Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Aku tak mau


__ADS_3

“Siapa itu ayah?” Pertanyaan itu sontak membuat Qira menegang ditempat. Ia menelan saliva kering saat ini karena memang ia sangat gugup bertemu dengan anak anaknya. Ia takut anak anaknya tak bisa menerimanya dengan baik.


Apakah anaknya bisa menerimanya dikala ia sudah meninggalkannya hampur tujuh tahun? bahk hampir lebih..mereka hidup hanya bersama ayah mereka tanpa kasih sayang seorang ibu kayaknya anak-anak lainnya?


“Ayah dia siapa?” Pertanyaan lagi dari sosok gadis mungil disana. Dan Qira memberanikan diri menatap mereka. Ia menatap tiga sosok disana dan memberi senyum tulusnya. Ia dapat melihat tiga bocah kembar yang memang wajah mereka tak terlau mirip namun masih mirip. Hanya saja aura mereka yang berbeda, ada aurah yang dingin, ada yang ceria dan ada yang menjadi manusia tampa hidup bagai ayam pondokan saja. Yang menunggu kematiannya membuat ia terkekeh. jadi ini gadis yang disukai oleh Liong?


Bagaimana bisa mereka memiliki sikap yang berbeda seperti ini? dan apa benar ini anak anaknya? kenapa seperti anak kurang bulan saja? Haiiis untung tampan dan cantik kalian ya... haha


Sedangkan tiga bocah itu menatap Qira kagum. mata mereka membulat sempura karena melihat sosok yang sangat cantik, wajahnya putih, kulitnya mulus, bibirnya tipis berwarna pink. Matanya bulat dan hidung yang sedikit mancung tapi tak terlalu mancung. Pipi tirus membuat mereka kagum. apa lagi ia menggunakan baju berwarna putih bersih dan bercahaya. Sunggu ia sangat cantik “Cantik... apa dia Dewi yang turun kebumi?” Gumam mereka serentak membuat Qira terkekeh dan itu mampu membuat mereka makin kagum dikalah melihat ada sarang semut dibawah garis senyumnya Qira.


manis...


Zauhan yang melihat tingkah bodoh anak anaknya itu menjadi geli.” Tutup mulut kalian. lihatlah, lantai kita basah karena liur kalian..” Ujarnya membuat mereka mengusap bibir masing masing, ternyata benar. Mereka ngences semakin kagumnya akan kecantkan Qira.


Tapi tidak sampai membasahi lantai woy...! Harap ralat... belum sapai, jika Zauhan tak mengingatkan tadi pasti lantai jadi basah juga..


“Siapa kakak cantik ini ayah? Kenapa dia mirip denganku?” Tanya Lingling dengan menatap ayahnya memicing.” Apa ayah mau menikah lagi?” Tanyanya dengan penuh selidik.


"Pede sekali dirimu Lingling... Pantatmu saja tak akan selembut tumitnya asal kau tau... Kau itu mitip pantat panci iya...!"Ketus Heqi keras.


"Apa ayah ingin menikah lagi dengannya ayaah.? "Tanya Lingling memotong pertanyaan Heqi tadi.


“ Tidak..!! Ayah tidak boleh menikah lagi..!!” Serentak Qeqe dan Heqi mengatakan itu dengan tegas membuat Qira terkejut. Bukan hanya Qira, hanya saja Zauhan juga. Ia tak tau jika mereka akan semengejutkan ini “ Baiklah.. kalian mendekatlah. Biar ayah kenalkan kalian dengannya. " Zauhan terkejut karena ia tak berfikir jika anak anaknya Akan berfikir hal semacam itu tentang Qira.


“Boleh aku memeluk kalian?” Tanya Qira dengan mata yang memerah, ia yakin jika ia berkedip pasti air matanya jatuh. Ia merindukan anak anaknya, meskipun tak melahirkan mereka dan tak juga merawat tapi tetap saja dia adalah ibunya bukan?


Apa lagi dia juga membantu proses pembuatannya.


“Apa kau sudah mandi dan bersih kakak?” Tanya Heqi dengan memicing membuat Qira terkekeh lalu memeluk mereka bertiga dengan derai tangisnya. Ia tak kuat menahan sesak didadanya ia bersimpu didepan mereka. Sedangkan tiga bocah itu terkejut melihat perempuan yang tak ia kenali itu memeluk mereka erat. Namun saat mereka melihat ayah mereka meminta penjelasan ayah mereka malah melihat mereka dengan mata yang juga menangis membuat mereka bingung akan situasi ini.


Setelahnya ayah mereka mendekat lalu memeluk mereka juga dengan air mata yang jatuh membuat mereka tak tau kenapa tapi mereka juga menangis. Qira teriak dalam pelukan itu membuat Zauhan menarik tubuhnya Qira. namun Qira tak mau lepas, dia masih kekeh memeluk tiga boca itu. “Maaf..” Dan gumaman itu selalu ia lontarkan. Heqi tak kalah menanis ia membalas pelukan Qira karena terasa nyaman, ia tak mau perempuan asing didepannya ini menangis. Entah kenapa ia merasa piluh didadanya.


apa ini namanya ikatan antara ibu dan anak?


“Heyyy.. Tenanglah.. jangan begini, kau bisa membuat mereka takut..” Ujar Zauhan menarik tubuh Qira supaya menjauh dan lebih tenang, sedangkan Qira menurut dan menjauh dari tiga bocah itu supaya mereka bisa bernafas. Ia mengelap ingusnya dan juga air matanya membuat ia sangat lucu. Zauhan bahkan mengusap pipi Qira karena gemes.


“Perkenalkan.. dia ibu kalian..” Ujar Zauhan kepada tiga boca itu.


Satu..


dua..


tiga...


tiga boca itu mengerjab dengan lugu dan polosnya, tak berkutik dan juga tak bisa bereaksi semacamnya. Mereka bingung.” Hey.. kalian dengarkan.. dia ibu kalian,, kenapa kalian menjadi lemot begini..” Ketus Zauhan melihat reson anak anaknya bagaikan patung saja.


Sesaat setelahnya.” Sebentar ayah..!” Ujar Heqi lalu pergi dari saja diikuti oleh dua saudaranya. Menyisahkan Qira dan Zauhan yang menatap mereka bingung. sedangkan Qira takut mereka tak bisa menerima dirinya. Ia takut sekali hal itu terjadi.


“Hey.. tenanglah.. mereka akan menerimamu. Mungkin mereka sedang berdiskusi saja.” Ujarnya menenangkan sembari mengelus rambut panjang milik Qira saat ini sendu.. Qira hanya diam tak menanggapi, ia terlalu beredih hati.

__ADS_1


Sedangkan tiga bocah itu menatap satu sama lain.” Kalian yakin dia ibu kita? Aku yakin ayah hanya menipu kita.. mana mungkin ibu kita secantik itu.. dia bahkan lebih ocok menjadi calon istriku nanti...” Ujar Heqi dengan memonyongkan bibirnya. Ia jatuh hati dikalah pertama melihat Qira. bagaimana bisa ia menerima takdir jika perempuan yang ia cintai untuk pertaka kalinya itu adalah ibunya? .


.


Peltak....


“auu... Kenapa kau memukul kepalaku kak.. arthh..” Ujar Heqi lagi dikalah mendapat jitakan dari Qeqe karena tepat mengenai ditulang kering keningnya. Sungguh sangat perih.


Qeqe menatap Heqi gemes.” Bicara apa kau barusan ha? Dia itu tidak pantas untuk mu, dia nanti akan menjadi calon istriku.. bukan kau ya.. dia tak pantas untukmu..!!” Ujarnya mendengus kesal. Tak taunya dia juga menyukai Qira..


“Hais.. ku kira kau akan memarahi Heqi karena Heqi salah bicara kak. Ternyata kalian sama saja..!!” Ujar Lingling mendengus sebal. Ia memutar bola mata malas melihat kegilaan mereka berdua.


“Dia lebih mirip Dewi dibandingkan manusia. Sunguh...!!” Ujar dari Heqi dengan serius. Matanya membulat saat ini. “ Bahkan meskipun kau lebih cantik Ling, tapi dia lebih mempersona dibandingkan dirimu..”


Lanjutnya lagi membuat Lingling mendengus.


” kali ini aku setuju denganmu Heqi...!” Ujar dari Qeqe kepada kembarannya satu ini.


"Sudahlah.. sekarang bagaimana? Apa yang akan kita lakukan?” Tanya Lingling kepada inti pembicaraan.


“ Dia tak cocok jadi ibu kita.. dia cocoknya jadi kakak saja. Atau caon istriku nanti.. kau tak mau dia jadi ibu kita..!”1 Dengusnya Heqi dengan malas dan dianguki oleh Qeqe dengan tampang dinginnya.


“Kalian benar benar gila.. umur kalian masih kecil tauk..!” Dengus Lingling .


“Biarkan saja. Tapi kami tampan..” Ujar Heqi dengan dianguki lagi Qeqe membuat Lingling mendengus. Bisa bisanya kakak pertamanya saat ini mendukung Heqi yang gilanya kuatrat ini?


“Kalian membicarakan apa hm? Apa kalian tak ingin memeluk ibu kalian dan mengatakan selamat datang? Baukankah kalian merindukan ibu kalian?” Tanya Zauhan menatap anaknya yang masih saja disana dengan tatapan satu sama lain. bicara bisik bisik. Jauh pula.


Dengan cepat pula mereka mendekat lalu menatap Qra membua tQira tersenyum lembut.” Kami tak mau dia menjadi ibu kami..!!” Ujar Heqi lantang dan dianguki oleh Qeqe namun menjadikan Lingling memutar bola mata malas.


“Kenapa? Kenapa kalian tak menerima ibu? apa kalian membenci ibu? apa kalian tak menyukai ibu?” tanya Qira dengan kaku. Matanya sudah berkaca kaca karena bersedih hati. ia tak menyangkah akan mendapatkan penolakan dan rasanya sakit sekali. Sakitnya melebihi rasa rindu yang ia pendam selama ini. seakan akan ada yang pecah dihatinya namun tak terlihat.


“Justru kami menyukaimu kami tak mau kau menjadi ibu kami..” Ujar Qeqe laghi dengan malas.” Kau terlalu canti menjadi ibu kami..” Ujarnya lagi. "Aku maumya kau jadi istriku kelak" Dan ini mampu membuat Qira dan Zauhan melototkan matanya tak menyangkah.


” Lagi pula apa buktinya kau adalah ibuku hm? Kata Lingling dulu ia pernah mendengar jika ibu sudah mati setelah melahirkan kami dari mulut ayah.. jadi jangan membohongi kami..!” Ujarnya Qeqe lagi menatap sang ayah menuntut penjelasan...


Zauhan menatap anaknya dengan tatapan nanar. “Ayah bilang ibu dikuil.. kapan ayah bilang ibu sudah meninggal?” Tanyanya dengan serus. Ia tak pernah mengatakan ibu mereka meninggal. Jika tak pecaya. baca saja bab sebelumnya. Yang tak suka baca skip aku yakin pasti tau ya....


“Saat kita belanja dipasar.. aku mendengarkannya ayah.. kau jangan membohongiku.. aku tau ibu meninggal setelah melahirkankukan?” Tanya Lingling dengan nada sesaknya. “ Gara gara aku ibu meningalkan? Gara gara aku, andai aja aku nggak lahir, pasti ibu masih ada sedari dulu..” Air matanya jatuh karena tak tahan menahan sesak didadanya.


Zahan mendekati Lingling dengan sendu.” Itu tidak benar.. ibumu memang sudah tiada saat itu. tapi ini memang ibumu. Lihatlah.. matanya biru bukan?” Tanya Zauhan menatap Qira membuat tiga boca itu menatap Qira lagi meneliti matanya.” Rambutnya biru,,, ia cantik dan juga kuat.. kalian mau lihat ibu kalian bermain ilmu api dan juga angin supaya kalian percaya hmm?” Tanyanya lagi membuat mereka menatap Qira.


“Tunjukanlah supaya kami percaya.. “ Ujar Heqi menatap Qira dengan meremeh. Ia masih tak mau dia menjadi ibunya. Dasar bocah.


Qira terkekeh. ia hanya memunculkan jari lentiknya dibalik hanfu kebesarannya lalu mengambil satu bunga teratai diatas meja, hanya bunga pemanis saja lalu meletakkan api diatasnya membuat mereka kagum. lalu Qira mengeluarkan ilmu anginnya untuk meniup anak anaknya membuat anak anaknya kembali terpesona. Jika begini ibu mereka memang lebih mirip Dewi sungguhan.


“Ibu...!!” Ujra Lingling mendekati Qira lalu memeluknya. diikuti oleh dua yang lain mereka membuat Qira terduduk dengan kekehan mereka. Mereka sagat bahagia kali ini.” Kenapa kau meninggalkan kami selama ini bu?” Tanya Lingling serak menahan luka didadanya.


sebenarnya ada rasa tak percaya didada Zauhan..Hanya saja ia tepis karena rasa rindunya pada Qiram entah bagaimana bisa ia tak peduli bagaimana bisa Qira kembali hidup lagi. ia akan menanyakan hal itu nanti saja ketika waktunya ada.

__ADS_1


...


Karena pertemuan mereka membuat tiga bocah itu memilih tak sekolah. meskipun sebenarnya Heqi dan Qeqe tak terima gadis cantik itu adalah ibu mereka, tapi mereka sangat bahagia. ternyata mereka punya ibu dan juga ibu yang sangat cantik. Kehebohan tak hanya sampai disitu, kaisar Long Wey. Permaisru Feng dan selir Xia pun juga sangat menyayangi Qira searang terkejut dikalah ada Qira. mereka pikir mereka hanya berhausinasi....


“Makanan datang.. lihat.. kakek bawakan kalian apa?!!” Tanya kaisar Long Wey dari luar membawahkan masakan dari rumah mereka. Mereka tingal dirumahnya Leon beberapa hari in membuat mereka pisah rumah. Mereka terllau ramai jika dirumah Zauhan semua..


Plas...


makanan itu jatuh dikalah melihat gadis kecilnya sedang duduk memeluk anak anaknya.


Ia menepuk pipinya pelan dengan mulut yang terbuka.” Apa aku mimpi?” Gumamnya dalam hati. ia tak mau berkedip takut sosok itu akan hilang. Ia takut halusinasinya itu akan memudar.


Namun ketika mata Qira bertemu dengan mata kaisar Long Wey membuat ia mendekati kaisar Long Wey lalu memeluknya erat. Ia menerjang kaisar Long Wey membuat kaisar Long Wey jatuh dengan memeluk Qira.. qira menangisan seranya. Ia lagi disana dengan memeluk ayahnya erat. “Qi. qira... gadis kecilku?” Gumam kaisar ong Wey dengan serak. Ia merasa sedang ta berpijak dibumi saat ini..


.


“Iya ayah.. ini aku. Gadis kecol ayah... “ ujar Qira menjawab.


“Gadis kecil ayah masih hidup. Apa itu benar?” tanyanya lagi membuat Qira mengangguk dipelukannya membuat kaisar Long Wey mempererat pelukannya. Sedangkan Kenzo dan Kenzu hanya mengerjab polos menatap kakek mereka yang berpelukan dengan gadis yang tak mereka kenali ini. gadis yang sangat cantik.


“Qira...” Gumam seliri Xia dan permaisuri Feng membuat Qira menatap mereka lalu tersenyum.


.“Anak bunda..!” Ujar seliri Xia dengan mata yang basah. Ia mendekat lalu memeluk Qira. kaisar Long Wey serakah. Dia tak mau melepaskan Qira karena rasa bahagianya yang membuca dada. ia memeluk Qira sangatlah erat bagai tak ada hari esok lalu mengecup rambut anaknya sayang.


.


Selir Xia dan permaisuri Feng mendekat lalu memeluk Qira erat. Sangat erat membuat mereka nampak sangat bahagia. tak ada yang bermat melepaskan satu sama lain membuat kenzu mendekat lalu mengikuti mereka memeluk dari belakang.


“Kenzu ngapain peluk peluk? Kamu tau dia siapa?” Tnaya Kenzo menarik tangan sadaranya itu. Ia heran dengan sudaranya itu membuat ia mengernyitkan dahinya.


Dengan polosnya Kenzu menggeleng. Ia tak mengenali Qira.” Aku hanya ingin ikut ikutan saja. Peluk pelukan saja. “ Jawab Kenzu polos. Ia memang hanya ikut ikutan saja membuat Kenzo dengan bodohnya juga ikut ikutan memeluk mereka. Terjadilah acara peluk pelukan.


“Ayah.. aku sesak nafas,” Ujar Qira kehabisan nafas. Ia merasakan pengap menyergap tubuhnya. Namun mereka masih tetep memeluk Qira erat membuat Qira tak bisa bernafas.


“Lepakan ibuku.. kalian membuat ibuku sakit.. apa kalian ingin ibuku mati ha?” Bentak Qeqe keras saat melihat wajah ibunya yang sudah hampir memerah pertanda bahwa ia tak bisa bernafas. Bentakan itu membuat kaisar dan istri istrinya itu melepaskan Qira.


“Hey.. dia juga ibuku.. jadinya bukan ibumu saja. tapi ibu kita..!” Ujar dari Heqi tak kalah sewot. Ia tak mau ibu hanya satu pihak. Harus adil dong. Sedangkan Long Wey mencium kening Qira sayang.” Terimakasih Dewa. Kau telah mengembalikan putriku..” Ujarnya menatap Qira sayang. Ia sangat bajagia melihat Qira didepan matanya saat ini. sungguh...


.


.


.


Jangan lupa follow my Ig yey @Novivuspitasr namanya... Entar aku kasih doble up klo banyak yang follow oke...


btw kakak Kim gimana?


nanti ada bab kakak kim tenang hehe..

__ADS_1


__ADS_2