Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Melupakan


__ADS_3

Langkah lebar dari Woucu menuju tempat perperangan, dengan bubuk yang sudah direncanakan. Ia mengunakan ilmu anginnya lalu menaburkannya disekitar kaisar Zouhan membuat bubuk itu bukan hanya tercium oleh kaisar Zauhan, tapi juga terkena para pangeran dan juga kaisar Alexon dan Long Wey.


Mendadak mereka terdiam dikalah pusing melanda, bagaikan banyak semut yang mengigit otak mereka. “Argh.” Ringisan itu terdenar dari kaisar Zauhan yang menghirup bubuk itu paling banyak, sesaat setelahnya matanya yang berwarna hitam berubah menjadi merah, ia menyeringai menatap putra mahkota Xiolenyei dan lainnya. “Ingin membunuhku rupahnya..” Sinisnya bagaikan iblis. Jiwanya sudah berubah, otaknya sudah dipengaruhi.


Xiolenyeipun sama terpengaruhnya ia menatap kaisar Zauhan bagaikan mangsa besarnya. “ Kau sudah membunuh tunanganku, maka kau harus mati..!! nyawa dibalas nyawa..!!!” Teriaknya.


Kaisar Zauhan menyeringai, ia menjilat bibir bawahnya bagaikan orang yang sedang haus darah ia mengarahkan pedangnya menuju putra mahkota Xiolenyei dan mulai berperang.” Mari bunuh aku, tapi jika kalian bisa...!!!” Ujarnya.


Kaisar Zauhan menghajar putra mahkota Xiolenyei, sedangkan putra mahkota Kenzi dan putra mahota Jin Yu hanya memandang mereka, mereka terpengaruh namun Jin Yu menahan putra mahkota Kenzi. “ Kita terpengaruh bubuk bernama Pericum yang untuk mengubah otak kita. jadi jangan gegabah, kita sedang dijebak..!!” Ujarnya. Sebab ia dapat melihat bubuk itu dilingkaran tubuh mereka. Jangan lupakan jika Jin Yu adalah keturunan raja Iblis, yang artinya ia banyak tau hal yang memang bersangkutan dengan kejahatan.


Namun nyatanya, hanya dia yang tau, sebab ayahnya saja sudah terkena bubuk itu. Kenzi yang sudah diingatkan saja tak mendengarkan apa yang sudah ia ucapkan.” Mati.. Mati.. Kaisar Zauhan mati..!!” itulah yang digumamkan Kenzi lalu membantu Xiolenyei untuk menyerang kaisar Zauhan.


Sedangkan kaisar Alexon dan Kaisar Long Wey semakin beringas, mereka mengacungkan pedangnya kearah leher semua orang yang ada didepannya mati.. mati.. mati.. mereka harus mati, sampai pada mereka kualahan,


Darah tumpah dimana mana, sudah mampu di menjadi sungai darah, awan gelap menutupi sinar matahari membuat pagi ini tanpa cahaya, sesekali petir menyambar membuat sesekali wajah mereka nampak, jika tidak seperti itu, mungkin mereka tak mampu menatap lawan dan musuh.


Suara denting pedang memekakkan telinga, suara teriakan-teriakan kesakitan menggema ditempat itu, tempat dimana ratusan nyawa yang melayang hanya karena satu orang, yaitu Qira...!!!


Slap.. slap.. slap... argghh. Ringisan dari putra mahota Xiolenyei mengema karena tanganya terkena pedang neraka dari kaisar Zauhan, ia sudah terkulai ditanah dengan kaki yang ditekuk, lukanya sangat dalam dibagian kakinya membuat ia tak mampu menopang tubuh. Ia kalah,


“Bersiaplah untuk mati..!!!!” Teriak kaisar Zauhan mengema saat pedangnya ia ayunkan sekuat tenaga dibagian leher putra mahkota Xiolenyei. Putra mahota Xiolenyei sudah tak mampu lagi untuk mengelak membuat ia memejamkan matanya, ia mengangkat tanganya yang menggenggam pedang supaya pedang itu menebas pedangnya.


Ting...

__ADS_1


Pedang putra mahota Kenzi patah karena ia menahan pedang kaisar Zauhan, Kenzi menahan pedang yang mengarah pada kepala putra mahkota Xioenyei. Namun pedangnya patah dan melenting, setidaknya pedang kaisar Zuahan tak jadi melaju pada leher Xiolenyei. Mata Kenzi membelalak melihatnya.


Kaisar Zuahan menatap Kenzi nyalang.” Kau..!!!” Teriaknya membuat Kenzi menatapnya negeri. Kaisar Zauhan maju dengan pedangnya. Putra mahota Xiolenyei sudah tak ia pikirkan karena ia sudah marah pada Kenzi, Kenzi sudah menghancurkan kesenangannya.


Kenzi diam dengan pedangnya yang sudah patah, namun kaisar Zauhan sudah mengarahkan pedangnya padanya. Kenzi tak dapat melawan, ia menahan lagi dengan setengah pedang yang masih ada, tapi lagi lagi pedang itu patah, bahkan satu ini sekarang terpental jauh, jadilah Kenzi tak mengunakan pedang saat ini.


“Mat..!!!” Tarhhh.. petir masih menyambar sesekali membuat susana semakin mencekam. Kaisar Zauhan semakin gencar menyerang Kenzi yang tak dapat melawan.


Jin Yu yang melihat tu langsung membantu putra Mahota Xiolenyei yang masih diam dan menutup matanya. “Cepat kita obati lukamu..!!”Ujranya dengan menyobekkan baju Xiolenyei sendiri, ia mngikat luka Xiolenyei.


Barulah Xiolenyei membuka matanya menatap Jin Yu.. “ Bukankah aku sudah mati?” Gumamnya terkejut, meskipun ia terluka, namun karena kecemasannya tadi membuat lukanya sedikit tak terasa. mungkin efek dari panik.


Dengan cepat Jn Yu membawa putra mahkota Xiolenyei menepi.” Kenzi tadi membantumu.” Ujarnya dan itu mampu membut putra mahkota Xiolenyei mencari sosok Kenzi, dan ternyata benar, saat ini Kenzi sedang melawan kaisar Zauhan, dan lebih parahnya ia tanpa pedang ataupun tampa peralatan perang, ia hanya mampu menghindar dan sesekali melompat membuat Xiolenyei merasa bersalah, ia sudah membenci Kenzi, tapi nyatanya Kenzi rela mati untuk menyelamatkannya.


Putra mahkota Xiolenyei mengambil pedangnya dan “Kenzi...!!!” Teriaknya mampu membuat kaisar Zauhan dan Kenzi menatap asal suara.


Putra Mahota Xiolenyei melempar pedangnya pada Kenzi dan menancap didepan Kenzi. “ Bunuh dia demi Qira Kita..!!” Teriaknya tersenyum dibalik kesakitan tubuhnya.


Disebala perutnya sudah terluka parah saat ini karena perutnya juga terkena tebasan kaisar Zauhan. Kenzi yang mendapatkan pedang itu langsung tersenyum lalu mengambil pedang itu, namun sebelum ia dapat menyentu pedang itu kaisar Zauhan sudah menahannya dengan gerak cepat membuat Kenzi juga menghindar bertubu tubi kaisar Zauhan menyerang Kenzi, tapi nyatanya Kenzi mampu mengelak, sebab Kenzi sudah dilatih ilmu bela diri dan ilmu pedang oleh Qira jadi ia mampu merasaan gerak kaisar Zauhan.


Baru tanganya menyentu pedang itu namun kaisar Zauhan sudah megarahkan pedangnya ditangan Kenzi, dan Kenzi pun kembali menghindar namun terhenti dikalah Kaisar Zauhan.


Bugh... ia terkena tendangan dibalik punggungnya dari Xiolenyei. Yaa,,, Xiolenyei tak jadi diobati karena melihat Kenzi sudah kualahan, ia tak mau hidup dan diobati dialah orang yang membantunya sekarang terkena masalah tangan kanannya memegang perutnya yang sakit.

__ADS_1


Kaisar Zauhan yang mendapatkan tendangan itu membuat ia murka, ia berbalik dan menatap Xiolenyei, ia mengarahkan pedangnya pada Xiolenyei dan,


Bugh.. ia kembali ditendang oleh Jin Yu, namun tak kena, ia sudah mengelak karema sudah dapat membaca sekitar “ Bawah Xiolenyei ketepi, biar aku yang melawannya.!!” Teriak Kenzi yang sudah dapat menggenggam pedang ditanganya, pedang itu dari Xiolenyei.


Dengan gerak cepat Kenzi melawan kaisar Zauhan, dan Jin Yu membantu Xiolenyei.” Kita harus membanu Kenzi.1!!” Ujar Xiolenyei.


“Qira tak akan senang melihatmu mati Lenyei..!! kau harus diobati dulu baru nanti aku akan membantu Kenzi.!!!” Teriaknya Jin Yuu ditengah-tengah perang, ia harus berteriak supaya dapat didengar oleh Xiolenyei, karena harus beradu suara dengan deting pedang dan teriakan khas perang.


“Biarkan aku sendiri, kau bantu saja Kenzi..!!” Ujar Xiolenyei menolak.


“Kau harus diobati dahulu.. jangan membantah..!!” Ujarnya namun sesaat setelahnya Xiolenyei pingsan karena sudah banyak darah yang terbuang membuat Jin Yu segera membawanya ketenda, ia harus melawan musuh sembari menggandeng Xiolenyei, pedang dtangan kiri untuk melawan perajurit yang mencoba membunuhnya, sedangkan tangan kiri memopong tubuh Xiolenyei.


Xiolenyei yang bersifat jahat dan bajjingan tak terlihat, Kenzi yang dibenci dan Rival dari Xiolenyei sudah menguap diudara, Jn Yu yang tak seakrab itu pada Xiolenyei harus bertaruh nyawa supaya Xiolenyei masih tetap hidup. Dan pada intinya mereka bersatu tanpa mereka meminta, saling mebantu tanpa dirapatkan, dan saing memopong satu sama lain demi kasih syaang... Demi Qira...


.


.


.


. Huuu.maaf ya berapa hari ngga up Soalnya ayah aku kecelakaan membuat aku nggak sempet up.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya..


__ADS_2