
On Flasbachk.
Sosok pria tampan yang sangat disegani itu mengerang marah, langkah lebarnya menuju ruang singgasananya. Awalnya awan berwarna biru sekarang menjadi hitam, siapa yang melihatnya pun menjadi gemetar ketakutan akibat aurah kemarahannya yang mendominasi. Sudah sangat lama para pelayan, perajurit dan lainnya tak melihat kemarahan dari sang penguasa kerajaan Barat itu.
Nafas kaisar Zauhan naik turun karena mendengarkan ucapan Qira yang akan pergi dari hidupnya. “Arhgh...” Teriaknya lalu menarik pedangnya. Srap... ia memenggal kepala pelayan yang menatapnya terang-terangan. Iangat ia tak suka ditatap...!
“Keluar atau ku buat kalian seperti dia...!” Teeriaknya kepada pelayan-pelaan yang gemetar ketakutan.
Pelayan disana merasakan kaki mereka bagaikan Jelly yang tak bisa bergerak karena satu teman sesama pelayan sudah tergeletak secara mengenaskan, matanya masih terbuka dengan kepala dan tubuh yang terpisah, mata pelayan itu melotot-lotot dan sedikit kejang-kejang ditubuhnya yang terpisah, sedangkan urat dihehernya berdenyut-denyut karena dipaksa terpisah. Darah mencucuran bagaikan air mancur kecil dibagian urat darah dileher terpisah membuat beberapa dari pelayan lain pingsan.
“Ku bilang pergi sekarang juga...!” Teriak kaisar Zauhan kepada para pelayan yang masih mematung. Roh mereka bagaikan tertancap didunia lain, gemetar dengan keringat dingin, bahkan ada yang kencing dalam celana mereka.
Salah satu pelayan disana ada yang sedikit sadar lalu menarik tangan pelayan lain yang masih terdiam. Tapi tangannya hanya dua membuat ia hanya menarik dua pelayan saja, sedangkan yang lain ia pangil pelan saja dengan suara gemetar.
Slap... Arghhh.
Ia berterik histeris ketika tiga kepala pelayan yang masih mematung itu terlempar dan terpisah dari tubuh pelayan yang masih duduk bersimpuh. Pelayan itu menutup mulutnya melihat tiga kepala pelayan yang nasibnya sama dengan pelayan sebelumnya. Wajah pelayan yang masih hidup penuh dengan darah teman-temannya membuat pelayan disana bergetar dan semakin ketakutan.
“Cepat pergi..” Gumam pelayan yang masih sedikit sadar. Ia menarik tubuh tanpa nyawa pelayan lainnya, kaki yang lunglai itu bergetar, ia bahkan hanya menyeret saja kakinya yang terasa berat, sangat berat, bagaikan menyeret sesuatu beban yang beratnya berton-ton.
Nafas kaisar Zauhan ter’engah engah karena emosi ia tak suka seseorang membantahnya, ia tak suka ditatap lebih dari yang ia perintahkan. Ia tak mau berkata dua kali hal yang sama. Tolong catat, ia tak suka berkata dua kali dalam hal yang sama..! Tapi ia tak pernah bosan mengatakan ia mencintai Qira berkali-kali meskipun tak pernah dibalas oleh Qira.
“Jangan harap kau bisa pergi dariku Qira... Jangan harap. Apa yang sudah jadi milikku tak akan pernah bisa lari dariku...!” Ucapnya bernada tinggi. Ia menghempaskan semua yang ada diatas meja membuat semua data dan dokumen itu berceceran dengan tinta yang sudah muncrat kesana kemari, darah dibawah kakinya sudah membanjir, tapi tak ada yang membuat ia menghentikan aksinya.
Kan sudah sedari awal dikatakan jika kaisar Zauhan adalah manusia yang sangat kejam, Wolf bahkan sudah mengingatkan Qira, jika manusia yang harus dihindari dan juga tak boleh dikenali itu adalah kaisar Zauhan.
“Aku harus menemukanmu, dimanapun kamu berada...!” Batinnya lalu melangkah meninggalkan tempat yang sudah penuh dengan darah dan kepala yang berserakan... ia bakan melangkah lebar untuk melangkah kepala pelayan yang sangat mengenaska itu.
Didepan pintu ada Ren yang sedang diam. karena Ren tadi sudah mendengar kabar jika kaisar Zauhan sedang mengamuk dan membunuh pelayan sebanyak 4orang sekaligus, ada apa ini? kenapa kaisar Zauhan menjadi kejam lagi? Bukannya semenjak ada Qira, kaisar Zauhan tak pernah sekejam ini? bahkan semenjak bertemu Qira, kaisar Zauhan lupa jati dirinya yang kejam. Pengaruh Qira dikehidupannya sangat luar biasa.
“Ikuti aku Ren...” Ucapmya pada kesatria setianya itu.
Ren mengangguk.” Baik yang mulia..” Ia tau jika kaisar Zauhan tak suka ditanya dalam keadaan marah, bertanya dengan kaisar Zauhan dalam keadaan marah sama saja menambah kadar kemarahannya.
Kaisar Zauhan meningalkan kerajaannya dengan sangat kacau, tapi kepergiannya seperti ini membuat para pelayan dan lainnya bernafas legah, legah karena kaisar Zauhan tak akan meninggalkan korban lagi.
Tapi saat didepan gerbang yang terbuka, ada perdana mentri Woncu yang sedang tampak gelisah. Ia menggigit kukunya sedikit gemetar membuat Ren dan kaisar Zauhan sedikit heran.
“Sedang apa kau disini?” Tanya kaisar Zauhan tegas membuat perdana mentri gelagapan.
Perdana mentri membungkuk.” Salam kepada yang mulia semoga hidup seribu tahun. “ Salamnya hormat dengan kedua tangan dikepalkan dan diletakkan didepan dada. “Menjawab pertanyaan yang mulia, hanya hanya berfikir dan sedikit bingung, karena tadi hamba melihat yang mulia permaisuri dipasar. Hamba takut beliau mendapatlan masalah ataupun dibunuh, karena ia tak dikawal oleh perajurit, ditambah tadi ia menggunakan perhiasan yang sangat bagus, saya yakin jika ia akan menjadi incaran perampok dan pembunuh.” Ucapnya.
Tangan kaisar Zauhan mengepal.” Kau tak salah lihatkan?” Tanyanya. Ia bahkan lupa jika Qira bisa mengalahkannya. Apa yang ia takutkan tentang perampok yang mau merampok Qira? bukan Qira yang harus dikhawatirkan, tapi perampoknya..!
Perdana mentri Wouncu tersenyum samar, sangat samar, tak ada yang menyadarinya,” Benar yang mulia, yang mulia permaisuri sedang berada dipasar, sepertinya ia mau membeli hadia untuk sosok pria. Bukankah yang mulia belum ulang tahun, kenapa yang mulia membelikan barang laki-laki?” Tanyanya memancing maarah kaisar Zauhan.
__ADS_1
Benar saja, amarah kaisar Zauhan terpancing. Ia mengepalkan tanganya mengingat Qira akan pergii.” Jangan membual Wouncu...! Dia pasti mau membelikanku hadia, meskipun aku belum ulang tahun...!” Bentaknya pada sang perdana mentri.
“Hamba tak tau yang mulia. Ampuni hamba, hamba hanya menyampaikan apa yang hamba liat dan apa yang hamba pikirkan saja... Jika begitu, lebih baik kita mencari yang mulia permaisurii saja dan meminta penjelasan.” Ucapnya memohon, tapi nyatanya hatinya menyeringai dengan kejamnya.
“Tunjukan jalannya...” Ucap kaisar Zauhan tegas.
“Yang mulia. Jangan mudah terhasud, hamba yakin jika yang mulia permaisuri tak akan melakukan suatu hal diluar batas jadi hamba mohon, jangan bersikap dan mengambil keputusan secara tergesa-gesa nantinya. Supaya tak ada penyesalan diakhir cerita...” Sahut Ren kepda kaisar Zauhan. mengingat mereka hidup sedari kecil membuat Ren tak takut untuk memperingati temannya satu ini. ia yakin jika kaisar Zauhan tak akan membunuhnya, karena ia adalah kesatria yang menjaganya selama ini.
Kaisar Zauhan hanya bergumam tak jelas pada Ren lalu mengikuti perdana Mentri Wouncu yang mengarahkan jalan dimana tempat Qira berada tadi. Tapi nyatanya dipasar sudah tak ada Qira membuat mereka mencari keseluruh arah.
Kaisar Zauhan gusar saat tak menemukan Qira. apakah Qira memang pergi bersama pria lain?” Dimana Qira..! Sudah sedari tadi kita mengelilingi pasar dan mengelilingi kerajaan, tapi tak ada Qira. apakah kau membual kepadaku Wouncu..!” Bentaknya pada perdana mentri Wouncu. Hari sudah hampir malam membuat ia meradang dan terasa dipermainkan.
Perdana mentri Wouncu yang tadinya menatap kesana kemari sekarang melihat kaisar yang sudah mengamuk. “Ampun yang mulia. Hamba akan mencari ketempat lainnya, ikuti saja hamba.” Ucapnya lalu mendahului kaisar Zauhan.
“Mangsa tertangkap’ Batin pedana Mentri. Ia sudah tau dimana Qira dari tuannya. Sedari tadi ada burung yang mengikutinya dan burung itulah yang memberi kabar dan juga apa yang harus ia lakukan.
Perdana mentri Wouncu membawa kaisar Zauhan diman ada Qira yang sedang bepelukan dengan kakak Kim dibawah rembulan yang sangat terang.. ada seringaian jahat dibibir peedana mentri Wouncu. “Ya yang mulia permaisuri selingkuh?” Ucapnya seperti terkaget membuat kaisar Zauhan gelap mata.
Kaisar Zauhan mengepalkan tanganya dengan mata tajamnya masih melihat apa yang Qira lakukan, senyum yang tak pernah ia berikan padanya, dan sekarang ia bahkan bisa melijat mata Qira menyorotkan senyum tulus dan penuh cinta., siapa pria itu? Dengan hati yang terbakar, ia mendekati Qira lalu beriat membunuh kakak Kim. Jujur, ia tak ada niatan untuk membunuh Qira. sama sekali tidak.
Tapi entah setan dari mana membuat ia mengetak Qira. saat melihat Qira diatas tubuh kakak Kim membuat ia kembali gelap mata dan membuat ia ingin membunuh kedua insan didepan matanya.
Of Flashback...
Kakak Kim membawah Qira kekerajaanya dengan langkah lunglai, lagkahnya berat karena kesadarannya hampir habis.
“Yang mulia...” Panggil pengawal dari belakang saat meihat kakak Kim yang sudah hampir terjatuh. dan seetelahnya ia terjatuh dalam keadaan memeluk Qira erat.
Kakak Kim sudah tak kuat lagi, diwajahnya sudah bercucur darah. Ia mengelus kepala Qira, dapat ia lihat wajah Qira sangat pucat, putihnya Qira sekarang menjadi lebih putih, bibir yang awalnya merah dan sekarang menjadi kebiru-biruan. Cup... Ia sedikit menyedot bibir Qira dengan air mata yang berlinangan.” Bangun... Jangan mati,,,,” Gumamnya setelahnya.
Cupp.. Ia mengisap lagi bibir Qira yang sudah sangat dingin, jujur, tak ada nafsu didalamnya. Ia hanya takut melihat bibir Qira sudah tak dialiri darah. Ia menghisapnya dengan harapan supaya bibir Qira kembali memerah dan kembali dialiri darah.
Hikshiks... ia terisak diatas bibir Qira, aksinya, usahanya gagal, tak ada reaksi Qira, bibirnya tak kembali merah, bahkan bibir Qira sekarang menjadi sangat kaku. Kepalanya sakit dengan samar-samar ia melihat orang-orang melihatnya iba. Ia tak mampu berjalan, karenanya ia berhenti didepan gerbang, tak ada yang berani mendekat.
Kakak Kim menyatuhkan wajahnya dengan wajah Qira, darah diwajhnya sekarang juga menyentu wajah Qira. “Aku mencintaimu..” Gumamnya lalu ia tak sadarkan Diri.
“Yang mulia...!” Panggul salah satu prajurit yang mengiringi kakak Kim.
Auman seriga disana terdengar memilukan, banyak pasang mata yang menangis, menangis karena melihat kakak Kim yang harus kehilangan cintanya.
“Bawah pangeran Kim kedalam sekarang...! cepat..!” Ucap salah satu perajurit membuat mereka sadar. Saat dibuka gerbang. Disana nampak kaisar Geougue yang terkejut, ia mendengar suara kenguan seriganla dan menanti anaknya datang.
“Ada apa dengan pangeran Kim? Apa yang terjadi?” Tanya kaisar Georgue pada perajurit yang membawah anaknya. Disana juga ada sosok perempuan yang tak ia tampak wajahnya, dibagian atas tubuh perempuan itu nampak bersimbah darah, bahkan darahnya merembes dan masih menetes.
“Ampun Lord. Lebih baik kita kedalam terlebih dahulu untuk membantu pangeran Kim. Dan kekasihnya.” Ucapnya. Ia memberi jeda m]saat mengatakan ‘Kekasihnya’
__ADS_1
Kaisar Georgue terkejut, kapan Kim punya kekasih? Ia menganguk memberi jawaban pada perajurit supaya segera masuk kedalam.
Saat mereka melewat kaisar Georgue, ia bisa melihat jika wajah perempuan itu. “Qiqi..” Gumamnya terkejut membuat ia kembali mengejar mereka.
....
Langkah kaisar Zauhan lunglai memasuki kerajaanya, dengan mata yang berair dan tubuh yang sudah berdarah dimana-mana. Ia bahkan tak malu menangis didepan banyak orang. Apa yang harus ia malukan?
Ia memilih untuk mengasingkan diri dikediamannya. Para pelayan yang meihat kaisar kembali dengan keadaan kacau membuat mereka bertanya-tanya. Ada apa dengan kaisar kejam itu? Tapi mereka tak mau memikirkan hal itu, sebab yang terpenting saat ini kaisar tak lagi mengamuk
....
Wolf mendengarkan auman serigala itu membuat ia merasa tak enak hati, suara auman itu terdengar memilukan, ada kabar memilukan apa ini? “ Ada apa Wolf?” Tanya Leon yang menjjadi lawannya dalam bertarung saat ini. mereka sedang bertanding pedang sembari menungu kedatangan kakek Lue yang akan mengajarkan mereka.
Wolf menatap Leon.” Entahlah. Sepertinya ada kabar buruk dari klanku. Entah kenapa dadaku sekarang sangat sakit.” Gumamnya. Ia memegang dadanya yang sakit, entah faktor kedekatannya dengan Qira sudah menjadi darah daging atau karena auman itu adalah ikatan batin baginya.
Leon juga merasakan ada sesuatu yang ganjal dihatinya, tapi ia tak tau itu apa. Ia mencoba menepis pemikirannya yang tak bisa dijabarkan.” Sedari kita menolak permintaan Qira. apakah kau melihatnya Wolf?” Tanya Leon kepada Wolf yang masih kebingungan.
Wolf menggeleng. “Belum. entah , aku merasa tak enak pada Qira. ada apa ini Leon..” Ucapnya khawatir. Tak biasanya ia sekhawatir ini pada Qira.
Leonoun menggeleng.” Entahlah Wolf. Aku pun tak tau, seprtinya ia sedang bermain dengan kaisar Zauhan. biasanyakan kaisar Zauhan selalu mengganggunya..” Ucapnya Leon.
“Semoga saja Leon..” Ucap Wolf pelan. Ia mencoba menepis apa yang ada dipikirannya, ia berdoa semoga Qira selalu dalam keadaan baik-baik saja.
......
“Qira... sudah jangan lari-lari lagi. Aku ingin memelukmu, ayolah. Kita baru bertemu..” Ucap Lian Lii saat merasakan lelah diperjalanan.
Hahah.. Qira tertawa riang melihat Lian Lii. Ia memeluk kembarannya itu.” Ini pelukan terakhirku. Aku mencintaimu kak..” Ucapnya lalu berlari lagi.
.
.
.
.
.
Hay hay semuanya .... Author mau klarifikasi niii yang sedari awal yang masih gagal paham oke....
R: Kok Qira murahan ya peluk sana peluk sini? plinplan banget jadi orang.
A : Gini looo. Qira itu yang dipelukin berarti memang dia percaya dan mmg dia orang baik. Yang dipeluknya juga cuma Leon, Wolf, kaisar Zauhan dan kerabat krabatnya. Yang lain itu cuma Zoulan karena kasian. Lalu dimanaa sistem murahannya? Kan memang mereka ber arti dihidupnya Qira. Kan sedari part awal juga Qira suka digendong olah Leon atau Wolf jika mau memang mana. berarti memang Qiranya bukan plinplan. Murahan? murahan bagian mananya? yang pelukan sama dia juga orang yang dia kenal dan orang yang pasti Author buat sifatnya baik.
__ADS_1
R: Kok Qiranya gini si? katanya buka hati dan cinta sama kaisar Zauhan. Kok sekarang sama kakak Kim?
A : Coba baca lagi dipart belakang. Ada enggak Qiranya mengatakan kalo dia suka kaisar? yang ada itu cuma ia mau membuka hatinya untuk Zauhan. Dan juga kan sudah dijelaskan dipart awal kalo Qira itu suka sama kakak Kim dari pandang pertama. Kalo rnggak percaya ayooo baca part sebelumnya yang tentag penyembuhan kakak Kim.