
Babak pertama ini dimenangkan oleh Qira. Dengan senyum yang mengembang. Ia menatap Jin Yu dengan menaik turunkan alisnya. Jin Yu hanya diam, wajahnya pucat pasih akan hal itu.
Ia menarik lengan jendral Zink keluar lapangan. Jendral Zink menegang saat ditarik oleh Qira. Faktanya, tidak ada satu perempuan pun yang berani menyentuh dirinya, kecuali ibunya sendiri!. Bahkan pria saja tak ada yang berani menyentuh dirinya. Bahkan Qira memegang tangannya ringan dan membawanya keluar lapangan. Yang lebih anehnya lagi dia bagai kerbau dicongek hidung yang hanya menurut saja.
“Terimakasih kakak. Kau sangat hebat.” Ucap Qira, ia mendongak untuk menatap jendral Zink. Senyum lembut yang ia tunjukan membuat jendral Zink terpana dan terpesona sampai pada kasim mengumumkan babak ke2 akan dimulai.
“BABAK KEDUA DIMULAI.” Ucap kasim. Babak ini di awali dengan para peserta lainnya, para pangeran dan jendral yang memang menjadi utusan kerajaan. Kerajaan langit hanya berisi jendral Luo, Juang Lii dan Qira. diKarena pertandingan ini cukup berbahaya. Karenakan itu harus orang yang ahli atau memiliki ilmu yyang tak bisa diragukan lagi.
Perjalanan pertandingan berjalan lancar. Qira sesekali memandang dan meneliti gerakan lawan. Ia berkutak dengan ingatannya. Saat pertandingan peserta lain telah selesai. Waktunya dia bertarung dibabak ini. Babak ini ia melawan Jin Yu. Ada senyum diwajah mereka berdua.
Langkah ringan keduanya memasuki lapangan. Jin Yu membungkukkan badannya untuk memberi hormat. Tapi tidak dengan Qira. Ia hanya memberikan senyum dan memberi penghormatan layaknya pendekar sejati. Jangan lupa, Qira tidak akan ingin tunduk kepada siapapun!.
“Waktunya kalah gadis jadi-jadian,kau harus kembali pada asalmu.” Ucap Jin Yu menatap Qira dengan remehan. Walaupun sebenarnya dalam hatinya ia sangat takut. Bahkan keringatnya keluar sebesar biji jagung.
Qira hanya tersenyum mendengar ucapan Jin Yu. “ Maka tunjukanlah.” Jawabnya ringan. Ia dapat melihat jika Jin Yu tidak menggunakan apapun untuk bertanding . “ Aku tak akan menggunakan apapun untuk melawanmu. Aku tak suka melawan prempuan.” Ucapnya gugup. Sebenarnya ia memilih aduh tarung beladiri karena ia berfikir Qira mungkin sangat kuat dalam adu tarung perang, tapi mungkin tidak dengan bela diri.
“Kita lihat saja” Ucap Qira. Ia hanya berdiri santai didepan Jin Yu. “ Ayo lawan aku.” uUcap Qira sambil mengangkat telunjuknya dan menggerakkannya. Tanpa aba-aba Jin Yu mulai menyerang Qira dengan pukulannya.
__ADS_1
Hap...
Pukulan itu hanya mengenai udara, Qira melipatkan tangannya diperut. “Hanya itu?” Jawabnya remeh. Jin Yu mengerutkan Bibirnya. Dan kembali menyerang Qira. Kekanan, kekiri. Melompat. Dengan mudah Qira menghindar semua serangan itu. Bahkan wajahnya dipenuhi tertawa geli. Karena ia tak henti hentinya ingin mempermainkan Jin Yu yang berprilaku seperti anak kecil, padahal umurnya sudah 22tahun!.
“Oh ayolah. Apa kau takut dengan seranganku?. Kau dari tadi hanya menghindar.” Ucap Jin Yu kesal.
“Aku hanya meberimu kesempatan untuk menang, aku jadi tidak sabar untuk melihatmu memakai riasan wajah.” Qira menaik-turunkan alisnya dengan suara yang menggoda.
Jin Yu menatap Qira tajam, ia merasa Qira sudah berani mempermainkannya. Wajahnya menggelap. Ia mulai serius menyerang Qira. Dengan bertubi-tubi semua gerakan yang ia ketahui untuk menyerang Qira. Tapi dengan mudah Qira tangkap dan menepisnya. Saat Jin Yu sudah kehabisan tenaga Qira sudah tak bersemangat untuk mempermainkan putra mahkota kerajaan iblis ini. “ Kau payah sekali. Baiklah kita selesaikan. “ Ucap Qira remeh. Yang dari tadi ia hanya menepis dan menghindar. Sekarang ia yang menyerang Jin Yu secara cepat. Bahkan Jin Yu sama sekali tak dapat mengimbanginya. Qira melakukan gerakakan dasar! Hanya dasar! Ingat itu!. Tapi dengan mudah memukul Jin Yu.
Bugh..
Bugh...
Satu pukulan lagi terkena perutnya dan ia terjatuh lagi ketanah.
Bushhh..
__ADS_1
Ia mengarahkan kaki kanannya keperut Qira. Tapi dengan mudah Qira elak. Bahkan kakinya Qira tangkap dan sedikit memberi sensasi sakit “Kau mau kalah atau kupatahkan kakimu kucing kecil jantang?. Aku tak cukup berbaik hati jika nanti kau masih ingin mengalahkanku.” Ucapnya menggoda. Jin Yu meringis kesakitan. Tangan kanannya masih memegang perutnya yang sakit. Ia memuntahkan seteguk darah. Belum lagi kakinya yang dicengkram dan dipelintir oleh Qira membuat ia bertambah menderita. Dengan terpaksa ia berkata “ Baiklah. Aku kalah. Cepat lepaskan kakiku !” ucapnya lemah.
Qira melepaskan kaki Jin Yu dan mengepakkan tangannya. Dengan tertawa menggoda ia berucap dengan Jin Yu . “Akanku tunggu besok pagi kucing Jantan kecil.” Ucapnya. Seketika rasa sakit diperut Jin Yu terasa sembuh. Ia menatap Qira terkejut, bahkan ia melupakan perjanjiannya dengan Qira. Wajahnya menjadi pucat. Qira mendongakkan kepalanya menatap penonton. Semua kaisar menatapnya serius. Bahkan kakak-kakaknya menatap dengan tidak percaya. Semua yang menonton hal itu dengan kagum. tapi Qira tak ingin memikirkan hal itu. Semua para kaisar menatap Qira kagum. begitu juga dengan para pangeran-pangeran, tapi tidak para putri. Terutama putri Ling yang menjabat sebagai putri kesayangan Kaisar Alex. dan putri Maoxi yang menjabat sebagai putri yang paling diharapkan karena parasnya yang sangat cantik. Mereka mengepalkan tangan mereka. Memandang Qira benci.
Qira melangkah kaki ringan meninggalkan Jin Yu yang masih dalam mode terkejut. Ia berjalan santai menuju tempat duduk ababak ke3. Beberapa utusan dari kerajaan membantu Jin Yu berdiri dan mengobati lukanya. Qira hanya memandangnya santai, karena ia tahu jika Jin Yu tidak terkena luka yang serius. Ia hanya memberi pukulan dalam mode biasa saja.
“BABAK PENENTUAN PEMENANG.” Ucap kasim tegas. Qira menatap lawannya. Ia adalah putra mahkota kerajaan timur. Pria ini memiliki wajah yang sangat ramah seperti ayahnya. Wajahnya sangat tampan. Mana ada wajah seorang pangeran yang biasa-biasa saja bukan?. Qira mulai mendekat lagi kelapangan, ia bahkan tak diberi waktu istirahat. Bahkan minum. Putra mahkota kerajaan timur ini menatap Qira dengan ramah, Qira hanya memberi senyum ala kadarnya. Membuat putra mahkota tersenyum masam.
“ Mulai...” Ucap Kasim. Semua orang menatap Qira dan putra mahkota yang bernama Hinx Louye. Hinx mempersiapkan dirinya. Ia tahu jika Qira bukanlah lawan yang bisa diremeh meskipun Qira seorang perempuan. Ia mulai menyusun strategi. Ia mulai tersenyum tipis dan menyiapkan pisau sabit ditangan kiri dan tangan kanannya pisau panjang. Qira menatap itu hanya berwajah datar, ia mulai meminta pedang untuk senjatanyya.
Ada senyum licik diwajah Hinx Louye, ia menatap Qira remeh untuk memprovokasinya. Tapi sayang tujuan itu dengan mudah Qira ketahui. “ Hallo Putri Qira. Senang bertemu denganmu lagi dalam pertandingan.” Ucapnya manis. Qira hanya berwajah datar. Ia tahu jika lawannya saat ini licik, tidak mudah dilawan, ditambah senjata yang ia miliki sukup sulit untuk Qira pahami. Qira tahu jika Hinx Louye mencoba memprovokasi dirinya supaya bersikap gegabah.
“ Sebenarnya aku tak ingin melukaimu. Kau tahu, aku sudah memenangkan perlombaan ini berkali-kali.” Ucapnya. Tapi Qira tetap tak bergeming membuat ia memandang Qira geram. “Kau harus ingat. Jika seorang perempuan tetaplah seorang perempuan. Yang hanya akan tunduk kepada laki-laki. Sekuat-kuatnya seorang perempuan ia masih akan tetap berada dibawah laki-laki dan akan menjadi budak diatas ranjangnya.” ucapnya. Ia mencoba memprovokasi Qira dengan usaha yang keras.
Qira memerah. Ia tahu maksud dari kalimat itu. Ada senyum sinis diwajahnya. “Dan kau juga harus ingat. Jika pria tidak akan bisa hidup jika tidak ada perempuan.” Ucapnya.
Semua orang menatap lapangan bingung. Mereka sama sekali tak dapat mendengar percakapan mereka,lapangan itu luas yang berisi ribuan orang. Bahkan para kaisar yang
__ADS_1