
“Aku juga merindukan ibu-kakak ayah. Katanya dia akan mengajarkanku ilmu bela diri. Tapi sampai sekarang ibu-kakak belum kembali. Apa ibu-kakak tak akan kembali lagi hm?” Tanyanya dengan sendu.
“Kata siapa ibu tak kembali hmm? Lalu yang disini siapa? Hantu?” tanya dari sosok belakang mereka membuat mereka menatap kebelakang. Dan ternyata disana ada ibu mereka yang menggunakan hanfu putih dan tersenyum lembut.
Mereka yang mendengar suara itu menatap asal suara dengan binar. “Ibu-kakak... kenapa lama sekali pulangnya? Kita kangen tau?” Ujar dari Heqi manja dengan bibir yang mengerucut dia bahkan menicit berlari mendekati Qira dengan kaki kecilnya itu. Diikut oleh Qeqe dan Lingling dibelakang mereka.
Lingling mencebik.” Tumben sekali tak cuci tangan sebelum peluk orang? Sama enggak semprot-semprot hama gitu" Cecitnya menatap Heqi yang biasanya menggunakan antispetik supaya tersebar dari kuman tapi sekarang Biasa aja memeluk Qira tanpa mencuci tangan atau mengelap tangan. Kan jadi anggak gimana gitu.
Heqi mencebikkan bibirya sembari menghirupkan aroma tubuh Qira dilehernya. Tanganya mengalung dileher Qira yang berjongkok.” Ibu itu wangi sekali, bersih dan juga pastinya tak memiliki kuman seperti kalian. aku bahkan suka kecipratan bau harum jika memeluk ibu..” Ia menghirup bauh tubuh Qira dengan dalam lalu menghembusnya membuat Qira terkekeh. “Kenapa ibu-kakak lama sekali pulangnya? Apa yang ibu-kakak lakukan disana hm? Apa ibu tak menyayangi kami dan merindukan kami disini hm?” Tanyanya dengan mata yang mengerjab polos.
Qira mengelus kepala Heqi membuat Qeqe dan Lingling mendengus kesal. “Ada banyak yang harus ibu lakukan dulu baru bisa kesini lagi, supaya nanti kita bisa main lama-lama... kalian mau mainnya nanti diganggu?” Tanyanya dengan lembut. suara Qira yang cempreng sekarang lemut selembut sutera ya.. membuat siapapun adem mendengarnya, ngak seperti suara author yang seperti toa masjid.. hehe..
Heqi mengangguk. “Jika begitu ayo kita main ibu-kakak. Aku ingin membuat wangi-wangian seperti ibu-kakak. Sangat wangi, kau ingin sewangi ibu-kakak supaya bisa terbebas dari kuman dan bakteri..” Ujarnya semangat. Ia.menayap Qira dengan mata polosnya layaknya umurnya saat ini. sangat polos.
“Tidak tidak.. Ibu-kakak kami juga mau dipeluk!!” Qeqe membesarkan matanya layaknya kucing yang minta delus dan itu mampu membuat siapapun akan takluk dan merasakan gejolak supaya bisa mengarunginya dan menyimpannya dalam lemari saja.
“Hey hey...!!” Heqi menepuk tangan Qeqe keras dengan lentiknya dan itu tak mampu membuat tangan mungilnya Qeqe lepas dari lengan ibunya. “ bu-kakak akan mengajariku tentang herbal dan obat-obatan. Kalian tidak boleh ganggu,,” Ujarnya sinis dengan menari Qira. Dia memang sangat menyuki herbal herbal dan juga penelitian. Yaa.... Dia memng sangat ahli dalam bidang itu.
“Tidak.. tidak..” Lingling melangkah dengan menghempaskan tangan kedua kembarannya itu. “Ibu akan mengajariku memasak hari ini. jai kalian jangan mimpi bisa bersama ibu..” Ujarnya dengan sinis lalu menatap bunya penuh binar, saat merasasakan makanan Qira kemarin membuat ia ingin belajar masak dengan ibunya. tak salahkan?
Qira menatap mereka dnegan tatapan bingung. “Ibu peluk aku,,,” Ujar Qeqe membuat Qira memeluk Qeqe dengan lembut. ia mengecup kepala Qeqe sayang sebagaimana ibu layaknya.
“Ibu peluk aku..!!” Ujar dari Lingling dengan mata yang menggemaskan membuat Qira melangkup tubuh mungil Lingling. “Ibu peluk aku juga.. Ujar Heqi membuat Qira merangkul tubuh mereka. Ia terkekeh melihat anak-anaknya yang tdai tibut sekarang malah rebutan minta peluk.
“Kalian tak marahkan ibu baru ada disini sekarang saat kalian sudah besar?” Tanya Qira mengelus kepala mereka sayang. Hei mengeleng sentak dengan yang lain.” Ibu sudah berkorban banyak untuk kami, dan ibu-kakak sangat cantik jadi kami terima kok ibu-kakak menjadi bu kami meskipun lebih cocok jadi istri aku..” ujarnya polos membuat Qira menggeleng. istri lagi istri lagi. Bagaimana ini? apa anaknya ini akan menjadi kisah lain?
Zahan menatap mereka dengan tatapan lembut lalu mendekat. Ia memeluk mereka berempat dengan enggan kekarnya. “akhirnya kita bisa bersama...” Ia mengecup kepala Qira sayang dan lembut.” Terimakasih dewa..” Ujarnya menatap langit. Air matanya tetap mengalir saat ini.
__ADS_1
Inilah yang dia inginkan selama ini. dan ini terwujud dan itu mampu membuatnya bahagia. ia sangat bahagia saat ini. keluarganya lengkap dan bahagia. ia bahkan tak menyangkah jika ini nyata dan bukan mimpi. Ia berharap mereka akan bahagia selama-lamanya.
...
Sosok lain ditempat lain berbeda lagi.. sosok dimana kakak Kim yang sedang maka ditemani kekasih hatinya. matanya terus saja menatap dimana sosok Qaila berjanji lagi.
Sedangkan kakak Kim, ia selalu mengikiti Qaila manapun ia pergi, seakan-akan ia tak ingin kehilangan sosok itu lagi. Sedangkan sosok Qaila yang terus saja ditatap dan diawas menjadi risih, bukan karena dia tak suka tapi ya tetap saja ia rasanya risih dan malu. Bisa adikan apa yang dia lakukan ada hal yang buruk.
Seperti saat ini. kakak Kim yang memberikan makanan dipiringnya Qaila dengan lembut.” Biarkan aku saja kak.. tidak apa-apa. “ Ujarnya dengan lembut karena merasa tak enak akan perhatiannya kakak Kim, seharusnyakan dia yang melayani kakak Kim seperti ini.
Kakak Kim memang melarangnya melakukan hal yang berat atau apapun itu. Cukup temani dia saja dan itu usdah membuat kakak Kim tenang. Saat Qaila ingin masak kakak Kim bantu. Saat Qaila ingin apapun kakak Kim siapkan sampai pada makan saja kakak Kim beri lauk dan nasinya membuat Qaila bagaikan putri raja saja. Dan dalam hatinya Qila berdoa supaya sikapnya kakak Kim akan berlanjut sampai mereka tua kelak. Amminn.
Kakak Kim menatap Qaila terkekeh. “ Tidak masalah Putri kecil... Kau kan putri dihatiku.. jadi aku akan melayanimu sepenuh hatiku hmm.” Ujarnya memberikan ikan tanpa tulang kepirijgnya Qalia. Jangan lupakan senyumnya yang mengembang.
Qaila yang mendengar gombalan dari kakak Kim menjadi memerah, sebenarnya bukan gombalan tapi memang diucapkan kakak Kim dari hati. hanya saja Qaila mengangap itu hanya bualan semata. Tak salah mengingat betapa banyaknya pria buaya didaratan manusia ini bukan?banyak yang suka berjanji tapi seidkit yang mampu memuktikannya.
“Teerimakasih kak.. isni biar aku letakkan makanan untukmu..” jar Qaila dengan memberikan nasi dan beberapa lauk dipiringnya kakak Kim. Tapi ditahan oleh kakak Kim membuat Qaila menatap kakak Kim dengn alis terangkat.”Kenapa?” tanyanya dengan cempreng.
Kakak Kim mengambil sumpit lalu mengarahkan nasi kehadapan mulutnya Qaila membuat Qala mengernyit bingung “Kenapa dilihat saja makannya? Ayo dimakan..” Ujar kakak Kim menggoyangkan makanan didepan mulut Qaila karena tak kunjung disantap oleh Qaila.
Qaila yang disuruh seperti itu menatap kakak Kim dengan tatapan tanda tanya lagi.” Aku bisa makan sendiri kok kak. Jadi tidak perlu repot-reot menyuapiku..” Ujarnya menolak karena malu. Dia rasa dia sudah besar jadi tak harus disuapi makannya.
Kakak Kim mengeleng.” Ayo makan.. tuan putri harus dilayani sepenuh hati aayo..” Ujarnya membuat Qaila mau tak mau makan makanan yang disuapi oleh kakak Kim. Dia menatap kakak Kim yang selalu tersenyum padanya dengan hangat membuat ia salting. Jantungnya masih tak bisa dikontrol jika berdekataan dengan kakak Kim. Ia sudah jatuh sejatuh jatuhnya dengan pesonanya kakak Kim.
‘Wajar saja Qira sangat mencintai kakak Kim dan tak rela jika kakak Kim mendapatkan jodoh yang jelek, ternyata memang kakak Kim sangat baik dan mampu membuat siapapun akan jatuh cinta kepadanya..’ Gumam Qaila dalam hati disaar itu sembil mengunyah makananya.
“Mengapa kau melamun hm? Apa makananya tak enak?” Tanya kakak Kim mengagetkan Qaila.” Apa makanan yang aku masak tak enak? Katakan apa yang kurang padaku.. jika tak enak kita beli saja..” Ujarnya sedikit cemas. Karena yang masak tadi dia, dan ia takut Qira tak nyaman dengan rasa masakanya.
__ADS_1
Qaila mengeleng cemas. Kenapa kakak Kim menyimpulkan masakanya tak enak? “ Ini bakan sangat enak. Karena itu aku sangat meresapi nyakak. Jadi jangan khawatir.. ayo suapi aku lagi..” Katanya dengan menatap makanan itu cangung.
Kakak Kim menatap Qaila dengan menghela nafas kasar.” Kua tak berbohongkan?” Tanyanya dengan sorot mata minta penjelasan dan itu mampu membuat siapapun tak berkutik. Mata hijau kakak Kim sangat sulit ditolak akan pesonanya.
Qaila mengeleng.” Kakak terlalu suka khawatir... aku benar-benar suka masakanmu kak. Jadi jangan seperti itu..” Ia mengelus punggung tangan kakak Kim lembut.” Kenapa kakak Kim sangat takut akan makanan ini...” Tanyanya dengan nada lembut. ajah kakak Kim nampak sangat khawatir hanya karena makanan.
Kakak Kim meletakkan sumpit tu lalu memegang tangan Qaila lembut. “Karena aku sudah berjanji pada diriku sendiri Qira..” Ujarnya serius. Matanya beradu pandang dengan matanya Qaila membuat mereka nampak sangat serius.” Aku sudah berjanji pada diriku sendiri jika kau kembali padaku maka aku akan menjadikanmu ratu dihidupku. Jenjaikanmu sebaik mungkin dikehidupanku.. aku tak akan mau kau pergi lagi Qira.. aku tak mau.. karena itu aku akan melakukan yang terbaik untukmu.. apapun itu, meskipun hal itu nampak kecil dimatamu.. aku hanya tak ingin kau tak nyaman denganku dan itu membuatmu pergi dariku..” Lanjutnya dengan tanpa jeda lagi...
Qala mendengar itu menatap kakakKim nanar. Bagaimana jika kakak Kim tau jika dirinya bukan Qira? “Maafan aku kak..” Gumamnya serak.
Kakak Kim menggeleng lau mengecup tangan Qaila sayang.” Tidak apa. Tapi berjanjilah jika kau tak akan pergi dariku lagi hmm..” Ujarnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Qaila mengangguk cepat.” Aku janji kak..” Ujarnya lalu memeluk kakak Kim yang berada disampingnya itu. ‘ Maafkan aku kak.. maaf jika kau harus egois. Aku sudah jatuh saat pertama bertemu denganmu.. dan maafkan aku Qira.. karena aku sudah jatuh sejatuh-jatuhnya dengan cintamu... Kakak kim... Lider Kim.” Ujarnya dalam hati..
“Ayahh ku tampan. aku pulang...!!” suara pecicilan itu membuat dua insan itu melepaskan pelukannya. Mereka menatap keasal suara karena merasa tergangu dan disana ada sosok perempuan yang menyandang ranselnya dengan senyum mengembang.
“Siapa dia ayah?” Tanyanya dengan meneliti penampilan Qaila dari atas sama bawah, sedangkan Qaila masih sibuk menghapuskan air matanya karena berasa dicyduk selingkuh saja saat ini.
Kakak Kim menatap Qaila yang menatapnya meminta penjelasan.” Ayah? Kau sudah punya anak kak?” Tanyanya dengan nada menyelidiki. Anak itu berusia sekitar sepuluh tahun, yang artinya kakak Kim sudah memiliki anak sebelum Qira berhubungan denganya bukan? Dan itu mampu membuat Qaila merasakan dunianya sedikit terguncang.
Kakak Kim menggeleng. “ Qira kenalkan. Dia anak angkatku. Namanya Jujing... dia anak yang aku angkat karena dia dibuang oleh kedua orang tuanya.” Jelasnya kepada Qaila dengan berbisik. Ia tak mau Jujing mendengarkannya, “ Dan Jujing.. kenalkan. Dia adalah Qira.. dia kekasih ayah dan kami akan menikah seminggu lagi..” Ujarnya menjelaskan pada Jujing.
Kalian ingatkan Jujng? gadis mungil yang mengikuti kakak Kim saat ia makan dipasar dulu? Saat kakak Kim memasuki tanah kerajaan Langit? Dia lah gadis tersebut dan kakak Kim mengangkatkannya anak.” Aku mengangkatnya anak karena aku rasa aku tak akan menikah dulu dan tak memiliki anak..” Ujarnya pada Qira lembut,” Karena aku berencana tak akan menikah supaya aku dan kau bisa bersama disyurga. Tapi ternyata Dewa memberiku syirga didunia. Tapi tak apakan jika dia menjadi anak kita?” Tanyanya dengan tulus.
Ya.. kakak Kim beriat tak akan menikah selama-lamanya untuk kesetiaannya dengan Qira.. karenanya dia mengangkat Jujing menjadi anaknya tapi kehendak takdir berakata lain. Qira kembali dan dia akan menikah. Mungkin akan memiliki anak banyak.
“Jadi dia akan menjadi ibuku ayah?” Tanya Juhing dengan nada sedikit murung. Namun ia meneliti wajah Qaila dnegan teliti. wajah cantik dan mulus, mata hitam yang kelam dan rambut hitam yang panjang. Wajar saja kakak Kim sangat mencintainya. Ia tau kakak Kim sangat mencintai satu sosok dan ternyata dia ada didepanya sekarang.
__ADS_1
“Kenapa? Apa kau tak suka ?” Tanya kakak Kim memicingkan matanya menatap Jujing.
Jujing menggeleng. “Bukan.. hanya saja Jujing takut jika dia akan jahat dan tak menerima jujing..” Jujurnya mengerjab.” Hanya saja wajah nona sangat mirip dengan nona yang dulu pernah menolongku... apakah nona orang yang sama?”