Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
pertandingan


__ADS_3

“Sudah membaik.” Ucap Leon. Qira melepaskan pelukannya. Ia mulai memeriksa tubuh Leon.ia membolak balik tubuh Leon “Apa yang mereka lakukan, mengapa tubuhmu banyak luka?” tanya Qira.


“Aku tak apa-apa Qira. Sungguh...” Leon menatap Qira dengan lembut. “Bagaimana dengan Luka diperutmu?” Tannyanya. Ia mulai meraba luka Qira, tapi tangannya ditepis oleh Qira. “Jangan!. Aku tak apa apa. Ilmu yang ku pelajari membuat tubuhku kebal. Dulu ada pristiwa sehingga darahku menjadi racun. Ia akan mengering dalam waktu 2jam.” Qira mulai berdiri. Ia melangkahkan kakinya didekat batu besar. Batu itu Setinggi dua meter.


Hap.


Ia melompat keatasnya. Leon pun mengikuti Qira untuk melompat diatas batu itu. Qira menghirup udara dengan serakah dan membuangnya secara berlahan. "Tidurlah. Besok kita akan pergi kekerajaan langit.” Ucap Qira. Ia merebahkan tubuhnya. Matanya menatap langit penuh dengan bintang.


Leon menatap Qira. Ia juga merebahkan tubuhnya disamping Qira. “Terimakasih Qiqi....” Gumamnya.


Qira menatap Leon dan tersenyum “ Bukankah aku hebat?” Ucapnya.


“Cx. Bisakah kau tak mengganggu suasana haruku?” Ucapnya. Ia berdecap bebal.


“Haha. Kau ini semakin lama semakin lemah. Sudahlah ayoo tidur.” Ucap Qira. Leon tersenyum lembut.


Qira mulai memejamkan matanya. Dinginnya malam sudah menjadi sahabat untuk dirinya. Selama ia hidup didunia kuno ini. Ia bahkan lupa hangatnya selimut yang tebal dan nyaman. Kenyamanannya ia dapat dari bulu lembut Leon yang memeluknya. Mana mungkin ia sanggup ditinggalkan Leon didunia ini.


Leon memandang wajah Qira dengan lembut” Tidurlah. Kau terlalu banyak menanggung bebanmu. Aku berjanji akan selalu menjagamu.” Ucapnya. ia mengusap kepala Qira lembut.


Cup..


Ia mencium puncuk kepala Qira lembut. Ia mulai merapatkan tubuhnya dengan Qira, menciptakan kenyamanan masing masing. Ia mulai mendekap tubuh Qira erat dipelukannya. Qira hanya menggeliat dan menyerudup kepalanya didada bidang Leon. Seakan akan mencari kenyamanannya. Mereka berpelukan diatas batu dan dibawah bintang dan terbang menuju mimpi yang tak akan orang lain gapai. Sudah menjadi kebiasaan bagi mereka tidur berpeluka.


....


“Apa kau sudah bisa berjalan Leon?” Ucap Qira. Ia sudah bangun saat matahari menerobos masuk dari pelupuk matanya, menciptakan perang antara bangun dan gairah untuk tidur kembali. Ia mengerjabkan matanya. Yang ia lihat tangan Leon masih melingkat diperutnya. Ia mengangkat tangan Leon lembut dan pergi kesungai. Ternyata Leon juga sudah bangun dang mengikutinya


“ Apa kau pikir aku lumpuh?” Tanya Leon. Ia berjalan dengan sedikit diseret.


“Ku rasa begitu tadinya.” Ucap Qira santai. Leon berdecak sebal mendengar hal itu. Mereka mulai membersikan tubuh mereka. Setelahnya mereka mulai pergi dari sana.


Qira dan Leon mulai membelah hutan dengan Qira yang menggunakan ilmu peringan tubuhnya, ia memopong tubuh Leon. Sesekali ia berhenti untuk mendapatkan buah yang bisa dimakan dan Leon Berburu makanannya. “ Oh kau sungguh berat Leon....” Qira terus saja berucap seperti itu dalam hatinya.


Mereka sampai dikediaman Qira saat acara perlombaan sudah Dimulai. Qira mulai mengganti bajunya dengan baju yang sering ia gunakan, yaitu baju laki laki dengan rambut ikat kuda.

__ADS_1


“Kau istirahatlah, dan dengarkan kabar kemenanganku nanti...” Qira memandang Leon yang berbaring diranjangnya.


“Apa aku tak boleh menontonmu?” Leon sangat ingin melihat Qira bertanding. Tapi ia juga masih sangat lemah, ditambah mata Qira yang menatapnya tajam.


“Satu langkah kakimu keluar. Maka aku pastikan satu hari kau tak boleh makan!” Ucap Qira. Ia melangkahkan kakinya keluar kediamannya.


“Oh kau jahat sekali Qiqi...” Teriak Leon lemah. Ia memilih menuruti Qira dari pada tidak makan.


....


Dilain tempat. Acara pertandingan sudah dimulai sejak pagi tadi. Pertandingan yang pertama untungnya pertandingan dalam menyulam. Qira? jangan tanya. bahkan Qira tak bisa memasukan benang kedalam lubang jarum. Bagaimana bisa ia mengikuti lombah itu.


Qira melangkahkan kakinya menuju tempat perlombaan yang ingin ia ikuti. Pertandingan itu sudah sejak satu jam lalu dimulai. Itu adalah pertandingan memanah.


Qira memasuki lapangan dengan santai. Kaisar Alex dan kaisar Wey menatap Qira tampa bisa dibaca. Qira sama sekali tak mempedulikan hal itu. Ia mulai mendaftarkan dirinya.


“Apa yang dilakukan Qira disana? Dan dari mana dia?” Gumam kaisar Alex.


Sesaat ia sudah mendaftar ia duduk dikursi peserta yang belum tampil. Tepat disamping putra mahkota Xian. Ia duduk dibagian paling ujung. Ia pandang seluruh orang yang mengikuti lomba dan yang paling mengejutkan hanya dia wanita satu satunya.


Qira sama sekali tak membalas senyuman kakaknya. Ia langsung duduk wajahnya datar. Setelah Xian bertanya ia mengerutkan alisnya, bibirnya berkedut dan tersenyum sinis. “ Aku ingin mengikuti lomba.” Ucapnya singkat.


“Bukannya perlombaan memanah perempuan setelah ini?. Ini pertandingan untuk laki laki, lihatlah, itu targetnya bukan untuk main main. Ini berbahaya untuk perempuan...” Putra mahkota Xian menjelaskan panjang lebar kepada Qira.


‘Cx. Ku lempar saja panah itu akan masuk dalam sasaran!. Apalagi hanya memanah dengan busur’ Batin Qira.


“Kita lihat saja nanti...” Ucapnya. Matanya lurus melihat 5orang yang bertanding dilapangan.


Disana ada jendral dari kerajaan iblis, jendral dari kerajaan dewa. Pangeran ke2 kerajaan timur, pangeran ke3 kerajaan dewa.


Babak pertama ini tantangannya adalah memanah dari jarak 25m. Mereka diberi 5kali kesempatan. Saat gong sudah dimulai, mereka mulai menarik panah mereka dan meluncurkan anak panahnya. Pertandingan babak ini dimenangkan oleh 2 orang yaitu jendral kerajaan iblis dan pangeran ke3 kerajaan dewa.


“Permainan selanjutnya akan diikuti. Putra mahkota dari kerajaan Awan, putra mahkota dari kerajaan Langit, pangeran ke2 dari kerajaan dewa, pengeran ke2 dari kerajaan iblis dan pangeran ke3 dan ke3 kerajaan langit....” Ucap kasim mengumumkan.


Mereka mulai memasuki lapangan. Saat sudah berkumpul mereka membungkuk hormat kepada seluruh kaisar yang ada disana.

__ADS_1


Mereka mulai berdiri di garis yang sudah dibatasi untuk peserta lomba. Mereka sama sama melirik sinis satu sama lain. Kenzi sekilas menatap Qira, dan pandangan mereka bertemu. Qira hanya memberikan senyum dan mngagguk. Kenzi membalas senyumnya dan mulai pokus dalam pertandingan. Tanpa mereka sadari mata putra mahkota Xian menatap adegan itu.


Gong...


Pertanda pertandingan dimulai. Mereka mulai menarik busur panah mereka dan menancapkan anak panah mereka.


Cap... cap....


Anak panah mereka tertancap dipapan. Permainan pertama ini yang bisa menancapkannya


Dengan sangat tepat adalah putra mahkota Xian, Kenzi dan pangeran ke2 dari kerajaan dewa. Begitu seterusnya. Babak ini dimenangkan oleh kenzi dan putra mahkota Xian.


Beberapa peserta lain juga mulai memulai pertandinga. Dengan menguap berkali kali Qira menatap hal itu. “ Cek......"Qira bedecak sebal " Ini lebih membosankan dari apa yang ku kira....” Gumamnya, ia mengelap sudut matanya yang berair.


“ Selanjutnya putra mahkota kerajaan dewa. Putra mahkota kerajaan iblis, pangeran ke6 kerajaan langit, putra mahkota dari kerajaan timur dan putri Zhu Qira Han....” Ia menyebut nama Qira tanpa perwakilan. Ia hanya menggunakan namanya. Untuk apa menyangkutkan dan mengambang tinggi nama kerajaan yang tak memberikan ajaran tersebut? Cih.


Qira melangkahkan kakinya menujuh lapangan. Semua orang memandang Qira terkejut.


'Bukankah dia putri kerajaan Langit?


'Mengapa ia tak menyebut gelar putrinya?


'Apa benar rumor jika ia adalah putri yang terbuang?


'Cih sungguh memalukan, apa ia mau mempermalukan dirinya sendiri?


'Apa yang perempuan lakukan disana?


'Bukankah pertandingannya setelah ini?


Sungguh memalukan. Lihatlah, setelah membunuh perdana mentri kita ia juga ingin mempermalukan ayahnya*!


Semua tanda tanya dan bisik bisik terdengar nyata. Bahkan mereka terang terangan merendahkan Qira. Tapi Qira sama sekali tak butuh sanjungan. Ia bukan orang yang gila hormat!. Ia bisa membunuh mereka dengan satu kibasan tangan dang mereka gemetar ketakutan dan bersujut untuk hormat. Cx sekali lagi Qira bukan gadis yang haus hormat dan sanjungan!.


Kaisar Alex tak bisa berbuat banyak. Ia juga merasa tak pantas untuk mendapatkan nama dari Qira. Toh bukan kah dia yang dulu tak ingin memberi marganya untuk Qira. ‘ Sadarlah Alex!. Bersukurlah kau karena Qira masih mau berada disampingmu saat ini. Jangan berharap maaf terlalu banyak. Kau saja tak pantas disebut manusia!’ Batinnya.

__ADS_1


__ADS_2