
Dikerajaan Langit....
.
.
.
Kaisar Alexon Lii Yuan semenjak cerita pangeran ke 2 tentang bertemu Qira. Ia selalu mimpi buruk tentang Qira masih hidup, Ia khawatir sekaligus merasa ada yang salah dihatinya...
Ia memerintahkan prajuritnya untuk mencari Qira dimanapun ia berada, ia juga menyuruh prajurit untuk mencari Chao Chio dan juga Shu Jin.
Sedangkan pangeran kedua memandang langit, ia mengingat dimana Qira memeluknya. Ia selalu bisa tersenyum tanpa alasan jika bersangkutan dengan Mengingat itu....
***
"Hormat kepada yang mulia kaisar, semoga hidup seribu tahun....." Ucap Salah satu prajurit sambil membungkuk.
"Apakah ada kabar? " Tanya kaisar serius.
"Menjawab yang mulia, berdasarkan hasil pencarian kami, kami sore tadi menemukan pelayan Shu Jin di pasar"
"Apa kau yakin itu Shu Jin?" Tanya kaisar.
"Ya kami yakin. Tapi Shu Jin tak nampak seperti pelayan. ia menggunakan pakaian mahal dan dikawal beberapa perajurit..." Jawabnya tak berani menatap kaisar
Dug......
Jantung kaisar seperti tidak lagi berfungsi. Apa benar Ia masih hidup? mungkinkah Qira masih hidup? Tapi bukankah pembunuh itu bilang jika Qira Sudah mati? bahkan ia sudah mematahkan Kaki dan tangannya? tubuhnya juga sudah dilukai dengan pedang beracun!.
Fikiran kaisar kacau. ia duduk dikursi kebesarannya. sambil memopong kepalanya dengan tangan kanannya....
"Yang mulia apa kau baik baik saja?" Khawatir Kasim di belakang kaisar.
Kaisar hanya mengisyaratkan untuk diam dengan mengangkat tangannya.
"Jika itu benar Shu Jin, Cepat tangkap dia dan bawah ke sini secepatnya!. jika tidak kepala kalian akan saya beri untuk makan makanan anjing...! " Teriak kaisar
Dengan gemetar dan keringat dingin prajurit itu berkata...
"Ba baa iik yang mulia..." Jawabnya susah payah.
Prajurit itupun menjalankan tugas yang di beri kaisar dengan mencari Shu Jin lagi....
***
Di kerajaan Awaan di malam hariii...
Qira, Chao, Chio, Wolf dan Leon sudah masuk ke dalam ruang makan kekaisaran Awan.
"Selamat malam Paman bibi. bunda... "Ucap Qira senyum.
"hJy kapan kau kesini!. dan mengapa kau tak. menyapaku! " Tanya Kenzi terkejut.
"Kau tak menyambutku tadi..." Jawab Qira Sinis.
"Aku baru pulang dari desa. Aku tak tahu kau pulang..." Jawab Kenzi memelas. "Ooo... kau tak merindukanku.? " Tanyanya lagi.
"Tidak...." Jawab Qira Acuh.
__ADS_1
"kau masih marah denganku?, Aku sudah jujur Qiqi..." Ucap Kenzi melembut..
"Iyaaa Iyaaa" Sambil memeluk Kenzi dengan penuh kerinduan. Begitu juga dengan Kenzi
"Apa kalian sudah selesai?. aku sudah lapar..." Sahut pangeran ke 2 bernama Renzi Wey umurnya masih 16 tahun.
"Kau ini mengganggu saja..." Ucap Kenzi sebal.
"Aku lapar..." Sambil cemberut
"Sudah. Ayoo kita makan." Sahut Kaisar menatap mereka.
Semua sudah memulai makan makanan yang ada. Sesekali bicara dan tertawa melepas Rindu
"Qiqi kau mau makan apa? biar aku yang mengambilnya..." Ucap Wolf perhatian.
"Aku mau makan lobster dan ikan itu..." Jawab Qira sambil menunjuk makanan nya.
"Baiklah. Tunggu sebentar" Ucap Wolf. Ia mengambil Lobster dan ikan yang Qira inginkan, ia membuka kulit lobster dan memisahkan ikan dan tulangnya. setelah selesai ia letakkan di piring Qira
"Biar kau tak ketulangan..." Ucapnya tersenyum hangat.
Qira yang diperlakukan seperti itu sangat terharu, ia sangat bahagia memiliki orang orang yang tulus seperti sekarang " Terimakasih Wolf..." Ucap Qira tersenyum lembut.
,"Qiqi kau tak boleh seperti itu makannya nanti kau tersedak..." Sahut Leon lembut saat melihat Qira makan seperti mobil tak pakai rem.
"Aku sudah sangat lapar Leon..."Jawab Qira sambil mengunyah.
Uhuk uhuk
Leon dan Wolf dengan cepat memberi air, Qira meminum air yang di beri Leon, Wolf segera menepuk nepuk pundak Qira.
"Maaf heheh." Ia tersenyum.
"Ayoo makan lagi"
"kau tak apa Qira." Selir Xia menatap Qira khawatir.
"Aku tak apa bunda."
"Apa benar?. jika kau masih terasa sakit kita panggilkan tabib? "Ucap kaisar menatap Qira.
"Pelayan panggil tabib! " Teriak Kenzi.
"Aku tidak apa apa, tenanglah. Tak usah panggil tabib. Mari makan lagi.." Qira tersenyum.
'siapa mereka ini' fikir Kenzi sambil melirik Wolf dan Leon. yang dilirik hanya menatap tajam
"Kenzi ini teman ku. jangan melototinya. ini Wolf dan ini Leon..." Ucap Qira saat melihat Kenzi menatap Wolf dan Leon tajam.
"Leon" Gumamnya. seperti tau nama itu. tapi entahlah.
"Qira paman memiliki hadia buatmu..." Kaisar sambil memberi satu kotak kecil mewah
Qira yang melihat itu ingin menolak tapi"Ini perintah tanpa penolakan...!" Tambah kaisar
Dengan enggan Qira mengambil dan membuka kotak itu. Kotak itu berisi mahkota kecil yang terbuat dari emas, itu adalah bentuk naga yang yang di kelilingi oleh bunga mawar kuncup dihiasi batu giok biru mirip dengan mata Qira
"Ini bukannya untuk putri kerajaan ya paman? " Tanya Qira heran.
__ADS_1
"Ya kau benar, Tapi paman tak memiliki satupun putri... Tapi itu dulu semenjak paman belum bertemu kamu!. Kamu adalah putri paman jadi itu untuk kamu... "
"Apa kau tak menyukainya? " Khawatir kaisar
"Qiqi bukan tak menyukai nya tapi ini tak pantas untuk Qiqi. Qiqi hanya orang lain"
"Tidak...Kamu bukan orang lain. Mulai sekarang panggil aku ayah" Ujar kaisar
"Ta-'""
"Ini perintah" Potong kaisar
"Tapi pa-i"
"Ayah!. bukan paman..." Potongnya lagi
"Hmm baiklah ayah tap-""
"Ayah tak menerima penolakan! " Dengan tegas, seakan enggan menerima sedikit penolakan Qira.
"Baiklah, terimakasih Ayah" Ucap Qira sambil memeluk Kaisar, Kaisar pun memeluk Qira, tampa terasa air mata Qira jatuh. ia mengingat bahwa Keluarga Nya saja tak mau menerimanya tapi dia mengirim orang orang yang tulus. Sungguh Tuhan maha Adil fikir Qira
Qira menghabiskan Waktunya dikerajaan awan sudah satu minggu dan berfikir untuk kembali tapi.....
Mereka pamit dengan seluruh keluarga kerajaan
Saat dia sampai di Rumah ia melihat para pengawalnya yang khawatir.
Ada apa ini " batin Qira
"Salam nona..." Ucap Prajurit khawatir
."Ada apa ini? mengapa kalian seperti kehilangan darah?" Tanya Qira heran.
Mereka serentak berlutut bahkan ada yang menangis. Salah satu dari mereka ada yang angkat bicara.
"Nona. maafkan kami. Kami pantas mati, tolong bunuh kami." Ucapnya
"Kalian mengapa? bicara lah apa kesalahan kalian " Ucap Qira, sejujurnya ia panik tapi wajahnya masih menunjukan ketenangan
"No nona kami lalai menjaga Nyonya Shu Jin. Beliau hilang kemarin sore dengan prajurit yang mengawal nyonya kami menemukan mereka dengan mengenakan bahkan ada yang mati. Tapi kami tak menemui Nyonya Shu Jin. kami pantas mati nona" Dia berlutut mencium tanah penuh rasa bersalah.
Qira,Chao, Cho. Leon dan Wolf mendengar itu tak dapat tidak terkejut. "Tapi putri salah satu prajurit yang masih bisa diselamatkan . memberi ini, Katanya ini dari orang yang menyerang Mereka " Ucap sambil memberi gulungan kertas.
Qira Membuka surat itu dan membacanya
***
datanglah kekerajaan langit jika masih ingin mendengar nafas pelayanmu...!
Dengan kasar Qira membakar kertas itu dengan tangan kosong "********! apa yang dilakukan ******* itu...!" Teriak Qira marah.
Sekitar itu angin mulai tak tentu arah bahkan semua orang menggigil melihat Qira membakar surat itu dengan tangan kosong. Apa lagi saat ini tempat itu seketika seperti diterjang badai
Chao dan Chio mau bertanya tapi mereka sangat takut melihat kemarahan Qira, Wolf dan Leon sudah tau sebabnya ia mengintip saat Qira membuka Surat itu.
Tampa bicara ia menunggangi kudanya lagi dan melaju kencang ke arah kerajaan langit. Chao Chio Wolf dan Leon melihat itu langsung menyusul meskipun tertinggal jauh " Tak mungkin mereka berubah jadi serigala dan Singa kan?....
Saat tiba di istana.......
__ADS_1
..