Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
kenzi


__ADS_3

" Jawabanmu benar... "


" Dan mukai detik ini kau jadi pekayanku.. " Kekeh Qira lalu mendekat. ia melpmpat kepunggung Kenzi " Ayo gendong aku kekediaman bunda Xia. "


" Tap....


" Laki laki dilihat dari kata katanya. Jika kata katanya tak bisa dipegang. maka dia tak pantas menjadi lakilaki..! kau yang berjanji dan kau harus lakukan itu...! "


Kenzi menghela nafas" Cium aku dulu supaya semangat....


Cup.. Qira menciym pipinya " Zepi...


Go...! " Ia meniru sereal upin dan ipin tapi Kenzi tak tau arti Zepi.. andai tau. ia tak akan tersenyum mesem seperti saat ini..


.


.


Lagka Kenzi dengan ringan menuju tempat dimana sudah lama ia tak pijak ini. dulu ia apernah keisini satu kali karena ingin melihat anak-anak Qira. ya.. dia sudah sangat lama gak bertemu denga tiga kemaran andalan dari keluargaya. Tapi ya itu.. bukanya ia tak sayang. Hanya saja ia memiliki tugas yang banyak.


Tapi ia sayang kok dengan anak anak Qira... ia bahkan orang yabg suap maju jika anak anak Qira membutuhkan sesuatu.


Sema yang dilakukan oleh Kenzi tak luput dari tatapan Maoxi.. semuanya, mulai dari Kenzi yang yersenyum senyum bagaikan orang gila. Sampa ia turun dari kereta dengan senyum yang mengembang.

__ADS_1


“Qqii aku datang..!” Sara kenzi yang sombong dan melengking itu menyeruak masuk ketelinga orang dsana dan itu membuat yang lain membulatkan matanya. Kenzi yang sombong sekarang berteriak bagai seorang remaja saja. Bagaimana bisa?


Kenzi mengacir memasuk rumah Zahan. Disana ia yakin ada Qira. orang yang ia tunggu-tunggu dan nanti-nanti. Namun langkanya terhenti dikala mendengar suara disebelahnya. “ Ayah.. kenapa ayah disini?” Tanyanya dengan suara imut.


Ya siapa lagi jka bukan anaknya sendiri? Dia kenzo. Dia disana dengan mata sinis menatap ayahnya. “ Apa ayah ingin menjemput kami? kami ingin disini saja ayah. Disini sangat enak..” Lanjunya tak tentu arah. Ia menyimpkan dengan seenaknya.


Kenzi mendengus menatap anaknya. “ Kau sudah satu minggu disini dan kau tak juga mau pulang? Apa kau tidak merindukan ayah?” Tanya kEnzi mendekat. Ia mengelus kepala anaknya sayang. Kalu disusul oleh Maoxi berjaan dibelakangnya.


Dengan kejam kenzo mengeleng.. “Disisini ada Ibu-kakak yang cantik, baik, dan juga jago masak.. lalu apa yang harus aku cari dikerajaan lag aja? Disini juga ada ayah Zauhan yang selalu mendukung dan mengajarkan kami ilmu bela diri. Ada Lingling da lainnya. Pokoknya kami mau jadi anak ibu-kakak dan ayah Zauhan saja titik..!!” Ujarnya lantang lalu sinis.


Lahh apa anaknya mengundurkan diri menjadi anaknya? Lalu bagaimana bisa? Masa ada pemecata anak? “ Hy..!!”Tidak bisa begitu.. aku yang membuta dan berusaha kenapa pula kau ingn menjadi anak orang lain. aku yang memebsarkanmu. Dasar anak durjanna.. tak..” Kaenzi menita kepala anaknya kesal.


“Dimana Qira?” tanyanya dengan sinis lagi menatap anaknya yang menatapnya tajam. Anaknya mengusap kepalanya sakit.


“Sudah... jangan menangis.. ayoo sini sama ibu saja.. ayahmu memang kejam..!” usul oleh permaisuri Maoxi yang tak lain bunya ibunya mengusap kepala anaknya sayang, sedangkan kenzo tak tau dirinya malah mendekati dan mengaduh.


Kenzi tak mau berdebat lagi.. dia berjalan menuju dapur dimana tujuanya saat ini. ia yakin disana ada Qira.. sebagaimana dikatakan oleh anaknya tadi..” Qira.. Yuhu... aku datang.. dimana kamu?!!!” Teriaknya melupakan angkatnya yang sudah menjadi raja. Ia masih tetap barbar jika bersama Qira.


Didapur ia melihat sosok yang mengunakan hanfu putih.. rambu panjang menatapnya dengan tatapan rindu. sama dengaya tatapan rindu pula.. hanya saja wajah perempuan itu ditutupi dengan cadar dan juga meiliki mata hitam,


“Apa kau Qira? dimana Qira?’ Tanya Kenzi dengan degub jantung yang tak karuan. Ia tak bisa mengintrol dri sendiri saat ini saat ini.


Sosok itupun tersenyum dibalik cadarnya lalu mendekat.. ia menubruk tubuh Kenzi erat. Hingga kEnzi ta sadar pantatnya ampir jauh jika saja ia tak bisa menahan tubuhnya. “Kenzi aku rindu..!!” Ujar dari sang pemeluk yang tak lain adalah Qira.

__ADS_1


“Apa kau Qiqi?” tanya dar Kebzo konyol. Karena masih tak percaya dengan apa yang ia rasakan saat ini.


Dan dengan lantang Qira menganguk. “Iya.. ni aku kenzi..!!! Aku rindu kamu.. aku rindu mengejekmu dan mengalahkanmu dalam pertarungan..” Ujar Qira memukul Kenzi.


Dengan gerak cepat Kenzi membalas pelukan yang sudah ia rindukan ini sudah sangat lama ia meindukan pelukan seseorang ini sampai ia merasakan ada ledakan membuca didadadnya. Ia merasakan ada letupan hangat diwanya apakah in yang namanya rindu yang terbalaskan. Sampai ia tak sadar jika ia memutar tubuh Qira dengan gambangnya dan itu membat Qira terkekeh geli.


“Kau jahat Qiqi.. kau meningalkan kami dengan sejutah kesedihan. Sampai pada kami ingin bunuh diri saja.. dan sekarang kau datang lagi? Bagaimana bisa kau membuat hidup kami terombang ambing ha?” Tanya Kenzi dengan melepaskan pelukannya.


Qira terkekeh lalu menatap Kenzi.” Apa kau tak menyukaiku pulang? Aku akan pergi lagi jika begitu?” Usutnya dnegan menjengkelkan dan itu membuat sang empu kembali memeluknya erat.


Kenzi memeluk Qira lebih erat dari sebelumnya sampai Qira tak bisa bernafas.” Jangan lagi..!!” Kumohon jangan lagi pergi Qira.. aku menyayangimu.. dan aku tak mau kau pergi.” Ujarnya membuat Qira membalas pelukanya. Air matanya turun juga akhirnya karena lelah menahan rindu. Sesak didadaya membunca saat ini.


Qira terkekeh.” Aku tak akan pergi.. aku akan tetap disini untuk kalian semua..” Ujar Qira dengan lembut.


“Tapi apa kau benar-benar Qira? apa buktinya jika kau Qira? bisa jadikan kau hanya menyamar karena ingin mendapatkan pelukan dariku?” Tanya Kenzi dengan sinis menatap Qira. tatapannya penuh selidik saat ini.


jiwa sombongnya masih sangat kental ternyata..


Qira memutar bola mata malas menatap Kenzi... “Aku sii ingat dimana kamu kencing dalam celana gara-gara aku tinggalkan dipohon besar. Karena kau takut hantukan hhaha dan lagi kau yang ditanduk kerbau saat diladang hahah., adan banyak lannya. Aku ingat seanya Kenzi..” Ujar Qira mengejek.


Kenzi mendengar tu medengus” Kau ingat dibagian yang jeleknya saja. Yang bagusnya tak kau ingat..!” Ia menepuk bahu Qira dan menghapus air matanya,


Qira tergelak..” Katanya.. yang jelek itu lebih berkesan dar pada yang bagus loe..!!dan yang jelek lebih muda diingat kaena memang memberi kesan tersendiri bagi seseorang.. jadi jangan salahkan aku..” Ujar Qira dengan sarannya..

__ADS_1


__ADS_2