
“Bagaimana ini ayah?. Sudah hampir satu bulan Qira tak kembali. Lamaran dari kerajaan tetangga sudah sangat banyak.” Ucap Xian Lii.
Keluarga Qira sekarang mengadakan rapat. Karena Qira yang menghilang dan ditambah lagi lamaran dari kerajaan tetangga semakin menumpuk membuat mereka mencari solusi akan permasalahan ini.
“Bukankah kita sudah mengatakan jika Qira sedang tidak ada diistana?” Tannya kaisar Alex menatap Xian Lii.
“Kita memang sudah mengatakan yang sejujurnya ayah. Tapi mereka tak mempercayai kita. Mereka mengatakan kita menyembunyikan putri Qira.” Jawab Xian Lii.
“Kita biarkan saja Xi’gege.” Sahut Juang Lii enteng.
“Tidak bisa seperti itu Juang Lii. Kita akan dikatakan kerajaan yang tidak sopan. Ditambah lagi, jika masalah ini tidak kita atasi,maka akan terjadi perperangan antara kita dan kerajaan tetangga.” Jelas Guang Lii terhadap adiknya. Xian Lii mengangguk seteuju.
“Mengapa seperti itu? Mengapa kita akan berperang?” Sahut Lian Lii.
“Karena jika kerajaan lain tidak mendapatkan keputusan. Maka kerajaan kita dianggap menghina kerajaan tetangga Lian Lii. Belum lagi pertunangan antara Qira dan kerajaan dewa diputuskan secara sepihak oleh Qira saja belum selesai.” Jawab Xian Lii sebagai putra mahkota.
“Lalu bagaimana ini gege?” Tannya Juang Lii bingung. Tinggal cari gadis lain saja susah’ Batinnya.
Xian Lii hannya diam dan mentap kaisar Alex. Sedangkan kaisar Alex mendesah. Semenjak Qira muncul dengan kekuatannya membuat banyak pangeran dan putra mahkota yang memperebutkannya.
“Kita akan meminta bantuan kaisar Wey.” Putusa kaisar Alex.
“Maksud ayah?” Tannya Xian Lii bingung.
“Kaisar Wey sebagai saksi jika Qira memang sudah pergi dari kerajaan. Jadi kita bisa mengandalkan kesaksiannya.” Jawab kaisar Alex.
__ADS_1
“Bukankah semua orang tau jika kaisar Wey ayah angkat Qira. Apakah Mereka akan percaya akan perkataan kaisar Wey nanti?” Tannya Guang Lii.
Kaisar berfikir. Semua yang dikatakan Guang Lii benar. Bagaimana jika semua orang menganggap mereka bersekongkol untuk menyembunyikan Qira. Bukankah akan memabawa orang lain dalam masalah mereka. Ia memijit pelipisnya. Ia bingung akan hal ini. ditambah rasa bersalah bercampur rindu menjadi madu pekat yang menyelimuti hatinya, madu itu bukan manis. Melainkan masam bak cuka basih.
“Apa kita cari saja Qira...” Usul Lian Lii semangat.
“Qira sudah berpesan. Jangan mengecewakannya.” Jawab Zian Lii.
“Kita jelaskan kembali kepada mereka saja. Jika mereka sama sekali tak percaya. Maka biarkan saja mereka menemukan Qira sendiri. Siapa yang berhasil menemukan Qira terdahulu. Maka dialah yang akan menikahi Qira. Bagaimana?” Usul Guang Lii.
Kaisar menatap Guang Lii. Ada senyum tipis yang terbit dibibirnya. “Aku setiuju. Bagaimana dengan kalian.” Tannyanya dengan kakak Qira yang lain.
“Jika Qira tak mencintainya bagaimana?” Tannya Juang Lii.
Kaisar Alex mendesah rapu lagi. Tapi senyumny asegera terbit lagi. “Qira sudah berpesan jika kita tidak akan menemukan dia bukan. Ayah yakin, mereka tidak akan mudah menemukan Qira.” Lanjutnya.
Kaisar Alex dan lainnya setuju akan usulan ini. tak ada pilihan lain. Mereka hannya bisa berdoa untuk Qira, semoga sepuncuk cinta dan rindu mereka lekas bertemu dengan hati nan dingin yang Qira jaga.
...
Itempat lain.
Putra mahkota Xiaulenyai mengerang marah saat tau Qira menghilang. Ia menghancurkan seluruh isi kamarnya. Ia mengerahkan ratusan prajurit untuk menemukan Qira dimanapun ia berada. Ia bertekat akan menemukan Qira secepat mungkin. Ia akan mendapatkan Qira. Bagaimanapun caranya.
...
__ADS_1
Semua orang memusingkan Qira. Sedangkan orangnya melenggang masuk dikandang binatang buas. Yang ia sendiri tak tau seberapa berbahayanya tempat ini. bahkan tempat ini lebih menyeramkan dari hutan kematian dan kerajaan singa ataupun serigala yang ia lewati.
Qira terkagum-kagum saat melihat istana kerajaan barat. Kerajaan itu sangat besar. Bahkan besarnya dua kali lebih besar dari kerajaan langit. Tembok yang menutupi kerajaan itu sangat tinggih, itu tak memungkinkan penyusup untuk masuk ataupun keluar dari kerajaan ini, kecuali ia memang benar-benar hebat.
Bunga-bunga bertebaran dimanapun Qira mengunjak. Wolf dan Leon mau tak mau mengikuti Qira. Setiap langkah mereka, mereka tak lupa untuk mengumpat dan mengerutu akan kebodohan Qira. Setiap detik mereka merapalkan semoga Qira dilindungi.
Qira diajak disuatu lapangan yang berisi banyak gadis dan mentri. Dibelakang mereka ada ribuan prajurit berbaju besi dan wajah yang ditutupi oleh jaring besi yang dirancang khusus untuk mereka. Mungkin untuk melindungi wajah mereka ketika terjadi peperangan atau hal yang tak diinginkan.
Sedangkan para mentri dan petinggi lainnya duduk diatas aula yang memiliki tingkat sesuai jabatan. Ada juga beberapa wanita paru baya dan gadis belia disana, jangan lupakan 3pria disana yang duduk damai. Ada satu pria paru baya yang menggunakan baju kebesaran kasim.
Perempuan perempuan yang berbaris rapi dilapangan itu menggunakan baju Hanfu yang mewah, terbuat dari sutra indah nan halus. Qira bahkan panggling melihat mereka, semua dari mereka menggunakan baju yang berwarna sama. Warna ungu bercampur biru.
“Mari ikuti hamba putri.” Panggil prajurit yang menghantar Qira, ia berbalik lagi saat melihat Qira berdiri tanpa mengikutinya kembali.
Qira tersentak dalam lamunannya. Ia mulai melangkah memasuki lapangan itu. Seluruh orang menatap Qira aneh dan raut tanda tanya.
Sedanglan Qira sekarang baru mengerutu bodoh dirinya. Ia bahkan tak bertanya ini acara apa. Sedangkan Wolf dan Leon hanya mengikuti Qira dari belakang tanpa berucap apapun, takut orang mencuigai Qira.
Qira melihat kiri dan kanan, sesekali ia menatap para gadis yang bersolek begitu cantik, tapi sayangnya tak satupun dari mereka memberi Qira senyum. Yang ada kesinisan dan kecemooan. Qira bahkan tak melihat sorot mata tajam seseorang yang berada diatas tahta.
Prajurit didepan Qira berhenti dan segerah berlutut dan menunduk menatap jempol kakinya. “Hormat kepada yang mulia. Hamba menghantarkan putri kedua perdana mentri Woncu Qua.” Ucapnya soapan.
Semua orang terkejut akan hal itu. Mereka menatap Qira intens. Bahkan perdana mentri Woncu Qua menatap Qira. Qira mengerjab matanya. Ia menatap orang yang diberi hormat oleh prajurit yang menghantarnya. Matannya yang awalnya acuh tak acuh menjadi membulat bak bola pimpong. Mulutnya bahkan membulat. Pria itu... mata mereka beradu, mata sama sama kaget dan sama sama kejam nan dingin.
“Apa yang kau lakukan. Beri hormat kepada yang mulia. Kau mau dihukum mati... Tundukan kepalamu...!” Teriak salah satu pria yang berdiri dibelakangnya.
__ADS_1
Qira kembali menutup mulutnya, ia menatap pria yang bergelar kaisar itu sinis, ia bahkan terang-terangan melipatkan tanngannya diatas dada. Sedangkan Leon dan Wolf meneguk silva kasar. Jantung mereka berjoget riya didalam sana. Bagaikan sudah kebanyakan meminum arak dan menjadi mabuk.