Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
gadis sombong


__ADS_3

Qira menatap Zauhan kejam. Ia mengutuk kaisar Zauhan berkali-kali lipat. Ia tak bisa pergi, jika pergi akan mati, jika tinggal ia masih akan tetap mati, meskipun masih ada sedikit harapan.


...


“Kriyuk kriyu...” Bunyi suara perut Qira. Qira baru sadar jika ia sangat lapar dan haus. Ia menatap kaisar Zauhan. Apa yang ia harus lakukan meminta makan?, cih. Jatulah harga dirinya. Tapi ia tak punya pilihan lain.. “Aku lapar.” Ucap Qira masih dalam sikap sombongnya.


Kaisar Zauhan mengangkat satu alisnya. “Lalu?” Beonya.


“Cih..” Gerutu Qira. Tanpa takut ia mendekat dengan kaisar Zauhan, diatas meja disamping kaisar Zauhan ada banyak macam buah mahal. Qira dengan ganasnya menatap kaisar Zauhan. Qira mengambil apel merah disana dan memakannya. “Aku lapar dan haus. Kau bertanya lalu? Kau kaisar bodoh.” Gerutunya diselah mengunya.


Kaisar Zauhan Memerah marah. Ia menggeprak meja tempat buah-buahan itu, seluruh buah jatuh berserakan, untunglah Qira sudah mengamankan buah pir tiga buah dan apel duabuah. “Apa kau tak sayang nyawamu ha?” Tanyanya.


Qira masih santai dengan mengunya apelnya, setidaknya ia bisa mengurangi rasa haus dan laparnya. Ia duduk disisi ranjang dan menatap kasiar Zauhan yang marah. “ Sudahku bilang. Aku tak takut mati. jika kau mau membunuhku.” Jawabnya santai. “Aku hanya mau makan, tapi kau tak paham.” Lanjutnya.


“Kau bisa mengurangi kadar sombongmu, lalu memohon dan menghormatiku. “ Jawabnya. Dengan artian. ‘Bicaralah dengan memohon belas kasih’


Qira terkekeh geli. “Kau menyuruhku memohon makanan?” Tanya Qira. “Bahkan dengan ayahku saja aku tak pernah memohon. Jika kau tak mau memberiku makan, tinggal lepaskan aku, dan aku tak perlu meminta padamu. Aku Zhu Qira Han yang tak akan tunduk dan hormat kepada siapapun, terkecuali dia memang terbukti bisa dihormati.” Jawabnya tegas.


Kaisar Zauhan tertegun, ‘ Siapa gadis ini sebenarnya? Apa dia orang msikin? Atau mengapa dia begitu misterius’ Batinnya..


“Ikut aku.” Ucapnya. Senyum Qira mengebang. Cepat-cepat ia mengikuti kaisar Zauhan. Sesaat setelahnya kaisar Zauhan berjhenti didepan pintu. Qira pun ikut berhenti. “Kau tau. Buah yang kau makan itu bercampur racun panel. “Ucapnya dengan senyum smirk. Ia berbalik menatap Qira yang berwajah datar.


“Jadi. Meskipun kau tetap makan, kau akan mati juga.” Lanjutnya.


Qira melipatlan tangannya. “Aku tak peduli. Ayo suruh pelayanmu bawah makanan.” Perintahnya. Ia mendorong lengan kekar kaisar Zauhan keras. ‘Apa pedulinya. Darahnya bahkan racun mematikan.


Kaisar Zauhan terkejut. ‘Apa gadis ini benar-benar tak takut mati?’ Batinnya. Ia memegang tangan Qira yang mendorongnya. “Diam.” Ucapnya dingin yang disertai sorot mata tajam.


Qira diam tak menjawab atau menyangga. Ia cukup malas berdebat. Kaisar Zauhan meninggalkan Qira dibelakang pintu. Ia memerintahkan penjaga didepan pintu untuk membawa makanan. Dan kembali masuk menatap Qira yang masih berdiri didekat pintu.


Ia sama sekali tak mempedulikan Qira. Ia melewati Qira dan duduk ditempat ia duduki tadi. Sedangkan Qira menguntit dari belakang dan duduk disatu kursi yang tak jauh dari kaisar Zauhan.

__ADS_1


Kaisar Zauhan menatap Qira tajam nan dingin tanpa berucap apapun. Sedangkan Qira sama sekali tak peduli, ia memilih bersandar dikursi dan memejamkan matamya smbil menunggu.


Sesaat setelahnya ada beberapa dayang yang membawa makanan yang cukup banyak. Cepat-cepat Qira menegakkan punggungnya dan mendekat kepada kaisar Zauhan.


Saat setelah keluar para dayang. Qira mengangkat tangannya cepat menganbil makanan. Tapi tangannya ditepuk oleh kaisar Zauhan cepat.


“Cuci tanganmu.” Ucapnya dingin.


Qira mengerutkan bibirnya. Tapi tetap menurut. Sesaat setelahnya. Ia mengabil lagi makanan yang ia ingin makan tadi. Tapi lagi-lagi punggung tangannya ditepuk kaisar Zauhan. “Puk... Kau harus menungguku sudah makan. Baru kau bisa makan.” Ucapnya dingin.


Qira mengerang marah. Wajahnya merah. Dengan cepat. Ia mengambil makanan disana dan mekananya secara kasar didepan kaisar ." Apa peduliku padamu. Hey, ingat ya. Kau bukan siapa-siapaku.” Ia mengambil daging yang besar dan memasukkannya dimulut dan mengunya secara kasar.


Kaisar Zauhan menatap Qira terkejut. Cepat-cepat ia mendatarkan lagi wajahya. “Aku yang punya makan. Jadi aku berhak.”


“Dan aku tak pernah membutuhkan belaskasihmu. Bahkan makanan hambar seperti ini saja kau samngat pelit. Cih.” Sahut Qira malas.


Mata Qira membulat saat ingat. Leon dan Wolf. Apa kabar mereka?. Ia menatap kaisar Zauhan yang menatap Qira intens. “Dimana sahabatku?” Tanya Qira tajam.


Kaisar Zauhan menatap Qira datar. “Dalam penjara bawah tanah.” Jawabnya acuh.


"Diam saja jika taknpercaya"


"Apa salahku padamu.” Beo Qira tak terima.


“Karena kalian mata-mata.”


“Sudah ku katakan. Aku bukan mata-mata....!” Bentak Qira.


“Jangan membentakku...! jika tidak, nyawa temanmu akan tiada...!” Bentaknya bahkan lebih keras.


Nyali Qira menciut jika bersangkutan dengan nyawa temannya.

__ADS_1


Qira menatap kaisr Zauhan tajam. “Apa maumu. Katakan..!” Ucapnya.


“Katakan siapa yang mengutusmu...!”


“Akuu bukan siapa yang kau maksud. Aku hanya pengembala tanpa marga atupun jabatan. Aku juga bukan mata-mata. Aku punya banyak uang dan kaya, untuk ap aku berkerja menjadi hal yang menjijikan seperti itu. Lagipula apa untungnya aku memata-matai mu. Cih, bertemu denganmu saja menjadi kututkan bagiku...!” Jawab Qira tegas sepanjang jalan pemikirannya.


“Kutukan katamu?” Tanya kaisar Zauhan.


“Iya kutukan..!” Jawab Qira menentang.


Sontak kaisar berdiri. ‘ Gadis keras kepala dan sombong. Bagaimana caranya ia membuka mulutnya.’ Batinnya. Ia melangkah keluar dari kediaman.


Saat ia keluar, seluruh prajurit membungkuk hormat. Sontak saja Qira mengikuti Zauhan ketika bahunya terasa sakit. Ia baru ingat jika nyawanya ada pada kaisar Zauhan. Ia berlari mengikuti kaisar Zauhan.


Kaisar Zauhan tersenyum tipis saat merasakan Qira mengejarnya. Ia berhenti dan berbalik mentap Qira. “Kau bilang bertemu denganku kutukan. Lalu mengapa kau mengejarku?” Ejeknya.


Qira mengambil nafas rakus. Mulutnya mengerucut dendam, matanya tajam bagaikan jarum suntik. Ia berdecak pinggang. “Jangan pura-pura polos. Nyawaku padamu. “ Jawabnya keras.


“Hey.... jaga ucapanmu.” Teriak prajurit didepan pintu.


Qira menatap prajurit itu tajam. “Diam ku...!” Teriak Qira. Sontak prajurit itu terdiam.


Kaisar Zauhan menatap Qira datar. Sampai pada Qira berucapo kembali. “Dimana temanku..!”


“Sudahku kat---“


“Qiqi...” Teriak Leon dan Wolf dari ujung kediaman.


Senyum Qira terbit. ia sangat bahagia saat tau jika Wolf dan Leon tidak dipenjara seperti yang diucap oleh kaisar Zauhan. Ia berjalan menjauhi kaisar Zauhan. Tap... saat langkah kesepulu, tanda itu menghujaminya. Sontak saja ia mendekat kaisar Zauhan kembali. Ia menarik lengan kaisar Zauhan. “Ikut aku..” Ucap Qira Lancang.


Sedangkan Wolf dan Leon menelan ludah. Mereka bahkan tak berani mendekat kepada maut.

__ADS_1


Kaisar Zauhan menepis tangan mungil Qira. “Lancang kau...!”


Qira semakin menarik kasar tangan kaisar Zauhan. “Hey. Ini semua gara-gara mu. Andai saja kau tak membuatku seperti ini.” Ucap Qira teriak. “ Kau menyalahkanku. Dasar manusia tak tau diri.” Lanjutnya. Sedangkan seluruh perajurit dan dayang tak berani menatap kaisar Zauhan. bahkan mereka menahan nafas mendengar ucapan kasar Qira. Selama ini tidak ada yang begitu berani kepada kaisar. Jangankan berucap kasar, menatap lebih dari tiga detik saja tidak ada yang berani.


__ADS_2