
Langkah lebarnya Leon menggema dihutan itu dengan cepat lugasnya dan Qira tertawa. Mereka baru saja menikmati dunia lagi seperti ini mereka bahagia, sangat bahagia sakitnya Leon bagaikan sudah menghilang ditelan alam, sedangkan Qira bagaikan burung yang baru saja terlepas dari sangkarnya mereka bahagia dan juga tertawa bersama. Tak ada raut kesedihan satu sama lain.
Leon mengubah wujudnya menjadi singa, karena takut nan Qira akan kelelahan, bairkan saja ia yang menjadi lelah dan sakit. Tapi jangan Qira, ia tak mau kehilangan yang kedua kalinya.
“Kau sudah sudah pernah ketempat raja iblis Qira?” Tanya Leon pada Qira yang menatap jalan dengan tatapan tajam.
Qira menganguk.“ Perrnah.. Dia Zoulankan? Dia temanku, tenang saja.” Ujarnya tersenyum. Ia ingat Zoulan sii raja iblis yang menyedihkan iya, dia sangat menyedihan bukan? Nampak saja jahat, bermarga iblis. Nyatanya dia orang yang menyedihkan dan yang paling kesepian, apa lagi kisahnya dibuang. Ahh jika mengingat itu Qira jadi mau menangis.
“Benarkah? Bagaimana bisa kau mengenalnya?” Tanya Leon kepo
Qira membusung dada tingi.” Aku Putri Zhu Qira Han. Mana mungkin tak mengenalinya..” Ujarnya sombong lalu tersenyum remeh.
Leon berdecih.” Sombongmu tak berkurang ternyata..!!” Cicitnya membuat Qira terkekeh geli melihat dan mendengar Leon. “Apakah masih jauh Qiqi? Sebab sebentar lagi akan pagi, sepertinya pagi ini kita tak akan menemui matahari, jadi kita tak akan tau hari berganti nanti. “Ujar Leon lagi.
Qira mengeleng” Sebentar lagi. Ayoo cepat jika begitu..!!!” dingin malam tak membuat Qira gentar, begitu juga Leon yang tak merasakan sesak. Mereka sama sama menikmati kebersamaan mereka. Qira jadi teringat ia pergi kesini. Dia kesinikan dulu pertama bertemukan dengan Leon, ia merasa Dejavu saat ini.
Tak lama mereka pergi menuju istana kerajaan Iblis, hanya menghabiskan watu lima jam, dan bisa diperkirakan saat ini sudah jam Empat subuh. Mereka harus segerah sampai. “Ini dia istananya..!” Ujar Qira turun dari pungung Len, serentah Leon pun juga berubah menjadi manusia.
“Mana? Ini masih kosong Qira..” Gumam Leon heran, faktanya saat ini mereka ada didekat air terjun suram, sangat gelap dan juga mengerikan. Akar-akar pohon membuatnya semakain mengerihkan, ada satu pohon besar juga disana yang meliuk-liuk membuat Leon mengusap tengkuk yang terasa dingin.
Qira mengeluarkan batu yang Zoulan kasih dulu, lalu ia mengarahkan pada sungai itu “Zoulan.. aku datang,” Gumam Qira membuat Leon menatapnya.
__ADS_1
Mendadak disana berubah menjadi satu bangunan yang sangat besar namun mencekam. Dijaga dua makhluk mengerihkan bagaikan iblis membuat Leon menahan nafas, Qira? ia bahkan tersenyum manis karena ia sangat merindukan suasana mencekam seperti ini. “Be benarkah ini tempatnya Qira?” Tanya Leon mendekati Qira cihhh yang laki-laki siapa yang perempuan siapa penakutnya itu kebalik.
“Siapa kalian?” Tanya salah satu monster yang mirip dengan serigala, namun matanya merah, bisa dibilang itu adalah serigala iblis. Ia sedarah dengan iblis, taringnya sangat runcing dan panjang. Air liur yang menetes layaknya binatang jorok biasa. Matanya sangat tajam menatap Qira dan Leon sekaan menatap kelinci yang imut dan menggemaskan.
Qira mengangkat batu yang ia pegang tadi.” Panggil raja kalian, katakan ada temannya yang mengunjunginya... Dan ini Giok yang ia berikan.” Ujarnya. Giok itu berwarna hitam kental bagaikan batu bara. Berkilau namun sangat mahal. Melihat giok itu, mereka menunduk dan megiyakan.
Leon yang melihat itu kagum pada Qira, dengan mudahnya Qira membuat mereka berlutuh. Ahhh Qira keren dimata Leon. “Dari mana au dapat Giok penghormatan itu Qira?” Tanyanya mengerjab. Sebab Giok itu punya orang yang tertentu saja, apa lagi giok itu pasti sangat berharga dikerajaan iblis, namun sebelum Qira menjawab, Zaulan sudah menuju gerbang.
“Qi qi qira..” Gumamnya membuat Qira menatap kedepan. Sosok pria bertopeng setengah wajah itu mengaga tak menyangkah sudah Qira duga, pastilah semua orang lebay nantinya. Tapi ta apa lah.
Qira mengangguk lalu mendekat, “Ini benar kau Qira?” Gumam Zoulan pada Qira yang didepan matanya. Matanya bahkan tak berkedip saat ini.
Zoulan mengerjab pelan.” Maksudnya? Bukannya kau sudah mati?” Tanyanya memegang pundak Qira lembut. matanya menatap dalam, ia bingung pada situasi ini..
Qira mengangguk.” Iya. Tapi aku sudah hidup kembali, jadi mari siapkan prajuritmu. Kita akan bersenang-senang besok pagi marii..” Ujarnya tersenyum lagi.
Zoulan langsung memeluk Qira... “Yaampun Qira ku pikir kau mati beneran. Kau temanku satu satunya kau tega membuatku kesepian kembali hm?” Tanyanya berat. Bukannya menjawab ih...!
Qira menenangkan Zoilan dengan membalaskan pelukannya, ia tau perasaan Zoulan. Zoulan yang rapu dan kesepian, tak punya teman dan sandaran, ia bahkan lebih menyedihkan dari pada Qira ahhh mengingat itu Qira jadi bersedih.” Aku memang masih hidup. Untuk kalian..!!!” Ujar Qira pelan lalu tersenyum lembut padanya.
Zoulan melepaskan pelukannya.” Lalu perang?” Ia baru sadar dengan ucapan Qira yang menegnai ‘Perang’ “Kaukan tak jadi mati. apakah perang tetap berlanjut?” Tanyanya heran.
__ADS_1
Qira mengangguk.” Kita harus menggagalkan perang itu sesegera mungkin, dan yang paling harus kita bunuh dan basmi adalah Xavier dan lainnya. Merekalah yang harus kita bunuh.” Gumam Qira membarah.
“Xavier?” Mata zoulan membulat.” Kaum Bluerose yang sudah mencuri dragonku..” Ia bertanya karena takut orang lain, bukan Xavier yang ia maksudkan.
Qira mengangkat bahu acuh.” Ayolah. Siapkan prajuritmu.. kita tak banyak waktu Zoulan, aku tak mau keluargaku mati konyol disana..” Ujar Qira mengerucut tak tenang, sebab Zoulan masih saja membahas yang lain.
“Bukankah perang dua hari lagi?” Tanyanya heran lagi.
“Perang sudah terjadi dua hari sebelum ini Zou. Kau yang terlambat, maka dari itu. Kita sudah tak bisa membatalkan perang, namun kita masih punya kesempatan untuk menghentikan perang. Cepat kita tidak punya waktu yang banyak” Ujar Qira mengangguk antusias.
Zoulan mengangguk.” Jendral Na Jiem... Siapkan pasukan kita untyuk berangkat sekarang juga..!!! Kita akan berangkat sekarang juga...!!!” Teriaknya pada pengawal yang ada dibelakang Zoulan.
“Baik yang mulia.!!!” Ujar Najiem lalu berlari kesuatu ruangan.
Zoulan masih tak percaya akan Qira yang masih hidup, namun ia cukup bahagia dan sangat bahagia. “Kita bagi tugas. Kau membantu kakak Kim dan lainnya terlebih dahulu dikerajaan Bluerose sedangan aku dan Leon akan ketengah perperangan. Setelahnya kalian menyusul kami kesana bagaimana? Kita tidak punya banyak waktu untuk mengulir waktu.” Ujar Qira sedikit khawatir saat melihat langit udah berwarna yang berbeda.
Zoulan menatap langit, seakan langit sudah siang namun cahayanya ditutup oleh aura gelap. “Tapi bagaimana dengan kalian? apa kalian tidak apa-apa Qiqi?” Tanyanya khawatir pasukan mereka banyak sedangkan Qira hanya berdua.” Apa kau bawa beberapa pasukanku untuk membantu mu disana nanti?” Tanyanya.
Qira menggeleng.” Tidak perlu kau harus datang sesegera mungkin nanti, jangan lupa hancurkan kerajaan Bluerose itu jangan biarkan ada yang tersisa. Biar aku yang menghentikan perang... Aku meyakini mu Zou..” Ia menepuk pundak Zoulan pelan.
Leon hanya diam saja. Qira menatap langit yang semakin menckam, ia bisa merasakan dadanya bergemuru. Ada apa ini? apa yang sedang terjadi. Karena tak tenang ia memilih pergi terlebih dahulu saja dari pada bersama Zoulan yang masih bersiap-siap. “Aku akan pergi duluan. Ku harap kau menang dan menyusul kami sesegera mungkin Zou. Aku memiliki pirasat buruk,..”
__ADS_1