
.
.
.
.
Qira tak tau apa yang akan terjadi. Tapi ia yakin jika kedepannya ia akan hati-hati.dan percaya jika semua akan berlau begitu saja tanpa harus ada yang ia pikirkan.
Wolf menatap Qira sendu. Ia tau apa yang QIRA TAKUTKAN. BUKAN KARENA TAKUT MATI. TAPI TAKIT JIKA ORANG-ORANG YANG IA SAYANGI AKAN MATI KARENA DIRINYA. YA Qira itu takut menjadi sumber masalah. “ Qiqi...” Wolf memegang bahu Qira pelan. “ Kau tak peru memikirkan hal itu. Karena, apapun yang akan terjadi kedepannya. Kita akan tetap bersala selamanya.” Ucapnya.
“Benar.” Wolf pun bangkit dan berjongkok dihadapan Qira. Ia memegang tangan Qira lembut. ia mendongak menatap mata coklat nan indah Qira.” Jangan takut. Apapun yang terjadi, kami akan berada dipihakmu.” Ucapnya lembut.
Qira hanya mengangguk sembari tersenyum kepada temannya. “ Tenanglah. Aku akan lebih berhati-hari kedepannya.” Ucap Qira. “Tapi kalian harus lebih berhati-hati juga kedepannya ya..” Ucap Qira lagi.
Wolf mengusap kepala Qira lembut. ia memeluk Qira. “Kau tak usah khawatir. Jika kau masih berada disisi kami. Maka kami tak akan takut apapun didunia ini.”
Leon menatap Wolf memeluk Qirapun tak terima. Ia pun memeluk Qira tak kalah erat. “Kau harus berjanji untuk tetap semangat. aku yakin jika nenek itu hanya menakut-nakutimu. Bisa jadi dia adalah suruhan mata-mata kerajaan barat.” Ucapnya realistis.
Apa yang nenek itu ucapkan sama saja sebagai ancaman. Yang sekarang menjadi pertanyaan. apa maksud dari nenek itu. Pasti ada Maksud terselubung. Yaaa. Pasti..
“Bagaimana kabar keluarga perdana mentri Hiyuang?” Tanya Qira melepaskan pelukan mereka.
“Saat kau hilang itu. Semua keluarganya sudah dipancung serentak dilapangan Qiqi. Tapi putri Ping tak ditemukan. Ia bagaikan ditelan bumi. Hilang tanpa arah.” Jeas Wolf.
Hilang?
Bagaimana bisa?
“Ohg iya. Kami menemukan surat untuk mu. Ada dua gulungan dari dua burung. Untunglah burung itu kami yang menemukan. Aku yakin itu punyamu. Kami ingin memebrikan kemarin, Tapi kami lupa. Untung aku ingat membawanya tadi pagi.” Ucap Leon sembari mengambil gulungan dari balik bajunya. Ia menyerahkan pada Qira. Mereka sama Sekali belum membacanya.
Senyumnya Qira tercetak jelas. “Terimakasih Wolf, Leon.” Gumamnya.
__ADS_1
Wolf terkekeh. Ia mencubit pipi Qira pelan. Sedangkan Leon mengelus kepala Qira sayang.
Qira membuka pita yang mengikatnya.
Terkapar 5surat yang terkapar dipangkuannya. Ia mengambil salah satunya dan membuka talinya. Ia membuka gulungan itu dan mulai membacanya.
wajahnya yang tersenyum menjadi dingin, ada sorot tak suka dimatanya. Sangat tak suka. Nafasnya memburu membuat darah nya berdesir.
Wolf dan Leon yang menatap itu menjadi saling bertatap. Mereka teman yang pengertian. Tak akan mau mengusik privasi seperti surat saat ini. mereka memilih untuk diam saja sampai Qira selesai membaca semua surat disana.
Tapi membaca satu surat itu saja Qira marah. Ia meremas surat yang terukir dibambu gulung itu, menyebabkan darah mengalir deras ditelapan tangannya karena terluka. Sesaat setelahnya surat tu terbakar api membuat Wolf Dan Leon menjadi meneguk ludah kering. Apa yang membuuat Qira semarah ini?
“Ada apa Qiqi?” Tanya Leon sembari berkedip dua kali.
“Dua minggu lagi kita akan kembali ke kerajaan awan.” Ucap Qira dingin.
“Bukankah kita akn mencari klan blue Qiqi? Mengapa kita kembali sebelum menemukannya? Kita bahkan belum cukup bersenang-senang?” Satut Wolf tak mengerti.
"Apa ini ada hubungannya dengan surat yang kau baca Qiqi? Memangnya apa isinya?" Tanya Leon heran. mengapa Wira berubah secepat inum Pasti ada hal yang sulit yang akan Qira hadapi nanti. Ia yakin jika surat itu berisi kabar buruk.
*Dari Kenzi...*
Haloo Qiqi. Apa kabar? Aku meyakinkan dirimu diperhatianmu sendiri. Aku yakin, kau juga pasti merindukankukan. Kau tak mempunyai teman berdebat kan?. kau pasti baik\-baik saja. Terimakasih karena sudah memberikan kami kabar. Terimakasih atas perhatianmu. Tapi kami berharap jika kau baik\-baik saja disana.
Sebenarnya aku tak mau memberi tahumu tentang hal ini. tapi hanya kau yang menjadi satu\-satunya harapan kami. Ayah beberapa hari sakit saat tau kau prgi tanpa mengabari kami, begitu juga selir Xia ibu mu. Kerajaan awan terancam peperangan beberapa Bulan lagi.
Bulan aku ingin memanfaatkan kamu. Hanya saja keadaan membuat ku memanfaatkan mu Qiqi.
Kau pasti bertanya alasannya bukan? Alasannya karena aku memutuskan tunanganku dengan putri Maoxi. Kau bertanya mengapa aku memutuskan pertunangan kami? Semenjak kau pergi aku sadar jika aku menyukaimu Qiqi. Aku mencintaimu, aku tak mau kau pergi dari hidupku Qiqi. Ditambah putri Maoxi sudah berbuat jahat padamu sat pertandingan itu membuat aku semakin yakin jika pilihanku terjatuh padamu.
__ADS_1
Kerajaan dewa tak terima kami membatalkan pertunangan. Padahal pertunangan itu sudah dilakukan sejak kami kecil, membuat mereka murka. Kau taukan jika kerajaan dewa itu sangat kuat. Belum lagi sekarang mereka sudah bergabung dengan kerajaan Timur membuat mereka semakin kuat. Kami sudah meminta bantuan pada kerajaan iblis, tapi kerajaan iblis tak bisa membantu jika hanya kami saja. Lalu kami meminta bantuan pada kerajaan Langit. Ayahmu menentang dan menolak mentah\-mentah. Karena ayahmu masih tak terimah kau memakai mahkota dari kerajaan kami dulu. Ayahmu tak terima jika kau memanggil ayahku dengan sebutan ayah, sedangkan dengannya kau memanggilkan nama.
Aku tak punya jalan lain saat ini. kerajaan ini sudah diujung tanduk. Hanya saja aku yakin. Jika kau kembali dan menikah denganku maka kerajaan Langit akan membantu kerajaan awan. Begitupun kerajaan iblis. Jin Yu temanmu saat pertandingan juga mengatakan. Jika Qira ditemukan, maka mereka akan mebantu kami.
Kau bertanya mengapa harus ada ikatan pernikahan? Jika kita tidak menikah, maka ayahmu dan kerajaan iblis tak akan mau membantu. Dan ku yakin jika kerajaan iblis akan membuat perjanjian untukmu. mereka akan membantu jika kau mau menikah dengan Jin Yu. Kau sekarang berada dalam taruhan nyawa. Semua orang sedang mencarimu.
Aku menunggu semua keputusanmu Qiqi. Aku tak tau harus mengatakan apa padamu saat ini.
Semuanya berada ditanganmu Qiqi. Tapi aku mempercayai keputusanmu. Aku harap semua yang kau lakukan melibatkan kebahagiaan. Tak apa jika kau tak membantuku, tapi kau harus bahagia disana.
Salam sayang dariku. Janga lupakan aku...\*
.
.
.
.
**Alhamdulillah udah mulai masuk Konflik yah guys. Author udah masukin konfliknya untuk beberapa bab lagi.
Author juga mau kasih satu novel author "Hijra sang gadis pemberontak" Berisi cewek tomboy kok. Sedih? sangat sedih. Emosi? pasti. Ayo mampir.
.
.Like udah mengurangi.
Komentaroun udah sedikit.
apa lagi Vote. Udah dikit banget malah.
dimana ni para pembaca?
__ADS_1
Ayok komentar like dan Vote.
Makasih yang masih setia dengan novel ini**.