Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Xian Lii


__ADS_3

Xian Lii terekeh.” Kan ada Qeqe atau Heqi. Mereka bisabahkan anaknya Guang Lii atau lian Lii. Semuanya bisa karena kita satu darah.” Jarnya dengan berbagai alasan saat ni membuat kaisra Alexon mendengus sebal mendengarnya. Xian Lii memang banyak sekali alasnya membuat ia ta bisa berkata-kata.


Xian Li menerawang keatas. Ia tak memikirkan hidupnya. Ia menyerahkan seluruh hidupnya ada Dewa dan menerima takir apapun yang menimpahnya ia percaya jika suatu saat nanti ia akan bahagia meski ia harus menunggu sekalipun. “ Malam besok akan ada acara yang besar disana ada banyak putri dari berbagai kerajaan tetangga, sampai pada anak mentri dari kerajaan tetangga. Mereka pasti banyak yang cantik. Dan kau harus memilih mereka, minimal satu saja.. ayah yakin mereka akan tertarik dan menerima pinanganmu..” Ia menepuk pundak Xian Lii beberapa kali lalu pergi dari sana. Ia mengibaskan jubah kebesarannya meninggalkan Xian Li untuk merenung.


Xian Lii mendengus dnegan santaynya. Besok adalah acara pernikahanya Guang Lii? Tentu bukan, besok itu hanya acara perkumpulan dan penyambutan untuk tamu yang menginap dsini. Sedangkan pernikahan akan diadakan tiga hari lagi. Xian Lii berharap supaya ia bisa mendapatkan seseorang yang bisa menarik perhatianya. Ia ingin dan ia mau akan hal itu. Hanya saja hatinya bisahkah diajak berkompromi?


“ Qira.. maafkan aku.. Doakan aku disana ya supaya aku bisa mendapatkan gadis sepertimu... satu saja dimuka bumi ini.” Inilah alasan kenapa Xian Lii masih tak bisa membuka hatinya untuk orang lain. bagaimana bisa ia mengingikan seseorang yang memliki sikap dan sifat yang sama seperti Qira? bagaimana bisa? Karena Qira itu hanya stau dimuka bumi ini tak ada duanya.


...


Disisi lain sosok Kakak Kim sedang tersenyum bahagia diatas kuil disana ia sedang mengikhrararkan janji suci dengan sang pujaan hati. ralat, orang yang mirip dengan pujaan hati yaitu Qaila. Ia sepanjang hari selalu tersenyum bahagia disana karena tak menyangka jika dihari yang ia tunggu akan segera datang. Hari dimana ia akan membuat ikatan dengan seseorang yang ia cintai.


Disisi lain Qaila yang sudah jatuh sejatuh jatuhnya dalam pesonanya kakak Kim tak kalah tersenyum cerah, ia tak kalah bahagia dari kakak Kim. Siapa sii yang tak bahagia dikalah mendapatkan sosok yang penyayang? Bisa menerima dia apa adanya? sangat lembut dan mengerti apapun yang ia inginkan?


...


Kakak Kim adaah pria idaman setiap perempuan, dimana saat Qaila marah maka kakak Kim akan memeluknya dan mengcapkan kata maaf meskipun ia sendiri tak tau apa kesalahannya. Selalu tersenyum kepada sosok Qaila sang pujaan hati meskipun ia sedang lelah sekalipun. Selalu bersikap lembut dan mengutamakan Qira.. akh.. semuanya mampu membuat siapapun akan luluh dan jatuh pada pesonanya seorang kakak Kim..


Spsok Qila menggunakan hanfu yang berjahitkan benang emas itu sangat cantik, dihiasi dengan mahkota yang menawan sewarna dengan baju yang ia kenai membuat kesan mewah, apa lagi baju itu dicampur degan warna merah membuat kulit putih Qira mencolok dan sangat pas. Riasan wajah yang tak berlebihan dan juga manis dipandang. Bahkan kakak Kim tak ingin beredip dikalah melihat Qaila saat ini.


Sedangkan kakak Kim hanya menggunakan juba yang senada dengan warna hanfunya Qaila. Ia sangatlah tampan dan mempersona. Mereka sangat serasi dan cocok membuat tetua disitu cukup tertegun dan memuji akan kecantikan dan ketampanan mereka.


Apakah Wolf dan lainnya datang? Maka jawabannya tidak. Karena pernikahan mereka hanya dihadiri oleh Jujing sang anak angkatnya Kakak Kim. Mereka sepakat karena memang perintaan Qaila. Qaila mengatakan jika ia ingin hidup bahagia dengan kakak Kim tanpa ada campur tangan orang lain. kakak Kim tak setujuh awalnya. Karena ia tau semua orang sang menunggu kepulangan Qira. semuanya menunggu akan kedatangan nya Qira. tapi apa daya. Ia tak bisa berbuat apa-apa dikalah Qaila kekeh dan tetap tak mau mengundang siapapn. Bahka ia mau kehidupanya disimpan baik-baik.


Dan kakak Kim ikut saja. Asalkan Qira selalu bersamanya dan dismapingnya ia tak peduli juga. Yang penting dia bahagia dan bersama Qira sudah cukup baginya. Dan juga apa yang Qaila akukan itu atas dasar yang Qira rencanakan spaya tak ada yang tau jika yang bersamanya itu adalah Qaila bukan Qira.


“ Kau sangat cantik Qira..” Ujar kakak Kim dikalah melihat Qira yang mendekat. Ia dibantu dengan Jujing yang mengangkat hanfunya yang panjang itu supaya tak terinjak atau terganjal nantinya. Wajah Qira sangat menawan saat ini.


Qira tersipu akan ucapan kakak Kim.” Aku tau..” Ujarnya sombong dan itu membuat kakak Kim terkekeh.” Dan kau juga sangat tampan malam ini kakak.. sangat tampan.” Ujarnya jujur pada kakak Kim. karena kakak Kim nampak lebih gagah dan lebih menawan dari pada hari biasanya.


Ikhrat janji suci mereka dilalui secara khidmat. Disambut dengan rasa bahagia kedua insan. Tak ada detik yang dilewati tanpa senyuman oleh mereka. Siapapun melihatnya pasti tau jika mereka saling mencintai dan sangat bahagia. mereka menyayangi satu sama lain. Semua orang tau akan hal itu.


...

__ADS_1


Dilain tempat Qira dan Zauhan sudah disekolahnya Lingling. Namun disana sudah sepi mebuat mereka bingung. apakah mereka sudah pulang atau bagaimana ini? apalagi anak-anak yang lain juga sudah tak ada disana membuat fikirannya berkecambang saat itu juga.


Namun mereka dikejutkan dikalah kusir kuda yang diutus Zauhanuntuk mengantar jemut anaknya mendekati mereka dan berkata. “Tuan.. nona... Lingling.. Qenderli dan Henrik.. Me mereka diculik... mereka hilang tuan.. nona..!” Ujarnya gugup dan takut. Jari jarinya saling menguatkan satu sama lain membuat Qira tertegun. Apa maksudnya?


Dan kusir itu menceritakan kejadian dimana Heqi dan Lingling yang baru pulang dengan gaya sempoyongnya itu ditangkap oleh beberapa orang berpakaian hitam semua. Semuanya ada sekitar empat orang membuat yang lain kelimpungan untuk membantu ataupun menyusul anak-anak Qira.


On Flashback........


Sosok Lingling yang duduk dibangku panjang disana. Ia duduk menunggu kakak-kakaknya. Karena memang kelas para pria hari ini dipisahkan dari kelasnya para perempuan, kaena para pria diajarkan tentang terknik pedang sedangkan perempuan diajarkan teknik menyulam dan kelasnya sudah bubar tadi. Dan itu menurut Lingling sangat membosankan. Sikap Qira yang tak suka menyulam sangat mengental didarahnya Lingling dan hanya itu saja sii yang mirip dan itu membuat Lingling mendapatkan nilai merah.


Disana ia yang menunggu saudara-sudaranya untuk pulang itu mendengus karena putra mahkota Shen mendekatinya. “Kau sedang menunggu saudara-sadaramu ya..” Ujarnya dengan sinis lalu duduk disampingnya Lingling. Bolehah dia jujur? ia suka dengan harumnya Lingling yang beda dengan yang lain. dan karena itu dia mau duduk disebelahnya Lingling.


Lingling menganguk lesuh.” Kenapa kau berada disini? Kenapa kau tak masuk? Kau bolos he?” Tanya Lingling memicingkan mataya. Sekarang ia sudah tak terlalu bermusuhan dengan putra mahkota Shin karena sudah biasa dan putra mahkota Shin hanya mengejek saja si biasanya tak sampai meluka fisiknya. Dan dulu juga putra mahkota Shin membantu Lingling dikalah ia dibully, meksipun diakhirnya putra mahkota shin berkata. ‘aku membantumu karena aku kasihan saja padamu. Akukan calon raja, jadi harus belajar untuk menlindungi rang-orang dan rakyatku..” Dan itu cukup membuat Qira mendengus kesal menatapnya.


Putra mahkota Shin terkekeh.” Aku dikeluarkan dari kelas hanya karena aku melukai temanku. Padahalkan yang namanya belajar pedang itu memang harus luka. Kata ayahku jika belum terluka saat belajar maka tandanya kita belum pandai dan belum bisa dikatakan belajar.. “ Ujarnya ujur.


Qira menganguk.” Ibuku juga begitu..” Ujarnya menganguk lembut. “ Kemarin aku belajar masak dengan ibuku.. dan aku terluka. Lihat tanganku.” Ia menunjukan kulit mulus dibagian pergelangan tanganya dihadaan putra mahkota Shin. “Itu terkena minyak kelapa saat memasak makanan. Tapi ibuku malah terkekeh dan berkata. Jika belum terkena minyak panas jangan harap kita ahli dalam bidangnya.. jadi kita memang harus terluka dulu baru bisa dibilang ahli ya kan..” Ujar Lingling menganguk-nganguk yakin.


Putra mahkota tertegun menatap kulit mulus Lingling. Ia yakin jika sebenarnya Lingling itu cantik, matanya saja sangat cantik tapi ia tak tau kenapa Lingling menutupi wjahnya.” Kau bisa masak?” Tanya putra mahkota Shin kepada LingLing dengan alis terangkat.


“Lihatlah.. ini masakanku.” Tunjuknya yang isinya masih ada setengah nampan. “ Tadi aku tidak habis karena ini terlalu banyak. Aku pikir Heqi dan Qeqe akan makan bersamaku. Biasanya juga Kenzu dan Kenzo yang menghabisinya. Tapi hari ini mereka sibuk dengan kegiatan para pria membuatku sebal. Padahal aku masaknya kan capek.”


Gumamnya menggerutu kesal. Karena ia sudah bangun lebuh awal hanya untuk masak.


Putra mahota Shen terkekeh melihatnya. “Apa itu nasi goreng?” Tanyanya dengan alis terangkat karena ia belum pernah mendengar ada makanan itu. “ Sejenis daging kah? Atau apa?” Tanyanya dengan sudut mata mengintip makanannya Lingling.


Lingling bersemangat membuka kotak makananya. “Kau harus coba jika begitu.” Ujarnya meletakkan nasi goreng itu diatas pahanya Shan. “Ini itu memang tak ada dimanapun, hanya ibuku yang bisa memasaknya. Aku bahkan tak yakin awalnya jika makanan ini enak. Tapi nyatanya ini sangat enak.. apalagi ibu mencamburnya dengan ayam goreng yang crispie yang sangat enak.. sama telur mata sapi.. ini itu nasi goreng spesial tauk.” Ujarnya semangat memberikan apresiasi akan masakan ibunya itu.


Pangeran Shen menarik satu alisnya keatas. “Kau memberikanku makanan bekasmu?” Tanyanya dengan memicing.” Kaukan memiliki penyakit akut maaf, maksudnya menular. Aku tak mau tertular penyakitmu..” Dengusnya kesal. Sebenarnya ia penasaran dengan makanan itu tapi dari pada kena penyakitkan? Ia harus berhati-hati dalam memakan apapun dan berteman dengan siapapun.


Lingling mendengus.” Orang kelasku juga begitu. Mereka tak mau mencoba makanan ibuku karena takut tertular penyakitku bahkan berdekaran denganku saja mereka tak mau. ” Ternyata menjadi jelek dan dijauhi tak seindah yang ia bayangkan. Ia bayangkan jika ia dijauhi maka ia bisa tidur sepanjang hari. melukis apapun yang ia mau tanpa diganggu. nyatanya tidak, ia harus mendengar cacian orang lain, didorong sampai dibenci tanpa ia memiliki salah sedikitpun. Ia bingung, apa ia buka saja kedok penyamarannya ya? Tapi lagi ni ya.. dia nyaman dengan keadannya yang sekarang. Tak dikelilingi orang yang munafik. “ Aku tak akan menularkan penyakit tauk.. aku itu sehat.” Gumamnya membuat putra mahkota Shen menaikan satu alisnya.


“Lalu kenapa kau menutupi wajahmu dan berkata jika kau tak penyakitan? Kau bahkan mengatakanya dengan orang lain.” Tanyanya putra mahkota Shen kepo pada Lingling.”Memangnya ada apa dengan wajqhmu?”

__ADS_1


Lingling menatap putra mahkota Shen dengan sudut matanya. “Akan ku beri tahu alasannya mengapa aku menutupinya. Dan akh satu lagi, aku akan memberi tahu wajahku padamu. Tapi denga syarat.” Ujarnya dengan senyum liciknya membuat putra mahkota Shen menaikan satu alisnya karena kepo.” Kau harus menjadi orang yang selalu menilai makanaku. Tapi kau harus jujur, itu enak ata tidak. Karena aku ingin bisa masak seperti ibuku... Ya.. ya.” Ujarnya semangat pada putra Mahkota Shen.” Jika Kenzu dan Kenzo. Mereka pasti akan selalu berkata enak jika itu memakan makananku dan ibuku. Kan mereka itu memiliki perut karung semuanya bisa masuk tanpa terkecuali.” Cibirnya megingat Kenzu dan Kenzo yang sanat rakus.


Putra mahkota Shen tersenyum tipis.” Baiklah.. sini makanannya.” Ujarnya membuat Lingling mendekat membuat wanginya Lingling menyeruak kehidungnya putra mahkota Shen.” Kau menggunakan wewangian apa? Kau sangat wangi.” Ujarnya putra mahkota Shen jujur.


Lingling mengendus keteknya kanan dan kiri dengan cara menarik lengannya. Ia lupa ia mengunakan cadar membuat ia terkekeh,” Oh ya..? apa aku sewangi itu?” Tanyanya dengan putra mahkota Shen. Putra mahota Shen mengangguk menatap Lingling.” Ini bauh buah stroberry. Ibuk juga yang membuatnya.. ada bauh melon dan ada bauh apel juga dirumah. aku si pakek bauh strobery na kalo Heqi lebih suka lavender sama seperti ibu, sedangkan Qeqe suka Apel. Ayah suka Jeruk. Semua wewangian kami sngat wangi dibuat oleh ibu kami.” Ceritanya semangat.


“Eah ibumu sangat hebat ya.” Ujar putra mahkota Shen smebari mengunyah Nasi goreng milik Lingling.”Tentu..” Ujar Lingling semangat ia sangat semangat ika menyangkut memuji ibu dan kakaknya. Entahlah.


Putra mahkota Shen mengendus sedikit karena terasa pedas makannya tapi ini sangat enak membuat ia menambah lagi. Apalagi ayam gorengnya.” Ini sangat enak... Bagaimana bisa ayamnya dinuat seenak ini. sangat renyah dan empuk..” Ujarnya dengan mulut yang penuh dengan makananya.


Lingling terekeh.” Tentu,,!” Ujarnya dengan semangat dikalah itu. Karena ia suka dipuji dan dibanggakan. Sama dengan Qira kog. Ya namanya juga anak Qira bukan anak authur. Kalo dia anak autrur nggak mungkin dia disanakan. Wkwk kan outhur masih jomblo ya readersss....


Namun setelahnya putra mahkota shen terkejut dialah ia hampir terkena anak panah.” Shen awas...!!” Teriak Lingling karena ia merasakan suatu benda yang melesat dan ternyata benar. Itu adalah anak panah yang menuju dada nya putra mahota Shen. Itu membuat nasi goreng milik Lingling berhanmburan ketanah.


Jadilah sekarang Ptra mahkota Shen menatap sekeliling. Ia terkejut melihatnya, namun kembali melesat anak panah membuat Lingling dengan sigap menarik putra mahkota Shen supaya peri dan menghindari anak panah tu, karena pendengaran putri Lingling mmang sangat bagus. Jadilah ia bisa membaca situasi. “Ayo Shen. Lari.. ada yang ingin membunuhmu cepat..!” Teriaknya dengan keras. Untunglah Lingling menolongnya. Jika tidak Putra. mahkota Shin tak tau apa yang terjadi padanya tadi.


Namun mereka dihadang oleh beberapa orang yang berpakaian Hitam, dan itu membuat Lingling dan pura mhkota Shen terhenti dan menatap mereka.” Siapa kalian...??!!” Tanya Lingling keras menatap mereka.


Mereka terkekeh.” Besarnya nyali gadis kecil ini.. Ulu ulu..!!” Gumamnya dengan manis.” jadi mau bawah balik lah. Supaya bisa jadi temen.” Ujarnya menatap Lingling yang berteriak keras itu. Menurutnya lucu seperti harimau kecil yang sedang marah.


“Cepatlah.. kita harus membuh pangeran Shen..!!” Ujar dari temanya membuatnya dengan cepat menarik Lingliing.


” Lepaskan kami..!!” Ujar dari pangern Shen yang belum terlalu mahir dalam berkelahi. Apa lagi saat ini tangannya kosong membuat ia hanya memberontak tak bisa melawan.


Beda dengan Lingling. Ia melawan , hanya saja ia maish kecil dan mungil membuat tinjuannya pukulanya dan terjanganya tak terlalu meras dan tak terlalu sakit. Jadilah dia ikut ikutan diseret dan diculik.


“Kak.. itu bukannya Lingling? Kenapa linglung ditarik dan digendong seperti itu?” Tanya Heqi pada kakaknya Qeqe saat melihat dari kejauhan ada adiknya yang berkelahi dan digendong. Ia mendadak mejadi khawatir saat ini.


.


.


.

__ADS_1


.


.pipipipip..... Tinggalkan jejak ya teman...


__ADS_2