
“Kau tidak apa-apakan?” Kaisar Zauhan memandang wajh Qira yang masih pura-pura tidur. ia mencium pipi Qira Menyalurkan rasa kekhawatirannya. Lalu matanya menatap kedepan yang sudah bertarung. Matanya memerah marah.” Kalian sudah mengganggu tidur ratuku...” Gumamnya oelan, namun masih didengar jelas oleh Qira. ia meletakkan Qirra diatas umpeti yang berjenis pakaian pelan.
Ia mengelus kepala Qira sayang lalu mencium pelipisnya.
Cup..
"Kau tunggu sebentar disini.” Ucapnya lalu pergi menyerang.
Disana sudah Ren dan lainnya yang melawan puluan perampok. Kaisar Zauhanpun turun tangan. “ Biar aku saja. Aku akan memotong tangan mereka, berani-beraninya berniat membuat ratuku terluka..!” Bnetaknya.
Membuat Ren dan lainnya menjauh dari para perampok.
Kaisar Zauhan mengeuarkan pedangnya lalu membabat habis para perampok itu.
Cing..
Clang..
Clap..
Tak tanggung-tangguung, benar apa yang kaisar Zauhan janjikan. Yaitu memotong tangan para perapok itu, bahkan ia memotong kedua kaki mereka membuat mereka meradang kesakitan. Ia bagaikan kaisar yang mengerikan saat ini, saat satu pria yang melihat itupun mencoba kabur.
Dengan cepat pula kaisar Zauhan melompat dan menyeringai kengeriab. “Am ampuni sa saya. Ma maafkan saya. Tolong lepaskan saya,..!” I bersujud penuh dengan permintaan maaf.
Bukan kaisar Zauhan jika ia memafkan perampok itu. Cling..
Argh..
Ia memotong tangan perampok itu. “Itu karena kau merampok didaerah kerajaan barat..!” Ucapnya.
Clas,,,
Arhh.
Ia menusuk perut pria itu dengan pedangnya, sedangkan pria itu sudah tak bisa bergerak. Aurah intimidari dari kaisar Zauhan itu snagat kuat, membuat ia lupa cara bernafas dan berjalan. “Itu karena kau memakan jeri payah dari rakyat kerajaan barat..!” Ucap Kaisar Zauhan keras.
Dan.
__ADS_1
Clas..
Argh..
Kaisar Zauhan menarik kepala perampok itu, lalu mendongakkan kepalanya, ia mencolokkan pedangnya kemulut pria itu membuat pedang itu tembus kebelakang kepalanya. “Dan itu karena kau mengganggu tidur ratuku dengan teriakan busuk mu..!” Ucapnya lalu pergi.
Semua orang memnganga. Kaisar Zauhan itu memang kejam, tapi ucapan terakhir kaisar Zauhan itu sangat mengerikan..! Dicolok dengan pedang dimulit hanya karena teriak dan menggangu Qira tidur? bukankah itu gia? Lalu bagaimana jika mereka tak sengaja bereriak. Ahh, mereka berjanji akan berjati-hati dikedepannya.
Sedangkan Qira yang sedari tadi mengintip membuat ia sesak nafas. Apa tadi? Untuk dirinya? Kaisar Zauhan mengamuk hanya karena pria itu berucap keras dan menganggu tidurnya? Ahh, kok dia sedikit tersenyum ya. Dia merasa jika ia dilindungi. Ia merasa dihargai dan menemukan tempat pelindung.
Kaisar Zauhan berlari cepat menuju tempat Qira tertidur. Dengan nafas sedikit tak beraturan, manik matanya bertemu dengan manik mata Qira. “Kau bangun?” Tanyanya.
Qira mengangguk mengiyakan. Ia sedikit menguap dan duduk.” Kau sangat brisik membuat tdiur nyenyakku tergangu.” Ucapnya sedikit sinis. Padahal a hanya ekting supaya tak terlihat gugup.
“Maafkan aku.” Kaisar Zauhan menampilkan muka sayu.
Maaf?
Semudah itu kaisar Zauhan mengucapkan kata maaf hanya karena tidurnya tergangu? Bukannya kaisar Zauhan ini egois dan dingin. Kejam nan bringas. Dimana kaisar yang menjadi pujian rakyat.
“Apa kau marah Qira?” Tanya kaisar Zauhan membuat lamunan Qira terbuyar.
Kaisar Zauhan pun tersneyum. Ia menarik lembut tangan Qira.” Ayo..” Ucapnya lalu melangkah menuju kudanya. Qira mengerjab mata polos. Sedangkan yang menyaksikan hal itu hanya menelan ludah basi. Yaa, sebab mereka merasa jika ini bukan kaisar.
...
Disinilah tempat mereka sekarang. Didesa yang sepi nan sunyi. Qira menatap samping kanan dan samping kiri. Rumah-rumah warga disana kosong. Kedai-kedai dan toko-toko semuanya kosong. Tak ada orang yang lewat membawa cangkul atau apapun itu. Tak ada anak-anak yang berlari kesana kemari. Kemana warga desa? Apakah disini memang sudah menjadi desa mati
Namun hal yang ;ebih mengerikan saat ini adalah. Disini itu ada kabut asap hitam. Membuat suasana menjadi seperti malam. Qira sadar jika kabut ini adalah racun.
“Kita turun saja disini.” Ucap kaisar Zauhan memecahkan keheningan.
Yang lainpun turun berserta kaisar Zauhan. Namun saat Qira hendak turun kaisar Zauhan menahannya.”Kau tetap lah dikuda. Nanti kau lelah jika berjalan. Kita harus mencari tempat dimana para warga diungsikan.”
Qira sii mau-mau saja. Ia hanya mengangguk. Sedangkan kaisar Zauhan menarik tali kekang Black dan berjalan didepan sekali.bau busuk memenuhi rongga penciuman mereka membuat Qira mau muntah. Tapi hanya sekilas-skilas karena dibawah angin.” Dimana kita mencari mereka? Apakah kalian tidak tau dimana mereka?” Tanya Qira.
Kaisar Zauhan menutup hidungnya dengan lengan bajunya.” Dihutan dekat gunung. Tak jauh dari sini.” Jawab kaisar Zauhan. Namun seteahnya ada 3orang pemuda dan 1 perempuan menghampiri mereka. Mereka memiliki tubuh yang kurus dan tak terawat. Namun masih menampilkan wajah yang tak kalah jelak dan tak terlalu tampan, hanya saja ada salah satu pria yang paling tampan disana. Sedangkan gadis disalah satu mereka memakai baju tak kalah mengenaskan. Baju yang berwarna merah namun memudar dan kulit yang gersang. Namun masih cantik.
__ADS_1
“Siapa kalian?” Tanya salah satu dari mereka yang menggunakan baju berwarnah orange menahan Qira an lainnya dengan sabit.
“Kami utusan kaisar Zauhan untuk membawa umpeti ksini.” Jawab Ren.
Senyum mereka melebar sembari melirik satu sama lain.” Mari sini cepat. " Mereka menarik tangan kaisar Zauhan yang langsung ditepis kaisar Zauhan.
Mereka terkejut, namun sadar akan kesalahannya.” Ma maaf tuan. Tapi kita harus segera pergi dari saini. Jika tidar umpeti ini akan diambil paksa dan kalian akan dibunuh.” Ucapnya tergesa-gesa. Sedangkan yang lainnya melirik sana sini.
“Dibunuh?” Beo kaisar Zauhan.
“Nanti saja kita membahasnya. Mari ikuti saya ketempat persembunyian kami.” Ucapnya lalu mengayunkan tangan mengajak kami.
Kaisar Zauhan mengangguk kepada kawanan dan memilih mengikut 4pemuda itu.
Sedangkan Qira mulai mengawasi sekitar. Ia sadar jika dari jarak 20meter ada yang mengawasi mereka, tepatnya diatas pohon besar. Qira tak tau siapa dia, tapi ia yakin jika dia ada Sangkutannya dengan virus ini.
Qira duduk diatas Back menatap dua bangunan besar didepan matanya, disana banyak anak-anak yang sedang beramin kejar kejaran. Namun keadaan mereka sangat mengenaskan saat ini. karena apa? Baju mereka sudah tak layak pakai, wajah yang sudah koreng mareng dengan tanah.
Mata Qira beralih pada 4pemuda yang membawa mereka kesini. Mereka memberi senyum sangat lebar kepada pada beberapa orang yang berada didepan rumah itu.
“Kita mendapatkan umpeti..” Ucapnya berteriak. mengundang mereka memegang dada penuh syukur
Kaisar Zauhan sedikit mengerutkan keningnya. Bingung, mengapa mereka merenspon dengan raut tak biasa. Bukankah setiap dua mingu mereka mendapatkan umpeti dari kerajaan? Lalu ini apa? Mengapa nampak bahwa ini baru pertama kali mereka mendapatkan umpeti.
“Benarkah Yuan? “ Tanya sang nenek-nenek yang masih cukup teriak.
Pemuda yang paling tampan bernama Yuan itupun tersenyum lembut.” Benar Nek.” Ucapnya.
“Ayo tuan, tuan. Mari masuk kesini... Ini kediaman kami.” Ucap pemuda satunya lagi. Tubunya paling kurus dari pada yang lain. Putih pucat.
.
.
.
.
__ADS_1
Sebenarnya msih ada satu Up lagi. Tapi author ngantuk bener Sumpah wkwk. Mata author aja sampek berair Nagan kantuk ni.
Jangan lupa Like. komen dan Vote ya pembaca Qira. Jangan lupa mampir dinovelku yang lain. Maaf Kyun. Author mau bobok dulu ya hehe