Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Ramalan


__ADS_3

Laisar Zuhan mengarahkan pedangnya ketanah membuat Qira jatuh ditanah, karena hempasan dahsyat yang diarakannya pedang itu. Qira sedikit terbatuk darah membuat kaisar Zauhan menyeringai.” Menyerahlah Qira...!” Ucap kaisar Zauhan keras.


Qira menyeringai. Ia membasahkan bibir bawahnya seakan ini hanya permainan belaka.” Kau pergi saja tidur lalu bermimpilah, karena mati pun aku tak akan megucapkan kata menyerah kepada siapapun, karena aku, bukan PECUNDANG...!” Ucap Qira tegas dan keras.


Kaisar Zauhan menatap Qira dingin, ia mencintai tapi tak mau berbagi. Ia menggeret pedang yang besarnya dua kali lipat dari pedang Qira membuat suara yang menyayat gendang telinga. “Tingallah bersamaku, tingalkan semua orang yang ada disekitarmu. Aku mencintaimu Qira...” Gumamnya dingin.


Qira berdecip. Ia mau bangkit tapi dadanya sedikit sesak karena pedang itu, ia memilih tetap diposisinya. “ Kau bilang cinta? Apakah cinta harus seperti ini Zauhan? apaah cinta ketika kau memilih anak itu dibanding aku ha?!!!! Anak siapa itu ha? Katakan padaku? Apakah itu anakmu ha? Katakan sialan...!” Teriak Qira mengebu.


“Karena kau salah Qira...! Karena kau terlalu kejam ingin membunuh Zuzu yang sebagai anak angkat mu sendiri...!”


“Aku tidak ingin membunuhnya, aku hanya tidak sengaja. Aku membencimu Zauhan, sunggu aku membencimu jika kau masih mengatakan cinta padaku tapi kau tak mempercayaiku..!” Qira berteriak, ia sakit jika orang yang ia sayangi tak mempercayainya, ia tak suka dibagi, salahkah jika ia tak mau hal itu? Bukankah Zuzu bukan siapa-siapa. Begini saja, jika kalian tak melakukan suatu hal yang dituduh orang yang sudah kalian percayai apa yang kalian rasakan? sakit bukan? Itulah yang Qira rasakan saat ini.


“Kau membenciku?” Gumam kaisar Zauhan. ia tersenyum sinis.” Jika begitu kau mati saja, supaya tak ada yang dapat memilikimu.” Matanya menyalah dengan warna merah, sangat merah seperti darah membuat Qira tak yakin jika ini kaisar Zauhan.


“Apakah ini yang dinamakan cinta? Membunuh jika tak dapat memiliki? Kau gila..!” Teriak Qira. ia mulai menancapkan pedangnya ditanah supaya menjadi penyangga ia berdiri, tapi saat itu pula kaisar Zauhan mengarahkan pedangnya pada Qira. “Mati kau ...!” Teriaknya keras dengan pedangna yang mengarah dileher Qira.


Melihat itu membuat Qira terkejut. Apakah kaisar Zauhan benar-benar ingin membunuhnya jika ia tak bisa dimiliki? Apakah sekejam itu? Qira tak dapat mengelak pedang itu,


Kakak Kim yang sedari tadi melihat percakapan kaisar Zauhan membuat ia waspada, apa lagi kaisar Zauhan mengarahkan pedangnya pada Qira membuat ia melompat lalu berubah menjadi serigala besar untuk melindungi Qira. “Auuuu...” Ia mengaung dengan suara kerasnya dan menerkam tubuh Qira dalam pelukanya membuat pedang itu menebas angin saja.


Qira dan kakak Kim yang menjadi serigala itu terguling beberapa kali karena tanah yang mereka pijaki sangat curam. Mereka berhenti tepat dikala tubuh serigala kakak Kim terbentur batu besar. Dapat dipastiakn jika kakak Kim merasakan sakit luar biasa dibagian perut dan lenganya, atau memar yang sangat dalam. Qira? ia memejamkan mata merasakan pelukan hangat dari bulu-bulu kakak Kim yang lembut dan harum. Saat iia membuka matanya pun ia melihat wajah kakak Kim yang berbentuk serigala. Qira berada diatas kakak Kim, ia bisa melihat kakak Kim yang sedikit bergumam layaknya serigala yang kesakitan, tapi ia masih memeluk Qira. “Kakak..” Gumam Qira ingin mengelus pipinya kakak Kim.


Tapi ia melihat bayangan kaisar Zauhan yang berada disebelahnya karena terangnya bulan purnama, kalian ingatkan jika malam ini malam purnama? Membuat suasana cukup terang dan mampu menampilkan bayangan kaisar Zauhan mengarahkan pedangnya pada kakak Kim dan Qira. membuat Qira membalikan lagi tubuhnya dan kakak Kim kesamping tak terhalang batu.


Kaisar Zauhan memanas saat melihat Qira berada diatas kakak Kim membuat ia mengarahakan pedang itu untuk membunuh keduanya, dan saat pedang itu mengarah diQira dan kakak Kim merka sudah mengelak dan sekarang kakak Kim yang berada diatas Qira. qira dapat melihat kaisar Zauhan memerah dan kembali melayangkan pedang diarah Qira. Qira sudah tak nertenaga karena tubuhnya yang dihimpit kakak Kim yang kesusahan mengangkat kepalanya, sepertinya kakak Kim ingin pingsan karena kepalanya berdarah. Kepala kakak Kim terbentur batu cukup kencang tadi.


Qira menjulak kakak Kim ketika pedang itu menjurus ke mereka dan,


Cap...


Tepat pedang itu menancap didada atasnya, ia memejamkan matanya, pedang itu bahkan menembus tanah karena kekuatan yang kaisar Zauhan kerahkan itu sangat besar. Qira merasakan jika lengannya sangat berat. Dan “ Bruff..” Ia memuntahkan darah, meski tak merasakan sakit yang mendalam, tapi ia merakaan nyilu dan juga berhentinya syaraf ditubuhnya.


Kaisar Zauhan menadak berhenti melihat Qira yang sudah diam dan memuntahkan darah, hanfu putih yang ia kenakan sekarang menjadi berwarna merah, entah kenapa ia merasakan dadanya sait dan juga mati rasa, mendadak kakinya menjadi jelly dan tak mampu memopong tubuhnya yang hampir roboh. Matanya yang merah tadi sekarang berubah menjadi hitam kembali. “Qira...1” Gumamnya pelan.


Qira memuntahkan lagi darahnya membuat kaisar Zauhan mendadak menjadi mati rasa.


Kakak Kim? Ia gemetar dengan nafas yang terengah-engah ia mendekati Qira dan meletakkan kepalanya Qira diatas pahanya. “Qira...1” Gumamnya pelan karena kepalanya yang sakit, sangat sakit. Dengan gemetar ia mengelus kepala Qira. Darah dikepalanya mengalir dipipinya.


Qira tersenyum, ia tak bisa merasakan sakit diluka, tapi mendadak dadanya sesak tak dapat membuat ia bernafas. “Zauhan..” Gumam Qira pelan. Ia menahan tangisan” Kakak Kim..” Gumamnya membuat kaisar Zauhan merangkak dan memeluk Qira yang terbujur.


“Ma maafkan aku.. maafkan aku... Aku.. Aku aku tak tau kenapa aku begini. Maafkan aku, jangan mati..” Gumam kaisar Zauhan mencium tangan Qira bebrapa kali.

__ADS_1


Qira tak membenci kaisar Zauhan, tapi ia sakit, sangat sakit. Kilasan dimatanya, kilasan ramalan yang kakak Kim terbunuh dengan dipeluk oleh orang yang ia cintai., itu ia baru tau, jika orang itu adalah ia dan kakak Kim, dan pelaku membunuhnya adalah kaisar Zauhan..


Tapi takdir berkehendak lain, takdir membuat Qira mampu menyelamatkan kakak Kim dan ia yang menjadi korban. Kilasan manusia yang saling mencintai itu ada diingatan Qira, ia tak menyangkah jika ramalan itu memang nyata dan terjadi.


Untnglah Qira tak merasakan sakit dkarena pedang ini. “Zauhan... Aku memang tak mencintaimu, tapi karena dua minggu ini kau membuatku percaya akan cintamu membuatku membuka hariku meskipun hanya sedikit tapi entah kenapa aku bisa merasakan jika kau sudah bisa menanam bibit cintamu dihatiku.” Qira menarik nafasnya dalam karena sakit didadanya, ia tak bisa lagi bernafas dengan baik.” Tapi kau memilih Zuzu dan tak mempercayaiku membuat aku sakit, kau berjanji tak akan menyakitiku dengan cara fisik maupun batin, tapi ini? kau mengecewakan hatiku Zauhan. kau mengecewakan kepercayaanku..“ Qira sedikit menangis. Ia tau kenapa ia marah, ia cemburu dan tak suka ketika kaisar Zauhan lebih memilih orang lain dibanding dirinya.. padahal ia sudah membuka hatinya.


Kaisar Zauhan menangis ditelapak tangan Qira. ia menyesali apa yang ia lakukan, ia menyesalinya. ia merasa jika ada yang merasukinya, ia merasa jika ada yang menghasutnya. “maafkan aku. Qira... tolong jangan mati, jangan tinggalkan aku. maafkan aku... hikshiks..” Ia menangis dengan dalam.


Kakak Kim mengelus kepala Qira lalu meletakkan kepala Qira didadanya. Wanita yang ia cintai baru beberapa bulan sekarang terkapar didadanya, dihari bahagianya, dihari dimana ia bisa merasakan kebersamaannya dengan Qira.


Qira memandang wajah kakak Kim lemah, “Jangan sentu darahku kak, ini bahaya, darahku racun, kau tak mau kau kenapa-napa.” Ucapnya lemah. Ia memejamkan matanya karena sakitnya menjadi, ia sudah melemas karena darah itu mengalir deras disela-sea pedang itu. “ Kak ak ak ak aku mencinta taimu..” Gumam Qira pelan lalu memejamkan matanya. Ia merasakan sakit yang mendalam didadanya.


Kakak Kim yang mendengar itu membulatkan matanya. Apakah cintanya selama ini terbalas? Lalu apakah Qira sedang tak membohonginya?” Qira? hey.. aku juga mencintaimu, sangat.. aku sangat mencintaimu..” Ucap kakak Kim mengguncang tubuh Qira. ia memeluk Qira tanpa peduli darah Qira.


Qira semakin mengerang. Kaisar Zauhan melihat itu mencabut pedangnya didada Qira dengan bergetar, karena ujung pedangnya itu tembus kebelakang tubuh Qira.” Aku mencintai kalian berdua.” Gumam Qira lalu kepalanya sudah tak mampu lagi ditegakkan.


Dan setelah mengatakan itu nafasnya terengah dan kembali memuntahkan darah hitam bagaikan empedu yang pecah membuat kaisar Zauhan dan kakak Kim sesak nafas. “Bawah Qira ketabib cepat...!” Teriak Ren yang melihat kebodohan kakak Kim dan juga kaisar Zauhan yang tak bergerak.


Jujur otak kaisar Zauhan dan kakak Kim buntuh. Ia tak memikirkan tabib sat ini saat melihat pedang itu tembus didada Qira, siapa yang akan selamat jika didada?


Kepala Qira terkulai dengan nafas yang dihembus satu kali. “Au mencintai kalian.” Gumam Qira pelan. Lalu nafasnya berhenti. Kepalanya terkulai kedada kakak Kimnya.


“Tidak... Qira aku mencintaimu Qira...”


Seperti yang diramalan. Yaitu gadis berhanfu putih dan pria berhanfu putih yaitu kakak Kim yang sedang berpelukan dengan pedang yang tertusuk dan tembus kepada dua insan yang saling berpelukan dan mencintai, tapi bedanya sekarang hanya Qira yang tertusuk.


Kakak Kim menghafuskan air matanya. Ia bangkit dengan kaki yang masih lemas. Ia mengendong Qirra dengan lemah. “Kau masih hidup Qira. aku akan membuat kau selalu ada didekatku. Kau masih hidup..” Gumamnya lalu menjadikan dirinya serogala.


“Auuu...” Auman itu terdengar pilu. Ditelinga. Calon dari raja serigala itu mengaum dengan hati yang tercabik-cabik, hari dimana ia tau jika gadis yang ia cintai itu juga mencintainya tapi kenapa ia harus pergi?


Dengan langkah yang tergopong dan kaki yang gemetar ia melangkah menjauhi kaisar Zauhan dengan diikuti seribu pasukan serigala yang ia panggil. Ia memilih untuk menyelamatlan Qira semampunya, meskipun itu sangat tidak mungkin dimata orang lain. "Akan ku balas kau...!"Batinnya untuk kaisar Zahan.


Kaisar Zauhan menatap tangannya yang tega membuh Qira. apakah Qira telah mati ditanganya? Kenapa ia tega membunuh orang yang ia cintai hanya karena kebcembutruannya. Apakah Qira tak pantas bahagia,” Qira belum mati...” Gumamnya pelan.


Ren yang melihat itu tak dapt membendung rasa sakit didadanya. Kaisar Zauhan sekarang bersimpu ditanah dengan air mata yang bercucuran dan mata yang menatap kedepan dalam tatapan kosong.


“Qira belum mati...!!”: Gumamnya pelan, ia mengeleng dengan kuat seakan ia sudah gila.”Hhemmm hikhikshiks..” Tawanya mendadak menjadi tangis., ia memukul tanah dengan rasa sesak didadanya.” Bodohh...!” Ia menguncang tanah dengan keras membuat ia tak dapat menahan sakit lagi.


“Aku harus mati juga supaya aku bisa bersamanya..” Ia mencari pedang yamg menusuk Qira. ia merangkak untuk mengambilnya.


Ren yang melihat itu langsung saja menerjang kaisar Zauhan.” Jangan bodoh yang mulia...! bukankah ini juga karenamu..! karena cinta buta mu itu..! kau jahat dan kau tega Zauhan..!” Ren menangis karena merasakan sakit saat Qira pergi. Qira sosok yang sangat baik, tak butuh hormat dan tak pernah meminta pada Ren suatu hal. Ia bahkan tak pernah menyuruh Ren sebagaimana budak. Ren menyayangi Qira sebagaimana ia menganggap Qira adiknya.

__ADS_1


Kaisar Zauhan menatap Ren marah.” Kurang ajar kau..!” Teriaknya. Ia bersedih dan sekarang budaknya menetangnya. Bagaimana bisa?..


Ren menghapus air matanya yang ada dipipi. Ia menatap kaisar Zauhan sinis.” Jika kau juga mau membunuhku silakan.” Ia menetangkan kedua tanganya menantang.” Kau jahat ...! Kau sangat jahat kepada Qira. apakah Qra tak boleh bahagia dengan pria lain..!!! apakah Qira tak boleh merasakan bahagia denga orang lain..! sadar..! jika cinta tak dapat dipaksa., karena cinta itu dalam hati. Kau egos kaisar, kau egois..!” Ucap Ren keras.


Ren mengambil pedang kaisar Zauhan dan menyayat telapak tanganya didepan kaisar Zauhan. ia memetasnya membuat darah itu menetes.” Mulai detik ini aku bukan lagi kesatriamu. Dan kau bukan lagi tuanku. Aku tak sudi mempunya kaisar yang membunuh istrinya karena egois dan ingin bunuh diri karena merasa bersalah, apa lagi ingin meninggalkan jabatannya hanya karena kebodohannya. Kau kaisar terbodoh yang aku tau..!” Ucapnya lalu melangkah pergi dengan pedang yang ia lempar didepan kaisar Zauhan secara tak hormat.


Kaisar Zauhan terasa diremas jantungnya. Ia memegang dadanya dan meremasnya. Sakit sekali rasanya, bagaikan pedang menerjang dadanya. Ren meningalkannya. kesatria yang hidup sedari kecil denganya sudah pergi dan sekarang hanya dirinya.


Suasana yang awalnya syahdu ditemani melodi indah oleh Qira, kini menjadi suram dan juga kelam, darah Qira mengering ditanah dengan rasa sakit yang mendalam bagi kaisar Zauhan. bagaimana jika Leon dan Wolf tau jika Qiranya sudah tiada? Abagiaman perasaaan kaisar Alexon ketika anak yang ia buang dan sekarang menjadi anak kesayangan meninggal sebelum ia bisa membahagiakan anaknya itu? Bagaimana perasaan kakaknya Qira. 7kakaknya yang menyayangi Qira dnegan rasa penyesalan tau jika adik kesayanganya telah tiada?


Apakah kaisar Wey mampu berdiri dikalah anak angkatnya gadis kecilnya, warnanya sekarang sudah kaku? Seliar Xia? Ataupun Kenzi? Apakah mereka mampu berdiri dikalah sudah seperti ini?


Rembulan yang terang menjadi saksi tragedi ini. hutan yang hancur manjedi saksi bisu akan kekacauan yang kaisar Zauhan lakukan.


..


Hahahah... Suara tawa iu mengea disudut ruangan dikala melihat Qira yang sudah terbujur kaku. Ia terbaring dikasur dengan tangan yang diperban dan tubuh yang lemas.” Perjalanan dimulai karena kau sudah lancang membuatku cacat Qira...!” Gumamnya kejam.


Disana ada kakak Lue yang membeku. Ia tak bisa pergi menyemat kan Qira karena memang ia tak tau rencaa ini. sunggu ia tak tau, demi Dewa ia katakan jika jantungnya diremas bagaikan meremas santan saat ini.


Yaa ini adalah ulah dari kaum Bluerose, Tuannya sudah sadar dan itu membuat ia melakukan semua ini dengan cepat untuk membalas dendam. Ia sangat marah ketika tau jika pelayanya yang setia atau pelayan kesayanganya mati ditangan Qira membuat ia gelap mata. Ditambah tangannya yang sekarang sudah mati rasa dan tak bisa lagi bergerak membuat ia semakin menggila dan mempercepat tujuannya.


..


“Sebarkan kabar kematianPutri Zhu Qra ditangan kaisar Zauhan keseluruh kerajaan. Kita mulai permainan berikutnya...!”


....


.


.


.


.


.


.


**Jujur author nangis sesegukan pas buat capter ini. sebenarnya enggak mau bikin Qira kayak gini. tapi ya. gimana lagi karena memang udah jalan cerita. Ikutin aja terus yaaa biar tau And nya gimana.

__ADS_1


jangan lupa like komen and vote ya**


__ADS_2