
Hallo semua. Apa kabar? Semoga masih dalam lindungan Allah Swt dan bagi yang non muslim semoga selalu dilindungi Tuhannya ya...
Btw sebenernya saya mau kasih tau. maaf kalo memang menurut kalian saya mentamatkannya bertele-tele. Jujur disetiap bab yang saya kasih itu pasti ada kaitannya untuk kedepan ya, jadi saya jamin setiap Bab dan setiap pertemuan orang keorang seperti Zoulan, Kakek Suke dan dilarangnya Lian Lii ikut berperang itu pasti ada kaitanya. Jadi bagi yang udah bosen atau udah ngerasa ini novel nggak diminati lagi, saya selaku author mau minta maaf sedalam-dalamnya ya. Sebab saya juga manusia biasa yang tak luput dari masalah dan juga dosa.
Demi Mood saya sebagia penulis Amburadul ini, jika memang tak minat atau novel ini sudah jelek, tolong jangan komen yang bakal mood saya ambyar. Jujur, komentar kalian itu nentuin Mood saya, suerr ya... Jadi bagi yang memang udah engak suka langsung cari lapak lain yang menurut kalian lebih menarik. Just saya tidak akan marah ataupun mencegah kaliam. Tapi saya selaku pemilik novel ini saya tegaskan jika saya tidak menerima penghinaan ya dinovel ini. tapi saya menerima keritikan, keritikan kesalahan dari novel ini, sebab saya juga butuh pembangunan, tap jika sudah kemenghina saya bukan membangun, tapi malah down hehe... Saya meksipun enggak bales tapi saya baca terus loe komentar kalian, kadang tu komentar kalian bikin saya mau nulis nulis dan nulis kembali...
Dan buat semua yang selalu Like, komen super buat saya dan juga mendukung lewat Vote saya mengucapkan terimakasih.
.
.
.SELAMAT MEMBACA...
Jalanan pasar itu sangat ramai,... “ Tanghulu-tanghulu...”
“Ayam baar ayam baar...”
“Gula kapas gula kapas..”
Suara bising itulah yang menambah suasana menjadi ramai, disetiap orang ada peluh didahinya akibat terik matahari. Ada yang mengeluh karena makanannya tak laku dan ada juga yang bersyukur daganganya hari ini sangat laku dan sangat diminati, terutama dibagian baju perang dan baju peralatan untuk perperangan. Bahkan didua hari ini setiap tempat penjual baju perang ataupun yang bersangkutan ungu berperang.
Sosok pria yang memakai topeng disetengah wajahnya itu mengelap keringat yang ada didahinya. Ia mendesah pelan .” Dimana sii tempat tingalmu Qira?” Gumamnya sudah berali-kali.” Ku kira mencarimu dikerajaan Barat ini sama seperti aku mencari musuh yang lain, tapi nyatanya kau gadis unik yang pastinya susah untuk ditebak.” Ia kembali melirik kekanan dan kekiri, siapa tau orang yang ia cari ada disalah satu kerumunan orang-orang.
“Sepertinya kau akan kaya Pulan... Sudah beberapa hari ini kulihat tokomu sangat ramai...” Ujar salah satu pria yang sesama penjual itu, ia adaah penjual kacang rebus. Ia bisa melihat toko temannya ini sangat ramai.
Pria yang mencari Qira itu melengos tak tertarik, tapi setelah mendengar jawaban dari pria brikutnya itu ia menghentikan langkahnya.
“Benar... Karena ada banyaknya pesanan baju perang dan juga peralatan untuk berperang.” Ujar dari pemilik toko baja itu. Ia disana ada baju baja dan sebagainya, sesuai peralatan untuk berperang.
Sosok pemuda penjual kacang itu nampak sedikit bingung.” Memangnya perang antara kerajaan kita dengan tiga kerajaan sekaligus itu memang akan terjadi?” Tanyanya heran.
“Sepertinya... Sebeb persiapan dari yang mulia kaisar Zauhan sudah sangat matang. Apa lagi pemuda yang usianya diatas 20-40 harus ikut berperang. Kita diwanti-wanti untuk melaukan perlindungan satu sama lain..”
Kerajaan Barat memang sangat kuat. Sudah dijelaskan oleh Wolf sedari mereka melaukan perjalanan kekerajaan Barat bukan? Pertahanan kerajaan ini memang sangat besar, baik dari segi istana maupun rakyatnya, seperti sekarang, karenanya, setiap warga harus bisa bela diri, dan sata perperangan semua akan ikut andil dalam perperangan.
“Seperti biasa berarti. Itu artinya semua orang membeli perlengkapannya ya.” Pria penjual acang rebus itu mengangguk.” Tapi apakah benar perperangan ini terjadi karena yang mulia kaisar Zauhan membunuh istrinya itu? Dan yang mulia permaisuri itu sebenarnya bukan putri Ming Zu, tapi Putri Zhu Qra Han dari kerajaan Langit? dia juga.menjadi mata mata dijerajaan kita...?” Tanyanya.
__ADS_1
Pria yang mencari Qira merasakan jantungnya dipacuh sangat cepat. Apakah Qira yang dimaksud dengan merka itu sama dengan Qira yang ia cari.
“Iya. Katanya dia juga sebagai mata-mata dari kerajaan Langit. Dan kerajaan Langit sudah bermusuhan dengan kerajaan kita sejak lama..”
“Tapi katanya tidak begitu. Desa Hujan dan Cemara bahkan membangkang akan tindakan kaisar Zauhan. merka baru sadar jika yang kemarin memasuki desa mereka dan membantu mereka adalah yang mulia kaisar dan permaisuri.. Jadi sepertinya mereka memberontak keras.”
Hujan? Cemara? Apakah yang sudah dibunuh itu benar-benar Qiranya? siapa yang membunuh? Kaisar Zauhan?
Ia mengepalkan tanganya erat. Matanya memerah dengan diiringi gemertak gigi keras. “Kau bukan hanya merebut ayah, ibu dan juga tahta untuk ku Zauhan. tapi kau juga sudah merenggut nyawa dari gadis yang aku cintai sekaligus sahabat pertamaku...” Gumamnya marah, nafasnya naik tirun karena amarahnya yang memuncak.
Ia bergegas pergi meningalkan tempat itu. Ia akan pergi menemui kaisar kerajaan Langit untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Apakah Qira memang sudah benar-benar pergi?
Tapi perjalanannya tercekat oleh dua manusia terdekat pria itu. ia menahan pria itu dengan wajah dinginnya. “ Zoulan?” Tanya Wolf dengan wajah datarnya.
Semenjak Qira meningal dan jasatnya yang diketahui oleh mereka sudah dibakar oleh kerajaan Barat. Wolf dn Leon tak pernah lagi bersikap ramah atau berekspresi. Setiap hari mereka berlati untuk berperang, tak ada cendagura dan tak ada lagi semangat hidup. Yang ada hanya semangat untuk mengalahkan kerajaan Barat dan juga menjatuhkan Kaum bluerose sesegera mungkin. Dan kekuatan merka sudah sangat jauh dari kekuatan mereka sebelumnya.
“Siapa kalian?” Tanya pria itu. Ya pria itu Zoulan, ia mencari Qira karena sudah rindu, ia memang sudah berjanji untuk membantu Qirakan? Dan sekarang ia mau menemui Qira. ia menatap dua pria tampan namun asing didepannya ini.
“Bisa kita bicara sebentar?” Tanya Leon dingin bak es.
Zoulan mau menjawab. ‘Untuk apa?’ tapi sudah dipotong oleh Wolf.” Ini tentang Qira dan perang, jadi bisahkah kita bicara enam mata saja.”
...
“Jadi Qira memang sudah dibunuh boleh pria iblis itu?” Tanya Zaoulan tak mampu menahan emosinya, emosinya sangat melambung saat mendengar Qira benar-benar tiada dan pembunuhnya adalah orang yang memang sangat ia benci sekaligus ia sayangi.. ia bahkan langsung berdiri saat Leon sudah menjelaskan akar permasalahnnya.
“Jika begitu kita harus membantu kerajaan Langit. Au akan membantu kalian menggunakan pasukan iblisku.” Ujarnya lagi mengebu-gebu saat Leon dan Wolf diam tak menjawab., ia sebenarnya heran, kenapa dua orang ini lebih mirif mayat hidup, tak ada pancaran kehidupan dimata mereka.
Leon dan Wolf menggeleng sembari saling melirik.” Kita punya rencana. sebab ini semua adalah jebakan, jika kita semua sudah terkena jebaan, kenapa kita tida menikmati jebakan ini dan kembali menjebak mereka?” Ujar Wolf datar.
“Apa sii? Jika biacar jangan muter-muter. Langsung saja keintinya.” Gerutu Zoulan pada Wolf.
Wolf menghela nafas. “Kita sudah punya rencana. Kau ikuti saja kita, kita sekarang cukup jadi penonton saja..” Ujarnya datar dan dingin. Tak ada raut wajah sama sekkali.
“Maksud kalian?” Tanya Zoulan tak mengeryi.
Mereka saling lirik lalu kembali menghela nafas dalam diam. “Biarkan kakakek Liu saja yang menjelaskan Wolf. Mulutku kaku saat bicara banyak.” Ujar leon malas.
__ADS_1
“Aku juga Wolf. Rasanya bibirku tak bisa berfungsi dengan baik setelah Qira pergi..” Jawan Wolf dalam hati. ia meletakkan kepalanya diatas pingiran sandaran kursi dengan mata memanas. Ia bagaikan anak kecik kehilangan ibu saja. Jangan tanya mereka tau Zoulan dari mana. Pastilah dari kakek liu
Sedangkan Zoulan sekarang menatap mereka bingung dan juga bersedih, marah dan juga kesal. Kenapa semua ini harus ia lewati coba?
Setelahnya Wolf dan Leon memulai aksi untuk melakukan membuat rencana dan juga persiapan tiga hari mendatang.
...
Langkah kakak Kim menuju goa tempat ia dan Qira bertedu sedikit terdengar. Ia membawah kayu bakar dan seberang hutan. Didalam goa ini ada tempat yang tak beku jadi ia bisa menghidupkan api ataupun memasak makananya, karenanya ia bisa membawa ayu bakar. Dan juga itu berguna untuk ia menghangatkan tubuhnya. Meskipun ia tahan akan dingin, tapi ia tetap mahluk hidup yang butuh kehangatan.
Yang zomblo berarti bukan makhluk hidup ya? Wkwk kan kurang kehangatan wwk
“Haloo sayang. Cup...” Kakak Kim menaruh kayu bakarnya terlebih dahulu dibelakang tempat ia menghangatkan tubuhnya. Ia duduk disisi ranjang lalu mengelus pipi Qira sayang.
“aaiinya bersih-bersih, kamu udah bau soalnya hehe. Udah tiga hari belum mandi..” Ia berucap sendiri dengan mengelus pipi Qira sayang.” Eh jangan ngambek, kamu nggak bau bener. Kamu masih cantik...” Ia kembali mencium pipi Qira sayang bagaikan seorang suami yang takut istrinya marah dan tak memgizinkannya tidur dikamar.
Kakak Kim pergi kebelakang untuk mengambil air dan juga lab bersih, ia juga memberi banyak wewangian Lavender supaya Qira masih tetap harus sebagaimana yang Qira suka.
“Nahh. Sekarang kamu mandi ya...” Ujarnya lembut, ia mengelap semua bagian tubuh Qira. mulai dari tangan, kaki, talapak tangan, dan yang terakhir adalah wajahnya. Dengan hal yang ia lakukan air matanya menetes dengan piluh, ia rapuh da ia lemah.
Ia membereskan semua peralatannya kebelakang lalu membawah baju yang baru. Ia mengantikan baju Qira dengan hanfu biru.” Kalo kamu bangun pasti sangat cocok banget dengan bola matamu Qira..” Ia terkkeeh dengan memakaikan Qitra baju dengan telaten, tak ada nafsu atau apapun itu, ia menatap Qira sendu berharap Qira bangun dan menatapnya.
Ia meletakan menidurkan Qira kembali lalu ia membaringkan tubuhnya disemping Qira. ia meletakkan kepala Qira dilengannya, ia mengelus wajah Qira didepan matanya.” Aku sayang kamu Qira..” Gumamnya lalu mendekap mayat Qira tak ada rasa jijik ataupun rasa nafsu. Yang ada hanya rasa dingin menyengat dari tubuh Qira dan rasa getir dihati kakak Kim. Sudah satu beberapa hari ini ia tidur dengan memeluk Qira, sudah beberapa hari ini pula ia merawat Qira dengan sayang, dan ia merasa semua itu cukup asalkan Qira ada disisinya.
Tak jauh dari sana ia ada sosok paru baya bermata biru melihatnya, tanganya ia satukan dibelakang dengan mata sendu. “Semoga Dewa melihat ketulusanmu Kim..” Gumamnya dengan tetesan air mata. “Ada jiwa dijiwa gadis itu.. semoga itu pertanda baik”Ia pedih dan juga sedih saat melihat gadis itu dideap oleh orang yang sangat tulus, ia pernah ada dipoposi itu.
...
“HARI INI ITA BERANGKAT MENUJU KERAJAAN BARAT..!” Lantang suara kaisar Aleexon. kepalanya topi tertutup baja yang hanya menuyisahkan mata dan hidungnya, baju baja menghiasi tubuh kekarnya, baja yang paling beda dari yang lain, yaitu baja terbuat dari emas dan berlambang naga itu.
Ada ribuan oang yang mengikuti kaisar Alexon, dan sekarang mereka ada dipinggir laut menyaksikan kaisar Alexon yang sudah diatas kapar terbesar dari yang lain.
Karena kerajaan Langit dan kerajaan Barat dibatasi oleh lautan membuat mereka harus menggunakan kapal sebagaimana Qira dulu. Tapi yang berbeda saat ini adalah jumlahnya.
Kaisar Long Wey berjumlah lebih dari sepuluh ribu pasukan, kaisarAlexon pun melebihi sepuluh ribu pasukan, belum lagi pasukan kaisar Xing dan juga pasukan Caho Chio. Semuanya sudah berkumpul semua disana dengan sesak didada, sesak karena harus ditingalkan. Tapi saat ini merka harus mengibarkan semangat membarah untuk membantu putri kecil merka.
“Kita tiga kerajaan akan membalas apa yang dirasakan oleh putri kita. putri Zhu Qira Han, dan saya selaku kaisar meminta bantuan untuk kalian, tolong jaga diri kalian dan buat kita menang suapaya putri Qira disana bahagia.” Karena ini cara terakhirku supaya bisa menjaga Qira putri buanganku, putri yang aku hampir bunuh, bahkan aku belum mendengar jika kau sudah memaafkanku, kau hanya menulisnya dari surat, ayah mau mendengarkan kau kembali memangilku ayah Qira, tapi semuanya telah terlambat’ Lanjutnya dalam hati.
__ADS_1
Kali pertama kaisar Akexon meminta tolong pada rakyat dan semua prajurit disana membuat semua menahan tangis haru, merka tau kaisar mereka rapuh, dan sekarang merka bertekat akan menang dipeperangan ini. “Hidup yang mulia kaisar.. Hidup kerajaan Langit... Bahagia Putri Qira...!” Teriak merka penuh hyaru.
Kaisar Long Wey dan kaisar Xing diam dengan rasa masing maisng. Kaisar Long Wey memang sangat pendiam setelah Qira tiada, tak ada yang tau jika kaisar Long Wey sudah menyiapkan semua strategi supaya tanganya sendiri yang membunuh kaisar Zauhan dan ia yakinkan itu. Ia yakinkan pada putri kecilnya jika ia tak boleh gagal dalam membalaskan dendamnya. Mau memangis? Seprtinya tangisanya sudah habis, mau meraung? Sepertinya raungannya saat ini sangat tida berguna. Sedangkan kaisar Xing diam dengan mata haru menatap sahabatnya itu. Baru kali ini ia melihat kaisar Alexon sepeduli ini pada rakyatnya. Sungguh besar pengaruh anaknya.