Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
cahaya


__ADS_3

“Thea maafkan aku,, aku tak bermaksud meruskamu.. Theea...!!!” Gumam Wolf frustasi. Ia mengusap kepalanya kasar karena tak tahu harus melakukan apa. Ia tak tau suatu hal seperti ini akan terjadi padanya. Dia hanya datang kerumah bordil itu hanya untuk merusak dirinya, bukan orang lain.


Tapi bukan salahnya juga. Bukankah malam itu Wolf sudah mengingatkan putri Thea? tapi putri Thea keras kepala dan malah meneluknya membuat obat perangsang itu semakin berpengaruh. Andai Putri Thea malam itu pergi dan menurut kata Wolf. Pasti ia baik baik sajakan?


Putri Thea masih saja menangis tanpa menjawab ucapan Wolf, ia menangis dam sesegukan membuat Wolf kalang kabut. Ia menarik tubuh putri Thea kedalan pelukannya. Sama sekali tak ditolak dan ada penolakan, Putri Thea hanya pasra. Apa kata orang jika dia seorang perempuan tapi rusak? “Aku.. aku akan menikahimu Thea,, aku akan menikahimu, jangan menangis ya, aku akan bertanggung jawab.. sungguh, aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan padamu, jangan menangis ku mohon..” Ujarnya tulus.


Wolf tak mau menyakiti perempuan, perempuan itu diibaratkan Qira. ia menghormati perempuan sebagaimana ia menghormati Qira. ia tak mau menjadi pria bajjingan yang hanya bisa menanam beni tanpa memberi pupuk dan kehidupan. Pahamkan?


“Kau tak bohongkan Wolf? Kau tak berbicara hanya untuk membujukku supaya aku. bisa tenang sajakan? Iyakan Wolf? ? Kau mengatakkannya untuk bertangung jawab benar bukan? Ak aku tak mau aku hamil aku tak mau digunjing banyak orang Wolf, aku tak. mau. merawat anak tanpa seorang ayah, aku tak mau dan aku tak sanggup hiks hiks.. Wolf... aku tak sanggup ..” Gumam Putri Thea menangis dalam pelukannya Wolf.


Wolf mengusap pungung mulus itu lembut. “ Tidak.. aku akan menjadi ayah dari bayi itu jika kau mengandung, jadi jangan menangis..!!” Ujar Wolf lembut membuat putri The marasa legah.


Dan disinilah perjalanan cintanya Wolf dimulai. Tragedi itu tak membuat putri Thea hamil, mereka bahkan bisa memiliki anak setelah menikah selama satu tahun dan sekarang mereka baru memiliki satu anak, dan itu perempuan, dia teman dekatnya Lingling.


Wolf dan Leon dimana tingal? Mereka tetangan dengan Zauhan sebagaimana yang diinginkan oleh Qira. jadilah Leon yang memiliki dua anak laki laki dan Lingling serta anaknya Wolf berteman dekat. Mereka melindungi satu sama lain sebagaimana Zauhan perintahkan, hanya saja karena anaknya Wolf masih lebih kecil membuat mereka menganggap anak Wolf sebagai adik.


Apakah Wolf dan Leon mencintai istri mereka? Maka jawabannya iya.. dengan kesabaran dan tekat mereka membuat Leon dan Wolf yang dingin sekarang mencintai keluarga, apa lagi saat buah hati mereka lahir membuat mereka kembali memiliki kehidupan, memiliki tujuan.


Apakah mereka sudah melupakan Qira? maka jawabannya tidak, sebab Qira sudah mendapatlan ruang tersendiri didalam relung hatinya mereka.’


....


lain sisi lima boca sedang bermain diatas rumah pohon, hari sudah sore namun mereka masih saja sibuk bermain masak-masak, mereka diawasi oleh kaisar Zauhan sedari jauh yang sedang menanam kubis. Zauahan menjadi petani, meski begitu ia memilih menanam sendri sayuran untuk makan mereka, alasannya untuk menyibukkan diri saja. Ia tak bisa melupakan Qira bukan? setidaknya ia bisa meminimalisir pemikiranya dan kerinduannya kepada Qira.


“Lingling.. Kami sudah memasak telur gulung, ayo makan.. ini sangat lezat, buatanku..” Uar Kenzu pada Lingling Yang tertidur dipagkuanya Kenzo. Kenzo yang sedari tadi mengelus kepala Ligling. Lingling sedari tadi hanya diam dan menatap mereka lalu tertidur. Hidup Lingling itu hanya sebatas hidup. Tak ada aliran semangat dalam kehidupan tidak, dan jangan harapkan hal itu.


“Akh..” Ujar Lingling membuka mulutnya lebar membuat Kenzu menyuapinya dengan lembut. Lingling mengunya telur gulung itu dengan mata yang tertutup. Sedangkan Kenzu menyuapi telur gulung itu kedalam mulutnya, ia menyuapinya dengan tangan.


‘Kau ini Kenzu... selalu saja mendekati Lingling... Jauh jauh darinya..!!!” Ujar dari Kenzo membuat Kenzu memonyongkan bibirnya Kenzo yang sedari tadi menatapnya geram, sebab Lingling yang anteng dalam kukunganya sekarang memakan makanan orang lain. masih kecil saja ia cemburuan? Sifatnya sangat sama dengan Kenzi ayahnya.


“Biarkan sja. aku hanya ingin dekat dengan calon istriku dimasa depan..!!” Ujarnya Kenzu biasa saja tanpa benan setelahnya memasukkan makanan kedalam mulutnya Lingling.” Kau maukan menikah denganku Linging?” Tanyanya dnegan memanins maniskan.


Lingling mengerjab polos. “Tidak.. tidak.. Itu tidak boleh terjadi, aku sedikit tak sudi melihat keponakanku mirip sepertimu, tengil..!!” Ujar Heqi yang baru sampai membawahkan lap yang mengelap keringatnya lalu menyemprotkan banyak wewangian membuat yang lain mundurkan kepala masing masing.


Maksudnya adalah anak mereka nanti...


“Tapi Lingling pasti mau.. akukan tampan..!!!” Ujar Kenzu ngotot dengan keinginanya. Ia menatap Heqi dengan tatapan permusuhan. Sebenarnya dia bukanlah cinta, hanya saja rasa ingin selalu dekat dengan Lingling membuat ia menyimpulkan ia ingin menjadikan Lingling istrinya sebagaimana ibunya dan ayahnya.


“Aku tak mau... Aku tak mau ya tak mau..!!!” Teriak Heqi keras. Ia tak mau kehilangan adiknya, menurutnya Lingling hanyalah milik keluarganya, tak boleh pergi dan tak boleh menikah suatu saat nanti, biarkan seperti ini saja. Namanya juga anak kecil bukan?

__ADS_1


“Apa yang kau lakukan Kenzu..!!!” Teriak Heqi dikalah Kenzu melemparkan Heqi telur gulung kewajahnya membuat minyaknya menemel. Matanya melotot menatap Kenzu yang menatapnya dnegan tatapan mengejek.” Kau... beraninya kau..!!!” Teriak Heqi marah.


“Berani dong.. sini kauu.. aku membawa kuman yang banyak, ayo i8sni biarku sebarkan banyak virus..!!!” Ujar Kenzu mengejek, ia mengangkat tanganya menunjukan pada Heqi bahwa tangannya berminyak bekas menyuapi Lingling tadi. ia tau kelemahannya Heqi.


“Berhenti Kenzu..!! Kau jangan cari mati...!!!” Teriak Heqi keras sembari mundur. Ia mengelap wajahnya dengan kain itu lalu menyemprotkan wewangian membuat Kenzu semakin gentar mendekat.


“Hya.... ayo kau kemaro...!!! Kuman menunggumu..!!” Ujarnya terkekeh sinis.


“Tidak... Ayah tolong..!! Kenzu membawa kuman ayah... ayah tolong..!! Ibu..!!!” Teriaknya keras lalu meoncart dari atas pondok itu, sebenarnya ia bisa beladiri ya.. dia diajaran bela diri namun hanya diwaktu malam hari, memang Zauhan membatasi setiap waktu anak-anaknya.


apa lagi usia mereka?


Zauhan yang diteriaki sekarang menatap anaknya terkejut lalu nmenggeleng dikalah melihat mereka yang berlari sana sini.” Biarkan saja.. Heqi memang aneh,,, hahaha..!!!” Ujar kaisar Long Wey yang meminum teh disamping kebun itu... Zauhan hanya tertawa masam saja.. apa lagi dengan panggilan Heqi diakhir katanya.


Lingling yang melihat itu tak kalah terkekeh. “ Au mau kesungai sebentar..!!” Gumamnya lalu bangkit dari posisi nyamannya,


Dipangkuannya Kenzo. Kenzo memang sosok yang peyang, sebab ia tak punya adik perempuan ia mengangap Lingling adiknya dong.


“Mau kita temani?” Tanya Qeqe disamping Lingling tanpa berpaling dari Heqi yang terguling lalu berteriak meminta tolong karena Kenzu memeluknya erat. Ia bagaikan perawan yang mau kehilangan kheormatan saja.


“Tidak kak. Aku sudah besar dan aku kuat..!!” Ujar Lingling menolak. Ia tak mau dianggap selalu kecil dan selalu lemah. Selalu saja, ia tak bisa memiliki waktu sendiri, tak ada waktu untuk selalu pd.


“Benaran tak mau diantarkan? Nanti terjadi sesuatu bagaimana?” Tanya Kenzo khawatir.


“Apa kita susul saja Qe?” Tanya Kenzo pada Qeqe yang juga menatap Lingling menjauh. Ia juga khawatr.


“Biarkan saja. Dia sudah besar dan ia sudah biasa disini bukan?” Jawabnya membuat Kenzo menganguk saja. Ia paham, karena memang inikan kawasannya keluarganya Lingling. Maa Lingling bisa tersesat diperkarangan rumahnya sendiri.


Sedangkan Zauhan yang mengusap keringatnya sekarang menata anaknya yang berjalan itu.” Mau kemana Lingling?” Teriaknya dengan lantang.


“Mau kesungai ayah..!!” Ujar Lingling.” Hati hati.. “ Teriak ayahnya keras membuat Lingling tersenyum tulus. Zauhan menggeleng melihat anaknya tu. Berjalan saja ia mengunakan kepala yang tertunduk dan kakinya terasa diseret.


Sedangkan Kaisar Long Wey terkekeh. dia yang minum teh dengan dua istrinya itu sedang bersatai. Ralat, hanya dia, sebab dua istrinya sangat bersemangat bermain dipadang bunga disana. Mereka bagaikan anak muda saja.


Kalian ingatkan jika rumah Zauhan dikelilingin dengan bung lili, bunga yang disukai oleh Qira? ya.. bahkan luasnya melebihi satu hektar tanah membuat mereka puas kesana kemari. Sunggu rmahnya Zauhan itu adalah rumah idaman bagi kaum hawa... Siapapun akan iri melihatnya, istanapun akan kalah dengan rumahnya Zauhan, dan Zauhan akui hal itu. Bukan hanya Zauhan, tapi juga kaisar Long Wey.


“Kau ini mau hitam ya Zauhan? ayolah jangan suka berpanas panasan oh ayolah, dimna jiwa kebangsawanmu. Kau inilkan mantan kaisar jangan membuat hidupmu menderita hadepanku seperti ini..!!” Dengsusnya kaisar Long Wey. Ia mengangkat satu kakinya lalu menghisap tehnya nikmat. Dagunya terangkat membuat kesan angkuh.


Sebenarnya gue engak tau dizaman purbakala, zaman kuno ada kata ‘mantan atau engak, wkwkw. Tapi ngak papa kali ya...’

__ADS_1


Zauhan mengeleng melihat kaisar Long Wey. “Ini lebih nikmat dari pada menjadi kaisar ayah., sunguh ini sangat menyenangkan.. Ini cita cita Qira dulu. Ia ingin memiliki suami rakyat biasa saja, dan aku menwujudkannya. Hanya saja ia tak ada disini..!!” Gumamnya sedih lalu mendekati kaisar Long Wey, ia mengambil air minum pondok itu untuk ia teguk.


“Yang sabar ya.. Kau cari saja Qira lain.. kau berhak bahagia..!!” Ujar kaisar Long Wey. Ia tau bagaimana sedihnya kaisar Zauhan lagipula ia punya kebutuhan tersendiri yang tak bisa ia pungkiri


Sedangkan Zauhan hanya tersenyum.” Kebahagiaanku kebahagiaan Qira, dan aku tak akan bahagia jika bukan Qira yang mengisihnya. Kadang hujan butuh pelangi untuk memberi warna setelah ia turun bukan?


...


Setelah berpamitan tadi. Lingling memilih duduk diatas batu besar dengan menatap kedepan, ia menatap air terjun yang jatuh didepanya. Sangat indah, gemercik kecil air menyentuh kekulitnya membuat hawa dingin menyerangnya. Namun tak membuat ia menjauh atau mundur ia bahkan sekarang tersenyum pilu.


Ia membenamkan kepalanya disela kakinya. Matanya menangis karena sesuatu. Sunguh ia menangis, dan inilah kebiasanya. Sebenarnya ia sedikit mengetahui apa yang terjadi ada ibunya yang meningal. Hanya saja persi yang ia pahami berbeda,


“Ibu.. apakah ibu meningal karena melahirkan kami hiks hiks.. Mafakan kami bu, karena kami ibu harus terpisah dengan ayah dan kakak-kakak, terpisah dengan orang orang yang sangat menyayangi ibu. Andai aku tak dilahirkan, ibu hanya melahirkan kakak-kakak saja. Pasti kalian akan bahagia saat ini.” Ujarnya dengan pilu.


Inilah alasan kenapa ia hidup seperti ini. Tak ada gairah, tak ada semangat dan tak ada keinginan. Ia pernah mendengar dari ayahnya dulu, saat ayahnya ditanya dimana ibu dari mereka dan ayahnya menjawab Qira meningal saat melahirkan mereka. Dan saat itu Lingling berusia 3tahun dan ia salah kapra. Salah memaahami.


Sebenarnya kenapa Zauhan mengatakan itu demi kebaikan anak-anaknya. Tapi pada faktanya tu mengubah Lingling. Ling ling merasa bersalah karena dia anak terakhir dan itu artinya ibunya meninggal setelah melahirkanya bukan? Ia merasa jika ialah menjadi perusak kebahagiaan ayahnya dan ia merasa jika dialah penyebab ibunya meninggal.


Tangisannya Lingling diturupi air terjun , ia merasakan hidupnya sangatlah buruk. Namun ia terkejut dikalah ia melihat cahaya dibalik huta disamping air terjun itu. Cahaya yang sangat terang. Ia mencoba mengusap matanya supaya matanya lebih jelas menatap kedepan, ia takut matanya salah karena habis menangis.” Apa tu? “ gumamnya lirih.


Karena jiwanya yang kepo akut itu meronta ronta membuat ia bangkit dengan cepat ia mengusap hanfunya yang berwarna putih itu lalu berjalan melewati air itu. Yaa... itu Hutan seberang bukan disamping rumahnya. Katanya disana area terlarang karena dekat dengan alam gaib, atau alam lain, disana juga dekat dengan istana Iblis. Tapi jika Kepo yang bertindak kau mau apa ha?


Saat sudah dekat Lingling yang tadi menangis dan bersedih sekarang tak lagi. Ia sudah lupa akan hal itu, ia menatap sekitar yang cukup gelap, karena hutan disini sangat lebat dan rimbun, ia menelan saliva kering. Namun ia kembali melihat cahaya tadi nmembuat ia mendekat kearah cahaya itu.


Dengan dada yang bergemuru ia mendekat lalu menyibak daun talas disana. Karena daun talas yang cukup besar itu. Namun ia terkejut membuat ia mundur beberapa langkah karena takut, tubuhnya gemetar karena apa yang ia lhat...


Disana ada sosok pria tampan nan rupawan yang menggunakan baju berwarna putih, rambutnya putih seperti kaisar Xiolenyei, mata ambernnya bercampur hazelnya membuat siapapun jatuh bertekuk lutut. Cahaya itu berasal dari drinya saat itu. Namun yang mengerikan saat ini karena sosok itu menatap Lingling tajam ia bagai malaikat maut yang sedang menatap mangsanya...


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Gw kish beerapa part ttg Leon dan Wolf seduai janji dong ya.... Masalah kembar. nanti ada. cerita lain,


jagngan lupa jempol yaa


__ADS_2