Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Pemberitahuan...


__ADS_3

Bukan pangeran...! mampir ya keceritaku yang ini...


aku kasih babnya....


Ditunggu ya... Jangam diskip dulu...


Perkenalkan namaku Cisar Alviano Mahardika... Kalian bisa memanggil namaku Dika saja... Umurku baru menginjak usia enam belas tahun, dan sekarang aku sedang mengecap pedidikan disalah satu Sekolah Menengah Atas disalah satu SMA Swasta dikotaku... Aku sekarang kelas sebelas dibagian Mipa Satu. Iya.. Aku anak Mipa... lebih tepatnya Mipa Satu yang artinya adalah disana aku bergabung dengan anak-anak pintar semua.


Hahah..


kalian pasti mengira aku adalah pemilik dari SMA ini bukan? Aku si anak populer dan lainnya. Anak orang kaya yang serba dalam kebebihan. Namaku memang Caisar yang artinya seorang Raja. Apalagi Ditambah dengan nama Alviano yang artinya pemimpin ataupun seorang pemimpin serigala. Pemimpin yang tegas dan juga disegani... Mahardika? Kalian pikir itu Marga? Maka kalian salah besar. Itu adalah nama yang aku sendiri yang sematkan sebab aku akan membuat nama Mahardika adalah margaku dimasa depan, meskipun aku bukan Kaisar sekalipun.


Aku sekolah diSMA Swasta yang artinya mahal. Ditambah ini adalah sekolah yang bisa dibilang berlevel sultan, disini tak ada anak dari kalangan miskin sekalipun, paling rendahnya adalah anak yang gaji orang tuanya sekitar 20Juta dalam perbulan. Kalian bayangkan saja siapa-siapa saja disana. Anak artis berserakan disini, sudah tak asing lagi, jika pria atau pun wanita catik disini. Karena disinilah perkumpulan manusia-mansuia yang sangat-sangat cantik dan jga bisa dikategorikan sempurna(Dimata Manusia) namun pada faktanya tak ada yang sempurna dimuka bumi inikan? Entahlah. Namanya juga manusia, selalu mencari kejelekan rang lain disakitarnya.


Oke kembali dengan yang awal. Aku bisa sekolah disini karena besiswa karena aku cerdas, dan juga mendapatlan juara umum ditingkat sekota saat tahun SMP Kemarin, ralatnya, itu hasil ujianku. karena hasil Ujianku rata-rata sempurna. paling kecilnya adalah 9.7 saja...


Aku bukan anak orang kaya yang sebagai mana kalian fikirkan, aku hanyalah anak yang tak punya orang tua. Aku ditinggalkan oleh ayah dan ibuku disebuah acara Festival malam dikalah itu, singkat ceritanya aku saat itu usianya adalah sepuluh tahun mendengar jika ayah dan ibuku jatuh miskin karena bangkrut. Aku sii sebagai anak kecil yang masih belum terlalu paham akan hal itu menyerahkan semuanya pada kedua orang tuaku.

__ADS_1


Sampai pada kami diusir dari rumah ayah dan ibuku mengajak aku dan adik-adikku main kesuatu Festival yang sangat ramai. Sungguh aku senang malam itu. Meskipun aku lihat air mata orang tua ku berderai banjir. Tapi aku tetap tenang dan mengikuti semuanya. Sampai pada adikku yang paling kecil ingin minum, jadilah ibuku membeli minum, tapi ayahku menemani ibuku membeli minum karena takut terjadi apa-apa pada ibuku...


Aku dari sini sebenarnya sudah mulai curiga akan hal mereka sebab aku anak pintar yang mudah sekali memahani dan juga mengenal situasi. Aku bisa merasakan jika ada keganjalan, sebenarnya ini wajar untuk semua orang, tapi apa yanga aku rasakan itu memang selalu benar. Dan itu hanya aku saja yang tau. Aku manusia yang sangat peka dengan aurah, tapi bodohnya disaat tu aku percaya saja pada mereka berdua meksipun ada yang ganjal. Masa ayahku lebih mementingkan ibuku dari pada kami Berlima yang masih kecil disini? Aku dan adik adikku?


Aku ditinggal dengan adik-adikku. Aku disuruh menjaga dan juga merawat mereka namun aku hanya mengangguk dan tak mau banyak bicara. Sebab aku percaya ibu dan ayahku orang baik. Aku juga anak karate membuat aku semakin percaya diri. Tapi sebenarnya juga aku masih sabuk kuning yang artinya bukan apa-apa.. Haha


Saat kami menunnggu ibu dan ayahku yang membeli minumun terjadi beberapa lama membuat aku bingung. aku lelah dan juga aku resah. Aku mau menyusul mereka tapi siapa yang akan menjaga adik-adikku disini. Tapi aku takut ibu dan ayahku kenapa-napa. Aku sayang mereka..


Sampai pada hari semakin malam, pengunjung semakin lama semakin habis. Dan hanya beberapa orang saja yang ada lagi. Mereka adalah orang-orang para pedagang yang menginap ditenda. Aku semakin khawair. Adik-adiku kembali bertanya dimana kedua orang tua ku. Apalagi adik keduaku yang sedari tadi merengek minta minum untunglah ada orang yang lewat dan iba sehigga membelikan dia minum mineral. Jadi dia tenang ada juga yang memberikan kami gulali.. mungkin mereka kasihan melihat kami yang duduk diatas tas yang besar-besar ini.


Akh aku bahkan baru ingat. Jika didalam tas ini adalah baju-baju kami semua. Tak ada baju ibu dan ayah. Karena tadi mereka membawa baju mereka. Apa mereka berniat kabur dan meningalkan kami? atau? Ah.. jangan fikir macam macam Caisar....


“Kak.. aku mau tidur dulu ya. Nanti jika ayah dan ibu sudah kembali bangunkan ya..” Kata adikku yang lain membuat aku mengangguk karena iba. Adik ku, ia menentang tikar. Mataku tak pernah lepas dari jalan dimana kedua orang tua ku meninggalkan kami. aku masih menimang adik terahirku itu dengan embut. Ia mau minum susu, untunglah disini sudah ada susunya. Ibuku membelinya dari sore.


Aku lelah membuat aku duduk dan mengelus pipi adik terakhirku yang sudah tertidur pulas. Bahkan adk-adikku yang lain sudah tertidur sekarang. Hanya aku dan lagi. Karena maish mau menjaga adikku. Sampai ada pada orang tua yang datang kepadaku dan memberiku surat. Lantas aku bertanya dari siapa. Tapi dia malah mengangkat bahu lalu pergi dengan sinisnya menatap kami.


.

__ADS_1


ada juga novel.


-Hijra sang gadis pemberontak


dan


-Gadis Tombol Pindah Ketujuh Gadis Cupu... Mau baca.


.


Perkenalan...


Caiasar Alviano Mahardika


Jangan lupa tinggalkan jejak ya guy... ini karya pertama yang tokoh utamanya adalah pria. semoga suka tas..


...

__ADS_1


Lingling Comingsoon tiga hari lagi ya.. soalnya lagi bikin cover. soalnya susah caranya hebe.


__ADS_2