Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Ayo menikah


__ADS_3

. Hapy reading...


Mungkin cuma beberap part lagi ya yang masih nanya kapan tamat. Dan ini udah nggak ada konflik cuka kebahagiaan aja. dan bonus diibaratkannya. hehe


.


.


.


.


“Kau benar-benar Qira? Kau masih hidup dan kau nyata? Kau memeluku malam tadi dan itu artinya itu bukan mimpi? Kau.. kau...” Kaa Kim kehabisan kata-kata.


Pertanyaan-pertanyaannya melaju dengan sekejapnya karena ia terkejut dan juga tak yakin. Tapi ia ta bisa memungkiri jika dia bahagia dan berharap jika ini bukan halusinasi ataupun mimpi..


Qaila tersenyum lembut didepan kakak Kim. Dia juga menampilkan kebahagiaannya dihapan kakak Kim“Iyaaaa.. ini aku kak. Aku Qira... dan ini nyata dan bukan mimpi..” Ujarnya dengan lembut dan juga dihiasi dengan ketulusan.


Kakak Kim mengucek matanya lalu menatap Qaila lagi supaya tak salah lihat, ternyata benar sosok Qira masih ada membuat ia meloncat lalu memeluk Qaila dengan senang yang menggebu-gebu.” Kau.. bagaimana bisa? bagaimana bisa mimpiku menjadi nyata?” Tanyanya dengan nada bahagianya. Wajahnya saat ini sangat cerah bagai matahari yang baru terbit.


Qaila membalas pelukan kakak Kim dengan lembut. ia terkekeh.” Ini nyata dan semalam itu bukan mimpi. Tapi mmeng nyata kak.. aku benar benar kembali untuk kakak.” Ujarnya megelus kepala kakak Kim sayang.


Kakak Kim menatap Qaila lagi dengan lembut. ia tak bisa menahan senyum manisnya. Ia bahkan ingin meloncat saat ini, ia menges pipi Qaila dengan sendu lalu matanya tertuju pada pipi Qaila. Cup cup.. Cup.. ia mencium seluruh wajah Qaila.. mulai dari pipi kanan, kiri, kening, dagu, hidung, mata kanan dan kiri, sampai yang terakhir ia mencium bibir Qaila dengan lembut. hanya mencium saja, tak sampai ******* dan mengecap dalam. Lalu ia melepaskanya.


Sedangkan Qaila hanya tersipu malu. pipinya memerah malu saat ini “ Mari menikah?” Ujar dari kakak Kim menatap manik matanya Qaila. Jarak wajah mereka hanya dihalang hidung saja. Mata satu sama lain saling terikat dan tak mau teralihkan.


Qaila menatap manik mata hijau itu.” Me menikah? Secepat itu?” Tanyanya dengan lembut. Sebenarnya ada beberapa perbedaan dirinya dengan Qira. jika dia lembut maka Qira itu sombong dan sedikit kasar. Ia memang diciptakan dari setengah hati Qira yang artinya dia sepenuh hati berhati baik. Sama seperti kakak Kim, ia berhati baik dan tulus,


Jadi wajar kan jika mereka disatuhkan? Bukankah jodoh itu cerminan satu sama lain? maka dari itu authur menciptakan Qira lain yang baik hati wkwk


Kakak Kim mengangguk cepat. Ia membisikkan sesuatu ditelinga Qaila dengan lembut. “Aku tak akan mau kehilanganmu lagi Qira.. tak akan pernah, dan aku ingin memilikimu seluruhnya, dan aku akan memilikimu sebelum itu harus mendapatkan restu dari dewa supaya kita menua bersama dan hidup bersama sampai maut memisahkan kita.. “lalu ia mengecup bawah telinga Qira dengan lembut.


Qaila merasakan geli disana.ia merasa seperti bunga yang bermekaran diperutnya namun itu membuat ia tersenyum. Kakak Kim sangt lembut. “ Tapi bukankah itu terlalu cepat? Apa kau tak mau menghabisi waktu terlebih dahulu denganku?” Tanyanya dengan gugup. Meskipun ia tetap Qira tapi dia tak memiliki sikap sombong dan datar.


Kakak Kim terkekeh. ia mencubit pipi Qaila lembut.” Kau sangat lucu. Aku sepertinya ingin sekali memakanmu saat ini juga..” Ujarnya lalu bangkit. Ia mengendong tubuh Qaila membuat Qaila terkejut dengan mata yang membulat. "Lagi pulaa tak ada kata terlalu cepat jika untuk meminta restu Dewa. Dan masalah kita akan menghabisi waktu tentu saja. Bahkan sampai menua nanti kita tak akan terpisah. Selamanya..!"


“Ka kau Eh kita mau kemana? Kau mau apakan aku kak?” Qaila merasakan otaknya mendadak kotor. Bagaimana bisa ia berfikir macam macam sata ini karena kata-kata kakak Kim yang mengatakan jika ia ingin ‘memakannya saat ini?’ apakah itu artinya kakak Kim ingin???? Ah sudahlah.


Kakak Kim menatap Qira ddidekapannya. Tangan Qaila yang mengalung dilehernya. masih ada rasa tak percaya didadanya akan Qira. “Apa yang kau pikirkan saat ini hm?” Tanyanya dengan lembut.” Apa kau memikirkan hal yang jorok hm?” Ia menaikkan satu alisnya dengan nada jahilnya.

__ADS_1


Qaila gelagapan. Ia menunduk malu lalu menutupi wajahnya didada kakak Kim dan itu mampu membuat kakak Kim tergelak. Rasanya sudah lama sekali dia tak tertawa sekeras ini. “tenang saja. Aku tak akan menyentuhmu sebelum kita menikah Qira.. aku tak akan pernah menyentumu sebelum restu Dewa menyertai kita. aku mencintaimu bukan karena nafsu, tapi karena hati.. hati ku..” Ujarnya dengan lembut.


“Kakak. Bisakah kau jangan terlalu manis. Jantungku mau loncat ini..” Ujarnya dengan malu, wajahnya saat ini semakin memaskkan kepalanya didada kakak Kim sembari tersenyum.


Kakak Kim terkekeh.” Aku hanya ingin mengajakmu mandi Qira..” Kakak Kim melajukan kakinya dengan tenang. Ia bahkan merasa tak terganggu akan Qaila yang semakin menyeludup diketiaknya.. ia bahagia.” Ada banyak hal yang ingin ku tanyakan, jadi kita harus mandi... supaya kita bersih dan setelahnya kita makan.. kau pasti laparkan setelah bangkit dari kematian..” Ujarnya lembut.


Qira memukul dada kakak Kim.” Kau pikir aku hantu yang bangkit seperti tu?” Tanyanya dan itu membuat kakak Kim terkekeh. “Dan.. apa kita mandi berdua? Ditempat yang sama?” Tanya Qaila takut dan itu mampu membuat kakak Kim tergelak kencang. Bagaimana bisa Qira yang sombong sekarang berubah menjadi Qira yang polos dan mengemaskan? Patuh dan penakut? Pemalu dan lembut? akhh kakak Kim bisa gila jika begini terus.


"Apa kau berusaha menggodaku untuk mandi bersama Qira?" Tanya kakak Kim Jahil.


"Kakak...!"


Gelak tawa kakak Kim yang dulunya menghilang sekarang teralun merdu bagaikan syair melodi malam. Tawa yang indah mampu membuat siapapun ikut tersenyum.


Kakak Om bahkan merasakan perutnya sakit karena keram. Oh Ia bahagia saat ini. Semoga selamanya akan bahagia selalu.


...


Ditempat lain sosok Qira yang baru saja diangkat menjadi Dewi sekarang memberikan senyum anggun, dia sudah diangkat sedari malam tadi dan sekarang ia harus bersikap layaknya seorang dewi yang anggun dan dihormati. Dia sudah dihormati dan dibanggakan dibanyak kerajaan langit dan sekarang perayaan pengangkatannya sebagai dewi.


“Kenapa kau diam saja sedari tadi Qiqi?” Tanya Liong disamping Qira dengan berbisik. Ia bisa melihat Qira yang tersenyum kosong. Bibirnya yang menyunggingkan senyum tapi matanya menerawang jauh keantra brata, yang hanya dirinyalah yang tau.


Dimata semua orang Qira sangatlah cantik dengan apa yang ia miliki. Rambut panjang yang setengah berwarna biru dan setengah berwarna hitam, baju putih dengan didampingi warna biru, mata biru yang sangat cantik, bibir tipis kulit mulus. Mata biru tajam dan juga dagu yang selalu terangkat. Siapapun yang melihatnya akan terpanah, ia memang bukan gadis tercantik, tapi dia memiliki pesona tersendiri didirinya.


Kalian bayangkan saja bagaimana stylenya Qira ya..


“Siapa yang bilang kau tak pantas?” Tanya Fugo yang menyambar bagai petir saja membuat Qira dan Liong memutar bola mata malas. “ Kau sangat pantas Qira. bahkan kau lebih pantas dari siapapun, kau yang tulus dan baik, kejammu hanya untuk orang yang memang pantas kau kejami, dan jiwa kita memang harus begini, rela mati demi siapapun, bahkan bukan untuk orang yang tak kita kenali. Kau sangat pantas, jadi jangan nampak murung..” Ujarnya dengan lembut.


Qira tersenyum tulus.” Terimakasih Fugo.. kau memang teman yang bisa mengertiku.. meskipun kebanyakan suka membuat darah tinggiku naik lagi..” Ujar Qira dengan kekehan khasnya membuat Fugo terkekeh, ia tak marah ataupun tersingung, ia bahkan tergelak karena memang yang dikatakan Qira tentang dirinya iu nyata.


"Akukan memang temanmu yang terbaik. baik dari menghujat dan menjahilimu sampai melindungimu...!" Ujar Fugo..


Ahkk Qira merindukan sosok Wolf dan juga Leon. bagaimana kabar sahabatnya dua itu? semoha mereka selalu dalam kebahagiaan batin Qira saat ini.


...


Sedangkan disisi lain Zauhan dibuat gelisa dan khawatir, sudah dua hari Qira belum kembali, padahal janjinya kemarin ia akan kembali hari ini tapi belum juga membuat ia sedikit bersabar. Ia duduk didepan rumahnya dengan raut wajah sulit diartikan. Lalu matanya menatap kearah sampingnya, disana ada beberapa kereta yang berisi banyak keteta yang membawah banyak barang membuat ia mengernyit. Perasaan ia tak membeli barang beberapa hari ini lalu ini kerjaannya siapa?


“Yaaaa.. ternyata barang ku sudah sampai... Ya,, letakkan disini saya ya.. disini..” Teriak kaisar Long Wey mendadaan tangan. Serunya tegas. Sedangkan senyumnya sedari tadi tak juga luntur. Wahnya penuh dengan binar membuat Zauhan mengernyit. Ada apa yang membuat Kaisar Long Wey sebahagia ini?

__ADS_1


“Baik yang mulia.” Ujar dari beberapa yang membawa barang, mereka nampak seperti perajurit kerajaan Awan membuat Zauhan bangkit. Mereka meletakkan barang-barang itu dirumah sampingnya, disana sudah dibangun satu rumah kecil lagi hanya untuk rumahnya Long Wey dan istri-istrinya. Ada yang bertanya dimana istri ketiganya kaisar Long Wey? Maka jawabannya dia berada dikuil dewa, yang pulang hanya sekali dalam tiga bulan. Dia mengabdikan diri disana demi kesejahteraan rakyatnya. Dan itu dilakukan semenjak peperangan dulu dirasakan mereka.


Dia memang sosok yang sagat baik dan mulia. Ia memikirkan rakyatnya dan menyayangi kaisar Long Wey dengan hatinya. kekaisaran Long Wey memang dikenal kerukunan antara Selir selirnya. Mereka tak pernah ribut dan rebutan suami, tak haus akan perhatian dan itu membuat kaisar Long Wey sangat bahagia. Jarang sekaliadu itu akur lo... kadang ada yang iti ,merasa ada yang tak adil dan sebagainyalah. Masalah itu akan selalu mengalir dan rasa cemburu bila suami mereka memberi perhatian lebih pada salah sayu itu pasti ada dan pastinya menyakitkan. Dan itu tergantung bagaimana mereka menyikapinya saja, terima atau tinggalkan.


“Kenapa ayah membawa barang-barang ayah kemari hm?” Tanya Zauhan mendekat alisnya menyatu saat ini dnegan nada bingungnya.


Long Wey menatap Zauhan dengan tatapan biasa, ia tak juga melunturkan senyumnya. “Ahh ada kau Zauhan..” Ujarnya bertepuk tangan, ia nampak gugup dan bingung saat ini. “Emm.. itu barang-barang ayah.. “ Ujarnya menggaruk tengkuk yang tak gatal.


Zauhan menyatuhkan alisnya lalu sedikit cencondongkan kepalanya.” Barang? Kenapa ayah membawah barang-barang ayah kesini?” Tanyanya dengan nada sedikit meninggi. Bukanya ia tak sopan, hanya saja ia tak bisa mengontrol ucapannya dan nada bicaranya.


Kaisar Long Wey menatap Zauhan dengan mengerjab.” Iya.. barang.. itu barang-barangku dan istri-istriku..” Jawabnya tegas.” Kami akan tingal disini beberapa waktu.. kami akan menghabiskan waktu untuk meghabiskan rasa rindu kami kepada Qira..” Ujarnya bangga dengan senyum semkain mengemvang.


Zauhan mengerjab polos “Kenapa ayah pndah disini? Ayah tak bilang jika ayah akan pindah disuni..”Katanya dengan nada tak terima. Bagaimana bisa disini tambah ramai, belum lagi nanti ada Wolf, istri dan anak, belum lagi Leon anak dan istri. Akh pusing jika begini kan.


“Jadi maksudmu kau tak menyukaiku tingal disini ha?” tanya kaisra Long Wey dengan nada sinisnya. Ia menatp Zauhan dengan tatapan menajam dan menusuk.


Zauhan meneguk saliva.” Bukan begitu ayah.. tapi.. tapi..”


“Sudahlah.. tanpa persetujuan atau dengan pesejutuanmupun aku tak butuh. Aku akan tetap tingga disini sementara saja untuk Qira... jadi kau diam saja.” Ujarnya sinis lalu pergi dari sana. Mertua nomber one bukan tak terbantakan dan terkalahkan.


Zauhan menatap kaisar Long Wey dengan tatapan datar. Ia mengelus dadanya, pertanda bahwa waktunya dan waktu Qira akan terkuras banyak hal nanti semakin didepan mata. Akan ada banyak halangan yang membuat mereka tak bersama setiap saat dan itu mampu membuat kaisar Zauhan mengusap rambutnya frustasi.


“Sial... bagaimana ini... apa aku harus pindah saja dari sini supaya hanya ada kami berlima? Dan tak ada penganggu” Tanyanya dengan kening mengerut. Ia harus cari cara supaya mereka tak menganggu kebersamaan dia dengan Qira cukup anak-anaknya saja yang menjadi saingannya nanti.


Setelahnya ia merasakan ada tarikan dibaju bawahnya membuat ia menatap kebawah. Disana ada Heqi, Qeqe dan Linging membuat ia mengernyit bingung.” ada apa hm? “ tanyanya dengan nada lembut. ia mengusap kepala Lingling sayang.


“Dimana ibu-kakak? kenapa belum juga sampai? Katanya dia akan kembali sore ini? aku merindukan masakannya dan pelukan hangatnya.” Ucap Heqi polos dengan binar kerinduan. Ia bahkan menatap Zauhan dengan tatapan memelasnya.


“Aku juga merindukan ibu-kakak ayah. Katanya dia akan mengajarkanku ilmu bela diri. Tapi sampai sekarang ibu-kakak belum kembali. Apa ibu-kakak tak akan kembali lagi hm?” Tanyanya dengan sendu.


“Kata siapa ibu tak kembali hmm? Lalu yang disini siapa? Hantu?” tanya dari sosok belakang mereka membuat mereka menatap kebelakang. Dan ternyata disana ada ibu mereka yang menggunakan hanfu putih dan tersenyum lembut.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2