
.
.
.
Kaisar terdiam seribu bahasa, Semua yang dikatakan Qira adalah suatu kebenaran.
"Omong Kosong apa yang kau bicarakah ha? " Teriak putri Ken " Ayah adalah orang yang baik, Tidak mungkin seperti itu. Kau yang pembunuh!. Bukan ayah! " Teriaknya.
Qira tersenyum sinis melihat Putri Ken yang membela ayahnya. Benar ayahnya baik hati, Tapi tidak dengan Qira, Ia bukan pembunuh, masalah ibunya. Itu adalah Takdir Tuhan bukan...!
Ia difitnah ibunya Putri Ken. Qira difitnah ingin membunuh putri Ken dengan racun. Karena itu ia di asingkan di hutan kematian selama 2 tahun seharusnya, Tapi ayahnya malah berniat membunuhnya, Karena ia terlalu malu dan benci kepada Qira. Dan sekarang ia meminta Qira untuk kembali cxcxcx tapi sayang yang kembali bukanlah lagi anak kandungnya. melainkan orang lain " Anaknmmu sudah mati..." Ucap Qira dalam hati.
"Omong kosong? " Beo Qira " Mengapa kau tak bertanya dengan Alexon? " Lanjutnya Qira.
Semua orang menatap kaisar, tapi kaisar hanya diam, pikirannya kosong. Seakan akan menari kesana kemari, sehingga tak menyadari semua orang menatapnya untuk minta penjelasan.
"Dasar ****** ******** kau...! Prajurit tunggu apa lagi, cepat bawa ****** ini kepenjara bawah tanah...!" Teriak Ibu suri yang geram melihat Qira.
Qira turun dari atas meja dan....
Gbrak.......
Tringgg tanggggh.........
Meja itu terbelah dua, Qira memukul Meja itu, Prajuritnya yang tadi ingin menangkapnya berhenti. Seluruh orang didalam ruangan itu kerkejut, seluruh makanan di atas meja jatuh berhamburan, Minuman tumpah dimana mana.
Seluru yang duduk didekat Meja makan bangkit dari kursinya, Baju mereka kotor terkena makanan, Termasuk kaisar, Kaisar sadar saat ini.
Entah bukan marah yang ia rasakan saat ini. Tapi sedih, hatinya remuk, Jantungnya terasa berhenti berdetak.
"Kurang ajar kau! " tlTeriak pangeran ke3 " Berani beraninya mengacau...!"
Sedangkan selir Dong hanya menatap Qira sedih.
"Cepat tangkap putri Qira." Teriak kaisar.
Qira hanya mengangkat tangannya, seluru alat didalam ruangan itu dipenuhi dengan Pedang prajurit dan pisau dapur yang mengambang dan berputar mengelilingi orang orang Didalam sana.
Semua orang menggigil ketakutan.
'Siapa dia, mengapa semua ini bisa terjadi?,
'Apa dia mempunyai ilmu hitam'
'Putri punya ilmu hitam' Batin orang didalam ruangan.
'Siapa dia? Apa dia sudah menjadi iblis?, mengapa dia menjadi seperti ini ' batin kaisar.
__ADS_1
Qira melipat tangannya di atas dada dengan raut wajah datar, semua orang tak berani bergerak barang sedikitpun, Mereka ketakutan setengah mati, bahkan keringat mereka sebesar biji jagung.
Qira melangkahkan kakinya keluar ruangan dam berucap " Tangkaplah aku jika kalian mau kepala kalian terpisah dari tubuh kalian...! " Ucapnya dingin.
.Semua orang belum berani mengatakan Apapun, Semua yang mengambang sekarang sudah jatuh kelantai, Semua bernafas lega.
"****** kecil itu berani beraninya dia...! " Teriak Selir Mei.
"Sudahlah. Biar kita lihat, apa dia bisa hidup damai di istana ini..." Ucap Ibu suri.
Dan pada malam itu semua orang tidak makan hahahah. tapi tidak dengan Qira. ia menyuruh Leon kekedainya untuk mereka makan malam itu "Menyenangkan bukan?".
***
Qira menjalankan Hidupnya di Istana sudah 1 minggu, ia menghabiskan kehidupannya sehari hari dengan membaca buku dan mengajari pelayannya untuk masak, tidak ada yang berniat mengunjunginya, ia mengkhususkan dirinya untuk mengetahui silsilah kerajaan. karena di Ingatan Qira, ia tak mengetahui banyak tentang kerajaan ini.
ia membuat dapur sendiri dibelakang kediamannya, usahanya ia serahkan kepada Chao Dan Chio untuk mengawasinya. Sedangkan Wolf dan Leon menemani Qira, sesekali Mereka pergi mencari makanan, dan Wolf kembali kekerajaan serigala. maklum diakan calon raja.
Tupp...
Qira menutup bukunya. Ia membaca buku tentang keluarga ibunya.
"Mommy aku ingin jalan jalan disekitar istana. " Ucap Qira, Selama ia disini ia tak pernah melihat istana, atau apalah itu.
"Tapi putri nanti kau terkena masalah...!" Jawab Shu Jin. Dari dulu Qira tak pernah diperbolehkan berkeliaran di sekitar istana. karena kaisar tak ingin melihat wajah Qira, barang sedikitpun.
"Cepatlah." Ucap Qira. Ia tak peduli dengan kaisar, toh kaisar juga bukan ayahnya!.
Qira berhenti di dekat taman bunga, Disana ada banyak bunga Lili. Lili putih dan lili merah, Semua nya dibariskan dengan indah, tak jauh dari sana ada kolam ikan, didekat kolam itupun di kelilingi oleh bunga lili sunguh Indah.
"Apa kaisar Suka bunga lili?" Tanya Qira.
Shu Jin mendongak memandang Qira " Tidak!. Tapi Ibu tuan putri yang menyukainya. Ini adalah taman yang kaisar rawat untuk permaisuri ZhiZhi," Jawab Shu Jin.
"Begitu cintanya dia kepada ibunya Zhu Qira." Gumam Qira.
"Dia memang sangat mencintai ibu tuan putri," ujar Shu Jin.
Qira hanya diam dan menatap kedepan...
***
Dari kejahuan ada 4 orang pemuda yang berjalan menuju kediaman putra mahkota, Tak jauh dari Taman itu...
Mereka berhenti saat melihat seorang gadis berdiri tak jauh dari kolam.Ia menggunakan baju seperti laki laki berwarnah putih, Tapi dengan corak bunga tulip di kerah bajunya. Rambut seperti biasa, hanya saja di ikat dengan Kain berwarnah putih pula. Di pingganggangnya terdapat sabuk coklat.
"Siapa gadis itu? " Tanya pangeran ke 4.
"Dia gadis yang aku ceritakan tadi malam" Jawab Pangeran ke 3. Mereka baru pulang dari berburu. jadi Mereka sama sekali tak tahu masalah yang terjadi di kerajaan
__ADS_1
." Apa benar itu dia putri Qira yang kita jahili dulu? "Tanya pangeran ke 5.
"Aku juga tak yakin"
" ayo kita melihatnya dari dekat..."Sahut pangeran ke3.
Tab
Tab...
Mereka sampai di belakang Qira, Qira merasakan mereka dari jauh, bahkan ia mendengarkan apa yang mereka katakan dari jauh.
"Hmmm" Deheman dari pangeran ke4 " Apa kau putri Qira? " Tanyanya.
Qira masih tetap diam, tak berniat membalikkan Tubuhnya.
Tangan pangeran ke5 memegang pundak Qira dan membalikkan tubuh Qira. Tapi sayang,
Krakkk...
Bukkk...
Tangannya Qira pegang, Qira memutar tangannya dan ia banting. Semua orang tekejut akan hal itu.
Wajah Qira masih dengan datar. Ia menatap seluruh pangeran didepannya.
"Beraninya kau melukai adik kami! " Teriak pangeran ke3.
"Kau?. Kau gadis yang menolongku di pasar itu kan? " Tanya Guang lii kepada Qira, sambil menunjuk Wajah Qira dengan tekunjuknya.
Qira menatap pangeran kedua itu dari atas hingga bawah. Ia menaiki satu alisnya. Ia dia memang pernah menyelamatkan kakaknya yang satu ini.
"Apa.? Dia gadis yang kau ceritakan itu? "Tanya pangeran ke3.
"Iya" Sambil menganggukan kepalanya.
"Kalian bantu aku dulu hey..." Teriak pangeran ke5 sambil merengek. dia masih di tanah tanpa ada yang berniat menolong. mereka masih dalam mode terkejut dan kepo.
Putra mahkota mendekat entah dari mana" Ada apa ini? Mengapa ada keributan" Teriaknya sambil mendekat "Oh astaga. Mengapa denganmu Juang Lii" teriaknya sambil membantunya berdiri.
"Dia yang membuatku seperti ini" Sambil menunjuk Qira dipadukan dengan tatapan sinis.
"Apa yang kau lakukan dengan adikku" Teriaknya kepada Qira.
Qira mengangkat alisnya dan menyilangkan tangannya di dadanya " Tanyakan padanya." Ujarnya sinis lalu melangka pergi
."Tunggu! " Teriak putra mahkota, Qira berhenti tampa membalikan badannya " Kau tau...! Kau adalah sampah! Sampah yang tak berguna!. Tak ada gunanya ibu melahirkanmu! Dasar sialan gara gara kau. Aku tak dapat merasakan pelukan ibu lagi. ****** ******** kau!. kembalikan ibuku dasar pembunuh kau! " Teriaknya dengan Qira.
.
__ADS_1
.
.