Putri Zhu Qira Han

Putri Zhu Qira Han
Kado kakak Kim lagi


__ADS_3

Kakak Kim pun bangkit, ia merapatkan tubuhnya pada Qira.” Kita pegang sama sama dan lepaskan sama-sama ya..” Ucapnya pada Qira yang mau melepaskan lampionya.


Qira tentu saja menganguk. “Ayo tutup matamu lalu berdoa.” Ucap Qira. ia pun menurup matanya untuk memanjatkan doa untuk kakak Kim. Doanya yang selalu ia dambakan, jika ia tak bisa bersatu dengan kakak Kim, maka berikanlah kakak Kim jodoh yang terbaik dimuka bumi ini, sebab pria baik harus mendapatkan wanita baik.


Bukankah cinta tak harus memiliki? Cinta memang egois tapi cinta harus pakai otak. jangan hanya pakek hati saja.


Kakak Kim hanya berdoa untuk selalu bisa melihat senyum Qira, selalu disisi Qira dan bisa membuat semua orang disekitarnya bahagia, hanya itu, tak lebih, sungguh...!


Mata kakak Kim tak luput menatap mata Qira yang masih terpejam, sepertinya doa Qira sangat panjang dan lebih panjang darinya. ahh Qira mungkin lupa jika yang disini yang ulang tahun itu kakak Kim, bukan dirinya. Saat matanya terbuka langsung saja kakak Kim menatap keatas untuk menghilangkan rasa gugup sekaligus ketahuan jika ia memperhatikan Qira sedari tadi.


“Ayo lepas..” Ucap Qira lalu dengan hitungan satu,,, dua,,, tiga... lampion itu dilepas membuat ia terbang keangkasa.


Qira menepuk tangan girang. Akhirnya apa yang ia buat tak sia-sia. Kakak Kim tak kalah bahagianya. Nyatanya kado yang terendah itu bukanlah hadia yang paling besar dan paling mewah, *** hadia yang berkesan dan sangat manis. Kakak Kim menatap Qira dengan rasa sayang. “Boleh aku memelukmu Qira? sebagai tanda terimakasihku atas hadiamu.” Ucapnya meminta izin, ia ingin sekali memeluk Qira sebentar saja, entah kenapa, ingin sekali rasanya.


Qira mendengar itu mengangguk membuat kakak Kim mendekat lalu memeluk Qira penuh dengan rasa sayang.” Tereimakasih Qiqi..” Gumamnya yang dianguki oleh Qira. sesuai janji, hanya sebentar, bahkan dapat dihitung dengan detik.


“Mana tanganmu?” Tanya Qira pada kakak Kim.


Kakak Kim mengerutkan keningnya, tapi tak urung menjulurkan kedua tanganya pada Qira.


Qira mengeluarkan satu gelang yang ada disaku bajunya.” Ini untuk kakak, kakak harus ingat malam ini, jadi biar kakak ingat, kakak harus pakai terus gelangnya ya.. aku sendiri juga loo yang bikin, aku bikinnya saat didesa hujan kemarin.” Gumam Qira sembari memakaikan gelang itu ditangan kakak Kim. Gelang itu adalah gelang yang dibuat dari benang hitam yabg dianyam dengan teknikayam 12. Ditengahnya ada besi yang teetulis nama "KiQi" Yang artinya Kim dan Qira


Kakak Kim tersenyum tipis. Jarak wajahnya dengan Qira dangat dekat, hanya dibatasi oleh rambut Qra yang sedikit digerai karena ia menggunakan hanfu, bau bunga lavender Qira menyeruak memasuki indra penciumanya yang tajam, belum lagi bau segar yang kakak Kim tak tau bagaimana cara Qira membuatnya. Rasanya ia sangat ingin mencium kepala Qira, tapi ia harus menahan diri, karena laki-laki terhormat tak akan pernah bersikap kurang ajar pada orang yang ia sayangi bukan? Sayangnya pada Qira bukan obsesi, tapi rasa sayang yang memang dari hati. gadis yang pertama ia lihat selama ia diruangan ia sakit, gadis yang menyelamatkannya, gadis yang mengorbankan nyawanya padahal tak saling kenal dan gadis yang membuat ia sadar jika rasa manusia itu ada yang suci. Hati manusia itu masih ada yang tulus dan Qira sosok yang sangat langkah didunia ini. apakah memiliki Qira adalah tujuannya? Maka jawabanya tidak, tapi tujuannya adalah membuat Qira tertawa dan tersenyum..


Bugh..


“Astaga...” Pekik Qira saat kakak Kim didepak didepannya saat gelang itu baru saja dipasangkan, kakak Kimnya sudah jatuh ketanah, yang lebih parahnya lagi jarak batu ini ketanah itu adalah satu meter dan ia terpental sejauh 3meter membuat Qira terkejut.


Kakak Kim yang sedari tadi menerawang jauh memandang wajah Qira betapa kagetnya ia saat merasakan dadanya dipukul dengan kerasnya membuat ia terbanting beberapa meter. Ia memegang dadanya yang sakit, beum lagi pantatnya yang sangat sakit membuat ia meradang.


Mata Qira menyala saat melihat seseorang yang memukul kakak Kim itu berada dibelakangnya dan kembali maju untuk menghajar kakak Kim.” Zauhan...! Apa yang kau lakukan..!” Teriak Qira mengema ditempat itu.


Matanya yang coklat berubah menjadi biru, hutan yang awalnya tenang dan damai sekarang berubah sangat mencekam, amarah Qira dan kaisar Zauhan bersatu membuat burung-burung disana berkicau dan memilih pergi dari sana. Kaisar Zauhan maju dengan langkah tegasnya tanpa mau mendengar apa yang Qira ucapkan padanya, yang ia pikirkan adalah membunuh kakak Kim.

__ADS_1


Kakak Kim yang melihat rang yang memukulinya sekarang bangkit. Bugh... tendangan kaisar menyerang kepala kakak Kim dengan garangnya, tapi kakak Kim bisa mengelak. Kaisar Zauhan dilanda kemarahan besar. Ia seharian mencari Qira, dengan rasa takut dan kalut jika Qira akan pergi jauh darinya, dan sekarang ia menemukan Qira disini, disamping pria yang kaisar tak tau siapa,


Qira yang tak pernah tersenyum tulus dan lembut padanya sekarang tersenyum lembut dan tulus pada pria asing ini. sialan membuat ia mati rasa, sekujur tubuhnya membeku. Ingin sekali rasanya ia membunuh lelaki ini sesegera mungkin.


Sing... dengan cepat pula kakak Kim mengelak dan mengeluarkan pedangnya untuk menghalau serangan kaisar Zauhan. rahangnya juga mengeras.” Siapa kau...?!!!” Teriak kakak Kim.


“AKU SUAMI Qira... dan kau harus mati karena sudah mengambil Qira dariku...!” Teriak kaisar Zauhan.


Kakak Kim sedikit terkejut saat mendengar jika pria ini adalah suami Qira. ia melihat Qira meminta jawaban, tapi Qira ahkan mengepalkan tanganya menatap kaisar Zauhan. nampak sekali jika Qira beum terlalu percaya pada kaisar Zauhan. “Aku sama sekali tak peduli kau suaminya atu bukan, tapi yang pasti aku menyayangi Qira, “Ucapnya santai. Apa yang perlu ditakutkan? Ia bukan pelakor atau penjahat hubungan orang. Jika memang Qira sudah punya kekasih tapi Qira memilihnya apakah ia salah?


“Mati kau...!” Teriak kaisar Zauhan marah. Ia mulai menyerang kakak Kim dengan brutal. Mata kaisar Zauhan yang awalnya hitam sekarang memerah. Kakak Kim yang awalnya santai sekarang menjadi serius. Ia menangkis semua serangan kaisar Zauhan.


Benar kata Wolf jika kakak Kim itu sangat cerdas. Buktinya saja sekarang kakak Kim bisa mengimbangi kekuatan kaisar Zauhan, padahalkan ia baru beberapa bulan saja bisa hidup bebas tapi ia sudah sangat mahir dalam bermain pedang dan berbela diri. Meskipun nampak jika ia sudah sedikit lelah dan tak terlalu mengimbangi lagi.


Slap...


Arhh... lengan kakak Kim terkena pedang kaisar membuat ia sedikit mendesis. Tak sampai disana kaisar Zauhan kembali menyerang tanpa mau memberi kesempatan untuk kakak Kim istirahat atau merasakan sakitnya dulu.


“Zauhan hentikan...!” Teriak Qira keras. Isaat ia mau maju dan memisahkan mereka ada Ren disampinga menahanya.


Qira memberontak.” Dia bukan selingkuhanku. Lagi pula lihatlah, kakak Kim bisa dibunuh jika begini, kau harus memisahkan mereka.... lepaskan aku jika kau tak mau memisahkan mereka...!” Bentak Qira tak tahan. Ia menyerang Ren dengan ilmu anginnya membuat Ren melayangkan juga serangan.


Ren tak mau jika nanti Qira dihajar oleh kaisar. Ia tau bagaimana marahnya kaisar Zauhan, ia tau bagaimana tak tertahannya amarah kaisar Zauhan. jika kaisar Zauhan sudah marah dan mengamuk, maka ia tak akan memikiran apapun lagi. Pernahkah kalian ingat jika kaisar Zauhan bernah berucap. ‘Dan jika aku tak bisa mendapatkanmu, maka kamu lebih baik mati’ dan itu pasti akan terjadi jika Ia tak mendapat mendapatkan Qira. kalian masih ingat juga kan saat kaisar Zauhan mengatakan’ Jika ada yang bisa mengambil hati Qira, maka orang itu akan mati, jika Qira berniat pergi, maka kaisar tak segan untuk memotong kaki Qira,’


Ia sudah bersusah paya untuk bersikap lembut pada Qra, tapi sayangnya Qira masih saja seperti itu, acuh, padahal ia tak tau saja jika Qira memang selalu acuh pada orang lain, belum lagi Qira yang sering sombong, padahal memang sikap Qira yang smbong membuat ia tak percaya diri jika Qira telah menerimanya dan membukakan hatinya. ia mau Qira hanya meliriknya dan selalu berada didekatnya.


Saat siang tadi ia memarahi Qira, ia sangat menyesal, ia kira Qira pergi tak kembali sebagaimana ucapan Qira. hanya beberapa jam saja membuat ia uring uringan dan memilih memnghukum dirinya sendiri. Sedari tadi ia tak makan memikirkan dan mencari Qira, dan pada kenyataanya ia bertemu Qira dengan pria lagi, sakit sekali hatinya.


Qira dengan cepatnya ia menghajar Ren sampai Ren tak bisa berkutik. Saat ia berbalik badan, ia melihat kakak Kim sedang memegang dadanya dan kaisar Zauhan mengarakan arah ujung pedangnya didada kakak Kim. Dengan cepat ia mengaunkan tanganya dan memasang kuda-kuda. Ia mengarahkan ilmu anginnya kepada kaisar Zauhan membuat kaisar Zauhan terhempas jauh jauh dengan tangan yang memegang pedangnya.


“Kakak Kim.. Kakak tidak apa-apa?” Tanya Qira berlari mendekti kakak Kim, kakak Kim sudah lemah ditanah dengan tangan yang terluka.


Srakkk.. tanpa Qira pikir lagi, ia merobek hanfu bawahnya lalu menngikatnya dilengan kakak Kim.

__ADS_1


Kakak Kim masih tersenyum manis. Sedikit meringis saat ikatan itu dieratkan. Ia mengelus pipi Qira sayang.” Kakak tidak apa-apa, kau jangan khawatir.” Ucapnya lembut.


Kaisar Zauhan yang terhempas itu mengerang marah, apa lagi melihat adegan kakak Kim yang mengelus kepala Qira dan Qira menolong kakak Kim, apakah segitunya Qira melindungi kakak Kimnya itu? Padahalkan dia suaminya. Apakah tak seberharga itu ia didepan mata Qira?


Sakitnya terhempas tak ada bandinganya pada rasa sakit dibuat Qira. dengan langkah lebar ia memilih mendekati Qira. Qira menyadari hal itu membuat ia mendorong kakak Kim menjauh dan berdiri didepan kaisar Zauhan dengan dagu terangkat. “Apa yang kau mau?!!” Tantang Qira.


“Aku mau membunuhnya...!” Jawab kaisar melirik kakak Kim yang sudah terduduk dengan lemas. Ia mencoba berdiri tadi sayangnya darah yang ia kelarkan sudah sangat banyak. Nampak jika kakak Kim tak sekuat ia membuat ia sedikit bahagia, ternyata ia lebih kuat dari orang yang Qira sukai. Ahh apakah mata Qira konslet?


Qira mengeram.” Berhenti...!” Tapi sayangnya seruan Qira sama sekali tak membuat kaisar Zauhan sadar.


Dengan gerak cepat Qira melayangkan pedang yang ia ambil dari kakak Kim tadi, pedang kaisar Zauhan berwarna merah kehitaman membuat Qira sedikit terkejut, itu adalah pedang inti neraka yang mempunyai kekuatan yang sangat besar, apakah kaisar Zauhan benar benar mau membunuhnya dan kakak Kim?


Dengan nafas berat Qira menggengam erat perangnya membuat pedang itu terbakar api, api dipedang Qira berkibar dengan ilmu yang Qira keluarkan. Tak cukup jika harus melawan dengan pedang biasa, jika menggunakan pedang biasa pasti satu kali tebas saja pedang itu akan patah membuat Qira harus mengeluarkan kemampuanya yang besar.


Slap...


Mata kaisar Zauhan memerah menatap Qira yang membela kakak Kimnya. Apakah sebegitu pentingnya kakak Kim dimata Qira? sampai-sampai ia mau bertarung denganya? Memikirkan hal itu membuat kaisar Zauhan meradang. Ia mengerang marah lalu mengeratkan lagi pedangnya.


Sling..


Qira merasakan jika tenaga dan juga pedang kaisar Zauhan sangat besar membuat ia harus menguras tenaga cukup banyak, wajar saja ia dijuluki kaisar terkuat dan tersadis yang pernah ada. Pertarungan Qira dan kaisar Zauhan berlanjut membuat Qira harus berbelok kekanan dan kekiri, api dipedang Qira tak surut, begitu juga pedang kaisar Zauhan. mereka menyerang dengan amarah masing-masing. Ego dan juga kemarahan merka, kekejalam mereka menyeruak membuat mereka sangat kuat.


Suasana disana sangat mencekam, pohon-pohon disana bahkan banyak yang menjadi korbannya, karena pedang yang kaisar gunakan bukan main tenaganya, sedangkan Qira yang sedari tadi mengeluarkan ilmu angin dan apinya membuat suasana hutan disekitarnya sangat menyedihkan. Ada yang tumbang karena angin, ada yang hangus terbakar karena api, jangankan pohon-pohon, daun kering dan rumput dibawah kaki Qira saja tak luput untuk terbakar.


Srap..


Qira mengeluarkan ilmu anginya membuat dedaunan yang ada disekitar naik dan melayang mengelilinginya. Dengan sekali hempas dedaunan itu berterbangan menuju kaisar Zauhan, tepat didepan kaisar daun itu terbakar membuat kaisar Zauhan juga menghentakkan pedangnya, dan dedaunan itu terbela dan melaju kebelakang.


Kakak Kim dan Ren yang melihat itu tak bisa berbuat banyak, kakak Kim sudah dibantu oleh Ren untuk menjauh. Ren? Ia bahkan sangat kagum akan keahlian Qira, baru kali ini ada yang mampu menandingi kemampuan kaisar Zauhan. yang jadi pertanyaannya sekarang adalah, apakah Qira memang benar benar seorang perempuan?


Kakak Kim tak kalah terkejutnya melihat Qira yang begitu kuat dan juga lihai. “Ternyata ini yang membuat kaisar Zauhan menykainya.” Gumam Ren disana. Mereka harus berlindungdari serangan itu.


Kakak Kim meringis melihat itu. Ia takut Qira terluka membuat ia mengepalkan tanganya. Qira melajuu dengan ilmu angin dan melompat tinggi. Slap..

__ADS_1


Laisar Zuhan mengarahkan pedangnya ketanah membuat Qira jatuh ditanah, karena hempasan dahsyat yang dileurakan pedang itu. Qira sedikit terbatuk darah membuat kaisar Zauhan menyeringai.” Menyerahlah Qira...!” Ucap kaisar Zauhan keras.


__ADS_2