Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
bermain bersama Ayah 2


__ADS_3

.


.


.


.


"Qira memandang semua tim lawan. Semua sudah ada teman. Hanya kaisar yang belum memiliki lawan untuk digendong. Siapa yang berani? Mau dihukum pancung?.


Qira dengan senang berlari dan melompat kearah kaisar. " Kau kalah. Jadi kau harus mengendongku." Ucap Qira. Kaisar yang tarkejut akan hal itu hampir terjatuh karena tak seimbang.


Kaisar hanya Menghela nafas kasar. Qira mulai mengalungkan Tangannya dileher kaisar dengan erat. Bahagia! Ini adalah pertama kalinya ia menggendong Qira. Mana mungkin ia menolaknya.


Saat kaisar dan lainnya sudah menggendong dari tim pemenang dan berlari. Qira dengan senangnya melentang satu tangannya dan tertawa bahagia, seakan akan hidupnya bebas dari segala macam hal.


"Yeey... Kau sunggu payah dalam berlari!" Ejek Qira dengan Kaisar. Kaisar dengan semangat nya menambah kecepatannya " Yeyyyyy hahhahahh. Aku terbang yuuuu." Teriak Qira dengan sangat keras. Ia tertawa sangat bahagia. Kaisar yang mendengar itu seakan akan menjadi obat penatnya saat sudah bermain dan berlari. Ia menambah kecepatannya lagi.


Bugh....


Kaisar terjatuh. Tepat mulutnya mencium tanah. Dan Qira terpental 2meter darinya.


"Qira....! " Teriak Kaisar ia bergegas menghampiri Qira. Dengan wajah yang penuh dengan tanah. Tempat, pusatnya di area bibirnya.


"Qiqi,... Qira... " Teriak mereka bersama menyusul dimana tempat Qira terjatuh.


Qira merasakan sakit pada punggung dan kakinya. Lututnya lecet tergesek tanah.


Mereka dengan panik membantu Qira berdiri " Aahhahaha aku baik baik aja. Ayolah." Ucapnya ia masih dalam mode tertawa.


"Kau tak apa Qira? " Tanya kaisar khawatir. Ia memeluk Qira dengan erat.


"Frhhhhhhh." Qira menahan tawanya saat melihat wajah kaisar yang penuh dengan tanah. Bahkan seluruh orang disana juga menahan tawa. Kaisar menjadi curiga, ia menyapu wajahnya dengan tangan kotornya. Membuat orang semakin tertawa. Bukannya hilang tapi malah nambah kotoran itu.


Semua orang tak tahan untuk menahan tawanya. Detik itu juga kaisar tau penyebab mereka tertawa. ia hanya ber dehem riyaa...


" Ayo kekediaman ku. Aku sudah masak banyak makanan untuk kita." Ajak Qira. Ia.


"Apa Zhen boleh ikut? " Tanya kaisar.


"Tentu. Ini hadia untuk kita semua.." Jawab Qira dengan senyum.


'Apakah dia sudah memaafkanku? ' Batin kaisar.


Jika kalian bertanya jawabannya 'Belum ' tapi Qira akan belajar untuk menyamankan diri bersama keluarganya.


Mereka semua berjalan dengan baju yang sangat kotor. Bahkan kaisar ada yang sobek gara gara terjatuh saat bermain. Wajah penuh dengan tanah membuat penampilan Mereka jauh dari biasanya dan itu membuat semua dayang, kasim terkejut . Tak bisa dipingkiri meskipun penampilan seperti itu , itu tak membuat mereka jatuh dalam karisma.


Saat ini wajah mereka penuh dengan tawa dan bahagia. 'Entahlah. Orang kaya memang aneh' Fikir mereka.


Sesampainya mereka dikediaman Qira. ShuJin dan pelayan lain menyiapkan makanan untuk mereka. Mulai dari ubi crispi. Ayam crispi, bolu, bakso dan banyak lainnya itu membuat mereka ternganga. Ditambah bau harum dari makanan itu membuat perut mereka berdemo riyaaa....

__ADS_1


"Kami belum membersikan tubuh kami." Ujar lesu Guang Lii.


"Bermain bola itu lebih nikmat jika masih kotor seperti ini untuk menyantap makanan." Jawab Leon yang diangguki Wolf.


"Tubuh kotor seperti ini menyebabkan banyak kuman. Kita akan sakit." Bantah Putra mahkota.


"Coba saja jika tak percaya." ajawab Leon acuh tak acuh.


"Ayolah. Minum ini." Qira memberi just jeruk yang dicampur kelapa muda.


Mereka memandang minuman itu menimbang untuk meminumnya atau tidak, tidak dengan Leon Wolf. Chao dan Chio yang diikuti oleh Juang Lii.


"Oh ayolah ini enak sekali. Qiqi ini minuman apa? " Tanya Juang Lii histeris.


"Itu namanya degan jeruk. " Jawab Qira.


Mendengar peuturan Juang Lii bahwa minuman itu segar mereka mencoba untuk meneguk minuman itu. Tanpa mereka sadari satu gelas besar itu hanya dihabiskan dalam satu teguk.


"Qira ini sangat segar. Bolehkah kami memintanya lagi? " Tanya Guang Lii tak kalah histeris dengan JuangLii.


"Ambillah sesuka kalian. Dan makan lah apapun yang ada." Jawab Qira dengan semangat.


"Zhen baru kali ini meminum minuman selezat ini. Dimana kau mendapatkannya?" Tanya Kaisar tak kalah semangat.


"Itu aku dapatkan dihutan kematian. Hanya coba coba awalnya." Jawab bohong Qira. Tentu saja ia mendapatkannya dari dunia modernnya.


Kaisar mendengar itu merasakan sesuatu yang menyubit hatinya. Entahlah. Semua tentang Qira adalah kejahatannya' Fikirnya.


"Itu memang masakanku. Itu hanya ada dalam kediamanku." Jawab Qira.


"Wah apa ini? " Tanya Zian menunjukan biji kuaci.


"Itu namanya kuaci. Itu adalah biji bunga matahari, itu sangat cocok untuk bersantai." Jawab Qira.


"Wah bahkan biji bunga matahari sangat lezat. Kau sungguh pandai Qira." Ucap histeris mereka.


Putra mahkota hanya memandang Qira. Ia tak tau memulai dari mana. Ia hanya cukup takut untuk memulai


Sedangkan Zain. Ia memang orang yang Cukup pendiam.


Mereka makan dengan begitu bahagia. "Jika aku bisa meminta suatu hal kepada dewa. Aku hanya ingin hidup seperti ini saja bersama Anak anakku" Batin kaisar terharu


****


Hari hari berlalu begitu saja. Hingga hari ulang tahun kaisar akan segera dilaksanakan. Tapi hati ini menjadi hari perpisahan antara Qiqi dan Wolf.


"Qiqi. Aku harus kembali kekerajaanku, aku sudah lama tak pulang, Ayahku pasti mencariku." uUar Wolf dengan bersedih. Ia adalah penerus tahta. Jadi sudah tanggung jawabnya untuk kembali.


"Lalu apakah kau akan melupakan ku? " Tanya Qira dengan sendu.


"Tidak. Tidak akan, Aku akan selalu ada untukmu ketika kamu membutuhkanku." Ujarnya lembut.

__ADS_1


Qira tak tahan menatap sahabatnya yang akan pergi, ia memeluk Wolf dengan erat. " Jangan menangis. Bajuku basah karena tangisanmu itu." Ucap Wolf.


"Ak aku menyayangimu Wolf. Sungguh" Ujar Qira. Ia masih menangis.


"Aku juga, tapi aku harus kembali. Tapi kita pasti bisa bertemu kembali." Bujuk Wolf, ia juga sebenarnya tak ingin. Tapi ini diharuskan.


"Baiklah. Kau harus berjanji menjadi raja yang adil dan bijaksana. Kau juga harus menjadi yang terbaik dan jujur. Kau juga tak boleh melupakan ku." Qira melepaskan pelukannya dan menatap Wolf.


"Pasti. Aku tak akan melupakanmu. Aku berjanji akan menjadi raja yang baik." Ucap Wolf dengan mata yang berair.


"Apa kau akan melupakanku Wolf? " Tanya Leon yang datang dari pintu.


"Tidak akan. Aku sangat menyayangi kalian. Sunggu! Kalian yang terbaik." Ucap Wolf. Leon mendekat dan memeluk Wolf dan Qiqi.


Mereka berpelukan untuk Berpisah. Ya terkadang memang pertemuan diharuskan berujung perpisahan.


"Leon, kau ikutlah dengan Wolf, aku ingin kau menjemput kakek Liu. Aku ingin kakek Liu tinggal dirumahku bersama Eul dan Ele. Aku tak ingin ia hidup sendiri"


"Lalu siapa yang akan menjagamu? " Tanya Leon.


"Kau hanya pergi sebentar bodoh! Kau harus kembali bukan? " Ucap Qira.


"Baiklah. Aku akan segera kembali untuk menjagamu Qiqi." Ucap Leon.


"Kalian juga tak akan melupakan ku bukan? " Tanya Wolf.


"Tentu tidak bodoh." Ucap Qira.


"Yaah. Aku menjadi bodoh bahkan menjadi gila jika kalian melupakanku..." Ucap Wolf.


Mereka tertawa dan menangis bersama. Yaa mereka menghabiskan hari ini bersama sebagai perpisahan...


****


Hari ulang tahun kaisar telah tiba


.


.


.


.


ting tong


langsung 2 eps yaa. aku banyakin ceritanya...


Vote. like dan Komentarnya diisi yaa semua....


biar Qira tambah semangat. 😚😚

__ADS_1


__ADS_2