Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Gara gara Zuzu


__ADS_3

Kaisar Zauhan menatap Qira nyalang, semua orang menahan nafas, takut kaisar akan membunuh permaisurinya yang sengat lancang ini.” Jangan lari. Kau harus mendapatkan hukuman...!”Ucapnya menggema. Semua orang berlutut karena teriakan itu. Bukan main jika kaisar Zauhan sudah marah, ia tak akan membiarkan siapapun selamat ddidepan matanya.


Qira mencicit lari..sambil tertawa. Bukannya takut, ia bahkan menjulurkan lidah lalu berlari...


Tapi sayangnya karma berlaku pada Qira.


Bugh..


Ia terjanjal oleh batu membuat ia tersungkur ditanah, dengan cepat kaisar Zauhan menggapai Qira, “Kau mau dihukum ya...!” Teriaknya gemes.


Qira menutupi matanya takut akan hukuman kaisar Zauhan, tapi setelahnya ia merasakan jika tangan kaisar Zauhan menggelitik perutnya membuat ia tertawa membahana.” Hahah. Ampun.. ampun.. Ja ja jangan haha. “ Teriak Qira kejang-kejang.


Kaisar Zauhan masih dengan aksinya ditanah itu, ia tak pikir hal lain selain bisa menghukum Qira. Qira harus dihukum karena sudah berani padanya, tapi bukan hukum mati layaknya dipikiran oleh orang lain, ia tak akan mencambuk Qira dan tak akan menyakiti Qira. menurutnya buang-buang waktu, karena tenaga Qira yangn kuat membuat ia harus tanding dulu sebelum membunuh, saat mencambuk Qira bahkan mungkin tak akan merasakan sakit, dan inilah hukuman yang terberat bagi Qira, yaitu digelitiki. Kaisar Zauhan bahkan tak tahan melihat wajah Qira memerah. Ia bahagia, setidaknya wajah Qira juga memerah meskipun bukan karena lipstik bukan?


Tapi kegitan merka tertunda karena suara Zuzu yang datang.” Bubu...” Teriaknya lalu turun dari gendongan perdana mentri Wouncu...


Kaisar Zauhan mendongak lalu.Bugh... Qira tertawa lebar setelah selesai menerjang kaisar Zauhan dan membuat sang empu terjungkang ditanah.” Itu balasanku karena membuatku sakit perut..” Desis Qira karena merasakan perutnya keram. Iya keram karena gelitikan dan terlalu banyak tawa, dan itu dikibatkan oleh kaisar Zauhan. menyebalkan bukan?


Para pelayan dan perajurit membelalakkan mata melihat kaisar Zauhan diterjang tak sopan seperti uitu, mau ketawa takut dibunuh, tapi tak tahan untuk tak tertawa. Iss, sifat Qira sangat bar-bar membuat kaisar Zauhan mau menenggelamkannya didasar lautan, untung sayang...


Zuzu memeluk Qira erat membuat Qira tak bisa bergerak..” Bubu...” Gumamnya.” Ngangen..” (Kangen)


Qira yang mendengar itu terkekeh. Sebenarnya ia mau menjauhi Zuzu kecil, tapi ia harus main cantik, karena apa? Karena ia harus mendekati Zuzu dan harus cari tau siapa Zuzu sebenarnya. Iya dia harus cari tau dan ia akan menekatkan hal itu.” Ohh Zuzu.. Ibu juga rindu..” Qira membalas pelukan itu.


Kaisar Zauhan yang melihat itu mendenggus, ia mau sekali membalas Qira tapi tubuh Qira terhalang oleh Zuzu.”Kau tak mau peluk ayah Zuzu?” Tanya kaisar Zauhan pada anak angkatnya itu. Ia itu hanya mencari alibi, karena apa? Karena hatinya memanas saat melihat Qira dipeluk orang lain selalin dirinya.


“Yaya...” Zuzu berhamburan memeluk kaisar Zauhan erat membuat kaisar Zauhan lagi lagi terjungkang kebelakang. Sepertinya ia harus mandi lagi setelah ini. kaisar Zauhan membalas pelukan hangat Zuzu.” Ayah juga merindukanmu. Bagaimana kabarmu selama tak ada ayah disini?” Tanya kaisar Zauhan pada anak itu.


“Epi... juju angen yiyin ama yaya bubu... “(Sepi, Zuzu kagen main sama ayah dan ibu.)” Ia mengatakan hal itu dengan polos.


.”Benarkah? “Tanya kaisar Zauhan mengelus puncuk kepala Zuzu sayang.


Zuzuu mengangguk polos membuat ia makin Menggemaskan.” Maman cucu yang ain mama Juju.(Paman Wouncu yang main sama Zuzu.) “Ucapnya polos.


“Jika begitu, ayo kita main ditaman bersama ibu, ayooo..” Kaisar Zauhan bangkit untuk mengajak Zuzu main dan melirik Qira untuk mengajaknya.

__ADS_1


Qira memutar bola mata malas. Sebenarnya ia sedari tadi memperharikan Zuzu, cara bicara Zuzu, ia merasa jika Zuzu itu bukan anak kecil, karena umur Zuzu itu baru 3tahun, masa iya ia sangat mengerti untuk menjawab meskipun jawabannya itu tak jelas sebagaimana balita seumurnya. Jikapun balita seusianya menjawab, pasti sedikit melantur dan tak jelas, tapi ini?


Tatapan mata Zuzu itu memang polos, tapi rasanya polos itu tidak murni, belum lagi pikiranya bagaikan ditutup rapi, bukankah jika anak-anak pikirannya terbuka? “Ayo... Paman tak mau ikut?” Tanya Qira pada perdana mentri Wonuncu.


Perdana mentri wouncu menegang lalu menggeleng.” Tidak yang mulia, hamba mau menyelesaikan pekerjaan saya yang menumpuk karena dua minggu ini Zuzu selalu menempeli saya..” Jjawabnya sopan.


Qira menganguk.” Ayo Qiqi..” Ucap kaisar Zauhan menggendong Zuzu. Ia melangkah mendahuli Qira.


Qira belum beranjak. Ia merasa sangat curiga pada perdana mentri wouncu ini. ia menatap intens perdana mentro woncu membuat perdana mentri gelagapan. Ia mendekat lalu membisikan sesuatu.” Matamu ajaib ya paman, perasaan kemarin coklat muda, tapi sekarang berubah jadi coklat tua looo.” Qira menyeringai lalu pergi meninggalkan pedana mentri wouncu yang menegang.


Perdana menteri Wouncu mendadak beku. Apakah sejeli itu mata Qira?. apa maksud dari kata Qira itu? Apakah Qira sedang mengawasinya selama ini?. ia membalikkan tubuhnya, ia harus mengatakan hal ini pada seseorang sebelum rencananya gagal.


Qira berajalan dengan senyum tipis, ia berpikir dengan acak, pedana mentri Wouncu yang akrab dengan Zuzu, Qira yakin ini ada sangkut pautnya dengan ramalannya. Ia yakin jika ramalan itu ada benarnya. Ia harus lebih teliti dan cermat lagi sekarang. Ia tak boleh lengah dan gegabah. Saat ini bukan waktunya ia menjauhi Zuzu, tapi yang harus ia buat sekarang adalah mendapatkan informasi dari Zuzu sebanyak mungkin, jika memang Zuzu orang jahat, ia harus tau apa alasannya, apakah ini ada hubunganya dengan musuh kaisar Zauhan? Atau dengan dirinya?


Saat Qira asik dalam melamunnya, ia tak sengaja melihat burung yang ada dipohon ceri dekat kaisar Zauhan duduk, disana ada burung pipit dan juga burung gakgak. Burung gakgak itu bermata biru membuat ia membulatkan mata, setelahnya ia menyipitkan matanya untuk memperjelaskan penglihatannya. Apakah ia salah liat? Bagaimana biisa ada gakgak bermata biru? Apakah gakgak in ia gakgak keren?


Lalu ini apa? Bagaimana bisa gakgak itu bersanding dengan burung pipit. Ini tak beres, sangat tak beres, kenapa pula dua burung itu berteman, jika burung pipit dan burung gereja mungkin bisa. Na ini burung pipit dan burung gakgak membuat ia cuuriga.


“Tuan.. sepertinya gadis itu menatap kita..” Cicit burung pipit itu pada tuannya.


“Diam bodoh, dia paham bahasa binatang...!” Bentak sangtuanya berkutak..


“Lari...!” Teriak sang burung gakgak membuat sang burung terbang dengan cepat.


“Bubu...!” Teriak Zuzu saat melihat Qira berteriak. kaisar Zauhgan juga sangat kaget saat melihat Qira teriak, saat ia mendongak ia melihat dua burung. Matanya menyipit melihat burung itu kabur.


Dengan gesit Qira mengeluarkan pisau dari balik bajunya. Dan clap... clap..


Ia melempar pisau itu dan melukai sayap dua burung itu, tak mengenai jantung karena memang disengajai Qira ia mau tau siapa penyusup itu, yang diincar sekarang itu dirinya atau kaisar Zuhan?


Qira berlari mengejar burung itu, tapi meskipun dengan keadaan tertancap pisau itu tak membuat burung itu berhenti,, bahkan ia terbang semakin cepat, kaisar Zauhan yang melihat Qira mau melompat itu mau menahannya. Tapi terhadang oleh Zuzu yang memeluk kaki Qira membuat ia terterjang sejauh dua meter, bukan main tenaga Qira saat burung itu berarti.


Bugh..


Suara Zuzu yang terterjang karena kakinya yang hampir melompat, kerajaan ini memang dipagari sangat tinggi membuat ia harus melompat menuju pohon dan berlari menuju genteng yang ada disini tapi dihalang oleh Zuzu. Mata Qira membelalak melihat Zuzu memuntahkan darah. “Zuzu..!” Teriaknya terkejut, ia tak menyangkah Zuzu menahannya seperti ini.

__ADS_1


Kaisar Zauhan melihat itu tak kalah terkejut membuat ia mendekati Zuzu. “Apa-apaan kau Qira..! Demi mengejar burung itu kau mau membunuh Zuzu ha?!!!” Bentaknya membuat Qira mendadak menghentikan langkahnya.


Kaisar Zauhan menggendong Zuzu yang sudah bersimbah darah tapi masih tersenyum.” Bubu..” Gumamnya pada Qira.


Kaisar Zauhan menatap Qira menyalah.” Perajurit bawah Zuzu ketabib sekarang juga...!” Perinta kaisar Zauhan menggelegar membuat empat perajurit terdekat itu mendekat dan mengambil alih Zuzu. Zuzu hanya diam saja, tapi dimatanya menyiratkan jika ia sedang khawatir sekaligus takut.


Kaiisar Zauhan mendekati Qira dengan amarahnya.” Aku tak habis pikir Qira. tega sekali kau pada anak kecil... Dia itu anak mu, anak angkatmu, tak sepantasnya kau menendangnya seperti itu...!” Sepertinya kaisar Zauhan sangat marah saat ini.


Qira? ia menahan amarahnya.” Siapa yang menendangnya? Aku mau melompat tapi dia memeluk kaki secara tiba-tiba..” Jawab Qira jujur.


“Bohong... Jika begitu kenapa Zuzu bisa terpental dan memuntahkan darah ha? Kau kira aku laki-laki bodoh yang mempercayaimu cerita mu ha?” Bentaknya.


Qira mendengus lalu mengalihkan pandanganya pada lain arah. “Kenapa kau bisa semarah ini ha? Apakah Zuzu anak kandungmu? Kau tak tau apa yanga ku lihat dan aku dengar, jadi jangan bersikap seakan kau tau segalanya Zauhan...!” Teruak Qira.


“Dia memang anakku. Tapi hanya anak angkatku, dan itu kau yang mengangkatnya. Tapi bukan berarti aku tak punya hati sampai mau menendangnya... Dan kau! Jika kau tak menyukainya kenapa kau mengangkatnya, jangan banyak alasan Qira, sedari awal aku melihat jika kau tak mau menggendong Zuzu, tak mau memeluknya sehangat pertama kali bertemu, kau berbeda dan kau sekarang membencinya...!” Tuduk kaisar Zauhan.


Qira kembali tersenyum sinis, dibagian hatinya ada yang disentil, jujur, ia sakit hati, dimana kata cinta itu? Katanya tak mau menyakiti Qira? dan sekarang? Bulshit sialan... “Pergi urus anakmu itu. Aku tak peduli, lagi pula siapa suru menahanku...”


Qira menghindari kaisar Zauhan tapi ditahan oleh kaisar Zauhan.” Mau kemana kau?” Tanyanya.


“Kemanapun aku, aku akan pergi sejauh-jauhnya darimu supaya kau bisa menyayangi Zuzu sepuasmu. “ Ketus Qira sinis.


“Jangan macam-macam Qira...!” Teriak kaisar Zauhan.


“Jangan meneriakiku iblis sialan...!” Teriak Qira lebih kencang dari kaisar Zauhan. ia menatap kaisar dengan mata yang menyalah.” Kau.” Ia mengarahkan telunjuknya pada mata Kaisar Zauhan dengan aurah yang mematikan.” Bukan siapa siapaku, jadi jangan harap kau bisa menahanku dan memerintahiku.”


Kesabaran kaisar Zauhan sudah habis. Ia maju lalu mencekal tangan Qira tapi dengn cepat Qira menahanya. Kaisar Zauhan tak habis akal membuat ia menepis tangan Qira dengan tangan kirinya tapi dengan cepat pula Qira berputar untuk memilin tangan kaisar Zauhan. saat Qira berputar membuat kaisar Zauhan juga berputar supaya tangannya tak terpilin.


Terkadilah perkelahian mereka. Kaisar Zauhan yang menyerang supaya Qira tak pergi sedangkan Qira melampiaskan amarahnya. Ia tak suka kaisar Zauhan lebih membela Zuzu dibanding dirinya. Siapa Zuzu sehingga kaisar Zauhan sebegitu perhatian nya? Qira semakin curiga dibuatnya, lagipula bukannya sedari awal Zuu mengatakn jika kaisar Zauhan adalah ayahnya? Itu semua membuat darah Qira semakin naik.


“Berhenti menyerangku. Turuti perintahku, jangan membangkang atau pergi dari sini atau ku patahkan kakimu..!” Kaisar Zauhan yang kejam sekarang menguasai tubuhnya membuat Qira semakin marah.


“Patahkan saja jika kau bisa. “ Tantang Qira membuat kaisar Zauhan semakin gencar.


Kaisar Zauhan merai tangan mungil Qira tapi dengan gesit Qira berbelok kekanan. Dan bugh... Qira menyerang kaisar Zauhan bagian ketiaknya tapi ditahan oleh kaisar Zauhan. kaisar Zauhan mencekal pergelangan Qira membuat Qira memutar pergelanganya dan bugh.. ia melepaskan cekalnya dan melayangkan terjangan tapi dengan cepat kaisar Zuahan menahanya. Tubuh mereka sama-sama mundur karena kaisar Zauhan dan Qira sama sama kuat.

__ADS_1


Dengan cepat Qira mengehentakkan kakinya lalu menyeruak tanganya, ia mengeluarkan ilmu anginnya untuk melawan kaisar Zauhan. tapi saat angin itu menerpa kaisar, angin itu langsung terhenti, Qira tak bisa menahan kesalnya sedangkan kaisar Zauhan menatap Qira dingin.


Kaisar Zauhan menayalahkan ilmunya supaya Qira takan bisa bergerak. Ia menyeringai lalu mendekat. Awalnya Qira merakan jika tubuhnya tak bisa bergerak, tapi entah kenapa, ilmu itu hanya berfungsi beberapa detik membuat ia bisa bergerak kembali, saat kaisar didekatnya membuat ia menerjang perut kaisar hingga membuat sang empu mundur beberapa meter. “Jangan pernah anggap aku lemah. Jangan pernah menganggap aku milikmu. Urus saja anakmu sana..!” Qira mengerang marah lalu melompat kepohon untuk pergi dari kaisar Zauhan. awalnya kaisar Zauhan mengejar, tapi sayangnya Qira lebih dulu melayangkan ilmu anginnya membuat kaisar Zauhan yang belum tau serangan itu terhempas lagi. Dengan cepat Qira melesat bagaikan vampir.


__ADS_2