berwarna biru tua dan muda itu, sangat cantik baik dari kuantitas maupun dari kualitas yang terbaik. “ Yasudah.. aku percayakan padamu. Tapi lain kali jangan begitu lagi, jika itu bukan aku dan itu adalah Heqi atau lainya pasti mereka akan kenapa napa.. beratihatilah..” Ujarnya dengan lembut kepada Zauhan. kalian ingatkan jika Qira Qira Bisa membaca pikiran orang lain. dia tak bisa membaca pikiranya Zauhan? ya.. begitulah.
Zauhan tersneyum manis lalu menarik tangan Qira menuju tempat lainnya. mereka bergandengan tangan dan mulai mencari pakaian lainnya. Mereka sangat mesrah, bahkan sesekali Zauhan mencium pipinya Qira. dan pada asalnya Qira cuek, ia tak pusing memikirkan ucapan orang lain, dia sibuk dengan apa yang ia beli dan apa yang ia inginkan saja. Lagipula ia suka dengan perlakukan manis Zauhan kog.. ia tak munafik ya..
Ada banyak cibiran untuk Qira dan ada pula banyak pujian tentang hubungan mereka. Tapi lebih banyak yang ingin berada diposisi Qira saat ini dan memuji Zauhan yang sikapnya selembut sutera tersebut.
Sungguh Qiea kesal karenanya. Zauhan ini mau pamer kenesraan atau mau pamer kelembutan? mau supaya banyak orang fnas dengannya begitu?
Tidak... Qira sadar jika Zauhan tulus jog. tenang saja... hehe
“ Kau tunggu disini sebentar ya.. aku ingin membayarnya. Tempat pembayaranya cukup ramai. Kau duduk disini saja supaya tak kelelahan, karena sedari tadi kau belum istrahat.” Ujar Zahan pada Qira ditempat kursi disana. karena memang disana tempat pembayarannya cukup ramai membuat Zauhan tak ingin Qira sakit atau kelelahan. Apa lagi harus berdempetan dengan orang orang yang tak dikenalinya.
Qira yang memang tak mau megantripun menganguk, ia duduk disana dengan setelah elusan dari Zahan dan kecupan ringan dikepalanya. Ia duduk dengan nyaman disana menatap Zauhan yang sudah menjauh menuju tempat yang sedang ia duduki,
__ADS_1
Setelanya ia mendengar suara seseorang dari arahnya yang menatapnya tajam, ia mengerjab lembut lalu kembali melihat Zauhan. “ Kau siapanya pra itu?” Tanyanya dengan sinis kepada Qira, tangan yang dilipatkan didadanya bagaikan pelakor sejatih saja. Bibr yang memiring kekanan dengan bibir yang mencebik. Kalian bayangkan saja lah ya..
Qira mengangkat kan stau alisnya menatap perempan disampingnya ini. “ Saya istrinya.” UJar Qira jujur dan tak mau ambil pusing, ia tak mau terlalu berhubungan dengan perempuan ini, nampaknya perempan itu tak baik dan Qira sudah bisa menebaknya.
Gadis it mendnegus. “ Kau istrinya?” Tanya salah satu dari mereka yang menggunakan hanfu merah mencolok sama dengan bibirnya itu. Riasan wajah yang sangat menor dan baju juga menor. “ Ka istrinya?” Tanyanya dengan memandang Qira dari atas sampai bawah bagai orang yang mengejeknya saja.
Qira mengangkat satu alisnya menatap orang ini. ia tahu ucapan gadis itu menghinanya seakan-akan ia tak pantas untuk Zauhan, dan itu cukup membuat Qira sedikit tak suka.” Iya.. kenapa? Tak percaya? Tanyakan saja denganya nanti.,” Ujarnya Qira santay. Ia masih santay dan tak mau mengambil pusing masalah yang ada.
“Tapi kenapa kau menutupi wajahmu nona?” Tanya perempuan lain menggunakan baju berwarna hitau mudah itu. Matanya sinis menatap cadarnya Qira “ Apa kau memliki penyakit melular atau karena kau malu jalan dengan pria tampan sedangkan kau hanya itik buruk rupa?” tanyanya dengan sinis pada Qira. ia meliipatkan tanganya didepan.
Qira berdecap. “ Jikapun aku jelek tak ada urusannya dengan kalian.” Ujarnya masih tetap tenang. “kan dia yang suamiku, bukan kalian.” Sudut bibir Qira tertarik dibalik cadarnya. “ Lantas kalian yang bukan siapa-siapa aku kenapa pusing dan ikut campur urusan aku?” Tanyanya dengan nada mengejek.
“Kau..!!” Telunjuk gads berbaju merah itu mengarah tepat kewajahnya Qira membuat Qira meniakkan satu alisnya. Lalu senyum sinis terbit dibibir perempan, lebih tepatnya senyum licik. “ Aku pernah tidur denganya dan aku adalah selingkuhannya asal kau tau..” Ujarnya dengan kekehan.
Tapi semua itu tak akan mampu untuk menghasut Qira. karena Qira sudah bisa membaca pikiran licik perempuan itu. Qira mengengam telunjuk perempuan itu lalu memilinnya membuat peremoua7n itu bergenyit dan berteriak.” Jangan mengarahkan teunjukmu diwajahku.” Qira menghempaskan tangan itu keras. “ lagipula Zauhan tak suka dengan mansia rendahan seperti kalian. yang hanya modal ************..” Qira menatap mereka sinis.
Tangan perempuan itu mengepal karena tak terima akan ucapan Qira. “ Kau...!! Beraninya kau menghinaku.. Plak..” Ia melayangkan tamparan kepada Qira karena amarah. Lebih tepatnya itu temnaya yang mengunakan hanfu hijau.
Qira menangkap tangan itu tak ia pilin karena ia tak suka memakai kekerasan saja. Hanya suka membunuh haha. “ Benar bukan ucapanku? Kau hanya modal ************ ? membuka pahamu untuk pria yang bukan siapa-siapa kalian lalu mengklaim mereka adalah pria kalian. menjijikkan..” Ujar Qira sinis.
“Siapa pria yang kau maksud?” Sudut bibir Qira terangkat dikalah pingang rampingnya didekap erat oleh Zauhan suaminya yang baru datang. Dengan gaya angkuhnya Qira meletakkan tanganya didadanya dan menatap mereka sinis.
Nampak mereka gelagapan menatap Zahan mereka takut saat ini karena memang tatapan Zauhan sangat tajam dan mematikan.” A ak sa sayang kau melupakan kami? kami yang bersamamu semalam..” Ujar yang berbaju merah itu gugup. Ia kembali berbohong tanpa pikir dua kali.
Zahan menatap mereka dengan tatapan jijik. “ Bukannya kita menghabiskan malam bersama seanjang malam semalam sayang?” Tanya Qira dengan keras dihadapan Zahan.” Bagaimana bisa mereka mengataan jika kau menghabisis malam yang panjang dengan mereka. Apakah kau bisa membela diri dan berpindah tempat dimana yang kau mau sayang?” Tanya Qira dengan kerasnya.
Wajah Zauhan seidkit memerah karena Qira bicara prontal didepannya dan didepan orang lain. namun Zauhan mencum bibir Qira sedikit ********** dihadapan mereka. “ Benar.. kita menghabisi malam yang panjang semalam, mungkn yang dimaksud peremouanini bukan aku. Tapi pria yang membayar mereka, semakin banyaknya pria yang memakainya ia sampai lupa siapa prianya .” Ujar Zauhan dihadapan Qira.
Qira menganguk.” Kau sudah mendengarkan penelasan suamiku bukan?” Tanya Qira kepada mereka berdua disana dengan sinis.” Masih mau bilang kalian mengangkang didepan suamiku?” Tayanya keras.
Perempuan itu mau setengah mati. ia tak habis pikir dengan Qira, ia pikir Qira orang yang lembut. tangan salah stau perempuan itu terangkat mau menampar Qira. hanya saja.
Par. Par...
__ADS_1
tanganya ditahan oleh Zauhan dan tangan Zauhan yang kirimenampar wajahnya yang berhanfu hijau itu dua kali. Tamparan bolak balik disana membuat sang empuh sedikit terpental karena kerasnya tamparan.” Berani kau menampar istriku. Akan kupatahkan lehermu..” Ujar Zauhan dingin.
Qira terkekeh menatap Zauhan “ Sudah. Jagan meladeni mereka. Buang waktu saja. Ayo kita pergi dari sini dan menjemput anak-anak kita yang masih bersekolah.. kita nanti telat lo..” jar Qira menekan kata anak-anak pada ucapannya.
Zauhan menganguk lalu membisikkan sesuatu dikuping Qira.” Ingat ya... ucapanmu tadi.. kita akan menghabiskan malam yang panjang malam kemarin, sebagai gantinya malam ini kita menghabisinya.” Ujar Zauhan dengan nada menggoda.
Qira mencubi perut Zahan gemes.” Kau mencuri kesempatan ternyata.. “ Ujar Qira dengan gemsesnya. Ia malu karema ucapan prontal Zauhan. sebenarnya tak prontal sii untuk suami istri, hanya saja Qirakan tak pernah bicara setransparan itu kepada Zauhan. mereka sudah dijarakkan tujuh tahun dan itu membuat nya tak nyaman.
Zauhan tergelak kencang lalu mencium tangan Qira.” Akukan merindukan kehangatanmu Qira..” Ia mencium kepala Qira bertubi-tubi..” Ayoo kita pergi..”Ujar Zauhan lalu mengandeng tangan Qira keluar tokoh. Bajunya sudah dikemas dan diantarkan kerumah mereka ya.... mereka menggunakan jasa pengantaran barang.
“Unnnc manisnya..”
“Iya. Ak mau memiliki suami seprti it “
yaampun.. jiwah ku merinta ronta.. aku mau nikah saja..”
Banyak bisik bisik dasana menggemakan hubungan Zauhan, sedangkan dua gadis itu malu sekali...” Hey pelakor.. pergi sana.. menjijikkan sekali ya kalian.. ih..!!” Ujar dari beberapa orang melihat mereka. Mereka hanya diam dan mendengus. Tangan mereka terkepal lalu pergi saja dari sana.
“ Nona.. pakaian kalian bagaimana? Kaian tak jadi membelinya?” Teriak dari pemilik tokoh itu menenteng baju yang sudah diambil mereka, sedangkan dua perempuan itu tak merespon, ia sibuk memaki dan mengabsen nama binatang untuk Qira dan Zauhan. rasa malu mereka sangatlah besar saat ini.
sedangkan pemilik tokoh mendengus sebal melihatnya. "Sudah perusah rumah tangga orang, tak mau bayar baju lagi.. cih apa gunanya dia ketokoh ku. Cuma mau membuat keonaran saja dasar perempuan murahan..!!” Sinisnya lalu melangkah masuk dengan kesal.
Qira dan Zauhan melangkah masuk kedalam kereta. Mereka akan pergi kesekolahnya anak-anak mereka, tak jauh hanya beberapa meter saja. Mereka akan menjemput tiga kurcaci itu karena memang Qira suka menjemput anak-anaknya. Qira suka dengan rutinitas ini. menurutnya apa yang dilakukan seorang ibu pasti akan sangat berkesan untuk anak-anaknya. Apa lagi mereka sudah terpisah sangat lama membuat ia ingin menghabisi waktu watunya bersama anak-anaknya.
“Lebih baik kita makan terlebih dahulu Qira.. karena mereka akan pulang masih sedikit lama. kita juga belum makan siang bukan? Aku takut kau sakit nanti..” Ujar Zauhan dengan manisnya. Ia mengelus tangan Qira yang tak ia lepaskan sedari tadi.
Qira menatap Zauhan dan menatap matahari. Ternyata memang benar. Hari sudah siang tapi ia belum juga makan.” Boleh... ayo. Aku juga sedikit lapar Zau..” Ujar Qira menganguk patuh.
Zauhan tersenym lalu mengelus kepala Qira. ia enyuruh kusir kuda untuk menuju salah satu kedai yang dekat disana.” Makannya dalam kereta saja ya. Soalnya disana aku tak bisa makan, akukan pakai kain untuk mentupi wajahku..” Ujar Qira dengan memelas karena apa yang ia lakukan kan ini sangat tak membuat ia nyaman,iakan suka kebebasan.
Zauhan terkekeh.” Tenang saja. Disana ada ruang privasi, atau satu ruang yang tertutup. Nanti kau bisa membukanya disana dan makan dengan tenang sayang. Kau tak akan kerepotan kog tenang saja.” Ujar Zauhan juur.
Qira menatap Zauhan serous.” Aku lupa...” Ia terkekeh sendiri, “ Akukan sudah lama tak makan dibumi.. haha., “ Ujarnya membuat Zauhan pun terkekeh. “Ayo.. sudah sampai..!!” Ujar Zauhan menatap Kedai disamping mereka.
__ADS_1
Zauhan turun dari keretanya lal menyambut tangan Qira untk turun, dan Qira menerima uluran tangan itu. Mereka manjadi tatapan banyak orang disana karena memang mereka sangat menarik perhatian orang lain saat ini