Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Taruhan


__ADS_3

Qira menggosoh pelipisnya yang sangat gatal saat ini. “Bagaimana jika kita menjalankan tawaranku saja?” Tanyanya kehabisan akal. Ia sama sekali tak Percaya ia sudah menikahi pria ini, ia tak akan percaya semudah itu. Ia akan menjalankan apa yang ia susun diotak cantiknya ini.


Kaisar Zauhan menatap Qira tajam ‘apa yang sedang direncanakan gadis ini.’ Batinnya. “Katakan..” Ucapnya datar.


Qira tersenyum dan berdiri. Ia melihat danau yang tak jauh dari sana. “Kita buat pertandingan, tombak ikan. Siapa yang bisa menombak paling banyak, maka ia adalah pemenangnya. Jika aku menang, kau harus melepaskanku.” Jawab Qira percaya diri.


Kaisar Zauhan tersenyum tipis, bahkan sangat tipis, senyum itu bahkan tak dapat dilihat jika tidak menggunakan kaca pembesar. Ia bisa menerka apa yang Qira inginkan, tentunya ia bukan kaisar bodoh yang akan menerima tawaran begitu mudah. “Baik. Tapi aku juga punya satu permainan, jika kau kalah, maka kau harus menuruti semua kataku.” Jawabnya ringan,


Qira mengerucutkan bibirnya. ‘Ini namnya terperangkap dalam jaring buatan sendiri. Bagaimana jika ia kalah dalam permainan pria ini. bisa-bisa nyawanya lagi yang menjadi taruhan. Tapi jika tidak diteriama, ia akan malu.’ Qira mendesah malas. “Tergantung apa permainanmu.” Ucap Qira pasrah.


Kaisar Zauhan ikut berdiri dan menatap Qira datar. “Kita main catur.”


Wajah Qira kembali sombong. “Siapa takut.” Jawabnya menantang.


Kaisar Zauhan memerintakhan kasim yang menjaga nya, ia tak jauh dari keberadaan Qira dan kaisar Zauhan. Kaisar Zauhan memerintahkannya membawa tombak. Sesaat setelahnya kasim itu membawa 2tombak besar.


Qira mengambil 1tombak yang diberi untuknya. Tombak itu hampir setinggi Qira, Qira dan kaisar Zauhan mendekat kearah danau. Danau itu tak terlalu besar, tapi berisi cukup banyak ikan. Lebarnya hanya 5 kali 8meter. Banyak bunga teratai yang belum mekar disana. Qira sudah menyiapkan tombaknya disana. Wajahnya penuh dengan keangkuhan. “Ayo mulai.” Ucapnya sombong. Ya memang i ni sangat mudah baginya.


Kaisar Zauhan menatap Qira datar. Ia mengarahkan tombaknya kedanau. Matanya tajam. Begitu juga Qira.


1


2


3.


Cap...


Qira menancap 2ekor sekaligus ikan mas.


Sedangkan kaisar Zauhan menancapkan 4ekor sekaligus.


Wajah Qira menjadi masam akan hal itu. Sedangkan kaisar Zauhan hanya tersenyum cemooh menatap Qira. “Ini belum selesai. Ayo mulai lagi, aku pastikan akan menang.” Ucap Qira percaya diri. Ia menarik tombaknya lagi.


Kaisar Zauhan tak habis pikir. Berapa besarkah kadar kesombongan dan keras kepala Qira? Ia kembali mengambil tombak yang diambil prajuritnya. Qira mengarahkan lagi dan lagi tombaknya. Begitu juga kisar Zauhan.

__ADS_1


Cap...


Cap..


Para kasim dan prajut menganga akan hal ini. kaisar Zauhan dan Qira menombak ikan begitu banyak. Sekali tombak tertancap, sedikitnya 4ikan yang akan tewas. Mereka meneguk siva kering akan hal ini.


‘Bisa-bisa habis ikan nya.’


‘Oh, Ikan yang malang.’


'Apakah salah ikan?”


Sahut menyahut dalam batin mereka yang sama sekali tak ikhlas menatap ikan yang menjadi korban antara Qira dan kaisar Zauhan.


Saat tinggal satu ikan lagi yang belum terkna tombak. Mata Qira dan kaisar Zauhan saling mentap taam. Mereka menyiapkan tombak masing masing.


Clap...


Tombak mereka menancap diikan yang malang itu. “Ini aku yang mengenanya.” Ucap Qira cepat.


“Kau lihat? Tombakku lebih tepat sasaran.” Ucap kaisar Zauhan.


“Kita tidak usah mengitung ikan itu. Hitung saja ikan yang kita kumpulkan. Bagaimana?” Tawar kaisar Zauhan.


Qira melipatkan tangan angkuh. “Baiklah.” Ucapnya.


Qira membawa satu ember ikannya.


Kaisar Zauhan menyuruh parjurit membawa ikan miliknya. Para prajurit mulai menghitung jumlah ikan Qira dan kaisar. Qira menggigit kukunya. ‘ayolah, ini nyawaku taruhannya.’ Batin Qira.


Sedangkan kaisar Zauhan memilih minum teh yang diracik oleh dayang santai.


“Ikan milik yang mulia kaisar ada 135 ekor. Sedangkan untuk yang mulia permaisuri Ming Zu 133 ekor.” Ucap kasim lantang.


Qira menganga tak percaya. “Hey. Kau pasti salah hitung. Kau pasti bersekongkolkan dengan dia..?” Ucapnya tak terima. Ia menunjuki wajah kaisar Zauhan.

__ADS_1


Kasimpun menundukkan kepala takut. “Tidak yang mulia. Kami sudah melakukan secara jujur.” Jawabnya.


“Aku bukan permaisuri kalian. aku bukan Ming Zu. Aku tak mau semua ini...!” Ucap Qira frustasi. Ia menendang ikan yang ada secara berutal.


“Akui saja kekalahanmu...!” Ucap kaisar Zauhan datar.


Qira menatap kaisar Zauhan tajam. ‘Akan ku bunuh kau..’ Batinnya. Ia mengepalkan tangannya tak rela. “Aku belum kalah.” Ucap Qira tak terima.


“Jika begitu, ini apa?”


“Bukankah kau sudah membuat permainan catur. Ayo kita bermain lagi.” Ucap Qira. Ia melangkah mendekat kepada kaisar Zauhan.


Kaisar Zauhanpun tersenyum lagi. Ia menyuruh salah satu prajurit mengambil catur permainanan.


...


Qira rasanya ingin menangis saat ini. faktanya, catur yang ia fikirkan adalah catur dunia modernnya, tapi nyatanya catur ini adalah catur cina, lebih tepatnya catur kuno.


Qira menumpuhkan dagunya diatas meja. Wajahnya sangat menyedihkan saat ini. ia menatap catur yang sama sekali ia tak ketahui. Catur itu ada papan catur juga. Hanya saja letak buah dan bentuk, jenisnya berbedah. Ditambah fungsinya lebih sulit dari catur modern.. Qira meniup poni yang terlepas dari ikatannya.


“Aku tak bisa main catur ini. aku kira catur yang kau maksud adalah catur yang berisikan, kuda, benteng, ada ratu dan rajanya. Ini.....“ Qira mengambil benda petak yang terbuat dari batu, itu adalah buahnya. “Ini batu. Aku tak tau ini apa.” Lanjtnya frustasi. Wajahnya sungguh menyedihkan saat ini.


Kaisar Zauhan menaikan satu alisnya. “Apa yang kau ucap. Tadi kau yang sangat semangat.” Jawabnya heran.


Qira melentangkan kakinya malas. Ia menatap kaisar Zauhan benci. “Sudahlah, kau tak akan mengerti.” Ucapnya.


Kaisar Zauhan pun dengan datarnya berucap. “Berarti kau kalah. Kau masih ingat bukan perjanjian kita?”


Qira lamgsung menegapkan tubuhnya. “Tidak. Aku tidak mau.”


“Bukannya kau yang membuat? Mengapa kau yang meremehkan ucapan mu? “ Sindir akisar Zauhan,


“Baiklah, baiklah. Kau menang. Katakan apa yang kau mau.” Qira mengibas-ngibaskan tangannya menyerah. Ia mulai menatap kaisar Zauhan serius.


Kaisar Zauhan menatap Qira remeh. “Katakan siapa yang mengirimmu dan apa yang kerajanmu ingin kan?” Ucapnya tegas.

__ADS_1


Qira menatap kaisar zauhan malas. “Lagi-lagi kau tak mempercayaiku. Baiklah sini aku kenalkan diriku dan tujuanku.” Jawab Qira. Ia berdiri dan memposisikan dirinya didepan kaisar Zauhan. Ia duduk tepat didepan kaisar Zauhan dan menatapnya tajam. “Aku bukan Ming Zu. Namaku Zhu Qira Han. Aku bukan mata-mata yang kau pikirkan, aku hanya seorang perkelana yang ingin mengelilingi kerajaanmu. Aku juga tak memiliki rencana apapun, hanya saja aku mencari jati diri ibuku.” Jawabnya serius.


Kaisar Zauhan tersenyum sinis. “Katakan, berapa kau dibayar oleh kerajaanmu. Biar aku bayar 2kali lipat, asalkan kau angkat bicara.”


__ADS_2