Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Ketahuan


__ADS_3

******Sesuai permintaan... aku bakal kasih 1 up perhari aja bukan 2hari satu kali oke hehe....


aku tu suka sama film Twilighsaga... Atau film Cinta abadi seindah mimpi,Pada initinya keAktion sama kerajaan korosal gitu looo.... Welll kalo udah novel ini aku mau bikin novel kayak itu. apakah ada yang mau baca nanti? Pada initinya keAktion sama kerajaan korosal gitu looo...


Dan biar lebih deg degan saat bacanya jangn skip skip ya. biar bisa masuk kedaam cerita... Sambil denger lagu Dont lets me dont******...


Dengan langkah tegasnya ia meningalkan istananya. “Aku harus menemui Leon dan Wolf. Perperangan dipercepat dan semua harus berjalan dengan baik...” Ia mengangguk dengan mantap.


Tak jauh dari dia ada beberapa orang yang datang lalu menahanya, seseorang itu terkejut dengan mata yang membelalak.” Tu tuan. Ke kenapa kau menghalangi jalanku?” Tanyanya gugup. Wajahnya pias melihat sang tuannya didepan mata.


Tuannya menyeringai menatap kakek Liu. Ia mengangkat satu alisnya.” Mau kemana kau Liu?” Tanayanya memancing. Sebenarnya ia tau kakek Liu mau kemana, hanya saja ia mau melihat wajah gugup dan takutnya akek Liu. Ia hanya mau bermain-main sekaligus memancing kakek Lu saja.


Kakek Liu yang ditanya itu gelagapan. “ Ma ma mau keluar sebentar tuan, yaa saya mau mencari angin segar sebelum menjalankan rencana..” Ia menetralkan degub jantung dan ekprseinya supaya tidak ketahuan, tapi bukannya menutupi ekspresi, malah menambah kecurigaan orang lain. ia bahkan tak sadar kedua tanganya meremas satu sama lain.


Xavierouse Koenjiu atau biasa dipanggil dengan sebutan Tuan atau ketua kaum blouerose itu. Dia salah satu yang selamat dalam tragedi hancurnya kaum bluerose dan akan menambahkan kehancuran dimuka bumi ini. ia masih sangat yakin jika kaum bluerose memang pantas menjadi pemimpin, dikarenakan kelebihan dari kaum bermata bitu itu sendiri. Selain bisa membaca fikiran orang lain, merka juga memiliki kekuatan yang lebih dari pada manusia lainnya.


Xavier menatap kakek Liu tajam. “Sepertinya kau menyembunyikan sesuatu Liu? Apa yang sedang kau sembunyikan?” Tanyanya dengan wajah datar. Tangan kananya lumpuh tak dapat digerakkan itu dibalut kain. Jika tidak ia pasti mengelus dagunya sesuai kebiasaan, dan jika mengingat itu membuat ia mengeram kesal dan memuncakkan amarahnya.


Kakek Liu sudah mulai memberi wajh tenang. “ Ti tidak ada tuan. Saya memang mau mencari angin...” Ujarnya pada Xavier. Ia mncoba memalingkan matanya supaya tak berseti tatap. Sebab mereka sama-sama bisa membaca fikiran.


Kakek Liu tak mampu membaca fikiran Xavier tapi Xavier mampu membaca fikiran kakek Liu. Kenapa? Karena kakek Liu dibawah dari ilmu Xavoer. Begitu juga dengan Qira. karenanya, Qira tak mampu membaca Fikiran kaisar Zauhan, sebab kaisar Zauhan lebih hebat darinya.


“Ouh..” Xavier mengangguk.” Baiklah. Kau boleh pergi..” Ujarnya mengizinkan dengan mata penuh makna. Ia mengawasi gerak-gerik kakek Liu sedari tadi.


Keringat menetes dipelipisnya kakek Liu. Ia tersenyum legah melihat tuannya mengizinkannya.” Terimkakasih yang mulia..!!” Ujarnya lalu membungkuk sedikit. Setelahnya ia pergi meninggalkan tuannya.


Xavier mengangkat bahunya acuh, lalu ada seringaian jahat dibibirnya. “Permainan dimulai...” Ia menyeringai jahat menatap pungung kakek Liu yang sudah menjauh. “Mari kita bersenang-senang.. kita lihat, siapa yang lebih cerdas diantara kita Liu.” Lanjutnya dalam hati.


...


Setelah pertemuan Xavier dengan dirinya tadi membuat kakek Liu berjalan tergesa-gesa menuju Long dan Wolf. Ia harus cepat mengatakan pada mereka, tapi syaangnya ia tak sadar jika apa yang dilakukanya itu dilihat dan diawasi oleh mata-mata Xavier, ia juga tak sadar apa yang sudah ia rencanakan akan hancur berkeping-keping. Satu kata buat kakek Liu. Ia telalu teledor atau ceroboh? .


“Cepat siapkan segala rencana kita. kita harus melaksanakan recana kita...” Ujarnya secara spontan membuat Leon dan Wolf yang masih bertarung itu mengernyit.


“Ada apa ini kakek?” Tanya Via yang tak jauh dari mereka. Disana ada Via, ada Wolf dan ada Leon. Zoulan? Dia berada dikerajaanya untuk mempersiapkan pasuan iblisnya. Ia memang sudah bersiap-siap. Sebab sepengetahuan mereka perang aan dilaksanakan tiga hari lagi, tapi sekarang kabar mengejutkannya membuat mereka berteriak dan memaki, kenapa harus secepat ini, apakah kerajaan Langit dan lainnya mengambil keputusan gelabakan?


“Kerajaan Langit sudah datang untuk menyerang kerajaan Barat. Mereka sudah tiba dan sekarang kita harus melaksanakan rencana kita..” Ujar kakek Liu membuat semua orang menegang.


Kakek Liu maju dengan mata seriusnya. “ Kau Leon. Cepar pergi kekerajaan Iblis, kesana kau akan menghabiskn waktu seharian, karena kau adalah singa, pasti mudah dan lebih cepat bagimu. Karena puncaknya perperangan adalah besok, sebab kerajaan Langit masih berada dihujung kerajaan Barat.” Ujarnya menatap Leon.


“Dan untuk Via dan Wolf. Kalian harus terus memantau perperangan itu, kita sama-sama memantau, saat diakhir perperangan barulah kita akan datang untuk melawan kaum bluerose, sebab kaum bluerose tida akan maju sebelum semua kerajaan hancur berkeping-keping..“ Kakek Liu mengepakkan tanganya saat mengatakan hal itu.


“Kenapa kita tidak mereraikan mereka dulu kek? Kenapa jarus ada korban dan perperangan terlebih dahulu? Tidak bisakah kita menghentikan perperangan ini dan langsung menyerang kaum bluerose?” Tanya Wolf dingin.


Kakek Liu menggeleng.” Kaum bermata biru itu lebih licik dari pada rubah asal kalian tau. Mereka memiliki sejuta cara untuk menghancurkan lawannnya. Mau kau menjelaskan hingga bibirmu berbusa saja belum tentu kerajaan Langit dan lainnya percaya. Begitu juga dengan kerajaan Barat. Semuanya sudah termakan omongan adu domba dan dua sisi. Melawan dan menjelaskan pada orang yang sedang marah sama saja bicara dengan orang tuli. Ia tak akan mau mendengar dan tak akan mau peduli.” Jelasnya panjang lebar.


Leon mengangguk.” Tapi tidak bisakah kita datang sebelum adanya kehancuran?” Tanyanya Via.

__ADS_1


Kakek Liu mengegeleng.” Jika Qira yang menghentikan barulah bisa, tapi jika kita. kita bukannya memisah perperangan, taoi kita yang akan menjadi buruan dari tiga kubu seakligus, kubu bluerose, kerajaan Langit dan lainnya serta kerajaan Barat. Apa kalian mau jika hal itu terjadi?


Hening...


Mereka larut dalam pikiran masing-masing.” Jika begitu kau pergilah Leon, supaya cepat sampai dan cepat datang kemari. Aku harap pasukan kalian sampai diwaktu yang tepat. Karena memang waktu kita sudah tidak banyak.” Ujarnya pada Leon.


Leon yang tadinya diam saja sekarang mengangguk menatap kakek Liu. “ Baik kek. Aku akan segerah sampai sebelum terlambat. Tapi jika kami belum sampai atau sedikit terlambat, aku mohon, tolong halangi mereka sesegera mungkin..” Ujarnya.


Kakek iu mengangguk. “Kemungkinan besok pagi tak akan ada matahari, jadi jangan sampai kau masih menyangkah malam. ku harap kau paham maksud ku Leon.”


Leon tak paham akan ucapan kakek Liu tapi ia mengangguk. Ia merunduk lalu merubah tubuhnya menjadi Singa besar, singa yang sering ditunggangi Qira. ia melangkah dan melonpat meninggalkan Wolf dan lainnya.” Hati-hati Leon..!” Teriak Via pada Leon. Ia melambaikan tanganya semangat meskipun ia tau jika Leon tak akan pernah mebalas lambaian tanganya.


“Jadi apakah Via akan tetap ikut? Dia perempuan Kek.” Ujar Wolf pada kakek Liu.


Entah kenapa ia tak tau, ia tak mau Via terluka dan ia tak mau Via terlibat akan hal ini.


Via memegang pundak Wolf.” Aku menyukai tantangan, jadi tak masalah, aku bahkan bahagia bisa bergabung dengan kalian dan menikmati perperangan.” Ia menaik turunkan satu alis.


“Kau menyukai tantangan?” Tanya Wolf membuat sang empu mengangguk.” Jadi karena itu umenyukai Leon. Pasti karena terasa tertantang.” Ia mengangguk paham.


Via mengecap bibirnya sendiri. Tapi saat ia mau menyerang ucapan, Wolf ada satu pisau yang hampir mengenai dirinya, andai saja Wolf tak menarik tanganya lalu pergi dari posisi, jadilah ia sekarang berada didekapan Wolf.


Slap.. slap... slap...


Ada tiga pisau melayang dan dengan sedikit susah bagi Wolf menghindar supaya tak terkena piasu itu. Wolf memeluk Via erat karena tak tau berbuat banyak. Ia hanya dapat melihat pisaunya saja tapi tak menemukan sang empu yang melempar., siapa yang mau mencelakai mereka?


“Hahaha...” Suara tertawa itu menggema disana membuat kakek Liu, Wolf dan Via melingkar dan saling memunggungi. Mereka merapatkan tubuh untuk melindungi satu sama lain dan bersiaga. Nampak dari ujung kanan mereka ada sosok mengerihkan keluar.


Sosok dimana pria bermata biru, mata birunya sangat kental seperti Qira, tubuhnya kekar berwarna coklat tua, disebah pipinya ada bekas luka yang mengerihkan, tak sampai disitu, tangan kananya dibalut dengan kain putih menandakan itu adalah luka parah.


Suara tawanya menyeramkan dan juga berat. Ia menatap kakek Liu tajam. “Rupanya kau penghinat Liu...” Ujarnya dingin dan juga tajam pada kakek Liu.


Kakek Liu tersenyum sinis, meksipun ia takut tapi tak mau menunjukan ia gentar. Ia semakin merapatkan tabuh pada Wolf dan Via saat ada beberapa klan bluerose dari belakangnya. “Lalu sekarang kau mau apa?” Tanyanya dingin.


“Jadi ini biang keladinya hm? Ternyata sangat jelek dan menyeramkan..” Ujar Wolf mengejek. Ia menatap Xavier itu dengan tatpan cemo’o.


Xavier mendengarkan hal itu membuat ia marah, ia mengepalkan tanganya. “Anak muda tak tau sopan santun kau... “Ujarnya pelan.


“Lalu apa mau mu keisni pak tua? Kami tidak mau melihat wajahmu yang jelek itu, aku bisa muntah melihatnya, kau tak kasihan melihat kami ha?” Tanya Via sinis.


“Hahaha.. Benar kau Via..” Wolf terkekeh geli dengan Via. Mulutnya tak bisa dikontrol, sebenarnya tawa Wolf hanya dimain-main saja untuk memancing emosi Xavier. Ia menatap Xavir dengan bibir dilekung kebawah.


“ Sudah jelek, jahat dan tak berguna. Mau jadi penguasa tapi sepertinya ia mempunya tangan yang lumpuh Via, mana ada pemimpin lumpuh hahah... Sungguh menyedihkan dia rupanya..!” Lanjutnya. Ia tau tanganya lumpuh dari kakek Liu dan karenanyalah ia mengatakan hal itu, sejujurnya ingin sekali Wolf menyergap dan memukul lawan berkali-kali, tapi sayangnya ia masih harus hidup untuk melakukan dan menjalankan rencananya. Maafkan dia yang tak bisa berbuat apa-apa saat ini. ia masih ingat kesepakatannya antara kakek Liu yaitu ‘Jangan mati sebelum waktunya mati dan jangan mencoba mati konyol’


Tangan Xavier mengeras, kuku-kukunya memutih saat diucap lumpuh.” Kurang ajar kalian...! Kalian mencari mati rupanya...” Ujarnya berat.” Serang dia dan bawah ketempat kita sekarang juga...!” Bentaknya pada empat orang dibelakangnya.


‘disana ada Wouncu dan ada tiga dari lainnya. Wouncu juga sudah mengatakan jika ia sudah ketauan menjadi mata-mata dikerajaan Barat tapi tak ketahuan jika ia adalah dalang dari kaum Bluerose, jadi tak masalah bagi Xavier, sebab perperangan akan tetap berlanjut.

__ADS_1


“Jangan dekat-dekat.. kalian jelek..!” Teriak Via keras pada kaum buerose itu.


Slap.. slap..


Suara pisau itu membuat merea menghindar dan mengacau pormasi, mereka sudah pecah dengan kakek Liu melawan dua orang sekaligus, Wolf satu dan juga Via satu orang.


Dengan gaya lihai mereka melawan. Sudah beberapa bulan ini mereka latihan tak sia-sia. Untunglah mereka belajar dengan giat. Meskiupun mereka tak mampu belajar ilmu angin atau ilmu api, setidaknya mereka mahir dalam ilmu pedang ataupun ilmu lainnya.


Slap... Wolf menusuk pedangnya pada salah satu lawannya, namun lawannya hanya terkekeh geli, ia ta tau jika ilmu angin dan ilmu api membuat mereka kebal sebagaimana Qira rasakan. Berkali-kali pedangnya menyerang namun satupun tak ada yang menegainya lagi. Namun dengan gerak cepat lawannya menyerang pedangnya menuju kakinya.


slapp.. slap.. slap...


Argh.. ia mengerang sakit saat kedua kakinya tersayat membuat ia berlutut ditanah. Ia tak mampu melawan rasa sakit dikedua kakinya. Sedangkan tangan kananya juga sudah terluka. Sungguh kaum Bluerose tak perlu diragukan lagi.


Sedangkan kakek Liu yang melawan Wuncu dan satu lainnya sudah sedikit kualahan, sebab ia dan Wouncu memiliki tingkat yang sama dalam kaum Bluerose, jadi sama-sama sejajar jika dalam ilmunya. Bagaimana ia bisa melawan jika ia ditambah satu orang lain. “Menyerahlah Liu...” Ujar Wouncu sinis.


Kakek Liu tersenyum sinis.” Pendekar sejari tak akan mundur sebelum mati. aku lebih baik mati dari pada mundur..” Clang... mereka masih saling menyerang satu sama lain.” Kau munafik Wouncu. Aku tau jika kau itu munafikkan? Penghianat sebenarnya itu adalah kau. Kau yang menghianati Xavier..” Ujarnya dingin.


Perdama Mentri Wouncu terkekeh.” Sepertinya sudah watunya kau mati Liu. Karena orang yang banyak bicara itu harus mati..” Clang cling... kakek Liu melawan dengan lihainya. Butuh beberapa waktu membuat ia tak seimbang.


Sling,,,


Pedangnya terlepas saat Wouncu menghempaskan pedagnya dengan pedangnya keras. Tak menghilangkan kesempatan, ia langsung mendekatinya lalu blass... Blas...


Ia mengarahkan pedangnya kearah tubuhnya. Karena tak ada pedang membuat ia mengeluarkan ilmu anginnya dan menghempaskan Wouncu. Dengan langkah pasti perdana Mentri mengeluarkan ilmu, Hentak Bumi.(Ini bisa membuat gempa ya... ini sebenarnya memang ada ilmunya dizaman kuno, jadi aku masukin kecerita hoho)


Dengan gerak tak seimbang kakek Liu menetralkan tegaknya. Tapi tak membuang waktu, satunya lagi langsung menerjang dada kakek Liu membuat ia terpental dan mengeluarkan darah. Bukan main lagi tendangan itu.


Via yang merasakan gempa itupun langsung tak seimbang dan jatuh, saat itupula pedang berada dilehernya. Bergerak sedikit saja ia pasti kepalanya putus. Saat pedang itu mau menghunusnya, Xavir langsung berteriak. “Jangan membunuh mereka...!”


Serentak pula para lawan mereka berhenti dan menatap Xavir dengan raut tanda tanya. “Kenapa kami tidak boleh membunuh mereka? Bukankah mereka memang pantas dibunuh?” Tanya pria lain yang bernama Hiuju...


Xavier menatap kakek Liu yang lehernya sudah tertanam hujung pedang, darah sedikit sedikit mengalir karena perdana Mentri Wouncu tak melepaskan pedangnya. Mereka masih menatap Xavier dengan tanda tanya. Sebagai tuan pastilah ia didengarkan. “ Mereka sebagai tawanan kita jika nanti ada suatu hal. Jadi aku yakin mereka masih berguna nanti... Ya.. meskipun mereka akan tetap mati secepatnya..” Ia menaikkan satu bahunya sombong.


”Keparat.... Kau Iblis...!” Teriak Wolf melihat Xavier.. sedangkan Xavier terkekeh sinis.


“ Kau tadi menghinaku bukan? Lalu sekarang aku mau membalian kata katamu. Kau yang sempurna saja kalah denganku. Karenanya, jangan sombong kau dengan fisikmu. Jika saat ini aku mau membunuhmu, maka kau akan pergi kedunia lain sekarang juga...!” Ujarnya sinis.


Wolf mengepalkan tanganya. Kakinya sudah penuh dengan darah, tanganya pun sama, sungguh ia tak suka situasi ini. ini mereka masih permulaan untuk melawan klan Bluerose, lalu bagaimana nanti?


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa Vote, like and vote yey hehe...


__ADS_2