Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Cerita sipenjahat


__ADS_3

“Kau mau menceritakan sesuatu padaku?” Mata pria itu terbuka saat menedengar suara Qira yang lembut, ia bisa melihat mata Qira yang penuh dengan ketulusan dan kesucian.


On Flashback.


Uwekk.. uwekkk...


Seorang anak laki-laki terlahir dimuka bumi ini, sorak-soraian senang orang diluar pintu terdengar begutu ramai. Ahhh, bahkan sang ayahnya mendadak menangis saat melihat sang anak telah lahir, namun kebahagiaan itu berhenti ketika sang tabib bergetar hebat.


“Ada apa?” Tanya sang paru baya itu takut, ia takut sang anak cacat atau terjadi sesuatu yang buruk.


Tabib itu bergetar sembari memegang anak itu.” Ma ma matanya berbeda.” Gumamnya.


Sang ayahnya pun bergegas mendekat lalu melihat sang anak dengan mata kepalanya sendiri, namun terganggu saat sang istrinya mengeluh sakit, ternyata sang istri kembali melahirkan seorang anak lain lagi. Namun bedanya sang anak kedua ini normal, tak ada beda ataupun lainnya.


Namun permasalahannya adalah anak pertamanya yang berbeda. Dengan peramal mengatakan bahwa anak pertamanya adalah titisan iblis, anak pertamanya pembawa sial dan juga harus dibuang jika tak mau kehancuran datang kepada mereka.


Mereka takut semua itu terjadi membuat sang anak pertama itu harus dipisahkan dari sang ibu dan ayah, ia dirawat ditempat terpencil dari rumahnya, membuat ia hanya dirawat oleh sang pelayan, namun sang pelayan merawatnya dengan kasar, tanpa kasih sayang. Ayah dan ibunya sama sekali tak pernah memberi kasih sayang dan perhatian padanya, tak seperti kepada kembarannya yang diberi penuh dengan kasih sayang membuat ia iri setengah mati.


Namun suatu saat ia bermain dengan sang adik kembarnya disebuah taman, dengan senyum yang mengembang ia tertawa lepas, karena dengan sang kembarannyalah ia bisa diberlakukan dengan kasih saang, ia bisa merasakan jika ada yang menyayanginya.


“Dedek mau kesana.” Kata sang adik manja. Umur mereka baru saja masuk ke4tahun.


Sang kakakpun menatap arah telunjuk sang adik.” Boleh, ayoo. tapi jangan lari-lari ya..” Ucap sang kakak.

__ADS_1


Sang adikpun tersenyum lalu berlari tanpa mendengarkan nasihat dan juga teriakan sang kakak. “ Jangn lari-lari, nanti kau jatuh.” Teriak sang kakak.


Namun tak berapa lama sang adik jatuh karena terganjal batu besar membuat sang adik jatuh dengan kepala terkantuk sangat keras.” Adikkk..!” Teriak sang kakaknya.


Suara tangisan sang adik menggema membuat sang kakak berlari dengan kencang tanpa mempedulikan jika dirinya juga bisa jatuh. Namun ditempat adiknya jatuh ia melihat kaki sang adik dililit oleh ular sawo yang besar. “Kakak tolong hikshiks..” Adiknya menangis kencang.


Sang kakak pun berteriak.” Tolong..” Ucapnya, ia menarik ekor sang ular dengan kencang, nemun semakin erat pula sang ular mencengkram kaki sang adik.


“Ada ap—ASTAGA.. ular...!” Teriak sang ayahnya yang tadi khawatir karena mendengar teriakan dan tangisan anak anaknya. Dengan cepat ia membantu sang anak, ia menarik ekor sang ular lalu memituknya membuat sang ular melonggarkan lilitannya ular sawo itu hanya melilit tapi tak menggigit, namun akan mengigit saat terasa mengancam seperti saat ini, untunglah ular ini tak berbisa.


Sang aduk digendong oleh sang ayah dengan posesif. “Kau tidak apa-apa sayang? Ada yang sakit, tabib.. tabib.. pangilkan tabib sekarang juga..” Teriaknya.


Sang kakapun mendekat lalu mengulurkan tangannya untuk mengelus kaki yang dililit ular itu. Namun ditepis kasar oleh sang ayah.” Jangan sentu anakku iblis.” Ucap sang ayah kejam


Ayahnya pun berdiri lalu dengan gesit mengendong sang aduk untuk menemui tabib.”Pergi jauh-jah dari anakku. Jangan dekati dia, kau hanya akan membawa sial.” Bentak ayahnya ketika sang kakak mengikutinya


Sang kakak menangis ditempatnya meratapi sang adik yang terluka karena kelengahannya, ia berjalan menuju pohon besar lalu menangis disana dengan menenggelamkan wajahnya disela-sela lututnya. Seperti inilah jika ia bermain dengan sang adik, ia akan selalu disalahkan jika terjadi sesuatu yang buruk terjadi, namun jika terjadi yang buruk padanya tak ada yang peduli. Sejak kecil tak ada yang menyisirkan rambutnya lembut, padahal ia ingin sekali disisir oleh ibu dan ayahnya.


Tak ada yang menyuapinya makanan, padahal ia juga ingin disuapi, ahh, bukannya ia manja, hanya saja ia ingin disayang layaknya anak lainnya, tapi nayatanya ia berbeda karena matanya. Ia diasingkan dan dicap anak iblis.


Sampai pada suatu hari ia sangat bahagia ketika ia diajak main bersama ayahnya dihutan, tak lupa dengan adiknya, ia pikir ayahnya telah menyayanginya namun nyatanya salah besar.


“Kakak pergi kesebelah sana ya untuk ambikan bunga mangoli untuk sang adik.” Ucap sang ayahnya dengan lembut. sedangkan sang adiknya masih diatas kereta kuda dan menungu disana.

__ADS_1


“Dimana ayah?” Tanyanya antusias.


“Disana.” Sang ayah pun menunjukan arah diujung sana.


Sang kakakpun berjaan kearah sang ayah katakan. “Dimana?”


“Cari disana sampai ketemu ya. Disana banyak bunga mangolinya, nanti kamu jalan aja terus.” Ucap sag ayah.


Sang kakak begitu polosnya pun pergi dengan kaki mungilnya. Ia berjalan jauh, lagi. Lagi da lagi. Tak terasa jika ia sudah memasuki hutan begitu dalam.” Tidak ada bungannya ayah. Disini sangat gelap karena pohonnya sangat rimbun.” Ucap sang kakak yang masih tak sadar jika ia tersesat.


Tak mendapatkan sahutan membuat ia menoleh, dan tak menemukan sang ayah ataupun sang adik ”Aahh. Adiik. Kalian dimana?” Teriaknya.


Ia melirik kenanan dan kekiri, lalu berkeliling melihat kesekiar, tak ada satupun orang disana.” Ayah.. Adikk. Hiks hiks..” Ia mulai menangis dengan gemetar ketakutan.


Siapa yang tak takut? Umurnya yang masih empat tahun membuat ia cengeng. Ia berjalan kearah sang ayah tadi, namun sudah tidak ada lagi ayah ataupun sang adik.” Ayah.. adik..” Teriaknya. Ia berkari kesembarang arah yang membuatnya tersesat didalam hutan. Ia baru sadar jika dirinya ditingalkan oleh ayah dihutan. Ia baru sadar jika ia ditipu oleh sang ayah.


Apa karena matanya yang berbeda lalu diasingkan? Apakah ia anak pembuat sial? Apa salahnya dia yang masih kecil? Apa karena peramal bodoh itu yang mengatakan jika ia harus diasingkan atau dibunuh saja.


Semenjak itulah sang kakak tingal dihutan. Diumur 4tahun. Namun sepertinya ada benarnya jika ia titisan iblis. Karena tak satupun hewan yang berani menerkam dirinya, bahkan mereka tunduk didepan sang kakak. Tak lama kemudian ia bertemu dengan raja iblis, ia berguru dan berniat akan membalas semua dendam pada sang keluarga. Yaa, dia akan membalas semuanya.


Of plashback.


Air mata keduanya jatuh mengenang dan mendengarkan cerita itu. Tangan Qira terulur lalu menegakkan kepala sang pria bertopeng. Ternyata ceritanya hampir sama dengan sang pria itu.” Kau tau? Ceritaku lebih menedihkan darimu.” Ucap Qira sembari menekah air mata yang masih saja menetes.

__ADS_1


Pria itu mengernyit.” Ceritakan.”


__ADS_2