Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
kisa lama


__ADS_3

"Qira...! " Teriak Kaisar. Tapi tak di tanggapi oleh Qira.


Kaisar mengepalkan tangannya. Hingga kuku kukunya memutih. Bahakan beberapa saat selanjutnya darah mulai bercucuran ditelapak tangannya...


Kaisar memilih pergi dari sana tampa melihat selir Mei yang kesal disana.


"Sial.. " Umpatnya.


Selir Mei memilih masuk masuk kedalam kediaman Qira.


Grag..


Ia menendang pintu Qira dengan keras, maklum lah yah pintu Qira nggak dikunci mana udah lapuk lagi, pintu itu menganga memperlihatkan Wajah selir Mei dengan wajah yang memerah marah dengan Qira.


Pasalnya ia terlalu benci kepada ibunya Qira. Sebenarnya dia tu adiknya ibunya Qira loo. Tapi ia hanya anak selir terdahulu. Jadi ibunya Qira lebih dicinta oleh orang tuanya, nenek, kakek Qira sangat mencintai ibunya Qira. Tentunya kaisar ayahnya Qira juga tergila-gila terhadapnya, Ibunya Qira orang yang sangat baik, bahkan ibunya memiliki kelebihan yang sama seperti Qira, , bisa membaca fikiran orang dan merasakan aura orang lain dari jarak yang sangat jauh, Itu semua karena matanya yang berwarnah biru. Karena itu juga keluarga ibunya sangat membenci Qira, mereka menganggap Qira pembunuh.


"Kau jal**g baj**gan kenapa kau kembali..! " Teriaknya sambil mengacuhkan telunjuk kepada Qira.


Qira saat itu bersama Wolf dan Leon hanya berwajah datar. Kompakan gituu.


"Kenapa? Kau takut apa lagi? Bukankah rencanamu untuk membuat semua orang membenciku sudah terlaksanakan? " Tanya Qira.


"Aku ingin kau mati..! Mati...! " Teriaknya menggema dikediaman Qira.


"Pelayan cepat bawah yang aku suruh tadi...!" Teriaknya.


Ternyata Selir Mei kesini itu karena mau menemui Qira, dan ia mau ngejalanin rencana.


"Ii inni yang mulia selir Mei" Ujar Pelayang itu dengan gugup. ia memberi satu gelas perak berisi cairan hitam pekat.


Selir mei mendekat dengan Qira.Wolf dan Leon ingin mencega tapi di ditahan oleh Qira.

__ADS_1


"Cepat minum...! " Teriaknya sambil mengapit Pipi Qira. Qira hanya membiarkannya saja. Ia ingin melihat apa yang akan dibuat oleh selir Mei sialan ini. To juga racun tak mempan pada tubuhnya.


"Aku akan dengan senang hati meminumnya. Tapi kau harus menjelaskan mengapa kau masih membenciku. Bukankah ibuku sudah meningggal? Aku dibenci? Dan kau bisa hidup bebas" Tanya Qira.


"Aku sunggu membenci Seluruh dari hidup ibumu! Ibumu merebut semua dariku dan aku akan merebut semua kebahagiaan ibumu..! " Teriaknya.


"Aku tahu kau yang membunuh ibuku bukan? Kau memberi racun saat ibuku melahirkan. "Tanya Qira datar.


Selir Mei menegang. Dari mana ia tahu fikirnya.


"Hahhaha. Ternyata kau sudah tau? Hahahah berarti tak ada yang perlu aku sembunyikan bukan? " Katanya sambil tertawa. Tawa itu lebih mengerikan dari pada iblis.


"Dan kau menyuru peramal mengatakan bahwa aku anak sialan? Pembawa sial? Anak kutukan? Dan kau mampu membuat aku dibenci ayahku! Keluarga ibuku! Bahkan semua bukan? Apa kau sudah puas sekarang? " Tanyanya dengan sorot mata tajam. Jika saja mata itu pisau. Mungkin saat ini mata selir Mei sudah bercucuran oleh darah.


"Aku tak akan pernah merasa puas! Sebelum semua dari ibumu lenyap" Teriaknya.


"Cihhhhhh" Cibirnya " Lalu jika aku mati kau akan mendapatkan kasih sayang nenek dan kakek? Kasih sayang kaisar? Bahkan sudah 15 tahun berlalu kau tak berhasil " Cibirnya lagi.


"****** sialan kau....!, Mati lah kau ...! " Teriaknya.


Tak jauh dari Qira ada pot bunga terbuat dari kaca, Selir Mei melihat itu menghampiri Qira,


Crass....


Ia memecahkannya, muncullah permukaan tajam yang sangat runcing " Cepat minum atau ku bunuh menggunakan ini..." Todongnya menggunakan kaca itu.


Qira mengambilkan Mangkuk perak berisi cairan hitam itu dan meminumnya.


"Berhenti....! " Teriak seseorang dari luar ruangan.


Qira tersenyum sinis 'Berhasil' Fikirnya.

__ADS_1


"Kau...! Beraninya kau meracuni orang yang kucintai dan membuatku benci terhadap anakku..! " Teriaknya menggema diruangan itu.


"Ya yang mulia ini tidak seperti yang kau pikirkan" Ia merosot kelantai dengan seluruh tubuhnya gemetar. Ia tak tahu jika kaisar masih disini.


Disaat kaisar ingin kembali ke kediamannya tadi, tak sengaja mendengar suatu yang terbentur. Jadi ia kembali untuk melihat keadaan itu. Ternyata itu ulah selir Mei yang menendang pintu Qira. Dan Kaisar mendengar semuanya.


Betapa hancurnya hati kaisar saat mengetahui itu semua! Anaknya yang ia benci itu difitnah! Tapi ia benci! Bahkan seluru dunia membencinya. Dia bahkan ingin membunuh Qira saat kecil.


Sungguh rasanya hidupnya runtuh. Bagaikan petir berkali-kali menyamarnya. Setiap kenyataan itu bagaikan petir yang menghampirinya. Jantungnya seakan akan di tusuk pedang yang dilumburi garam.


Lantas bagaiman jadi Qira, yang merasakan pedang yang dilumburi racun mengenai tubuhnya secara langsung? Bukan lagi bagaikan! Tapi kenyataan!


"Aku sudah mendengar semuanya." Teriaknya. Emosinya memuncak seakan akan tubuhnya sudah dikuasai oleh amarahnya yang memuncak..


On flashback...


Saat itu seluruh tubuh Qira kecil terkena penyakit yang mengerikan, seluruh tubunya terkena kudis yang mengerikan. Bahkan tak ada satupun yang mau mendekatinya karena jijik.


"Yang mulia. Putri Qira adalah kutukan...! Dia pembawah sial! Permaisuri meninggal karena kutukannya, siapapun yang didekatnya akan menderita, dan mendapatkan kesialan." Ujar seorang wanita menggunakan baju berwarna hitam dengan memegang 4 batu. Satu batu giok bening, satunya lagi batu hitam pekat, satu lagi berwarna merah delima dan satu lagi berwarnah putih, berbentuk seperti posil tulang belulang.


Disana terdampar batu Hitam yang menunjukan apa permasalahan Qira.


Disana dihadirkan seluruh keluarga kerajaan. Orang tua dan kakek nenek Qira, bahkan keluarga kerajaan ada disana. Ada seluruh mentri disana.


.


.


.


T**inggaklin jejak lah yah seenggaknya gitu

__ADS_1


Like, komen sama Vote kalian itu penyemangat aku tau.😊**


__ADS_2